Aqila Love Story

Aqila Love Story
Bab 31


__ADS_3

“Bahagiamu adalah bahagiaku juga, Teruslah tersenyum seperti ini karena aku sangat suka senyumanmu itu.” ~Rey~


.


.


.


“Bagaimana kamu tau tempat ini yang?” tanya Rey.


Sungguh Rey berubah 180°, jika diluar aura dingin dan angkuhnya muncul tetapi sekarang yang ada Rey yang jahil dan manja.


Aqila pun hanya bisa menggeleng pelan melihat wajah prianya bisa berubah-ubah.


“Aku tau tempat ini dari Kak Adel,” ucap Aqila.


Mereka berdua duduk dibangku panjang yang tersedia di taman Panti. Pemandangan taman yang asri dan udara yang sejuk membuat pikiran keduanya tenang.


“Apa kamu jadi berangkat?” tanya Rey.


Aqila masih terdiam mencerna arah pembicaraan mereka.


“Ya jadi,” saut Aqila saat tau arah pembicaraannya.


“Kamu disana bakal lama 2 bulan,” ucap Rey menatap wajah Aqila yang sedang memandang lurus kedepan.


“Ya benar 2 bulan. Tapi buatku itu waktu sebentar,” seru Aqila.


“Bagaimana kalau aku rindu?” tanya Rey.


“Jangan bercanda Mas,” lirih Aqila.


“Aku gak bercanda La, lihat aku,” mengarahkan wajah Aqila kearahnya.


Memegang kedua pipi Aqila dan kedua manik mata itu saling bertaut.


“Aku beneran cinta sama kamu La, aku beneran sayang sama kamu. Aku serius sama kamu. Kalau kita jauh pastinya aku rindu,” ucap Rey tegas.


“Aku aku ...” Aqila tak bisa meneruskan ucapannya.


Sejujurnya ia masih bimbang dengan perasaannya. Di satu sisi ia masih mencintai James ,tapi disisi lain dia juga nyaman dengan kehadiran Rey. Tetapi ketakutan terbesarnya adalah dikhianati kedua kalinya. Dia trauma mencintai begitu dalam pada seorang lelaki. Dia juga takut sakit hati untuk kedua kalinya.


“Jangan diteruskan jika kamu memang belum bisa,” ucap Rey sambil menggeleng.


“Maafkan aku,” lirih Aqila sambil memegang tangan Rey yang berada dipipinya dan menunduk.


“Maafkan aku belum bisa membalas perasaanmu, aku masih takut,” lirih Aqila sambil menghapus air matanya.


“Tidak apa-apa yang penting kamu disini disampingku,” ucap Rey lalu memeluk Aqila erat.


Aqila tak membalas hanya saja dia merebahkan kepalanya didada Rey dan merasa nyaman. Tetapi entah perasaan nyaman ini karena cinta apa dia memang butuh pelukan menenangkan ini.


--*--

__ADS_1


Hari semakin terik, keduanya segera pamit pulang dengan Ibu Panti setelah puas berkeliling dan bermain bersama anak panti.


Keduanya masuk kemobil dan tak lupa Aqila melambaikan tangannya pada anak panti dengan mobil yang perlahan berjalan meninggalkan Panti.


Setelah anak panti tak terlihat Aqila menyandarkan punggungnya dikursi mobil.


“Apa kamu senang?” tanya Rey menatap sekilas pada Aqila.


“Banget mas,” ucap Aqila dengan senyum mengembang diwajahnya.


“Lain kali aku bakal ikut kesini lagi sama kamu,” lirih Rey.


Aqila mengangguk semangat hingga bunyi perut terdengar.


Aqila menahan tawa karena perut itu dari perut Rey. “Mas laper?” tanya Aqila.


“Hehehehe iya sayang sebenarnya aku nahan makan dari tadi,” ucap Rey cengengesan.


“Astaga mas gak baik loh nunda makan. Ayo cari makan siang dulu,” lirih Aqila.


“Iya sayang, uh khawatir yah,” goda Rey.


“Ya pasti khawatir lah mas, nanti kalau mas sakit gimana,” gerutu Aqila.


“Loh mas ini kuat loh sayang jarang sakit,” ucap Rey dengan membusungkan dadanya.


“Heleh huss udah jangan ngaco. Namanya manusia pasti nanti ada saatnya merasakan sakit,” ucap Aqila.


“Kenapa kamu gak buka perusahaan sendiri aja?” tanya Rey


“Karena itu bukan diriku mas, aku dari kecil sudah ingin jadi dokter mas. Dan perusahaan aku kan bisa kerja di perusahaan Mas Kevin,” ucap Aqila menatap Rey.


“Iya sih tapi kamu pintar loh serius. Aku yakin kamu kalau ngembangin perusahaan sendiri bakal sukses,” ujar Rey dengan wajah berbinar.


“Mungkin nanti mas kalau aku suka dengan pekerjaan kantoran,” Aqila berbicara diiringi tawa kecil.


Rey hanya bisa menggeleng kepalanya mendengar jawaban Aqila. Sampai mobil yang mereka kendarai sampai di depan Restaurant.


Mereka memesan makan siang yang lumayan banyak karena melihat Rey yang lapar dan Aqila pun juga merasa sedikit lapar. Keduanya makan dengan lahap hingga makanan tertutup pun habis tandas.


“Ah kenyangnya,” ucap Aqila dengan mengusap perutnya.


Rey menatap wanitanya.


“Memang kamu wanita yang berbeda, diluar sana banyak wanita yang menutup dirinya untuk menjaga imagenya tapi tidak untukmu. Itu yang membuatku makin cinta sama kamu” gumam Rey dalam hati sambil menatap Aqila.


“Sudah kenyang kan,” ucap Rey.


Aqila mengangguk, “Kenyang banget mas.”


“Ayo kita berangkat lagi,” ajak Rey.


Rey mengulurkan tangan dan disambut Aqila. Mereka segera meninggalkan Restaurant setelah membayar billnya.

__ADS_1


“Kita mau kemana mas?” tanya Aqila lagi.


“Kamu dong yang pilih,” ucap Rey.


“Aku juga bingung mas,” seru Aqila.


“Baiklah bagaimana kalau kita ke Dufan?” tanya Rey.


“Ide bagus ayo,” binar bahagia di wajah Aqila terlihat membuat Rey diam-diam tersenyum.


Rey segera menambah kecepatan mobilnya saat melihat jalanan agak lenggang. Tak butuh waktu lama sampailah mereka di Dufan. Mereka segera membeli tiket dan langsung memasuki area Dufan.


“Sepertinya pakaianku tak cocok mas,” lirih Aqila.


Rey menoleh, “Kok bisa?” tanya Rey.


“Aku pengen naik wahana tapi gaun ku kan segini,” rengek Aqila.


“Tapi kamu pakek tambahan itu kan sayang?” tanya Rey ragu.


Aqila terdiam mencoba mencerna ucapan lelaki didepannya. Dan untungnya Aqila paham.


“Iya pakek mas,” Aqila mengangguk.


“Ya sudah gak perlu khawatir kan,” ucap Rey.


“Tapi kan gak cocok,” seru Aqila sedih.


“Cocok sayang ayo,” ajak Rey.


Mereka langsung melihat-lihat area dalam dufan. Bagi yang belum tau dufan, Dunia Fantasi adalah taman hiburan keluarga di area Taman Impian Jaya Ancol. Taman ini menawarkan beragam wahana, mulai dari yang menegangkan seperti Tornado, Halilintar dan Hysteria, hingga yang cocok untuk semua umur seperti Rumah Miring, Poci-Poci, Turangga Rangga, dan Pontang-Pontang.



Tempat wisata di Jakarta ini juga menawarkan wahana dengan tema khusus, misalnya Ice Age Arctic Adventure, Treasureland, Dufan Glow, Fantasy Lights: Magic of Dufan, dan Hello Kitty Adventure. Efek suara, cahaya, dan penampilan dari robot animatronik serta aktor akan membuat wahana-wahana ini semakin meriah.


Tiket untuk wahana-wahana bertema ini bisa dipesan secara online, untuk menghindari antrean. Pengunjung bisa mencapai Dunia Fantasi dengan cara yang sama dengan menuju ke Taman Impian Jaya Ancol dan Ocean Dream Samudra. Dunia Fantasi buka setiap hari dari pukul 10:00 hingga 18:00. Pada akhir pekan, Dufan buka hingga pukul 20:00.



Keduanya mencoba semua wahana dimulai dari halilintar yang membuat keduanya terpekik kaget dan berteriak kencang. Dilanjut dengan menaiki biang lala yang membuat kedua anak manusia itu bergantian berfoto dari atas bianglala.



Semua wahana pun mereka coba, tak luput tornado, kereta misteri, kora-kora dan hysteria pun mereka naiki. Seperti anak kecil yang kekurangan bermain keduanya seperti lupa umur. Menaiki dengan eprasaan bahagia dan tanpa malu ikut berteriak.


Hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 akhirnya mereka berdua pun berhenti dan mencari tempat untuk beristirahat.


--*--


Selamat membaca yang manis dulu 😚


Jangan lupa LIKE, KOMEM, VOTE KOIN/POIN DAN RATE YAH

__ADS_1


__ADS_2