
“Sekarang hidupku hanya akan dipenuhi oleh penyesalan yang telah aku perbuat sendiri kepadamu.” ~Rossa~
.
.
.
Semenjak kepulangannya dari pertemuan dengan kakak dari sahabatnya membuat gadis yang baru saja menikah menjadi pendiam. Bahkan dia tak mengganggu suaminya sama sekali.
Biasanya gadis itu akan mencari perhatian tapi sekarang ia hanya berdiam diri di kamar dan merenung. Merenungi semua sikapnya, merenungi keegoisannya bahkan merenungi kesalahannya. Dia menangis tergugu di kamar dengan menutupi wajahnya dengan kedua lututnya.
Sampai malam selarut ini, Rossa gadis yang dipenuhi penyesalan itu tak makan apapun setelah kepulangannya dari cafe. Gadis itu hanya duduk dilantai sambil menangis, menangis dan menangis.
Kenangan akan kebersamaannya dengan Aqila. Semua kenangan bersamanya entah kenapa menari dipelupuk matanya. Karena keegoisannya ia sampai menyakiti hati sahabat yang selalu menyanyanginya. Bahkan dengan jahatnya dia menampar Aqila dengan keras.
Suara langkah kaki mendekat tak membuat tangisannya tak berhenti. Hingga sebuah elusan dipundak membuatnya tersentak akan tangisannya.
Ia mendongak dan menatap sayu wajah lelaki yang ia jerat dalam sebuah ikatan pernikahan.
“Ada apa Sa?” tanya Rey.
Rossa masih diam, dia menatap lekat lelaki didepannya. Bahkan ia menatap sorot mata Rey yang tak ada cinta untuknya. Jika mengingat itu hati Rossa menjadi sedih ketika mengingat penjelasan Adel tadi.
“Maafkan aku.” Hanya kata-kata itu yang lolos dibibir mungilnya.
Rey mengernyit heran.
“Untuk apa?” tanya Rey.
“Aku aku..,” Rossa terdiam dia tak sanggup meneruskan ucapannya akhirnya dia menangis kembali.
Rey yang merasa kasihan akhirnya menarik Rossa kedalam pelukannya. Meski tak bisa dipungkiri ia belum mencintai Rossa bahkan hatinya mati untuk Aqila tapi ia juga tak tega melihat gadis itu menangis seperti ini.
“Aku udah jahat sama Aqila Mas, hiks hiks aku menyakitinya. Aku udah tau semua,” lirih Rossa sambil menangis.
Spontan Rey melepas pelukannya dan menatap wajah Rossa.
“Maksutmu apa Sa?” tanya Rey.
“Sebenarnya aku udah tau semuanya mas, aku udah tau kalau ternyata Aqila udah kenal kamu dulu bahkan sebelum kita dijodohkan,” lirih Rossa.
“Alhamdulillah kalau kamu udah tau,” sahut Rey tenang.
“Aku jadi bodoh mas, aku jadi sahabat yang jahat untuknya,” lirih Rossa.
“Udah jangan menangis. Besok kamu bisa minta maaf kan sama dia,” ucap Rey.
“Tapi tapi aku takut,” Rossa menunduk.
“Takut dengan?” tanya Rey.
“Aku takut Aqila tak mau memaafkanku,” lirihnya.
__ADS_1
“Itu tidak mungkin, dia sahabatmu aku yakin dia sudah memaafkanmu. Apa kamu tak percaya pada Aqila yang notabenenya dia sahabatmu sejak smp,” ucap Rey heran.
Deg.
Seperti terkena tamparan dua kali ia bahkan meragukan kesetiaan dan kasih sayang sahabatnya itu. Perkataan Rey membuat gadis itu semakin bersalah tapi ia sudah tak menangis mungkin karena malu dengan Rey.
“Sekarang lebih baik kamu tidur dan besok kita kerumahnya,” ujar Rey.
Rossa mengangguk ia beranjak dari lantai menuju kamar mandi. Ia membasuh wajahnya sekaligus tangan dan kaki setelah selesai ia merebahkan tubuhnya di ranjang untuk terlelap.
Rey sendiri ia sudah tidur disofa yang sudah ia beli khusus untuk dirinya. Sofa itu bisa berubah menjadi sebuah ranjang yang membuat tidur Rey nyaman dan tenang.
---*---
Keesokan harinya.
Pagi-pagi sekali Rossa dan Rey sudah berada diatas meja makan untuk sarapan bersama. Sedari bangun Rossa sudah meminta Rey untuk mengantarnya kerumah Aqila dan langsung disanggupi oleh suaminya itu.
Setelah menghabiskan sarapan, mereka segera meninggalkan meja makan dan berjalan menuju mobilnya. Waktu menunjukkan pukul setengah 7 pagi. Mobil mereka telah bergerak meninggalkan rumah itu.
Sepanjang perjalanan keadaan kendaraan banyak lalu lalang. Waktu yang produktif untuk anak sekolah dan orang bekerja membuat mobil mereka tak bisa mengebut sama sekali.
Hingga hampir 30 menit akhirnya mobil mereka sampai didepan gerbang rumah Aqila. Rumah mewah itu entah kenapa terasa sepi bahkan tak ada aktifitas sama sekali.
Rossa turun dari mobil diikuti oleh Rey. Mereka berjalan menuju pos satpam yang juga membuka pagar untuk melihat siapa yang bertamu sepagi ini.
“Oh non Rossa,” ujar Pak Adi.
“Iya pak ini saya,” sahut Rossa.
“Saya mau ketemu Aqila pak, ini kenapa rumahnya sepi amat?” tanya Rossa heran.
“Oh itu non, semua orang lagi ke Bandara,” ujar Pak Adi.
“Bandara?” tanya Rey.
“Iya tuan.” Pak Adi mengangguk.
“Memang mereka ngapain ke Bandara Pak?” tanya Rossa heran.
“Itu mereka lagi nganter Non Aqila,” ucap Pak Adi.
Deg.
Bagai tersambar petir di pagi cerah begini, Rossa mematung bahkan dadanya merasa sesak. Kata yang dikeluarkan dari bibir Pak Adi membuat Rossa sulit mengeluarkan suaranya lagi.
“Sejak kapan mereka berangkat pak?” tanya Rey.
“Setengah jam yang lalu,” sahut Pak Adi.
“Oh baiklah pak makasih.”
Rey segera menarik tangan Rossa yang mematung. Ia menyuruh Rossa masuk kedalam mobil dan dengan segera Rey menginjak pedal gasnya meninggalkan rumah Aqila.
__ADS_1
Tujuannya saat ini adalah Bandara. Mereka fokus dengan jalanan dan pikiran masing-masing.
Rey yang terfokus segera sampai di Bandara untuk meminta maaf dan berusaha mengikhlaskan Aqila agar bahagia dengan yang lain. Namun tidak dengan Rossa dia berfikir betapa bodohnya dia sampai dia tak bisa mengucapkan maaf pada sahabatnya kali ini.
Ia merutuki dirinya sendiri bahkan beberapa kali memukul kepalanya sampai tangan Rey menahannya.
“Jangan menyakiti dirimu sendiri, aku tau kamu merasa bersalah aku pun juga. Kita harus meminta maaf padanya,” ucap Rey.
“Iya mas,” Rossa mengangguk.
Keadaan yang ramai membuat Rey berulang kali menekan tombol klakson dengan tak sabaran. Bahkan beberapa kali kata umpatan keluar dari bibir seksinya
----*----
Setelah bergelung dan berebut dipadatnya jalan akhirnya mobil mereka sampai diparkiran Bandara. Dengan langkah tak sabaran keduanya keluar dari mobil dan berlari kedalam Bandara. Tujuannya mereka saat ini mencari keberadaan Aqila.
Satu persatu mereka mendatangi pos penjagaan untuk para pengunjung yang ingin masuk kedalam ruang tunggu. Bahkan beberapa kali Rossa tanpa sengaja menyenggol seseorang karena sangking terburunya.
Hingga mereka hampir putus asa. Rossa dan Rey bahkan terlihat ngos-ngosan mengatur nafasnya. Mereka sempat berjongkok dilantai sambil matanya menatap kesana kemari. Dan seketika ucapan Rossa membuat harapan mereka ada.
“Kita belum lihat bagian VVIP kak,” ucap Rossa.
“Ya kamu benar ayo.”
Rey menarik tangan Rossa dan berlari menuju bagian VVIP. Di tengah larinya suara pemberitahuan untuk para pengunjung yang tujuan Brunei harus segera masuk karena pesawat akan lepas landas.
Dengan sisa tenaga keduanya berlari menuju ruangan itu. Ruangan terakhir harapan mereka untuk mencari obyek yang sangat mereka nantikan.
Benar saja dikejahuan Rossa dan Rey melihat keluarga Kevin dan Mama Angel sedang berdiri di dekat pintu petugas bahkan mereka terlihat melambaikan tangan kedepan.
Sontak saja Rossa dan Rey segera melihat kearah obyek Kevin dan yang lainnya.
Deg.
Mata mereka melotot seketika disana Aqila sedang melambaikan tangan dengan menyeret kopernya masuk semakin kedalam.
Seketika tenggorokan Rossa terasa tercekat bahkan air matanya sudah menggenang. Dia ingin berteriak tapi begitu sulit hingga akhirnya ia mencoba menarik nafas pendek-pendek dan memejamkan matanya sebentar.
“Aqila,” teriaknya.
“Aqila,” teriak Rossa lagi lalu berlari menuju keluarga Kevin dan Mama Angel.
Teriakan Rossa membuat perhatian Kevin dan yang lain teralihkan. Namun tidak dengan Aqila dia telah menjauh dari sana dan tak terlihat. Sepertinya Aqila tak mendengar teriakan itu.
Saat langkah Rossa sudah berada didekat petugas ia jatuh luruh kelantai. Ia tak melihat kehadiran sahabatnya. Sahabatnya telah pergi meninggalkannya. Bahkan sebelum dia memintaa maaf. Rossa menangis tergugu dilantai sambil sesekali memukul dadanya yang terasa sesak. Sakit sakit sekali dadanya melihat sahabatnya pergi saat ini.
----*----
Selamat membaca
Bagaimana dengan part ini syuka gak? Yang permohonanya terkabul ayo like dan vote dong. Kuy Kuy
Terimakasih atas semua apresiasi kalian di novel author yang receh ini. Semoga author bisa terus menulis cerita ini sampai end. Aamiin
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN RATE BINTANG 5