Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 77


__ADS_3

“Bahkan ini baru pertama kalinya, aku melihat mama marah dan ketakutan.” ~Aqila Kanaira Putri Cullen~


.


.


.


“RATU.”


Degub jantung nya berdetak kencang, bahkan keringat dingin mulai membasahi kening dan jemarinya. Ingin menelan ludahnya saja rasanya tercekat. Mama Angel hanya diam mematung seperti ia ingin bergerak namun tak bisa.


Pertemuan terakhir yang berakhir tak mengenakkan, lalu sekian lama tak berjumpa hari ini allah ternyata mempertemukan mereka.


Seketika sekelebat ketiga anaknya muncul dimatanya, hal itu membuat Mama Angel langsung menarik Axel dan Adel untuk masuk.


“Jauhi dia nak, ayo masuk,” teriak Mama Angel menarik tangan Adel dan Axel bersamaan.


“Ah sakit ma,” desis Adel.


Namun sayang sepertinya Mama Angel tak mendengarkan ucapan kedua anaknya, dia menarik Adel dan Axel dengan keras dan membawanya masuk.


“Mah mamah lepasin Adel ma, dia kesakitan,” seru Kevin.


Tentu saja Kevin tak tinggal diam, dia melihat istrinya ditarik hingga mengaduh kesakitan dan terlihat pergelangan tangan istrinya mulai memerah membuatnya ingin marah. Namun mengingat jika yang menarik adalah ibu mertuanya membuatnya diam.


Mama Angel tetap bersikeras menarik dan membuat kedua anaknya harus pasrah.


“Tutup pintunya! jangan sampai wanita itu masuk,” teriak Mama Angel.


Aqila yang didalam pun menjadi bingung, kenapa mamanya bisa teriak-teriak. Ia keluar dari dalam dan melihat kakaknya ditarik oleh mamanya.


Dia mendekat lalu berbicara pada mamanya.


“Mah kenapa mah? Mana Khali ma?” tanya Aqila.


“Qila diam disini jangan kemana-kemana mengerti,” seru Mama Angel.


Mama Angel berusaha memegang ketiga anaknya. Sepertinya rasa takutnya menyeruak keluar, dirinya takut akan apa yang terjadi selanjutnya. Terlihat jelas wajah Mama Angel pucat dan keringat dingin keluar dari dahinya. Adel dan Aqila hanya saling pandang lalu Adel mengangkat bahunya. Akhirnya Aqila memilih diam dan Adel menyeka peluh mamanya.

__ADS_1


---*---.


Sedangkan diluar rumah.


Setelah melihat istri dan adik iparnya masuk kedalam akhirnya Papa Radit dan Kevin yang keluar untuk menemui tamunya.


Papa Radit dan Kevin menatap penuh tanya ke arah keluarga calon adik nya itu. Namun mereka juga tak bisa melakukan apapun. Karena memang ini diluar dugaan mereka.


Kevin dan Papa Radit mulai mengatur kata untuk mengucapkan beberapa kata untuk keluarga Khali.


“Kami minta maaf atas kejadian ini Yang mulia Raja dan Ratu. Maafkan mamanya Aqila, kami juga bingung kenapa beliau marah,” ucap Papa Radit penuh penyesalan.


Ucapan Papa Radit tentu saja membuat rasa bersalah pada Raja Malik dan Ratu Mayra semakin banyak. Pasalnya ini adalah pertemuan pertama mereka dan berakhir dengan kekacauan. Apalagi pertemuan ini belum ada titik temunya. Namun Raja Malik bisa menangkap raut ketakutan dari diri Angel.


Ratu Mayra pun begitu, dia menangkap rasa takut dari diri Angel. Lalu dia berfikir mungkin kehadiran seorang wanita didepannya ini yang membuat Angel berfikir untuk merebut ketiga anaknya.


Sedangkan tanpa mereka tau. Seseorang yang duduk dikursi roda sudah menangis sedih. Dia sedih karena gadis yang dicintai anaknya ternyata benar ada didepannya dan yang lebih membuatnya sedih adalah melihat ketiga anak dari anak tertuanya. Dia merasa menjadi nenek yang paling jahat untuk cucunya. Sudah berapa tahun hingga cucunya sebesar ini dan dia baru menemukannya.


Isak tangis Ratu Fatimah yang berada di kursi roda membuat perhatian semua orang tertuju kearahnya. Tentu saja Raja Malik tertegun dan ia lupa jika ada kehadiran Ratu Fatimah. Dia mendekat dan berjongkok didepan Ratu Fatimah.


“Maafkan kami ibunda ratu, jika menjadi seperti ini,” sesal Raja Malik.


Papa Radit dan Kevin yang melihat pun semakin penasaran. Pasalnya Mama Angel marah setelah menatap wanita paruh baya yang duduk diatas kursi roda.


“Kalau boleh tau siapa Nyonya ini? Kenapa Angel menjadi marah ketika bertemu dengannya,” tanya Papa Radit hati-hati.


Raja Malik dan Ratu Mayra mulai saling pandang dan mengangguk. Raja Malik balas menatap Papa Radit.


“Wanita paruh baya disamping saya ini adalah mertua dari Angel. Lebih tepatnya ibunda Ratu Fatimah adalah ayah dari Edward papa Adel.”


Sontak saja ucapan Raja Malik membuat kedua lelaki itu terbelalak kaget. Bahkan jantung keduanya berdetak kencang. Mereka tak menyangka akan semua hal ini. Bahkan masih ada banyak teka teki didalamnya. Namun untuk menyelesaikan ini semua Kevin dan Papa Radit meminta semua tamu masuk.


“Mari masuk,” ajak Papa Radit setelah berfikir untuk menyelesaikan ini semua.


“Apa om yakin?” tanya Khali pada Papa Radit.


Ya sejak tadi Khali memilih diam. Ia jadi bingung juga harus melakukan apa. Pasalnya melihat calon mertuanya seperti itu membuatnya tau jika mertuanya masih trauma akan hal-hal buruk yang akan terjadi.


Dia juga sejujurnya lebih memilih pulang tapi karena melihat keyakinan Kevin dan Papa Radit akhirnya mereka setuju untuk masuk.

__ADS_1


Mereka mulai masuk dengab perlahan, namun sayangnya gesekan sepatu dengan lantai pun terdengar.


---*---


Diruang keluarga.


Mama Angel pun menajamkan telinganya. Ketika mendengar suara sepatu dan high heel menyentuh lantai rumah membuatnya semakin waspada. Dia mulai berdiri dan melangkah was was menuju ke depan. Tentu saja tak lupa pergerakan Mama Angel diikuti ketiga anaknya. Mereka takut mamanya akan melakukan hal lagi.


Benar saja ketika melihat keluarga Khali duduk di ruang tamu Mama Angel mengamuk.


“Kenapa mereka dibawa masuk, keluar kalian keluar,” teriak Mama Angel dengan menangis.


Tentu saja suara teriakan Mama Angel membua keluarga Khali kaget, bahkan Papa Radit dan Kevin sampai berdiri.


Ketiga anaknya juga berusaha mulai menenangkan dengan memeluknya. Namun sayangnya mama Angel tetap memberontak.


“Aku tau kamu pasti mau mengambil cucumu kan. Kamu pasti sudah tau kan kalau ketiga anakku ini anakku dengan Khalid, benar kan!” teriak Mama Angel lagi.


Deg.


Ketiga anak Mama Angel menjadi terdiam. Ucapan mamanya membuat ketiganya secara spontan menatap wanita paruh baya yang duduk didekat Ratu Mayra.


Wanita paruh baya berwajah arab dengan hijab serta gamis mewah itu juga membalas tatapan mereka. Degub jantung ketiganya seketika seperti dipompa kencang dan merasakan sesak seketika.


Mereka jadi faham kenapa mamanya mengamuk. Akhirnya Adel dan Axel memegang Mama Angel kuat. Sedangkan Aqila berlari menuju kamarnya. Sepertinya hanya satu cara agar mamanya tenang yaitu diberi obat penenang.


“Pegang dengan erat kak,” ucap Aqila dengan tangan kanan memegang suntik.


“Lepasin mama, mama harus lindungi kalian dari mereka,” teriak Mama Angel lagi.


Hingga beberapa saat teriakan itu mulai melemah, lemah, pelan, pelan dan tak sadarkan diri. Axel langsung menggendong mamanya dengan pelan dan membawanya ke kamar.


Sementara Adel dan Aqila menatap Ratu Fatimah dengan tatapan tak terbaca, namun dari matanya saja terlihat jika ada raut wajah kekecewaan dan kesedihan.


---*---


Oke berhenti dulu, jan tegang eh kedip matanya. Hihihihi.


Lanjut nanti lagi oke. Hoammm ini aku baru naikin naskah jam 05.57. Semalem author tidur dulu karena hayati lelah heheh.

__ADS_1


JANGAN LUPA YA GUYS LIKE, KOMEN DAN VOTENYA DONG.


__ADS_2