Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 37


__ADS_3

“Ternyata melupakan tak semudah seperti membalikkan tangan." ~Aqila Kanaira Putri Cullen~


.


.


.


Pagi kedua di Brunei Darussalam masih menjadi hari berlibur untuk kedua gadis yang sedang meringkuk di atas ranjang. Setelah mengerjakan sholat subuh kedua gadis itu kembali tertidur karena mereka masih merasakan badannya lelah.


Hingga jam menunjukkan pukul 06.30 baru Aqila beranjak dari ranjang. Gadis itu mendudukkan dirinya ke sofa ruang tamu. Sebelum duduk ia mengambil ponsel miliknya yang ia abaikan kemarin. Dia segera menghidupkan wifi di ponselnya dan tak lama beribu pesan masuk di ponselnya.


Ada sekitar 63 pesan di aplikasi hijau miliknya. Ia segera membuka aplikasi itu dan deretan nama telah tersampir disana.


Manik matanya tertuju pada dua buah nama yang ada di masa lalu.


“Untuk apa mereka menghubungiku?” gumam Aqila dalam hati.


Entah kenapa jari Aqila menekan nama orang yang sudah mengisi hatinya 4 tahun lalu. Terdapat deretan pesan disana.


“Assalamu’alaykum La”


“Apa kabar?”


“Apa kamu sedang sibuk?”


“Maafkan aku jika aku mengganggumu”


Aqila memejamkan matanya sejenak ia menghirup oksigen untuk menahan air mata yang entah kenapa sudah menggenang.


“Ternyata aku tak lebih seperti seorang perempuan yang belum move on,” lirihnya.


Dia meletakkan ponsel itu diatas meja dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia menangis kenangan 4 tahun bersama lelaki yang sama ternyata masih ada. Bahkan hatinya masih ada sedikit noda cinta untuk lelaki yang sudah mengkhianatinya.


“Ada apa La?” Suara Dini mengagetkannya.


“Gakpapa Din,” balas Aqila.


“Kamu yakin?”


“Yakin,” sahut Aqila sambil memaksa senyum.


“Ya sudah.” Dini mengedikkan bahunya. “Jadi kan hari ini?” sambungnya.


“Jadi dong,” sahut Aqila dengan suara yang sudah bersemangat.


“Kita kemana aja hari ini?” tanya Dini.

__ADS_1


“Kemarin David rekomendasiin kita ke Royal Regalia Building,” ucap Aqila.


“Baiklah tapi apa cuma ke satu tempat?” tanya Dini.


“Ya enggak dong, kita nanti ke Malay Technology Museum juga, terus kalau ada waktu kita mampir ke Gadong Night Market buat nyicip kuliner khas Brunei,” ujar Aqila.


“Wahhh mantap yaudah ayo siap-siap,” ajak Dini.


Dengan semangat Dini keluar dari apartemen Aqila menuju apartemennya. Selepas kepergian Dini, sejenak Aqila memandangi ponsel miliknya. Namun Qila memilih berdiri menuju walk in closeth. Mencari gamis yang cocok untuk jalan-jalan hari ini. Pilihan Aqila jatuh pada gamis berwarna hitam bermotif bunga-bunga.



Setelah mengenakan gamisnya, Aqila berjalan menuju meja rias. Ia merias wajahnya senatural mungkin seperti biasanya. Setelah selesai ia segera mengenakan hijab berwarna hitam polos.


Tak lupa membawa tas dan mengambil ponselnya. Aqila berjalan menuju pintu keluar. Sebelum itu ia mengecek pakaiannya sekali lagi lalu segera keluar dari apartemennya.


Disana ternyata sudah ada Dini yang berdiri sambil menatap pakaian Aqila.


“Perfect,” ujar Dini.


“Hahahaha kamu juga,” sahut Aqila.


Kedua gadis itu segera berjalan dengan bergandengan tangan. Kedekatan keduanya sudah seperti anak kembar saja. Bahkan gamis mereka berdua banyak yang model sama meski warnanya berbeda.


Keluar dari lift, mereka segera berjalan menuju arah luar. Ternyata David sudah berada disana dengan cepat. Aqila dan Dini mendekatinya.


“Iya nona,” sahut David sambil menunduk.


“Emmmm disini warganya bisa pakek bahasa indonesia?” tanya Aqila.


“Bisa nona, tapi bahasa disini kebanyakan melayu dan inggris,” ucap David.


“Ah baiklah.” Aqila mengangguk paham.


“Jika anda mengalami kesulitan saya bisa...,” belum sampai David menyelesaikan ucapannya Aqila sudah memotongnya.


“Tak perlu.” Aqila tersenyum. “Saya bisa bahasa disini,” sambungnya.


“Syukurlah nona, mari masuk.” David membuka pintu belakang.


Dengan pelan Dini dan Aqila masuk ke dalam dan duduk dengan tenang. David sendiri ia segera menuju kursi kemudi dan menyalakan mesinnya. Menginjak pedal gas secara perlahan, mobil mereka telah meninggalkan halaman Apartemen.


Tujuan utama mereka yaitu Royal Regalia Building. Lokasi Royal ternyata berdekatan dengan Masjid Omar Ali Saifuddin. Untuk mencapainya dapat dilakukan dengan berjalan kaki saja jika dari Masjid Omar.


Museum yang dibangun pada tahun 1992 ini sangatlah menarik sekali untuk dikunjungi. Museum ini dikhususkan untuk Sultan Hassanal Bolkiah dalam rangka memperingati 25 tahun sultan naik tahta. Koleksi museum ini sangatlah lengkap, mulai dari pelengkapan penobatan sultan naik tahta, perhiasan, koleksi dokumen kerajaan dan cendera mata dari negara sahabat.


Ketika pertama menginjakkan kakinya masuk keduanya disambut oleh AC yang sangat dingin dan nyaman.

__ADS_1



Museum ini menampilkan barang-barang yang berkaitan dengan alat-alat kebesaran diraja dan acara peringatan 25 tahun pemerintahan KDYMM Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah.


Untuk memasuki Museum Kerajaan Regalia, kamu tidak perlu membayar tiket masuk. Cukup mengisi buku tamu saja. Sayangnya, pengunjung dilarang memotret ketika berada di lantai 2. Barang bawaan juga harus ditaruh di dalam loker karena keamanan di museum ini sangat ketat. Nantinya setiap pengunjung juga dipinjamkan sandal khusus untuk berkeliling disana.


Tak terasa mereka keluar dari museum Royal sekitar pukul 12 siang. Mereka berhenti untuk sholat dan makan roti yang mereka bawa. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan mereka ke tujuan kedua.


Kali ini saatnya mereka lanjut menjelajahi perkembangan sejarah masyarakat melayu di Malay Technology Museum. Terletak di Bandar Sri Begawan, museum ini menyuguhkan gambaran kehidupan dan perkembangan budaya masyarakat Melayu di Brunei.



Penjelasan tersebut digambarkan lewat patung orang-orang Melayu lengkap dengan replika rumah tradisional, alat-alat tradisional, pakaian tradisional dan perkampungan melayu. Museum ini menampilkan perkembangan dari abad ke-19 hingga zaman modern.


Untuk Destinasi Ke Malay pun sama gratis tetapi penjagaan tak seketat seperti di Royal Regalia Museum.


Mereka berdua begitu asyik menikmati liburannya ini. Bahkan tak lupa foto-foto mereka sudah bertebaran di galery meski hanya bisa foto diluar. Menjelang sore kedua wanita itu segera keluar. Meminta pada David untuk mengantar mereka ke sebuah market dan ternyata market tak jauh dari tempat mereka.


Keduanya duduk di tempat yang disediakan didepan Market. Mereka ingin meluruskan kaki yang sudah merasa capek. Mungkin efek dua hari mereka jalan-jalan terus membuat kaki keduanya mulai ngilu dan lelah.


Setelah dirasa kaki mereka tak sakit lagi. kini saatnya mereka mengisi perut dan mencicipi kuliner khas Brunei Darussalam. Di Gadong Night Market mereka bisa menemukan dan melihat jajanan dan makanan lokal yang terlihat sangat menggiurkan bahkan baunya saja membuat ilur mereka ingin menetes.




Sebenarnya makanan Brunei tak jauh beda dengan kuliner di Indonesia karena memang mereka masih satu rumpun.


Namun menurut mereka, wisata mereka tak akan lengkap jika tak mampir kesini.


Aqila dan Dini seperti orang kalap. Mereka membeli dari makanan berat hingga makanan ringan. Entah kenapa keduanya terlihat seperti anak kecil yang kelaparan. Membeli yang terlihat menggiurkan lalu mereka segera kembali menuju mobil.


Aqila meminta David untuk mengantar mereka kembali ke apartemen untuk segera mencicipi makanan yang mereka beli. Dengan kecepatan sedikit tinggi mobil sudah menerobos dinginnya malam. Ya waktu sudah memasuki hampir waktunya makan malam. Kedua gadis itu berkali-kali menatap paper bag yang berisi makanan yang dibeli.


Aqila sampai menelan ludahnya karena bau semerbak sudah menguar memenuhi mobil. Hingga akhirnya perjalanan mereka telah selesai dan mobil berhenti didepan lobby apartemen.


Mengucapkan terimakasih, Aqila segera masuk menuju lift. Kedua gadis itu bahkan sesekali tertawa bahagia ketika melihat kekonyolan mereka saat ini. Siapa sangka jika kedua gadis yang berprofesi seorang Dokter dan Suster akan menjadi selucu ini jika sudah berada diluar.


Sumber : PERGI.com blog


---*---


Selamat membaca


Bab selanjutnya berisi tentang kondisi di Indonesia bagaimana? kita cari tau kondisi mereka yang ditinggalkan hihi.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YAH

__ADS_1


__ADS_2