
“Semoga dugaanku salah dan bukan dialah wanita yang kau cintai setengah mati.” ~Rossa~
.
.
.
Sepeninggalnya Pangeran Khali dari meja makan, semua orang keluar dari kamar untuk makan malam. Makan malam dalam diam menjadi yang utama sekarang.
Jika ditanya kenapa semua orang tak ikut makan malam bersama, karena mereka malu satu meja dengan seorang Pangeran. Apalagi ketika mengingat jika mereka makan kadang dengan candaan yang membuat mereka minder. Tapi dimeja makanlah mereka bisa berkumpul bersama. Itu yang membuat Mama Nora dan Mama Angel mengijinkan jika sudah sangat terdesak untuk berbicara di meja makan.
Sehabis makan malam, Aqila membantu Mama Angel dan Nora membawa bekas makan kebelakang dan mencucinya sekalian. Setelah itu perhatian Aqila teralihkan pada bunyi bel didepan.
Spontan saja Aqila yang beranjak dari dapur. Dia berjalan cepat menuju pintu utama. Saat diruang tamu Aqila menunduk sopan pada kedua tamunya.
Aqila keluar dari pintu karena memang pintu masih dibuka. Dan saat Aqila sudah ada didepan seseorang memeluknya.
“Qila.”
“Ya allah kamu Ca,” ucap Aqila membalas pelukan Rossa.
“Kamu pulang kenapa gak bilang aku, apalagi gak kabarin aku. Kamu gak kangen sama aku?” tanya Rossa beruntun.
“Hei udah ayo masuk jangan crewet disini,” goda Aqila.
Aqila membawa Rossa masuk dan duduk diruang keluarga. Aqila meminta bibi mengantar minuman dan dijawab anggukan sopan oleh bibi.
“Ada apa kamu kemari?” tanya Aqila.
“Ya aku rindu sama kamu mangkanya kesini,” cemberut Rossa.
“Udah jangan cemberut gitu. Aku cuma kepikiran ini dah malem kamu malah kesini,” Aqila menggeleng kepalanya merasa khawatir dengan temannya.
“Loh aku gak sendirian kok,” ucap Rossa.
“Lah terus?”
“Aku tadi dianter sama Mas Rey terus dia pergi lagi.”
“Hah,” Aqila terkejut bukan main.
Aqila sudah berpikiran buruk apa Rossa sudah mengetahui bahwa dirinya yang dicintai calon suami Rossa. Aqila menetralkan degub jantungnya. Dia berdoa semoga Rossa belum tau dan Rey tak memberitahukan.
“Kenapa La?” tanya Rossa bingung.
“Gakpapa,” Aqila menggeleng.
“Udah gak usah khawatir aku serius dianter Mas Rey, nanti pulang dijemput,” seru Rossa.
Aqila mengangguk.
__ADS_1
---*---
1 jam sebelumnya.
Saat ini memang Mama Ria sudah membujuk anaknya kembali untuk makan malam dengan Rossa. Karena hari pernikahan sudah dekat akan tetapi sikap Rey pada Rossa tetap saja. Sama-sama acuh. Tidak ada perubahan apapun. Mama Ria menjadi takut dan kasihan pada Rossa. Hingga ia membuat bujuk rayuan dan akhirnya dituruti oleh sang anak.
Setelah magrib Rey keluar dari rumahnya dan menelfon Asisten Bima untuk menyiapkan Restauran untuk makan malam bersama Rossa. Rey memasuki mobilnya dan segera pergi meninggalkan halaman rumahnya.
Dalam perjalan Rey sudah malas, kerjaannya akhir-akhir ini adalah memikirkan Aqila saja. Ia sangat rindu pada wanita itu. Tapi dia tau jika Aqila masih belum kembali dari Palestina masih butuh beberapa hari lagi.
Komunikasi terputus bahkan nomer Rey sudah Aqila blokir. Aqila sendiri tak ingin sahabatnya menjadi salah faham padanya jika berhubungan dengan Rey. Aqila lebih memilih hubungan persahabatan nya daripada terputus karena lelaki.
Akhirnya sampailah Rey didepan rumah Rossa. Dia keluar dan merapikan jasnya. Berjalan dengan sopan memasuki rumah yang megah didepannya.
Belum sampai dia memencet bel, Rossa sudah keluar dengan senyum manisnya.
“Sudah lama?” tanya Rossa basa-basi.
“Belum, ayo,” ajak Rey cuek.
Jika pasangan lain mungkin mereka akan saling memuji dulu, saling berjalan bergandengan tapi tidak untuk keduanya, Rossa berjalan sendiri dengan menunduk sedangkan Rey tetap berjalan angkuh menuju kursi kemudi.
Keduanya masuk kedalam mobil dan Rey segera melajukan mobilnya. Tak butuh waktu lama 15 menit akhirnya mobil sampai didepan Restaurant.
Rey sengaja memilih Restaurant yang dekat dengan rumah Rossa. Karena tak ingin berlama-lama disini. Keduanya masuk kedalam dengan dengan sikap Rey yang acuh. Rossa yang memang sudah bertekat mendapatkan hati Rey akhirnya dengan berani mengalungkan tangannya dilengan Rey.
Tentu saja Rey kaget, ia ingin menghentakkan tapi kalungan tangan Rossa erat dan sedikit ancaman Rossa membuatnya tak berkutik.
Jika sudah berhubungan dengan mamanya pastinya Rey tak bisa berkutik dia selalu kalah dengan situasi ini. Situasi yang sangat dia benci. Takut pada mamanya hingga membuatnya kehilangan wanita yang dicintai.
Setelah sampai dimeja yang dipesan. Keduanya duduk berhadapan dan mulai memesan makanannya. Setelah pelayan selesai mencatat dia pamit undur diri setelah mengatakan silahkan tunggu pada keduanya.
Keduanya diam, Rossa masih memutar otak agar ada obrolan kali ini. Dan akhirnya info yang mengatakan Aqila pulang membuatnya mengajak Rey agar mengantarkannya.
“Mas,” panggil Rossa.
“Hmmm,” dijawab deheman oleh Rey.
Rey sendiri sibuk dengan ponselnya, saat ini ia mengecek pekerjaan kantor yang bisa dicek lewat ponselnya.
“Bentar lagi anterin aku kerumah Aqila yah,” pinta Rossa.
Dan sukses spontan Rey mengangkat wajahnya keatas menatap Rossa.
“Aqila?” tanya Rey kaget.
Rossa memperhatikan perubahan sikap dan raut wajah Rey. Membuatnya berfikir ada apa dengan Rey jika menyangkut Aqila seperti terkejut diluar batas.
“Iya mas, dia udah pulang kemarin mangkanya aku ingin kerumahnya. Anterin yah?” pinta Rossa memelas.
“Oke,” saut Rey langsung.
__ADS_1
Jawaban ini yang membuat Rossa kembali terperangah. Jika Rey diajak antar kemanapun pasti banyak alasan. Tetapi jika membahas atau yang berhubungan dengan Aqila kenapa Rey pasti langsung mau. Begini ini membuatnya curiga tapi ia tak bisa menerka. Ia harus punya bukti agar pemikirannya semoga salah.
Pelayan datang dan mengantarkan makan malam mereka. Lalu keduanya segera makan dalam diam. Rossa dengan pemikirannya dan Rey pun juga.
“Apa Bima yang menyembunyikan ini semua dariku,” gumam Rey dalam hati.
Dia tak habis pikir jika Bima tak mengatakan kalau wanitanya sudah pulang. Bahkan Rey sudah ingin bertemu Aqila untuk memberikan kalung yang ia belikan. Tapi kenapa dia bisa tidak tau jika Aqila sudah kembali. Bahkan dari kemarin, tujuan Rey sebentar lagi adalah apartemen Bima. Dia akan tanya pada lelaki itu.
Setelah selesai dengan makan malamya. Rey pun mengantar Rossa dikediaman Aqila dan disinilah Rossa sekarang bisa duduk diruang keluarga bersama Aqila.
---*---
“Syukurlah kalau kamu gak sendiri,” celetuk Aqila.
“Uh segitu khawatirnya yah,” ledek Rossa.
“Jelas lah, kamu sahabat aku satu-satunya. Gak boleh ilang atau terpisahkan,” gerutu Aqila.
“Hahaha iya-iya,” Rossa kembali memeluk Aqila.
Keduanya melepaskan rindu yang membuncah dikedua hatinya. Bahkan Mama Angel yang mendengar suara Rossa juga ikut bergabung. Hingga tanpa ia sadari kakak iparnya Kevin sudah kembali masuk keruang keluarga.
“Loh apa sudah pulang mereka kak?” tanya Aqila.
“Iya la Pangeran Khali titip salam buatmu,” ucap Kevin.
“Apa!” wajah Aqila terkejut bukan main, mulutnya menganga tak percaya jika lelaki tampan yang Aqila belum sempat meminta maaf bisa nitip salam untuknya. Tak habis pikir Aqila dengan tingkah rekan kerjanya itu.
“Ah iya kak, wa’alaykumsalam,” ucap Aqila.
Kevin mencari istrinya tapi tak ada dia sudah bisa menebak istrinya pasti masuk ke kamar kedua buah hatinya yaitu si kembar. Jadinya Kevin pamit untuk menyusul sang istri dan dijawab anggukan oleh semua.
“Kamu nginep sini yah,” ajak Aqila.
“Ah baiklah aku kirim pesan dulu sama mama,” ucap Rossa dengan senang hati.
Memang kedua sahabat ini jika bertemu masih seperti anak kecil, jika berdua dan tidur bersama pasti tetap obrolan sampai malam tak ada habisnya. Curhatan panjang kali lebar pasti ada tapi itu yang membuat hubungan keduanya selalu tanpa masalah.
Setelah pamit pada Mamanya lewat telfon dan diijinkan menginap akhirnya Rossa dibawa oleh Aqila ke kamar. Berpamitan pada mamanya terlebih dahulu lalu berjalan bersama menuju kamar Aqila.
Setelah sampai dikamar, Aqila segera berganti piyama tidur dan membawakan satu stel piyama untuk Rossa. Setelah membersihkan diri dan memakai crim malam ya kedua cewek itu naik keranjang dan rebahan bersama. Dan mulailah cerita curhat sesi malam itu.
---*---
SELAMAT MEMBACA
Gimana ya reaksi Rossa saat tau kalau Aqila yang emang disukai Rey. Apa hubungan persahabatan mereka putus?
Dan gimana kelanjutan pernikahan Rey dan Rossa?
Yuk tebak-tebak dulu hehehe.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YANG BANYAK YAH.