Aqila Love Story

Aqila Love Story
Bab 27


__ADS_3

Sebelum itu maafkan Author ya, sebab bab diatas kemarin sore salah ketik. Hehe maafkan author kurang fokus tiap malam ngetiknya pas waktu ngantuk kadang, jadi kalau ada salah mohon maaf yah. Tapi tenang sudah direvisi kok bab atas.


Selamat membaca😊


⚫⚫


“Rona merah dipipimu sekarang menjadi obyek indah dimataku.” ~Rey~


.


.


.


Esok harinya seperti biasa Aqila harus berangkat ke rumah sakit. Karena hari ini temannya tak masuk jadinya ia yang mengganti jadwal shift pagi Dokter Anak.


Qila segera keluar dari kamar setelah dandan.


“Pagi ma,” mencium pipi sang mama lalu mengambil roti dan mengigitnya.


“Kalau makan duduk dek,” tegur Axel.


“Gak keburu kak, aku kerja,” ucap Aqila dengan mulut penuh roti.


“Bukannya kamu kerja sore sayang?” tanya Mama Angel.


“Seharusnya ma, tapi temenku gak masuk jadinya aku suruh gantiin,” ucap Aqila.


“Ya udah deh cepetan minum susunya juga. Ayo duduk,” Mama Aqila memegang pundak sang anak dan mendudukkannya.


Aqila menghabiskan 2 lembar roti dan segera meneguk air susunya. Belum habis ada suara bel berbunyi.


Bibi segera membukakan pintu dan terlihat lelaki tampan berpakaian rapi dan wangi maskulin itu masuk kedalam rumah Aqila diantar bibi.


“Assalamu’alaykum,” salam Rey ketika sampai didekat meja makan.


“Uhuk uhuk,” Aqila langsung terbatuk saat melihat siapa yang datang.


“Pelan-pelan sayang,” Mama Angel mengusap punggung sang anak.


Aqila meletakkan gelasnya dan merasa gugup. “Nih orang pagi-pagi udah kemari aja,” gerutu Aqila dalam hati.


“Rey sudah sarapan?” tanya Mama Angel.


“Emmm belum ma,” Rey tampak menggaruk kepalanya yang tak gatal.


“Nah kebetulan ayo sarapan bareng. Mama masak nasi goreng,” ajak Mama Angel.


Rey sempat terdiam ia sepertinya menimang-nimang apakah menerima tawaran calon mertuanya itu atau tidak.


“Ma Qila berangkat ya,” suara Aqila terdengar.


“Ah nggak usah deh ma, aku kesini mau anter Qila berangkat ma,” ucap Rey sungkan.


Aqila terperangah. “Ehhhh anter aku?” menunjuk dirinya sendiri.


Rey mengangguk.


“Tapi aku kebiasaan bawa mobil sendiri mas,” ucap Aqila.


“Mulai sekarang biasain sama aku,” ucap Rey tegas.


“Uluh uluh calon suami idaman,” ledek Axel.


“Iya dong,” ucap Rey membusungkan dadanya.


“Huh yaudah tapi bentar,” ucap Aqila.


Aqila segera kedapur dan mengambil kotak makan. Ia berjalan kembali ke meja makan dan mengambil nasi goreng diletakkan kedalam kotak makan.

__ADS_1


“Buat apa sayang?” tanya Rey.


“Ih sayang sayang mulu pala lu peyang,” dengus Aqila dengan wajah merona malu.


Rey dan Axel hanya tertawa terbahak melihat wajah Aqila yang malu.


“Sudah ayo,” ajak Aqila.


Mereka segera berpamitan pada Mama Angel dan Axel. Mencium punggung tangan keduanya dan segera meninggalkan meja makan.


Mereka segera keluar rumah dan memasuki mobil.


“Mas mau makan disini apa dikantor?” tanya Aqila canggung.


Sejujurnya baru kali ini dia merasakan seperti ini. Dulu bersama James tak secanggung ini.


“Disini aja deh aku ya laper,” ucap Rey.


Aqila mengangguk lalu ia segera membuka kotak makan. Tapi sebelum menyuapi Rey ia menyiapkan sebotol air mineral.


“Doa dulu,” ucap Aqila saat mengangkat sendoknya.


Rey memejamkan matanya dan berdoa lalu segera membuka mulutnya ketika selesai berdoa. Aqila dengan telaten menyuapi Rey.


“Makan yang banyak ya,” ucap Aqila dengan terkekeh.


“Lah memangnya kenapa?” tanya Rey.


“Karena memperjuangkan aku butuh energi, hahah,” ucap Aqila dengan tertawa.


“Ahh benar. Mendapatkan cintamu harus berjuang sekuat tenaga,” ucap Rey dengan menengok sebentar ke arah Aqila.


“Bercanda ih mas,” lirih Aqila.


“Hahahha iya iya mas tau.”


Dan akhirnya obrolan itu berlanjut hingga mobil sampai diparkiran rumah sakit.


“Geli mas jan panggil gitu,” ucap Aqila menolak.


“Terus maunya dipanggil apa?” tanya Rey menggoda.


“Panggil nama aja,” ucap Aqila.


“Gak mau,” seru Rey.


“Ihh yaudah deh terserah mas, aku masuk yah,” ucap Aqila.


Rey menyodorkan tangannya, Aqila bingung tapi ia segera mengerti dan segera mencium punggung tangan Rey.


“Assalamu’alaykum,” ucap Aqila lalu segera keluar dengan tergesa.


Rey hanya bisa tersenyum ia tau wanitanya malu dan canggung. Rona merah diwajah wanitanya terlihat jelas tadi.


--*--


Aqila berjalan dengan senyum tak luntur diwajahnya. Bahkan para suster dan dokter yang berpapasan pun terheran dengan sikapnya.


“Kenapa aku jadi seneng gini yah, kan aku belum jadian,” gumam Aqila.


“Ah udah udah ayo kerja kerja,” memukul pelan kepalanya.


Aqila mempercepat langkahnya hingga ia sampai didepan ruangannya. Seperti biasa Dini membacakan jadwal kunjungan dan pemeriksaan di Poli. Dengan semangat menggebu Aqila segera malaksanakan tugasnya.


Tepat pukul 12.00 ponselnya bergetar. Saat ini Aqila sedang memeriksa anak-anak di kamar anak. Aqila beranjak kedepan dan mengambil ponselnya.


“Rossa,” ucap Aqila sambil menatap layar ponselnya.


“Ya assalamu’alaykum,” salam Aqila.

__ADS_1


“Wa’alaykumsalam. Lu dimana?” tanya Rossa tak sabaran.


“Gue lagi ngecek anak-anak nih,” ucap Aqila.


“Lah katanya lu masuk sore?” tanya Rossa.


“Gak jadi Ca, gue gantiin dokter yang ijin,” seru Aqila.


“Ah baiklah gak jadi deh,” lesu Rossa.


“Emang ada apa sih?” Aqila penasaran.


“Gue pen curhat sama lo, gue mau dijodohin nih,” suara Rossa dari seberang.


“Apa! Wah selamat loh,” suara Aqila senang.


“Tapi gue belum tau wajah calon gue,” ucap Rossa.


“Ya tahan la, ntar juga tau lo,” seru Aqila.


Rossa mengangguk dibalik telfon. “Yaudah deh sana lo balik kerja,” seru Rossa.


“Oke baiklah,” ucap Aqila.


“Nanti gue kalau gak sibuk gue yang jemput lo gimana?” tawar Rossa.


Aqila sempat menimang ia takut nanti bersamaan dengan Rey menjemputnya.


“Gak perlu deh Ca,” tolak Aqila halus.


“Ya sudah deh gue tutup yah,” ucap Rossa.


“Oke.”


Keduanya akhirnya mengakhiri panggilannya. Aqila berbalik dan ingin masuk tetapi notif ponselnya membuatnya penasaran. Ia berhenti dan menatap layar. Senyumnya mengembang saat membaca pesan singkat itu.


*Rey


Nanti pulang kerja aku jemput. Semangat❤️*


“Ah rasanya aku pen cepet pulang,” lirih Aqila.


Ia segera menyadarkan dirinya dan masuk kembali ke kamar anak untuk melanjutkan memeriksa anak-anak itu.


Pemeriksaan selesai pukul 13.00 Aqila dan Dini segera menuju kantin rumah sakit untuk makan siang.


“Kalau gini terus bisa kelaparan aku La,” gerutu Dini.


Aqila hanya terkekeh melihat tingkah Dini. Ya begitulah Dini ada saja bahan untuk membuat teman obrolannya nyaman.


“Mau pesan apa Dok?” tanya penjual dikantin.


“Saya mau sayur sop dan ikan perkedel kentang dan telur + sambal,” ucap Aqila.


“Anda suster?”


“Samakan,” saut Dini.


Penjual kantin pun segera berlalu dan menyiapkan makanan untuk Aqila dan Dini. Tak butuh waktu lama makanan yang ia pesan pun telah siap.


Keduanya makan dengan lahap, untung saja kantin dalam keadaan sepi jadi keduanya bisa puas makan tanpa gangguan.


--*--


Tetot bagaimana dengan ini. Banyak yang bilang pelakor datang.


Setauku kalau pelakor kan udah tau ceweknya si cowok. Nah ini Rossa mana tau kalau Aqila itu wanita yang Rey sukai.


Ikuti alurnya aja oke, kalau ngobrak abrik perasaan kalian mohon bersabar.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DA. VOTE POIN/KOIN DONG


__ADS_2