
Baiklah meski like belum sampai tapi melihat antusias readers dan like nya juga kenceng meski belum sampai tapi author tetep up.
terimakasih atas antusiasnya.
----*----
“Entah kenapa mendengar dua kata nama negara itu membuat jantungku berdetak kencang.” ~Aqila Kanaira Putri Cullen~
.
.
.
Deg deg deg.
“Brunei Darussalam,” gumam Aqila.
Dua kata yang membuat hati Aqila berdegub kencang entah kenapa rasanya mendengar nama negara itu membuat Aqila langsung mengingat lokasi kelahiran seorang pria yang senyuman manisnya membuatnya tergila-gila.
Bahkan nyaris detak jantungnya berhenti hanya karena menatapnya. Tiba-tiba ada perasaan menghangat saat tau ia akan bekerja disana satu negara dengan lelaki yang sempat membuatnya sesak nafas.
Ia segera mengerjapkan matanya dan menetralkan degub jantungnya.
“Apa kakak serius?” tanya Aqila.
“Serius banget. Bahkan Kevin juga meminta pada Rey agar Dini diikutkan denganmu,” ujar Adel.
“Apa Dini,” teriak Aqila.
“Hee hus jan kenceng-kenceng,” Ucap Adel menutup mulut sang adik.
“Hehehe maaf aku seneng aja bisa sama Dini,” ujar Aqila cengengesan.
“Kakak udah tau kalau kamu sama Dini udah deket banget,” ucap Adel.
Aqila mengangguk membenarkan.
“Ah iya kakak juga baru tau tenyata Pangeran Khali dari Brunei,” ucap Adel dengan senyum jahil.
“Aih apaan sih kak.” Aqila memukul lengan sang kakak.
“Hahahaha kenapa malu yah,” goda Adel.
“Enggak. Udah sana keluar Aqila mau mandi.”
Mau tak mau Adel keluar dan meninggalkan Aqila yang entah sejak kapan sudah melengkungkan senyuman dibibirnya. Bahkan wajahnya langsung menghangat dan senyum lebar tersungging dibibirnya.
🍵🍵🍵
“Ehem itu makanan dimakan bukan dilihati,” sindir Adel.
Aqila tersenyum kikuk memang benar ia sedari tadi melamun mengingat kejadian tadi sore. Aqila menggaruk rambutnya dari balik jilbab dan mulai memakan makanannya. Ia tak berniat menyahut celotehan kakaknya karena ia yakin pipinya sedang merona.
Setelah makan malam, Aqila segera ke kamar. Dia menekan panggilan telfon pada gadis cerewet yang selalu bersamanya.
“Assalamu’alaykum,” salam gadis diseberang.
“Wa’alaykumsalam,” sahut Aqila.
“Ada apa La?” tanya Dini.
“Kamu udah denger kabar?” tanya Aqila.
“Kabar?” tanya ulang Dini.
__ADS_1
“Iya kabar.” Aqila mengangguk.
“Ah apa hubungan dengan pesan dari sekretaris kakakmu yang mengatakan kalau aku ikut pindah sama kamu.”
“Yaps betul.”
“Emang itu beneran La?” tanya Dini.
“Iya bener Din, gimana kamu mau?”
“Mau banget lah. Akhirnya aku bisa kerja diluar buat nambah pengalaman,” celetuk Dini.
“Hahahah seneng banget sih,” ucap Aqila.
“Iya lah kamu gaktau disana kan terkenal sama Pangeran yang tampan itu loh La,” ujar heboh Dini.
Pikiran Aqila langsung mengembara saat mendengar pangeran. Ah pasti yang dimaksud Dini siapa lagi kalau bukan Khali pikir Aqila.
“Udah jangan banyak mimpi. Sana tidur udah malem,” ketus Aqila.
“Hee nih anak emang berubah-ubah. Yaudah bye La.”
Keduanya memutuskan panggilan telfon. Aqila segera meletakkan ponselnya di nakas dan mulai merebahkan dirinya. Sepertinya dia sudah tak sabar untuk segera pindah ke negara tetangga.
Senyum terukir jelas di bibir Aqila yang mulai mengarungi alam mimpi.
---*---
Keesokan harinya.
Aqila dan keluarga akan mengunjungi taman baca miliknya. Sesuai rencana yang sudah diatur tepat hari ini taman baca miliknya akan dibuka.
Aqila sudah menyusun acara pembukaan taman bacanya dengan dibantu oleh orang-orang Kevin. Dengan menggunakan dua mobil mereka melaju menuju taman baca itu.
Halaman depan yang asri dan indah semakin cantik dengan didekor oleh para pendekor. Terdapat pita berwarna merah didepan pintu taman baca.
Tak henti-hentinya Adel mengerjapkan mata. Memang ini baru pertama kali keluarga Aqila datang kesini. Jadi tak menampik jika mereka dibuat takjub akan keindahan dan keasriannya.
Para tamu undangan juga mulai hadir. Dari para penyumbang buku yang meliputi teman-teman kuliah Aqila, teman kerja Aqila yang sesama Dokter dan para suster yang ia kenal. Bahkan Aqila tak lupa untuk mengundang Kayla. Ditambah kehadiran anak-anak panti asuhan yang tempat tinggalnya tak jauh dari pantinya.
Setelah dirasa semua undangan ssudah memenuhi tempat. MC pun mulai membuka acara dengan ucapan Bismillah dan diikuti sambutan-sambutan kecil oleh Aqila dan para donatur.
Senyum Aqila mengembang sempurna mulai dari memberi sambutan sampai ia turun. Tanpa Aqila sadari sejak tadi ada sepasang mata yang menatapnya lekat. Mungkin hari ini adalah hari terakhir lelaki itu menatap mata indah gadis itu.
Mungkin dalam islam dia tak diijinkan berlama-lama berdekatan dengan yang bukan halalnya. Ia akui itu tapi entah kenapa ada daya tarik dalam dirinya ingin mengenal Aqila lebih jauh. Maka dslari itu ia mengambil jadwal besok untuk segera pulang ke tempat asalnya hanya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.
Dan tepat waktu pemotongan pita. Aqila memegang sebuah gunting ditangan kanannya dan tangan kirinya memegang tali pita. Dengan dibantu oleh MC Aqila mulai memotong pita merah itu dan tak lupa mengucapkan doa disetiap gerakan mengguntingnya.
Tepukan riuh terdengar saat tali pita mulai jatuh kebawah. Dan acara dilanjut dengan ramah tamah sekaligus acara berkeliling ditaman baca itu.
Aqila segera bergerak menuju kearah keluarganya yang sedang berkumpul dimeja bundar yang ada di taman depan.
“Dek?” panggil Adel.
“Ya kak,” sahut Aqila.
“Temenin kakak keliling dong,” ajak Adel.
“Boleh ayo,” ujar Aqila.
“Kita lihat keliling bersama,” ucap Mama Angel tiba-tiba.
Diangguki oleh Mama Nora dan Papa Radit akhirnya mereka sama sama beranjak dan mulai melangkah menuju pintu masuk. Sebelum sampai disana kehadiran dua pria tampan membuat mereka berhenti sejenak.
Aqila mencoba menetralkan dirinya untuk bertemu dengan lelaki pemilik senyum manis itu.
__ADS_1
“Assalamu’alaykum,” salam Khali dan Ibra.
“Wa’alaykumsalam,” sahut semua orang.
“Saya ucapin selamat ya Dok atas pembukaan taman baca anda,” ucap Khali dengan memberikan bunga pada Aqila.
Aqila menerimanya dengan senyum kikuk.
“Terimakasih. Apa anda ingin ikut berkeliling,” ajak Aqila.
“Boleh jika diijinkan,” sahut Khali.
“Dengan senang hati,” ucap Aqila.
Mereka mulai mengikuti langkah Aqila yang masuk kedalam ruangan melalui pintu masuk. Pertama yang mereka lihat adalah tatanan kursi dan meja baca sekaligus barisan lemari buku yang berjajar apik.
Bahkan nuansa cat dinding membuat hati pembaca tenang dan nyaman. Satu persatu Aqila menjelaskan kepada keluarganya tentang semua tempat. Bahkan ada kamar istirahat pun Aqila beritahukan. Terakhir mereka berjalan menuju kebun belakang.
Perlahan pintu dibuka oleh Aqila dan keluar dengan menghirup udara segar didepannya. Matanya dimanjakan oleh buah yang masih terlihat segar. Bahkan Taqy dan kedua anak kembar itu berlarian kesana kemari menuju kebun buah.
Taqy berjalan menuju sebuah pohon apel yang sudah berbuah dan matang.
“Aunty aunty,” teriak Taqy.
Aqila menoleh dan berjalan kearahnya.
“Ada apa sayang?” tanya Aqila.
“Apa boleh Taqy makan itu.” Menunjuk buah apel.
“Boleh sayang.” Aqila mengambilkan sebuah apel dan membawanya kearah pancuran air. Membersihkannya lalu memberikan kepada Taqy yang lalu dimakan olehnya.
Aqila kembali kearah keluarganya yang masih menatap sekelilingnya.
“Apa kita boleh mengambil buahnya Dok?” tanya Khali.
“Panggil saya Aqila jangan Dokter,” ucap Aqila.
Khali mengangguk.
“Kalian boleh kok ambil buah disini bebas,” sambung Aqila.
Akhirnya keluarganya mulai berjalan menuju buah yang diinginkan. Pangeran Khali pun tak kalah antusias mengambil beberapa buah lalu mulai mencicipinya.
Terlihat wajah bahagia dari keluarganya membuat Aqila sendiri merasa senang bisa merasakan berkumpul seperti ini dengan suasana berbeda.
Sampai menjelang acara terakhir yaitu doa bersama dan penutup. Akhirnya satu persatu orang-orang mulai meninggalkan taman baca. Tinggallah keluarga Kevin yang juga bersiap untuk pulang. Sambil menunggu kehadiran Aqila yang sedang memberikan arahan untuk membersihkan semuanya, Kevin dan yang lainnya mulai memasuki mobil.
Aqila segera masuk kedalam mobil setelah semua urusannya selesai. Badannya sudah lelah dan capek, sekarang ia hanya membutuhkan ranjang untuk istirahat saat ini.
---*---
Selamat membaca.
Hari ini tepat tanggal 22 agustus si my baby boy berumur satu tahun aunty-aunty online.
Mangkanya hari ini mama muda satu ini sibuk buat adain time with baby tanpa hp sedikitpun hihi. Soalnya biasanya baby ditemenin sambil ngetik sih jadi hari ini pen nemenin full.
Yok aunty" online ku yang mau ucapin selamat di komentar bawah yah.
Jangan minta up lagi besok aja oke. Hihi
LIKE, KOMEN DAN VOTENYA JANGAN LUPA.
KALAU BOLEH MINTA TOLONG PROMOSIIN KARYA AUTHOR INI YAH KALAU KALIAN SUKA.
__ADS_1