
“Entah kenapa rasanya ketika menatap wajah keriput wanita didepanku, rasanya aku ingin segera menghambur kepelukannya dan memberikan pelukan erat.” ~Aqila Kanaira Putri Cullen~
.
.
.
“Nanti setelah sholat dhuhur kita ketemu nenek kalian yah.”
“Apaaa!” pekik kaget Axel dan Adel bersamaan.
“Iya sayang. Kita bakalan nemuin nenek,” ucap Mama Angel lembut.
Axel berdiri. “Aku gak mau ma.”
Mama Angel ikut berdiri. “Kenapa sayang?”
“Axel masih belum bisa maafin mereka ma, gara-gara mereka mama dan papa harus menikah dengan diam-diam lalu pergi dari negara kelahiran papa,” teriak Axel.
Axel segera membawa laptopnya dan berjalan menuju kamarnya dengan emosi. Terlihat dadanya naik turun menandakan nafasnya sedang menderu. Axel dengan kuat menahan gejolak dihatinya agar tak meledak. Bagaimanapun yang dihadapannya tadi adalah mamanya.
Dia segera masuk kedalam kamar lalu meletakkan laptop itu ke atas meja. Sepertinya dia harus mandi untuk mendinginkan otak dan emosinya.
---*---
Diruang keluarga.
Mama Angel menghempaskan tubuhnya ke sofa saat melihat anak lelakinya pergi ke kamar. Adel mendekat ke arah mamanya dan mengusap punggungnya.
“Yang sabar ma, beri waktu Axel untuk mengerti dan memaafkan segalanya,” ujar Adel.
“Iya nak tapi bagaimana pun dia harus bisa memaafkan dan menemui nenek. Nenek pasti sangat merindukan kalian,” ujar Mama Angel dengan genangan air mata dimatanya.
Sungguh mungkin ini kesalahan Khalid dan Angel. Karena memang dulu mereka tidak pernah menceritakan tentang keluarga Arab. Seakan-akan Khalid menutup semua tentang keluarganya. Selain agar anaknya tak banyak tanya dan Khalid juga tak mau anaknya berfikir buruk tentang mama mereka.
Saat suasana hening, suara gesekan sepatu dan canda tawa membuat yang berada di ruang keluarga mengalihkan pandangannya. Disana ada dua orang yang sedang berjalan ke arah mereka dengan bergurau. Sepertinya keduanya tak menyadari keberadaan orang-orang disana.
“Ehem.” Deheman Papa Radit membuat Khali dan Aqila menatap ke arah ruang keluarga.
Seketika keduanya canggung bahkan Khali sendiri menggosok tengkuknya yang tak gatal. Perlahan Aqila berjalan menghampiri mamanya sambil menunduk. Dia takut mamanya akan marah karena dirinya mengajak Khali.
“Mama Adel min....,” belum selesai Aqila mengucapkan Mama Angel sudah memotongnya.
“Mama gak marah sayang. Malahan mama minta maaf karena mama acara kalian semalam diundur,” ucap Mama Angel penuh sedih.
Aqila menggeleng lalu memeluk mamanya. “Ini bukan salah mama, gak ada yang salah disini ma. Semua yang disini cuma salah faham,” ujar Aqila.
Aqila mulai melonggarkan pelukannya lalu mencium kedua tangan mamanya itu. Bagaimanapun berkat kedua tangan ini dia bisa menjadi seperti sekarang. Mamanya adalah tempatnya berkeluh kesal. Tempat berpulang paling nyaman dan tempat paling menenangkan.
“Nak,” panggil Mama Angel.
“Ya ma,” sahut Aqila masih menyenderkan kepalanya di pundak mamanya.
“Masak iya ada calon suami manja begini,’’ ledek Mama Angel.
__ADS_1
Aqila menunduk malu lalu dia menatap Khali yang duduk bersama Papa Radit.
“Hehehe kan gakpapa ma. Selagi bisa peluk mama. Nanti kalau Aqila udah nikah kan, Aqila gak bakal gini lagi ma, mungkin Qila bakal ikut sama suami juga,” lirih Aqila semakin pelan diakhir kata.
Dia belum sanggup pisah dengan mamanya. Namun bagaimanapun seorang istri wajib ikut kemanapun suaminya pergi. Dosa hukumnya jika ia tak ijin oleh suami. Jadi dia sekarang sudah menyiapkam hati dan pikiran untuk jauh dari mamanya.
“Anak pintar, kamu harus nurut kemanapun suami kamu pergi yah’’ nasihat Mama Angel.
Aqila mengangguk. Lalu Aqila menatap matanya mamanya. Spertinya dia ingin mengatakan sesuatu namun seakan tercekat. Dia takut akan menyinggung perasaan mamanya lagi. Jadi dia memilih diam.
Kemudian semua orang akhirnya sudah tersambung dengan obrolan-obrolan ringan dan bahkan beberapa ada canda tawa di tiap obrolan mereka.
---*---
Selesai sholat dhuhur Aqila berniat ke kamar kakak lelakinya. Dia sudah diberitahu oleh mamanya akan pertemuan mereka sebentar lagi dengan sang nenek. Dia juga tau jika kakaknya Axel tak mau bertemu dengan neneknya dan siapapun.
Kali ini ia akan mencoba merayu kakaknya. Karena bagaimanapun Axel dan Aqila lebih dekat daripada kakaknya Adel. Mungkin karena dulu kakaknya sering bekerja dan jarang berada dirumah.
Tok tok tok.
Ketukan pintu sudah Aqila kumandangkan. Dirinya menunggu dengan sabar sampai sang empu membuka pintunya.
“Kakak ini Aqila,” suara manja Aqila terdengar.
Dia ketuk kembali pintu itu hingga akhirnya suara kunci pintu terdengar.
Ceklek.
“Qila masuk yah.” Sebelum Axel menjawab Aqila sudah masuk dan duduk disofa kamar Axel. Axel hanya bisa menghela nafas lalu menutup kembali pintunya. Dia kembali merebahkan dirinya di ranjang.
“Kakak,” panggil Aqila manja.
“Kakak,” panggil Aqila kesal.
Kalau sudah begini Axel bakalan nurut dia gak akan membantah. Dan benar saja Axel segera duduk dan menatap ke arah adiknya.
“Ada apa hmm?” tanya lembut Axel.
Aqila berpindah dan duduk didepan kakaknya diatas ranjang.
“Apa kakak tak ingin bertemu nenek?” rayunya.
Axel menggeleng.
“Tapi kenapa kak?” tanya Aqila.
“Kakak belum siap,” sahut Axel enteng.
“Belum siap? Yakin? Bukankah kakak menghindar saja?” tanya Aqila.
“Bukan, kakak memang belum siap untuk bertemu. kakak masih sakit pada kelakuan nenek dan kakek,” terdapat nada marah saat diucapan Axel.
Namun bagaimanapun Aqila harus berjuang agar kakaknya mau ikut.
“Terus kakak mau kapan siapnya? Apa nunggu nenek meninggal. Apa kakak gak lihat nenek udah tua, maksain datang kesini untuk ketemu sama kita”
__ADS_1
Deg.
Entah kenapa ucapan Aqila menusuk jantung Axel. Apa benar dia akan menunggu sang nenek dipanggil oleh Allah baru dia memaafkannya. Apa dia akan menjadi cucu sekejam itu. Seketika air matanya lolos.
Siapa cucu yang tak ingin bertemu neneknya. Namun memang Axel sedang kecewa mangkanya dia tak ingin ketemu. Tapi kenala ucapan Aqila membuatnya sakit hati dan tak terima.
Axel mulai befikir dan mengatur nafasnya. Seprtinya ucapan adiknya barusan menyadarkan dirinya sedikit.
“Apa benar nenek kesini buat ketemu kita?” tanya Axel lagi.
“Kalau gak ketemu kita mau ketemu siapa kak?” ucap Aqila pelan.
“Iya juga sih.” Axel mengangguk.
“Jadi setuju yah kakak ikut?”
Jawaban Axel membuat Aqila hahagia. Dia berdiri dan meloncat-loncat diranjang Axel yang membuat si empu hanya geleng-geleng kepala.
---*---
Ada yang dingin namun bukan es, ada yang berdetak namun bukan jantung. Sesuai dengan rencana keempatnya, saat ini mereka sudah berdiri didepan rumah Kevin.
Tak ada yang berani menekan bel pintu rumah Kevin. Mama Angel, Adel, Axel dan Aqila tetap berdiri memandang pintu itu. Mungkin jika mereka bisa berkata bukalah pintu dengan sendirinya. Mereka sedang mengumpulkan keberanian dan kekuatan itu untuk bertemu dengan seseorang yang begitu mereka rindukan.
Saat Mama Angel menemukan kekuatannya. Dia segera menekan bel rumah.
Ting tong ting tongn .
Terdengar suara teriakan dari dalam. Suara itu begitu Mama Angel hafal yaitu suara kepala pelayan Kevin dan Adel.
“Eh nyonya, tuan dan nona,” ucap pelan menunduk hormat.
“Apa keluarga Khali ada didalam?” tanya Mama Angel pelan.
“Iya ada nyonya. Mereka semua berada di ruang keluarga,” sahut pelayan ramah.
“Baiklah kamu boleh pergi.’’
Pelayan meninggalkan keempatnya lalu Mama Angel mencari kekuatan pada genggaman tangan anaknya. Mereka mulai berjalan masuk kedalam. Suara ketukan sepatu terdengar hingga sampai di ruang keluarga. Sontak saja semua orang yang berada disana menatap ke arah sumber suara.
Mata Raja Malik, Ratu Mayra dan Haura melebar seketika tak menyangka atas kehadiran mereka. Sedangkan Khali hanya tersenyum karena ia tau bahwa Ratu Fatimah sendiri hanya bisa diam dengan air mata sudha menetes.
Air matanya semakin menghambur ketika mendengar panggilan ketiga .
“Nenek.”
----*----
Author jadi heran kenapa komen sepi yah? pada nunggu lamaran si Prince sama nikahnya yah?
Sabar yah, gak mungkin author loncat ini ceritanya yakan. Ini udah sesuai outline jadi harus ngikut.
Kalau ceritanya kecepeten gak mau, lambat dimarahin haduh serba salah keknya.
Jangan lupa Follow akun author @ini_jblack
__ADS_1
Wajib follow aku IG author karena setelha tamat akan ada give away disana. Heheh jadi jangan lupa follow yah.
LIKE, KOMEN DAN VOTENYA GUYS JANGAN LUPA