Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 92


__ADS_3

“Ternyata benar kata pepatah. Jika orang baik akan bersanding dengan orang baik. Karena jodoh adalah cerminan diri.” ~Khali mateen~


.


.


.


“Aqila meminta mahar kain kafan sesuai ukuran tubuh Aqila dan juga lantunan hafalan surat Ar-Rahman,” ucap Aqila mantap menatap tegas ke arah Khali.


Permintaan kesekian kalinya ini juga membuat semua orang tertegun. Bahkan ada yang tak habis pikir dengan jalan pikiran Aqila. Jika gadis lain mungkin sudah meminta semua serba mewah. Tapi lihatlah gadis yang berprofesi dokter itu. Dia sudah meminta akad sederhana dan sekarang maharnya begitu sederhana namun berkesan.


Khali sepertinha sudah ingin bicara. Ia menatap kearah calon istrinya dengan yakin pula.


“Jika boleh tau apa alasan Qila pilih kain kafan untuk mahar kita?” tanya Khali.


“Karena aku ingin mengingat sampai aku menutup mata jika aku sudah menikah dengan orang yang begitu mencintaiku apa adanya, membimbing dan menasehatiku dalam agama hingga nanti aku menghadap maut.”


Khali yang mendengar langsung tersenyum.


“Masya allah terima kasih ya allah. Engkau memberi tulang rusuk untukku sesuai dengan doa yang selalu kupanjatkan padamu,” gumam Khali dalam hati.


“Tapi imi pengen pernikahan kalian megah,” ucap Ratu Mayra.


“Iya nak. Nenek juga pengen karena pernikahan kakakmu saja nenek gak ikut merayakan,” ucap Ratu Fatimah penuh permohonan.


Aqila menatap Khali dengan menatap matanya dalam. Khali bisa membaca arti tatapan Aqila itu. Dia menghela nafas berat lalu mulai berfikir. Disatu sisi ia tak mau semua orang kecewa namun ia juga sejujurnya lebih setuju ke ide calon istrinya.


Saat semua terdiam celetukan Haura dan Axel membuat senyum semua orang merekah.


“Umi abi kan masih ada Haura yang belum menikah,” celetuk Haura.


“Iya kakek nenek. Kan Axel juga belum menikah. Nanti dipernikahan Axel semua serba mewah gimana?” tawar Axel.


Aqila menatap kakaknya dengan senyum mengembang karena tak menyangka kakaknya yanh akan mengalah untuknya. Akhirnya semua orang setuju dan mulai merencanakan semuanya.


Dari tempat masjid yang akan dipakai dan pakaian akad untuk kedua mempelai. Semuanya dibicarakan hingga tanpa sadar waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 malam.


Obrolan mereka mulai dihentikan dan Keluarga Khali berpamitan untuk pulang. Semua keluarga Aqila mengantarkan keluarga Khali sampai tak terlihat di halaman rumah Kevin.

__ADS_1


Badan lelah mereka tergantikan dengan senyum bahagia semua orang. Satu persatu mulai masuk kedalam kamar dan mengistirahatkan tubuhnya.


---*---


Keesokan harinya.


Sesuai kesepakatan tadi pagi sebelum sarapan, hari ini Khali dan Aqila akan mencoba gaun untuk akad mereka. Namun jangan berfikiran mereka akan berdua saja. Para pengikutnya pun banyak, Mama Angel, Ratu Mayra, Haura, Ratu Fatimah serta Adel sudah fix untuk ikut serta ke butik langganan Mama Nora dan Mama Angel.


Semua orang sedang menunggu supir yang memanaskan mesin mobil. Sedangkan Aqila masih ke kamar untuk bersiap diri. Karena ulah ketiga keponakannya ia menjadi makan paling akhir. Ketiga ponakannya memang lengket sekali dengan Aqila. Itulah salah satu alasan yang kadang membuat Aqila lebih memilih bermain bersama mereka.


Saat Aqila sudah keluar dari kamar bertepatan dengan supir yang mengatakan jika mobil sudah siap. Aqila mengemudi sendiri bersama Adel, Mama Angel dan Mama Nora.


Sedangkan Ratu Mayra dan Ratu Fatimah serta Haura satu mobil dengan Khali. Perjalanan mereka sedikit lebih lama.


Jalanan Jakarta yang tiap pagi padat sudah tak dapat diragukan lagi. Mobil mulai berdesak-desakkan untuk segera sampai ditujuan. Namun tidak dengan Aqila. Dia begitu santai tanpa menyalip mobil satupun. Ia memilih mengemudi hati-hati daripada harus kena marah oleh Khali.


Hampir 1 jam akhirnya mereka sampai di depan Butik Monalisa. Semua orang turun begitupun Aqila. Aqila mulai merapikan jilbab dan gamis. Lalu berjalan bergandengan tangan dengan mamanya.


Mama Nora paling depan untuk menjadi pemandu mereka.


“Oh selamat datang Nora,” ucap Pemilik butik dan tak lupa mencium pipi kanan dan kiri Mama Nora.


“Nah ini khusus gaun akad yang kalian inginkan. Kalian calon pengantin bisa memilih sesuatu keinginan kedua mempelai,” ucap Pemilik butik.


Aqila mengucapkan terima kasih lalu semua orang mulai berpencar. Satu persatu mereka melihat gaun putih yang terpajang banyak disana. Hanya Khali yang menunggu mereka sambil duduk di sofa.


Aqila memandangi satu persatu gaun yang terlihat mewah namun tak ada yang cocok. Dia mulai berpindah dan berkeliling dibagian barat. Tadi dia sudah dari bagian timur. Dibagian barat banyak gaun akad putih yang tak semeriah tadi.


Dibukanya satu persatu hingga ia berhenti disebuah gaun putih polos dan ditengahnya terdapat hiasan seperti kancing hitam. Lebih tepat disebut seperti gamis daripada gaun karena memang begitu sederhana dan tak ada pernak pernik heboh.


Aqila menunjukkan ke semua orang dan semua orang setuju. Semua keluarga baru menyadari jika Aqila adalah gadis yang sederhana. Sesederhana ini saja sudah bisa membuat Aqila bahagia.


Aqila mulai dibantu oleh para karyawan untuk mencobanya. Setelah siap ia mulai keluar dengan pakaian serba putih. Semua orang berdecak kagum.


“Masya allah, wajahmu makin bersinar nak,” ujar Ratu Mayra tulus.


Satu persatu memeluk Aqila dan Aqila balas tersenyum. Ratu Mayra mulai membawa Aqila ke arah Khali yang sedang duduk memperhatikan gadgetnya.


“Nak,” panggil Ratu Mayra.

__ADS_1


Khali mendongakkan kepalanya dan terpaku.


Disana gadisnya begitu cantik. Pakaian sederhana terlihat begitu cocok ditubuh Aqila. Bahkan terkesan elegan ditubuhnya. Khali hanya memberikan tanda oke dengan membentuk telunjuk dan ibu jarinya berbentuk bundar lalu ditunjukkan ke arah Aqila dan Ratu Mayra.


Setelah semua nya selesai dan dibayar, akhirnya mereka segera kembali ke rumah.


“Assalamu’alaykum,” salam Aqila dan yang lain.


“Wa’alaykumsalam,” sahut Kevin, Axel dan Papa Radit.


Ketiga pria itu sedang duduk diruang tamu sambil menatap banyaknya undangan untuk para keluarga untuk hadir di acara akad nikah.


“Bagaimana mas sudah siap?” tanya Adel ketika mereka sudah duduk di sofa.


“Tinggal sedikit yang,” sahut Kevin tanpa menatap istrinya.


“Ayo kami bantu kak,” ujar Aqila.


“Eh gak usah. Calon manten istirahat aja” goda Axel.


Aqila tersipu malu begitupun Khali. Khali menatap ke arah mamanya yang kecapekan. Akhirnya ia undur diri dan mengantarkan mamanya kembali ke kamar untuk istirahat.


---*---


Dikamar Khali.


Senyum lelaki tampan itu tak pudar dari bibirnya sedikitpun. Ia begitu bahagia dan tak sabar menunggu hari Jumat.


Ia sudah begitu mantap dan semakin yakin akan ikatan halal yang sebentar lagi ia raih. Sekarang keduanya tinggal meminta pada Allah untuk dilancarkan tanpa halangan apapun.


Tiba-tiba bunyi ponsel membuat Khali tersedar dari lamunannya. Dia mendengar ucapan orang di seberang, jika dia menyiapkan semuanya sesuai dengan yang Khali minta. Khali menjadi makin bahagia. Ia berharap semoga calon istrinya mau menuruti keinginannya itu.


---*---


Tebak ayoo Si Prince mau ngapain itu?


Jadi penasaran deh mau apa lagi tu pangeran, hahaha.


JANGAN LUPA GUYS LIKE. KOMEN DAN VOTENYA YAH..

__ADS_1


DETIK-DETIK MAU TAMAT.


__ADS_2