Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 27


__ADS_3

“Mungkin ini adalah akhir dari kisah cinta kita, pernah bersama namun tak bisa bersatu.” ~Rey~


.


.


.


Deg.


“Ini...,” Rey menggantung.


“Iya tuan itu surat pengunduran Nona Aqila,” sahut Bima sopan.


“Apa alasan dia mengundurkan diri?” tanya Rey.


“Disana hanya tertera bahwa Nona Aqila ingin meneruskan kuliahnya,” ucap Bima.


“Tolong selidiki semua tentangnya Bim, dan aku akan menerima surat pengajuan dan mengabulkannya,” lirih Rey dengan menyandarkan dirinya di kursi kerjanya.


“Apa anda sudah menyerah tuan?” tanya Bima.


“Lebih tepatnya aku sudah sadar bahwa aku tidak akan mendapatkan cintanya Bim, apalagi dengan statusku saat ini,” lirih Rey.


Bima mengangguk membenarkan ucapan bosnya itu. Bagaimanapun status Rey saat ini sudah menikah dan menjadi suami dari sahabat dari gadis yang dicintai bosnya itu.


“Apa ada lagi Bim?” tanya Rey.


“Tidak ada bos.”


“Baiklah kamu boleh pergi,” ucap Rey.


Bima undur diri dan segera keluar dari ruang kerja Rey. Meninggalkan lelaki yang masih menatap map didepannya. Memang harus diacungi jempol kinerja Rudi sangat cepat, kilat dan terbaik. Bagaimanapun Rudi adalah asisten terbaik Kevin dan dia juga sangat menyanyangi Aqila seperti adiknya sendiri.


Rey menutup map itu dan kembali memejamkan matanya. Ada air mata yang menetes diujung mata kirinya.


“Inilah akhir dari segalanya,” lirih Rey.


--*--


Di dapur.


Saat Rossa baru menjejakkan kakinya ke dapur. Hal pertama yang bisa ia nilai adalah bersih, rapi dan wangi. Siapapun pasti akan merasa senang jika memiliki dapur yang seperti ini.


Haus yang serasa menggerogoti tenggorokannya membuat rasa kagum Rossa ditunda. Dirinya membuka kulkas dan mencari air putih dingin. Suara pelayan mengagetkan Rossa yang kebingungan.


“Maaf Nona, ada yang bisa saya bantu?” ucap pelayan ramah.


“Ah iya saya sedang mencari air dingin,” sahut Rossa.


“Oh itu lemari pendingin sebelah Nona,” ucap pelayan.


Pelayan itu mendekat dan membuka lemari pendingin disamping Aqila. Dan benar saja ada beberapa botol mineral disana. Bahkan terlihat beberapa makanan ringan disana.


“Disini bagian makanan ringan dan air mineral nona,” ujar pelayan.


Rossa mengangguk dan segera mengambil air putih miliknya. Setelah selesai ia segera berjalan kembali ke kamarnya dengan membawa beberapa makanan ringan dan sebotol air juga.


Di dalam kamar dengan santai Rossa menghidupkan televisi. Ditemani makanan ringan membuat Rossa tak bosan meski berjam jam duduk dengan mata tak lepas dari televisi.


Ceklek.

__ADS_1


Suara pintu terbuka membuat Rossa mengalihkan perhatiannya. Rey masuk tanpa menyapa lalu segera menyambar handuk dan bathrobe miliknya. Dirinya masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Rossa hanya melihat punggung itu sampai hilang dibalik pintu. Ada sesak didadanya.


“Maafkan aku karena aku mengikatmu dalam pernikahan ini. Aku hanya ingin menikah dan mencintaimu sampai aku menutup mataku.


Rossa merasakan kepalanya sakit kembali. Malahan denyutnya semakin menekan. Dia segera mencari obat yang selalu ia minum. Dengan tergesa gadis itu mengobrak abrik tasnya dan ketemu.


Ia mengambil obat itu dan segera meminumnya. Sakit itu masih terasa akhirnya Rossa mulai berbaring pelan diranjangnya dan memejamkan matanya. Ia berdoa semoga ia masih bisa diberi kesempatan untuk bangun dan melihat wajah lelaki yang ia cintai.


Rey keluar dadi kamar mandi dan menatap heran pada gadis yang sudah terlelap diatas ranjang dengan posisi menyamping.


Rey tak peduli akan hal itu. Lelaki itu membaringkan tubuhnya pada sofa dan ikut terlelap karena badannya juga merasakan lelah.


---*----


Malam harinya.


Rossa terbangun karena ada guncangan pada dirinya.


“Sa bangun Sa.” Rey menggoyang tubuh Rossa.


Rossa mengerjap pelan dan mulai mendudukkan dirinya di ranjang.


“Waktunya makan malam.” Rey mengingatkan.


Rossa kaget dia melirik jam dinakas dan benar saja waktu sudah pukul 19.00 yang tandanya ia tidur hampir 3 jam. Pengaruh obat itu sangat kuat untuk membuat Rossa tidur lama.


“Iya kak aku mandi dulu,” lirih Rossa.


“Apa kamu sakit?” tanya Rey.


“Wajah kamu pucet banget.”


Rossa gelagapan ia memutar ide agar suaminya itu tak curiga padanya.


“Aku baik-baik aja kak hanya lelah.”


Rey mengangguk lalu meninggalkan Rossa yang mulai beranjak dari ranjangnya. Gadis itu berjalan gontai menuju kamar mandi. Mulai membuka pakaiannya satu persatu dan menatap pada cermin di dalam kamar mandi.


Memang benar wajahnya pucat bahkan badannya sedikit mengurus. Rossa memegang rambutnya dan sedikit menariknya. Dan benar saja rambutnya rontok sangat banyak. Rossa menangis ternyata sakitnya akan semakin parah. Bahkan obat yang ia minum bukan membuatnya membaik malahan membuat dirinya semakin sakit.


Sakit yang ia derita memang tak ada yang tau. Ia menyembunyikan semuanya dari kelaurga sekaligus sahabatnya. Dan untuk itulah Rossa bersikap egois pada Rey karena Rey adalah cinta pertamanya saat mereka bermain sejak kecil. Mungkin Rey lupa akan masa kecilnya dulu tapi tak dengan Rossa. Bahkan meski umur mereka berbeda jauh tak menyurutkan eprasaan Rossa pada lelaki yang berumur kepala tiga itu.


Rossa segera membersihkan dirinya dengan air hangat. Setelah itu ia keluar dan mulai memakai pakaiannya. Sedikit memberikan sentuhan lipglos dan lipstik untuk menutupi wajahnya yang pucat.


Dia berjalan gontai menuruni tangga dan ikut duduk didekat Rey. Dia ingin mengambilkan makanan untuk Rey tapi Rey sudah menolaknya.


“Aku bisa ambil sendiri,” ucap Rey.


Rossa mengangguk dan mulai mengambil makanan untuknya. Mereka mulai memakan makanan dengan lahap. Rossa terlihat makan dengan pelan sampai nasi dipiring Rey sudah habis duluan. Tanpa pamit Rey segera berdiri dan meninggalkan Rossa sendiri ke ruang kerjanya.


Rossa tak tahan lagi, dia menunduk dan matanya sudah mengeluarkan air matanya. Gadis itu segera pergi dari meja makan menuju kamar mandi. Ia muntahkan semua makanan yang berada dimulutnya. Semenjak dosis obat yang digunakan Rossa bertambah tinggi membuat nafsu makannya semakin berkurang. Itulah sebabnya tubuh Rossa semakin mengurus.


Setelah merasa lebih baik Rossa berjalan keluar dari kamar mandi dan segera mengistirahatkan dirinya yang merasa lemah.


---*---


Di waktu yang bersamaan, dirumah Aqila.


Suasana makan malam saat ini terasa lengkap bahkan kehadiran Aqila yang mulai membaik membuat semua orang menjadi senang. Gadis itu bahkan sesekali mengeluarkan candaannya kembali.

__ADS_1


Sepertinya mood Aqila semakin membaik saat tadi diberi info oleh sang kakak Adel. Mengingat obrolannya dengan sang kakak beberapa jam lalu entah kenapa membuat hatinya senang.


🍵🍵🍵


Tadi sore saat Aqila bangun tidur, Kakaknya Adel datang menghampirinya dengan wajah sumringah. Kehadiran kakaknya membuat Aqila mengernyit heran tapi ia memilih diam menunggu kakaknya berbicara.


“Kamu pasti seneng sama berita yang bakal kakak bawa,” ucap Adel.


“Hah emang apaan sih kak?” tanya Aqila heboh.


“Kepo gak?” ucap Adel dengan senyum jahil.


“Kepo banget,” sahut Aqila.


“Kepo banget biasa apa kepo banget luar biasa?” tanya Adel.


“Astaga kakak cepetan ada apa sih bikin kepikiran,” ketus Aqila.


“Hahahaha.” Tawa Aqila pecah.


“Lah malah ketawa.” Aqila menepuk jidatnya sambil geleng-geleng kepala.


“Kak ayolah,” rengek Aqila.


Adel mulai menahan tawanya agar segera berhenti. Dia menatap wajah sang adik yang sedang menunggu berita yang akan ia bawa.


Adel mendekat dan mempersempit jarak antara bibirnya dengan telinga Aqila.


“Surat pengunduran diri kamu udah sampai di tangan Rey.”


“Apa!” sentak Aqila.


“Loh kenapa?” tanya Adel heran.


Aqila buru-buru menggeleng.


“Alhamdulillah ya allah,” ucap Aqila dengan menengadahkan kedua tangan dan mengusap wajahnya.


“Kamu seneng?” tanya Adel.


“Banget kak, aku gak mau jadi duri untuk pernikahan sahabatku meski memang aku adalah wanita yang ia kenal sebelum dijodohkan dengan Rossa,” lirih Aqila.


“Udah jangan sedih. Kakak ada kabar baik lagi,” ucap Adel antusias.


Aqila mendongak dan menghapus sedikit genangan air mata. Ia menunggu berita apa yang akan dibawa oleh sang kakak.


“Kamu bakalan kerja di rumah sakit milik Keluarga Raharja yang ada di Brunei Darussalam.”


---**---


Selamat membaca.


Yey akhirnya kartu As Rossa keluar deh.


Gimana gimana masih penasaran gak?


Mau lanjut gak? Hari ini author sibuk banget karena ada kegiatan dirumah.


Tapi author janji up lagi kalau Bab ini mencapai 150 like Author bakalan segera up lagi. Gimana?


OKE YUK KENCENGIN LIKE, KOMEN DAN VOTE BIAR AUTHOR UP LAGI.

__ADS_1


__ADS_2