Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 89


__ADS_3

“Akhirnya setelah sekian lama kita bisa berkumpul bersama dan bahagia.” ~Aqila Kanaira Putri Cullen~


.


.


.


“Kakek,” teriak Adel, Axel dan Aqila bersamaan.


Ya setelah menyelesaikan urusannya dirumah Kevin, Mama Angel kembali ke rumah Aqila dan memberitahu kepada ketiga anaknya jika kakek mereka ingin bertemu mereka.


Awalnya mereka tak mau namun karena bujukan rayuan Mama Angel membuat ketiganya percaya jika kakeknya sudah menerima mereka.


Mereka segera berlari mendekat ke arah Raja Abdullah yang sedang duduk di sofa dengan menyandarkan tubuhnya. Secara bergantian ketiga anak Khalid itu memeluk kakek dan neneknya penuh kerinduan.


Masa ini yang mereka tunggu sejak lama, pertemuan dengan kakek nenek yang begitu mencintai mereka terlihat jelas. Pancaran kasih sayang dimata Ratu Fatimah dan Raja Abdullah pun terlihat. Senyum bahagia tersemat terus di bibir Adel, Axel dan Aqila.


Semua orang melepas kerinduan, ketiganya tak lupa berkenalan dengan adik kakaknya itu Raja Salim dan tak lupa melakukan panggilan video dengan adik terakhir dari sang ayah yang bernama Maryam.


Setelah panggilan telfon berakhir akhirnya semua keluarga berkumpul. Raja Abdullah dan Ratu Fatimah bermain bersama ketiga cucunya dari Adel dan Kevin. Kehidupan yang begitu mereka inginkan sejak dulu akhirnya bisa mereka dapat lagi. Kehadiran ketiga cucu ditambah 1 menantu membuat keduanya menjadi bahagia.


Karena bagaimanapun meski Salim dan Maryam sudah menikah keadaan Istana masih terasa sepi. Maryam dan anaknya dibawa suaminya yang sama dari Keluarga Bangsawan. Lalu Salim dan Istrinya yang belum dikaruniai seorang anak sejak pernikahan mereka. Itulah yang membuat kedua orang tua Khalid begitu merasakan sepi. Namun sekarang mereka menjadi bahagia dan senang bisa berkumpul bersama.


Lalu ketika mereka asyik dengan obrolan masing-masing akhirnya Khali yang sedari tadi diam karena mengecek pekerjaannya mengeluarkan suara.


“Ehem,” deheman Khali membuat semua orang menatap ke arahnya.


“Ada apa nak?” tanya Raja Malik?


“Emmm bagaimana dengan lamarannya?” tanya Khali.


Aqila mengulum senyuman sambil menunduk. Ia malu kenapa harus berkata seperti itu lelaki didepannya. Bukankah sekarang mereka masih melepas rindu kenapa terburu-buru sekali.


“Wahaha sepertinya ada yang sudah tidak tahan yah,” goda Raja Salim.


“Ish paman. Namanya anak muda untuk menghindari zina,” ucap Khali berkilah.


“Hmmm begitu?” ledek Haura.


“Kamu masih anak kecil harus diem,” ucap Khali.


Haura langsung cemberut dan duduk disamping uminya. Seperti itulah Haura jika merajuk. Bibir mengerucut dan memeluk mamanya tanda protesnya yang selalu ia perlihatkan.


Semua orang hanya menahan senyum melihat betapa manjanya adik Khali itu. Berbeda jika Haura sedang sendiri.


“Kalau abi terserah keluarga Adel nak,” ucap Raja Malik tiba-tiba.


“Gimana Kak?” tanya Mama Angel pada Papa Radit.


Bagaimanapun Mama Angel sudah menyerahkan semua urusan lamaran anaknya dengan bantuan Papa Radit. Mengingat ia sudah tak memiliki suami akhirnya Papa Radit mau menggantikan Khalid untuk mengurus pertemuan acara lamaran anak ketiganya itu.

__ADS_1


“Bagaimana jika besok malam?” tawar Papa Radit.


Raja Malik menatap Khali yang balas menatapnya dengan tersenyum. Raja Malik sudah tau tatapan itu. Ia hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah putranya.


“Bagaimana jika besok pagi?” tawar Raja Malik.


“Apa!” kaget semua orang.


Yang benar saja ini sudah menjelang malam dan besok pagi lamarannya. Persiapan saja belum siap. Akhirnya Aqila harus turun tangan sepertinya.


“Mas bagaimanapun ini sudah malam dan semua kebutuhan belum diurus. Besok malam saja yah?” rayu Aqila dengan mata menggemaskannya.


“Baiklah.”


Siapa yang akan menolak pesona Aqila. Khali saja sepertinya sudah memantapkan hatinya untuk satu orang. Akhirnya semua orang mulai kembali ke rumah masing-masing.


---*---


Dirumah Aqila.


Waktu sudah menjelang malam. Namun bagaimanapun mereka harus membicarakan urusan besok ini.


“Berarti besok pagi kita harus belanja sayang,” ucap Mama Angel.


“Iya ma. Besok Aqila bantu mama yah,” sahut Aqila senang.


“Eh gak bisa La,” sahut Kevin tiba-tiba.


Aqila menatap kakak iparnya dengan kening berkerut.


“Besok pagi kamu harus ikut ke kantor sebentar yah, ada beberapa pekerjaan yang harus kamu kerjakan.”


“Oke.”


Semua orang mulai membicarakan tentang makanN dan apapun itu untuk besok. Setelah semua setuju akhirnya mereka kembali ke dalam kamar masing-masing.


Malam ini malam yang begitu indah untuk semua keluarga. Tak ada lagi beban, kesedihan dan raut bersalah. Semua orang bahagia dan tidur dengan tenang.


Keesokan harinya, Aqila segera memakai pakaian gamis yang rapi dengan setelan hijab instannya yang menutup dada nya. Gamis longgar tak menampakkan lekukan tubuh, serta warna yang tak mengundang perhatian sudah terpakai di tubuh elok Aqila. Begitulah Aqila dia lebih nyaman memakai pakaian gamis berwarna hitam dan tak banyak manik-manik karena menurutnya ini lebih menjaga pandangan.


Setelah sarapan Aqila segera berjalan menuju pintu keluar bersama Kevin. Aqila membawa tas di yang ia gantungkan dipergelangan tangan kirinya. Dan ditangan kanannya berkas perusahaan. Membuka pintu mobil lalu meletakkan semua itu dengan hati-hati. Ia segera masuk dan melajukan mobilnya mengikuti mobil Kevin yang berada didepannya.


Tak jauh dari sana ada dua pasang mata yang menatap kepergian dua mobil itu. Ya didepan rumah Kevin ada Haura dan Khali yang sedang meminum teh hangat dengan menatap hamparan taman yang indah didepan rumah begitu memanjakan mata.


Kepergian Aqila membuat Khali segera mengambil ponselnya.


“Kenapa kak?” tanya Haura bingung.


“Aqila mau kemana?” tanya Khali tanpa sadar.


“Ya tuhan kak posesif banget. Dia rapi ya tandanya pasti dia kerja,” ucap Haura.

__ADS_1


Khali menegakkan wajahnya dan menatap adiknya itu. Apa benar jika sikap posesifnya keluar? Tapi kan mereka belum menikah? Namun jujur dia kan juga cemas dengan Aqila. Apalagi nanti malam akan menjadi hari bersejarah mereka. Namun Khali segera menepis itu semua dan berfikiran positif untuk dimanapun Aqila berada.


---*---


Di Perusahaan Kevin.


Sampai menjelang makan siang, Aqila disibukkan dengan beberapa laporan dan berkas kerja sama dari banyaknya perusahaan. Aqila membantu sebaik mungkin. Bahkan diruangan Kevin sudah ada Rudi dan Aqila yang kompak bekerja sama.


Saat suara adzan dhuhur berkumandang. Aqila segera menghentikan pekerjaan begitupun Rudi. Mereka meregangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri merasa pegal. Aqila segera beranjak dan menghampiri meja Kevin yang tak jauh dari mejanya.


“Kakak aku sholat dulu yah,” pamit Aqila.


“Iya, sholat diruangan kakak aja,” sahut Kevin.


Aqila mengangguk dia segera masuk ke ruangan pribadi Kevin untuk segera menyelesaikan kewajibannya. Sepeninggal Aqila, Kevin dan Rudi meneruskan pekerjaan mereka hingga suara ketukan pintu menarik perhatian mereka.


“Masuk,” ucap Kevin.


Pintu terbuka dan menampilkan dua pegawai Kevin yang sudah lama bekerja padanya. Bahkan mereka juga tangan kanan Kevin dibidang hitam. Ya mereka adalah James dan Alex.


Keduanya masih bekerja dengan baik di perusahaan Kevin. Keadaan Alex dan James sudah begitu baik. Bahkan Kevin sudah melupakan semua kesalahan James. Dia sudah menerima mereka dengan tulus dan mengesampingkan masalalu yang sudah dilakukan James.


“Ada apa?” tanya Kevin.


Keduanya segera menyodorkan map penting secara bergantian.


“Ini laporan dari perusahaan cabang bos,” ujar James.


“Kerja bagus,” sahut Kevin bangga.


Kevin memperhatikan berkas itu dengan teliti dan kedua lelaki itu masih setia menunggu hingga Kevin selesai.


“Oh iya Alex tolong pesankan makan siang untuk ku dan yang lain,” ucapnya memerintah.


“Berapa orang bos?” tanya Alex.


“5 orang sudah bersama kalian juga.”


Alex menagngguk tanpa membantah, sedangkan James dia celingukan dan menghitung hanya 4 orang lalu 1 orangnya siapa. Namun dia hanya diam. Sampai Kevin meminta Rudi dan kedua tangan kanannya itu duduk disofa sambil menunggu makanan datang dan Aqila juga.


Beberapa menit kemudia makanan datang dan bersamaan Aqila yang selesai melaksanakan kewajibannya. Gadis itu segera keluar dan melangkah ke arah ruangan Kevin.


Suara ketukan heels membuat Alex dan James menatap ke arah suara. Mereka mematung saat melihat seorang wanita yang mereka kenal. Namun berbeda dengan Aqila yang belum menyadari kehadiran mereka karena terlalu sibuk membenahi gamisnya.


“Kak kita pesan makan..,” Belum selesai Aqila berkata ia langsung terdiam.


Tak menyangka jika di depan mereka adalah dua orang yang sangat mereka kenal. Terutama salah satunya yang pernah menghiasi dan bersemi didalam hatinya.


---*---


Nih yang tanya sering babang James kemana?

__ADS_1


Babang James ada lagi serius ekrja buat biaya lahirannya si Luna loh.


YOK JANGAN LUPA TINGGALIN LIKE, KOMEN DAN VOTE


__ADS_2