Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 30


__ADS_3

“Aku hanya bisa berharap semoga apa yang aku semogakan segera tersemogakan.” ~Khali Mateen~


.


.


.


Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam.


Setelah menempuh waktu terbang hampir 2 jam lebih maka pesawat yang ditumpangi Pangeran Khali sudah mendarat sempurna di Bandara Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam.


Kedatangan Pangeran Khali menjadi berita gempar di Bandara. Bagaimana tidak sejak pagi para pengawal kerajaan dan pengamanan telah memadati area Bandara. Bahkan tak jarang para wartawan sudah bersiap mencari berita atas kedatangan Pangeran di negaranya.


Pangeran Khali sudah berjalan keluar dari pesawat. Berjajar para pengawal membungkuk hormat atas kehadiran Putra tertua dari Raja Abdul Malik dengan Ratu Sayyidah Almayra.


Cuaca panas yang terik membuat Pangeran Khali ingin segera sampai ke Kediaman Istana. Dia segera masuk ke dalam mobil diikuti Ibra dan para pengawal. Ibra duduk disamping supir kerajaan. Tak ada obrolan apapun sampai mobil melaju meninggalkan Bandara.


Hiruk pikuk warga Brunei terlihat dari balik kaca mobil. Meski Pangeran Khali rindu akan tanah kelahirannya tapi entah kenapa hatinya merasa seperti kehilangan sesuatu dari dirinya.


Jarak antara Bandar Seri Begawan Ke Istana Nurul Amin hanya 5,5 km. Jadi hanya butuh waktu 10 menitan mereka mengemudikan mobilnya hingga sampai digerbang tinggi Istana.


Kehadiran Pangeran Khali sudah disambut para pengawal kerajaan dari gerbang sampai pintu kerajaan. Semua pengawal menunduk hormat saat mobil itu membawa Pangeran ke pintu Istana.


Khali segera membawa ipad miliknya dan turun dari mobil. Ia berjalan dengan tegab dan wibawa. Tujuan utamanya saat ini adalah singgasana Raja dan Ratu yang tak lain kedua orang tuanya.


Ia menyerahkan ipad nya pada Ibra dan berjalan sendiri masuk kedalam. Terlihat dari kejauhan dua orang paruh baya sedang duduk santai di ruang keluarga didekat ruang Singgasana.


Senyum Ibunda Ratu merekah saat melihat anak tertuanya pulang.


“Assalamu’alaykum umi,” ucap Khali dengan memeluk Ratu Sayyidah Almayra.


“Wa’alaykumsalam nak, akhirnya kamu pulang juga,” ucap Ratu Almayra lembut.


Khali melepaskan pelukannya dan segera memeluk abi yang tak lain Raja Abdul Malik.


“Abi apa kabar?” tanya Khali lembut.


“Abi sehat nak, kamu sendiri?” tanya Raja Malik.


“Alhamdulillah Khali sehat abi.”


Ya beginilah mereka ketika hanya ada mereka maka anak-anak raja akan memanggil abi dan ummi. Namun jika sudah menyangkut diluar maka tetap panggilan mereka adalah Raja dan Ratu pada kedua orang tuanya.


Tak lama terdengar suara manja dari dalam yang berlari melihat kedatangan kakak kesayangannya.


“Assalamu’alaykum kakak,” teriak Haura.

__ADS_1


“Wa’alaykumsalam bidadari kakak,” sahut Khali.


Ya Pangeran Khali memiliki seorang adik perempuan yang bernama Khadijah Haura. Umurnya masih 21 tahun yang tandanya masih sama dengan Aqila.


Khadijah Haura temasuk anak yang dimanja oleh kedua orang tuanya dan Khali. Namun meski dia dimanja tapi dia termasuk gadis lembut, baik hati, dan mandiri. Dia dimanja di keluarganya hanya karena dia adalah anak perempuan yang perlu dijaga baik. Tau kan kenapa anak perempuan begitu istimewa dan perlu ekstra full untuk menjaganya?


Ya begitulah yang dirasakan oleh Raja Malik dan Ratu Mayra. Mereka menginginkan yang terbaik untuk anak gadisnya itu. Dan mereka memanjakan anaknya tapi sesuai dengan porsinya. Manja dalam artian mereka mencurahi kasih sayang dan kelembutan pada Haura.


Namun untuk pelajaran dan sikap, Khali dan Haura tak kalah jauh. Mereka sama-sama diajarkan memanah, berkuda, menembak, silat, judo dan masih banyak lagi.


Jadi sikap Haura hampir sama seperti Khali saat mereka bekerja tapi jika dalam mode rumah, Haura sama seperti anak gadis lain, manja, lembut dan baik hati.


Saat ini kebahagiaan mereka sama seperti keluarga yang lain. Ketika semua keluarga berkumpul maka disitu kebahagiaan yang sebenarnya.


Seharian itu mereka menghabiskan waktu bersama. Bersantai di taman belakang istana. Meminum teh bersama sambil mendengarkan cerita perjalanan bisnis Khali yang tak ada bosannya didengar oleh ketiganya.


Khali sendiri ingin mengungkapkan perasaan hatinya saat ini. Ia berdoa semoga keluarganya memberikan ijin padanya atau setidaknya dia sudah mengutarakan perasaan berkecamuknya dari kemarin.


“Umi abi, sejujurnya ada yang ingin Khali sampaikan pada kalian,” ucap Khali sopan.


“Ada apa nak, katakanlah,” perintah Abi.


“Begini ummi, Khali mau tanya jika seorang pria merasakan detak jantungnya berpacu lebih cepat saat melihat mata seorang gadis itu apa namanya umi?” tanya Khali.


Meski Khali adalah seorang Pangeran yang pintar, cerdas dan bijaksana. Namun dalam perihal percintaan, Pangeran Khali tak memiliki pengalaman apapun itu. Maka dari itu wajar saja jika dia bertanya hal yang mungkin kita bisa mengartikan tapi tidak dengan mereka yang dalam hidupnya tak pernah memikirkan cinta dan gadis.


Ratu Mayra menahan senyumnya mendengar ucapan anak tertuanya itu. Dia beralih mengusap punggung tangan Khali sembari tersenyum.


“Jatuh cinta?” ulang Khali.


Ratu mengangguk. “Memang siapa gadis yang membuat jantungmu berdetak kencang nak?” tanya Raja Malik.


“Iya kak dia putri dari kerajaan mana?” tanya Haura tak kalah antusias.


“Sebenarnya dia bukan putri dari seorang raja Umi abi,” Ujar Khali dengan menghela nafas berat.


“Aku mengenalnya saat aku bekerja sama dengan kakak iparnya. Kemudian dia ikut membantu kakak iparnya dalam hal meeting saat bersamaku. Dia gadis muda seumuran dengan Haura. Pintar, cerdas, mandiri, cantik dan alhamdulillah berhijab.”


“Dia seorang Dokter anak, tetapi dia memiliki ijazah bisnis dan Dokter,” Khali menjelaskan tentang semua apa yang ia tau tentang Aqila. Bahkan kehidupan gadis itupun ia ceritakan pada kedua orang tua dan adiknya.


“Apa kakak memiliki fotonya?” tanya Haura.


“Ya aku memiliki fotonya.”


Khali mengeluarkan ponsel miliknya dan mengutak atik benda pipih itu. Kemudian dia segera menyodorkan benda elektronik itu pada sang adik.


“Masya allah umi. Dia begitu cantik,” ucap Haura dengan senyum mengembang.

__ADS_1


Ratu Mayra mendekat kearah anak gadisnya dan melihat foto seorang gadis memakai jas kebesarannya.


“Bener kata Haura abi, dia gadis manis dan seorang dokter.”


Ratu Mayra membawa ponselnya dan memberikan pada sang suami Raja Malik. Raja Malik segera mengambil ponsel itu dan menatap foto gadis itu.


Deg.


“Kenapa wajahnya seperti wajah...,” Raja Malik mematung, bahkan ia tak berkedip melihat foto Aqila yang sedang tersenyum disana. Senyuman itu mengingatkan Raja Malik pada seseorang dimasa lalunya.


Sentuhan ditangan Raja Malik membuatnya tersadar.


“Ada apa Abi?” tanya Ratu Mayra.


“Ah tidak apa-apa umi, dia cantik,” ujar Raja Malik.


“Iya abi benar,” sahut Ratu Mayra.


“Terus gimana Abi umi, apa boleh semisal Khali mengkhitbah gadis yang bukan dari keturunan Kerajaan,” ucap Khali menunduk.


Lelaki itu tak seperti Khali yang biasanya. Entah kemana jiwa percaya diri dan wibawanya seakan hanyut. Sekarang yang terlihat hanya seorang pria yang sedang memperjuangkan cintanya dan meminta restu pada kedua orang tuanya.


Raja Malik masih terdiam sepertinya dia tak fokus dengan pembahasan anak tertuanya. Dia hanya mengingat wajah seseorang dimasa lalunya itu.


“Kalau umi ngikut sama abi nak, umi suka sama dia kalau kamu mau bawa dia main ke istana bertemu umi dan abi,” pinta Ratu Mayra.


“Iya kan bi?” ucap Ratu Mayra kepada suaminya.


Abi menatap wajah istrinya dan tersenyum.


“Tentu saja bawalah dia kemari dulu biar umi sama abi kenal dengannya,” tutur Abi.


“Alhamdulillah makasih abi umi udah mau dukung Khali.”


Khali memeluk kedua orang tuanya dan tak lupa meninggalkan ciuman dipipi umi yang telah melahirkannya. Tak ada yang lebih bahagia dari ini. Mendapat restu kedua orang tuanya saja sudah membuatnya bahagia.


Dia hanya menunggu Allah mempertemukan mereka dengan jalan takdir-NYA. Khali tak akan bertemu dengan Aqila lagi dengan sengaja. Ia ingin menunggu apa Allah akan mempertemukannya lagi dengan gadis itu atau tidak. Yang pasti saat ini ia hanya bisa berdoa dan meminta pada Allah agar mengaminkan dan mengabulkan segala doanya.


---*---


Selamat membaca.


Hayoo ada apa yah gerangan dengan Raja Malik?


Usut pun diusut dalam cerita ini..


Yang pada bilang Aqila gak setia atau mudah berpaling. Mon maaf yah kadang deg degan gak tentu orang suka atau cinta yah. Coba bayangkan jika kalian sedang dihadapkan dengan orang tampan didepan wajah kalian. Pasti kalian sama gedeg kan jantungnya.

__ADS_1


Jadi mohon bersabar, kisah ini ditulis penuh kesabaran Jadi semoga kalian termasuk orang yang sabar hehehe.


Jangan lupa LIKE oi tinggalkan. Dan Vote nya besok aja senin oke.


__ADS_2