
“Perasaanku seketika menjadi senang dan lega ketika melihat anak-anakku begitu menyanyangiku bahkan setelah mereka mengetahui semuanya.” ~Mama Angel~
.
.
.
“Sebenarnya ada satu kenyataan yang papa sama mama sembunyikan dari kalian”
Deg deg deg.
Degub jantung ketiga anak Khalid itu berdetak kencang. Bahkan jari jemari mereka saling meremas untuk mencari kekuatan dari sana. Ketiganya harap-harap cemas menunggu satu ucapan dari mulut mamanya.
Terlihat mamanya yang sedang mengatur nafas. Sepertinya mamanya itu sedang menahan perang batin dan mengumpulkan kekuatan.
Mama Angel mulai mengangkat wajahnya yang tertunduk dan menatap tajam ketiganya.
“Sebenarnya Papa kalian adalah seorang keturunan Kerajaan.”
Jder.
Bak disambar petir, ketiga anak itu mematung dan mata terbelalak kaget bahkan Axel sampai tebengong. Hembusan angin tak penting bagi mereka. Rasanya mereka masih tak percaya bahkan mereka mengira sang mama sedang bercanda.
Namun ketika melihat wajah sang mama yang serius. Membuat Adel paham jika mamanya itu sedang tak bercanda. Begitupun dengan Axel dan Aqila. Kedua anak itu juga diam tanpa kata. Mereka sendiri sudah mengerti jika mamanya saat ini sedang tak bercanda.
“Kalau memang papa seorang keturunan kerajaan, kenapa kita hidup seperti ini ma?” tanya Axel pelan.
Mama Angel menghela nafas berat lalu dia menatap anak tertuanya.
“Adel tolong ambilkan kotak didalam lemari mama disitu.” Tunjuk Mama Angel pada salah satu lemari pakaian.
Adel mengangguk lalu berjalan menuju lemari. Dibukanya lemari itu dan mulai mencari kota yang dimaksud mamanya.
Ketemu.
Adel tertegun, selama ini ia tak menyadari akan kotak ini. Daripada ia penasaran dengan pikirannya lebih baik Adel membawa kotak itu menuju mamanya.
Adel menyerahkan kotak itu lalu diterima oleh Mama Angel. Mama Angel mulai membuka kotak itu dengan mulai menahan air matanya kembali. Setiap kali membuka pasti dirinya tak bisa menahan tangisan itu. Tangisan yang selalu mengantarkannya pada kerinduan sang suami.
__ADS_1
Mama Angel terdiam sesaat lalu menghapus air matanya, dia merasakan elusan tangan dipunggungnya. Dia menatap kirinya dan melihat anak ketiganya tersenyum padanya.
Mama Angel merasa memiliki kekuatan lagi. Dia mengambil pakaian dan foto-foto itu. Membongkar semua isinya didepan ketiga anaknya. Menatanya sesuai dengan runtutan kejadian.
Mata Adel, Axel dan Aqila terbelalak kaget saat melihat wajah papanya memakai seragam Kerajaan. Yang lebih mencengangkan lagi disana ada foto mamanya saat digereja. Ketiganya dengan segera menatap Mama Angel. Mama Angel yang tau arti tatapan itu mulai mengambil foto itu.
“Ini saat papa kalian masih di Kerajaan dan hubungan kita belum diketahui oleh pihak kerajaan,” ucap Mama Angel dengan mata menerawang.
“Mama dan Papa ketemu tanpa sengaja. Dulu mama merawat nenek kalian lalu bertemu dengan papa. Saat itu mama memang sempat terpesona dengan auranya. Namun mama sadar diri jika mama tak akan cocok dengan papa kalian. Karena mama hanya yatim piatu dan miskin,” lirih Mama Angel.
“Lalu hubungan kita juga berbeda agama nak, mama dulu kristiani dan papa islam. Kita berpacaran dulu dengan beda agama. Namun suatu hari papa mengajak mama memiliki hubungan spesial menuju pernikahan. Tentu saja mama bahagia sekali. Siapa yang tidak bahagia, mama bahkan mencintai papamu sebelum tau dia seorang keturunan raja.” Sambungnya.
Lalu mengalirlah semua cerita itu, awal dari papanya mengajak mereka ke istana dan meminta restu. Terlihat ketiga wajah anaknya seperti menyimpan luka dan sedih. Bahkan Aqila menangis dipelukan sang kakak.
“Jadi mama minta maaf karena mama yang miskin dulu kalian harus tinggal seperti ini,” ucap Mama Angel tulus saat sudah menceritakan semuanya pada ketiga anaknya itu.
Ada perasaan lega dihatinya dan plong saat semua yang mengganjal dihatinya sudah terbongkar. Menguap bebas tanpa beban. Dirinya senang bisa menceritakan kebenaran pada ketiganya. Dia hanya berharap semoga anaknya tidak akan meninggalkannya.
Dugaannya menjadi salah ketika semua anaknya malah memeluknya erat dan menangis
“Ini bukan salah mama, bukan. Ini salah mereka. Mereka tega gak restuin mama,” ucap Axel.
Memang benar ketiganya tak ada yang marah pada mamanya. Bahkan mereka bangga pada mamanya yang mencintai papanya tulus dan rela berpindah agama. Bahkan rela melepaskan pekerjaan mulianya dan memilih kabur bersama papanya dan menikah seperti ini.
Axel dan Adel lah yang tau kerja keras papa dan mamanya. Maka mereka juga sangat bersyukur sudah diberikan orang tua hebat seperti Mama Angel dan Papa Edward.
“Ada lagi nak satu, nama asli papa kalian sejujurnya bukan Edward tapi Khalid,” ujar Mama Angel.
“Jadi papa merubah identitas papa ma?” tanya Aqila pelan.
“Iya sayang papa merubah semuanya agar pihak kerajaan tak dapat mencium keberadaan kita,” ujar Mama Angel.
“Papa begitu mencintai mama berarti. Kami bangga punya mama dan papa seperti Mama Angel dan Papa Edward,” ujar Adel pelan.
Mereka berpelukan kembali dengan perasaan hangat. Dihati Mama Angel dia bahagia. Anaknya tidak meninggalkannya bahkan terlihat sekali mereka menyanyanginya. Dan dihati ketiga anaknya merasakan dendam pada keluarga ayahnya yang teganya dulu tak menerima mamanya.
“Aku tak menyangka mereka masih melihat kasta mama. Aku membenci mereka,” gumam Axel dengan geram.
“Aku akan selalu menjaga mama dan tidak akan membiarkan mereka menginjak harga diri mama lagi,” ucap Adel dalam hati dengan tangan terkepal.
__ADS_1
“Selamanya aku akan selalu menyanyangi mama dan papa. Aku tak akan meninggalkan mama,” lirih Qila pelan.
Setelah sesi berpelukan, Mama Angel meminta ketiga anaknya untuk tidur diatas ranjang. Seperti inilah kehidupan mereka dulu. Sering tidur bersama berempat dengan sang papa sebelum kehadiran Aqila. Keempatnya segera tertidur dengan hangat karena seranjang dan berpelukan.
---*---
Istana Raja Riyadh, Arab Saudi.
Malam Harinya.
Waktu sudah menujukkan pukul 18.30 waktu Arab Saudi. Raja Malik dan Ratu Mayra segera berjalan menuju kamar kedua orang tua Khalid.
Didepan pintu ada dua pengawal yang menunduk hormat lalu membukakan pintu untuk Raja Malik. Raja Malik dan Ratu Mayra masuk dengan tersenyum. Dilihatnya kedua orang tua Khalid sedang duduk bersantai disofa yang ada didalam kamar. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Raja Abdullah dan Ratu Fatimah.
“Assalamu’alaykum,” salam Raja Malik dan Ratu Mayra.
“Wa’alaykumsam,” sahut Raja Abdullah dan Ratu Fatimah.
Tak lupa kedua pasangan yang memiliki dua anak itu mencium punggung tangan kedua orang tua dari sabahatnya itu. Lalu mereka segera duduk dihadapan Raja Abdullah.
“Ada apa Malik kamu sampai kemari?” tanya Raja Abdullah pelan.
“Tak ada ayahanda. Hanya saja kami ingin berbincang dengan ayahanda dan ibunda ratu,” jawab Raja Malik.
Satu pasangan paruh baya itu mengangguk dan tersenyum. Raja Malik berbincang perihal ringan dulu. Dimulai dari pekerjaan hingga aktifitas mereka saat ini. Benar-benar Raja Malik mengalihkan pembicaraannya dulu sebelum menanyakan tentang hal sensitif.
Setelah cukup lama. Raja Malik mulai mengatur kata untuk menanyakan semuanya.
“Emm ayahanda bolehkah Malik bertanya?” tanya Raja Malik pelan.
“Pastinya sayang nak,” sahut Raja Abdullah.
“Bagaimana jika diluar sana, Khalid sudah menikah dengan Angel dan memiliki anak? Apa Ayahanda dan Ibunda Ratu akan memisahkan mereka dari ibunya yang kalian tak suka?”
----*----
Hahaha ampun kabur lagi belok ke perempatan jalan, kabur dari mak emak penagih utang panci🤣
Hahaha canda yah, cukup sekian dulu hari ini. Mau istirahat biar otak fresh yah oke. Doakan bisa segera crazy up.
__ADS_1
Terimakasih sudah menemani author remahan ini selama menulis cerita ini.
JANGAN LUPA WOY LIKE. KOMEN DAN VOTE. SENIN INI.