Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 73


__ADS_3

“Yang aku pelajari dari ini adalah bagaimana nanti menjadi seorang ayah yang tak egois pada kebahagiaan anaknya sendiri.” ~Khali Mateen~


.


.


.


“Bagaiamana jika diluar sana, Khalid sudah menikah dengan Angel dan memiliki anak? Apa Ayahanda dan Ibunda Ratu akan memisahkan mereka dari ibunya yang kalian tak suka?”


Glek.


Kedua orang tua Khalid sama-sama meneguk ludahnya secara kasar. Rasanya tenggorokan mereka tercekat. Keduanya sama-sama terdiam. Selama ini mereka tak pernah berfikir sampai kesana. Yang mereka pikirkan hanya kepulangan anak mereka. Tak ada yang lain.


Namun jika apa yang dikatakan Malik memang benar mereka harus apa?


Bagaimana jika memang anaknya sudah menikah dan memiliki anak dari perempuan yang dulu mereka benci. Seketika Raja Abdullah merasakan ada elusan tangan ditangannya. Dia tersadar dan menatap istrinya.


Disana, istrinya sedang menatapnya penuh harap. Bahkan terlihat sekali jika wanita paruh baya itu begitu merindukan anak tertuanya.


“Jika memang Khalid sudah menikah dan memiliki anak. Aku akan menerima semua anak dan istrinya. Aku juga akan berterimakasih pada Angel jika memang dia yang dinikahi Khalid,” ucap Ratu Mayra.


Raja Abdullah berkerut kening. Sepertinya lelaki paruh baya itu tidak setuju akan ucapan istrinya. Jelas sekali terlihat dari wajahnya. Raja Malik dan anaknya Khali saling pandang. Memberi kode lewat mata mereka.


“Kenapa ayahanda?” tanya Raja Malik hati-hati.


“Jika memang Khalid menikahi wanita itu aku belum merestui karena bagaimanapun berarti mereka melakukan nikah tanpa restuku,” seru Raja Abdullah.


“Bukankah dulu Khalid sudah meminta restu namun ayahanda yang tidak merestuinya?” tanya Raja Malik.


“Memang benar. Namun bagaimanapun aku hanya ingin anakku kembali sekarang,” ucap Raja Abdullah.


Nafas Khali menderu, hampir saja amarahnya meledak. Namun ia tahan, jika tak mengingat lelaki didepannya adalah kakek kandung dari calon istrinya dan orang yang lebih tua darinya. Maka mungkin Khali langsung menghajarnya. Namun sayangnya ia tetap tak bisa melakukan itu. Khali mengatur nafasnya agar emosinya mereda.


Raja Malik dan Ratu Mayra saling pandang. Raja melihat istrinya yang menggeleng pelan. Ia tau kode itu mangkanya Raja Malik segera mengangguk.


Namun berbeda dengan Ratu Fatimah. Ratu Fatimah langsung meneteskan air matanya mendengar ucapan suaminya. Dia menatap suaminya itu dengan lelehan air mata.


“Apa seorang ayah harus egois demi kebahagiaan anaknya? Apa seorang ayah akan memetingkan dirinya sendiri daripada anaknya?” tanya Ratu Fatimah.


Raja Abdullah langsung menatap ke arah istrinya. Hatinya mencelos saat melihat istri yang ia cintai menangis. Ia mendekat ke arah istrinya untuk menghapus air matanya. Namun sayang tangannya langsung ditepis oleh Ratu Fatimah.


“Sudah berapa tahun aku harus menunggu anakku kembali? Aku yang melahirkannya dan aku harus ditinggal pergi olehnya, apa abi gak pernah berfikir kebahagiaan Khalid? Kebahagiaannya ada pada gadis itu. Gadis itu memang tak punya harta dan kasta. Namun lihatlah? Jika selama ini mereka bersama dan menikah itu sudah menjadi tanda bahwa gadis itu begitu mencintai Khalid apa adanya,” seru Ratu Fatimah mencurahkan isi hatinya.


“Apa abi tak ingat? Dia hanya yatim piatu dan seorang dokter. Lalu Khalid pergi dari sini tanpa uang sepersen pun. Apa abi lupa? Jika memang gadis itu bertahan dengan anak kita berarti tandanya gadis itu mampu menemani Khalid disaat susah maupun duka,” sambungnya dengan menangis.


Ratu Mayra memandang wanita lebih tua darinya begitu iba. Dia tau betul bagaimana perasaan Ratu Fatimah karena memang dia seorang ibu. Dia saja jika ditinggal oleh Khali lama dia merasa rindu dan menyuruhnya pulang. Lalu bagaimana dengan Ratu Fatimah. Yang ditinggal entah kemana, tak tau bagaimana kabar dan keadaannya. Bahkan waktunya juga lama.


Raja Malik dan Khali pun hanya bisa diam, mereka juga tak bisa melakukan apapun. Bagaimanapun jika Raja Abdullah sudah berbicara mereka harus patuh.


Sedangkan Raja Abdullah yang mendengar ungkapan hati istrinya tertegun. Baru kali ini istrinya mengungkapkan segalanya. Biasanya istrinya selalu memendam semuanya sendiri. Namun jika sudah seperti ini ia tau istrinya sudah tak sanggup menggotong masalahnya sendirian.


Raja Abdullah menunduk, mendengar semuanya membuat hatinya terbuka. Benar memang dari kecil dia selalu mengatur Khalid. Bahkan apapun selalu dikontrol oleh Raja Abdullah sendiri. Karena menurutnya Khalid adalah penerus yang paling cocok dari saudaranya.


Dari keterdiaman seseorang akhirnya semuanya tersentak saat melihat tubuh Ratu Fatimah lemas dan tak sadarkan diri, Raja Malik dan Ratu Mayra segera mendekat. Mereka membantu Ratu Fatimah untuk berbaring diatas ranjang sedangkan Khali keluar untuk memanggil Raja Salim dan keluarga.

__ADS_1


Hingga akhirnya Raja Salim datang bersama dokter keluarga yang menangani keluarga Kerajaan. Semua orang diminta keluar agar dokter bisa memeriksa Ibunda Ratu.


Didalam kamar hanya menyisakan Raja Abdullah dan Raja Salim saja. Mereka menunggu dokter yang memeriksa orang yang paling ia kasihi itu.


Beberapa menit kemudian dokter selesai mengecek keadaan Ibunda Ratu dan Raja Salim segera mendekat dan memberondong banyak pertanyaan untuk keadaan uminya.


“Bagaimana keadaan umi saya dok? Baik-baik saja kan? Kenapa umi bisa pingsan?” tanya Raja Salim tak sabaran.


“Salim sabar nak,” ujar Raja Abdullah.


“Salim gak bisa sabar abi kalau tentang umi,” sahutnya.


Dia menatap dokter itu kembali.


“Begini yang mulia Raja, Ibunda Ratu sepertinya mengalami tekanan batin kuat dan sedang banyak fikiran. Hingga membuat kondisinya melemah,” ujar Dokter pelan.


“Tertekan? Kepikiran?” ulang Raja Salim.


“Iya yang mulia,” sahut Dokter.


“Saya sarankan tolong jangan membebani pikiran ibunda Ratu dan tolong jaga waktu istirahat beliau,” ujarnya.


Raja Salim mengangguk, ia tak bisa mengucapkan apapun karena ia sendiri tau kenapa uminya seperti ini. Sepeninggal dokter, ia meminta asistennya untuk mengurus obat milik ibunya. Lalu Raja Salim mulai mendekat ke arah umi dan abinya yang ada diatas ranjang.


“Abi,” panggil Raja Salim.


“Ya nak?” sahutnya.


“Umi kenapa bisa pingsan? Bukankah tadi ada paman Malik dan Bibi Mayra disini?” tanya Salim.


Raja Salim menatap wajah sang ayah. Dirinya menangkap ada yang tak beres namun ia memilih diam. Raja Salim memilih keluar dari kamar dan berjalan keluar meninggalkan pasangan suami istri itu.


Ketika keluar yang pertama ia cari adalah Raja Malik. Untung saja Raja Malik masih disana duduk menunggu kabar dari dalam.


“Paman,” panggil Salim.


Raja Malik mendongak dan mendapati adik dari sahabatnya.


“Ada apa?” tanya Raja Malik.


Raja Salim mengajak Raja Malik dan istrinya menuju ruang kerjanya. Ia ingin menanyakan semuanya tentang apa yang terjadi. Ia sudah penasaran apa yang membuat keadaan uminya langsung drop dan tertekan.


----*----


Didalam ruang kerja Salim.


Ketiganya duduk di sofa ya g berada diruang kerja Salim. Mereka masih terdiam. Raja Malik menunggu apa yang akan ditanyakan oleh pria didepannya.


“Sebenarnya Salim ajak paman kesini mau tanya ada apa sama umi? Bukannya tadi ada paman dan bibi didalam?” tanya Salim pelan.


Raja Malik dan Ratu Mayra saling pandang lalu memgangguk. Dengan kesabaran, Raja Malik menceritakan semua yang terjadi didalam kamar beberapa waktu lalu.


Sontak saja Raja Salim begitu terkejut dengan cerita orang yang ia anggap paman. Bahkan terlihat jika pria itu menunduk dan mengepalkan kedua tangannya.


“Apa abi sebegitu egoisnya pada abang?” lirih Raja Malik.

__ADS_1


“Mungkin abimu ada pemikiran lain nak,” ujar Raja Malik.


“Tapi kenapa abi sampai seperti itu. Jika memang abang udah nikah pastinya dia akan kembali bersama istri dan anaknya,” ucap Salim.


Raja Malik dan Ratu Mayra memilih diam. Mereka juga bingung karena keduanya belum percaya pada keluarga Khalid.


“Apa paman memang belum tau sama sekali posisi mereka?” tanya Salim hati-hati.


Raja Malik terdiam.


“Ku mohon paman beri tahu aku, aku begitu merindukan abangku. Sudah lama kita tak berjumpa,” ujarnya dengan menangis.


Raja Malik menghela nafas berat. Jika begini ia juga bingung harus melakukan apa dan berbicara yang sebenarnya atau tidak.


----**----


Nah kan gak gantung lagi sekarang alhamdulillah.


Yok syukuran bagi author receh ini poin atau koin.


Just pengumuman.


"Yuk untuk para pembaca setia author, masuk gc biar selalu dapet informasi dari author dan bisa curcol langsung sama aku loh. dan lagi ingat SETELAH NOVEL INI TAMAT BAKALAN ADA KUIS DI GC AUTHOR JADI BUAT PEMBACA SETIA YUK GABUNG"


Cara masuk GC :




Buka Profil Author yah




Klik tuh Ayo chat di profil author.




Ada kode buat masuk GC.




jawab di saat mau masuk GC ya. ini pertanyaannya :


Syarat masuk GC author jawab pertanyaan author ini yah.


➡️Siapa nama anak kembar Kevin dan Adel?


➡️Hadiah apa yang diberikan Oleh Rey untuk Aqila?

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YAH. POIN KOIN BAGI SAMA AUTHOR REMAHAN INI.


__ADS_2