Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 85


__ADS_3

“Aku tak menyangka, meski sudah lama kau meninggalkanku. Namun rasa cinta dan sayangku masih selalu untukmu sayang.” ~Angel~


.


.


.


Angel mengangguk mengiyakan. Sungguh ia berdebar menunggu apa yang akan ditanyakan oleh Salim.


“Dimana kakakku saat ini.”


Deg.


Benar kan.


Angel langsung menunduk sambil menahan laju air matanya. Entah kenapa jiwanya tetap terguncang jika mengingat saat suaminya meninggal di pelukannya. Dia ingat saat suaminya sakit dan mereka sudah tak memiliki uang.


🍵🍵🍵


Ciuman di seluruh wajah membuat tidur seorang wanita menggeliat. Sepertinya wanita itu enggan untuk bangun namun menerima kecupan lembut di bibirnya membuatnya bangun.


Pertama kali yang ia lihat adalah wajah tampan suaminya. Senyum manis pun tersemat diwajah suaminya itu. Tatapan penuh cinta selalu ia lihat dari dua bola mata lelaki yang sudah bertahun-tahun cintanya memenuhi hati miliknya.


Hingga kecupan hangat di keningnya membuatnya tersadar dari keterdiamannya.


“Ayo sholat sayang,” ajak lelaki itu.


Wanita yang tak lain adalah Angel pun tersenyum. Dia duduk dengan dibantu oleh suaminya. Kehamilan Mama Angel sudah memasuki hamil tua. Maka wajar saja jika ketika ia bangun dan berdiri sedikit kerepotan.


Dengan sabar dan sayang lelaki yang tak lain adalah Khalid membantu istrinya turun dan menuju ke kamar mandi. Mereka melaksanakan wudhu bergantian dalam kamar mandi yang sama.


Tatapan mata Mama Angel sendu menatap tubuh suaminya yang mengurus dan wajah yang pucat. Ia ingin menangis namun ia tahan. Hidup suaminya memang bergantung dengan obat namun sayangnya sudah 1 bulan ini kehidupan mereka makin menurun. Ditambah kebutuhan dua anaknya yang membuat Khalid memilih berhenti mengkonsumsi semuanya.


Lamunan Mama Angel buyar saat merasakan wajahnya ditiup oleh seseorang. Buru-buru Mama Angel mengusap matanya kasar dan memaksakan senyum ke arah suaminya.


“Ayo cepet ambil wudhu pas kita sholat yang,” ajak Khalid.


Angel tersenyum dan mengangguk patuh. Dia mengambil wudhu secara khusyuk lalu keluar dari kamar mandi. Di depan kamar mandi dia sudah ditunggu oleh suaminya. Khalid membawakan handuk dan memberikan pada Angel.


Angel tersenyum dan segera membersihkan sisa air wudhu. Setelah selesai dia mulai mengenakan mukenah dan berdiri dibelakang suaminya.

__ADS_1


Lantunan Al-fatihah dan surat pendek terdengar mengalun begitu indah. Bahkan Mama Angel berfikir kenapa suara suaminya berbeda dari kemarin. Hari ini suaranya begitu indah bahkan sampai tak terasa air mata Mama Angel mengalir saat melakukan setiap gerakan sholat.


Hingga salam terucap dari bibirnya, Mama Angel mengusap air matanya. Khalid berbalik sambil tersenyum. Dia mengajak istrinya mengaji bersama yang langsung diangguki oleh Angel.


Entah kenapa firasatnya merasa tidak enak. Namun dia menurut saja semua yang dikatakan suaminya. Mereka duduk diatas ranjang dengan Angel yang menyandarkan punggungnya. Tangan Khalid mengusap perut istrinya sambil tak lupa membaca surat yusuf dan maryam. Di setiap ayat yang Khalid baca, air mata Khalid mengalir.


Angel menyadari itu. Ia terenyuh melihat betapa sayang suaminya pada dirinya. Hingga surat terakhir yang dibaca bersamaan dengan suara adzan subuh.


Dengan semangat keduanya melakukan sholat subuh berjamaah kembali lalu ditutup dengan ciuman punggung tangan Khalid oleh Angel lalu tak lupa Khalid mendaratkan kecupan dikening namun sedikit lebih lama dari biasanya.


Setelah selesai sholat subuh. Angel yang ingin membuka mukenahnya dicegah oleh Khalid.


“Jangan dibuka sayang,” ucapnya penuh permohonan.


“Kenapa mas?” tanya Angel bingung.


Kemarilah. ”Ajak Khalid ke arah sofa didekat ranjangnya.


Angel menurut ia duduk disamping suaminya dengan bingung. Perlahan Khalid meletakkan kepalanya dipangkuan istrinya.


Angel tersenyum, ia tau akhir-akhir ini kebiasaan suaminya adalah tidur dipangkuannya. Diusapnya rambut hitam suaminya itu penuh sayang. Bahkan sesekali ia bubuhkan ciuman dikepala Khalid meski agak sulit.


“Sayang,” panggil Khalid penuh cinta.


“Hmm,” sahut Angel sambil tangannya mengusap rambut hitam suaminya.


“Terima kasih ya.” ujar Khalid lembut.


Angel bingung namun ia tetap mengangguk.


“Mas sangat bersyukur punya kamu. Kamu selalu ada buat mas. Bahkan saat kita pergi tanpa harta kamu tetap menemani mas. Mas gak menyesal nikah sama kamu sayang. Mas malah bahagia,” ujar Khalid pelan.


“Mas ngomong apa sih mas. Mas gak usah bilang makasih. Itu udah kemauan aku sendiri mas dan mas harus ingat bahwa aku sangat mencintaimu. Apapun hidup bersama denganmu yang penting bersamamu aku sangat bahagia,” ucap Angel dengan mata penuh cinta.


“Iya sayang mas tau kalau kamu sangat mencintai mas,” sahut Khalid.


Angel tersenyum dan mengangguk.


“Tapi kalau semisal mas pergi lebih dahulu, tolong maafkan mas yang tak bisa menemanimu melahirkan sayang.”


Bagai ditikam belati dijantungnya. Rasanya sakit sekali. Ia menatap wajah suaminya yang masih mengusap perutnya itu.

__ADS_1


“Mas ngomong apa sih,” kesal Angel.


“Mas ngomong apa adanya kan sayang. Kan namanya umur kita gak ada yang tau,” ucap pelan Khalid.


“Iya aku tau mas tapi mas jangan bilang begitu Angel takut,” lirihnya dengan menangis.


Khalid duduk dan meraih istrinya ke pelukannya. Ia memeluk erat dengan tersenyum.


Rasanya Khalid sudah tak kuat menahan sakit ditubuhnya. Ia merasa sudah lemah bahkan ia mulai pusing. Namun ia masih memeluk istrinya erat. Tarikan nafasnya yang berat pun juga terdengar oleh Angel.


“Mas mas, mas kenapa?” tanya Angel panik.


Namun sayang Khalid masih setia memeluknya erat. “Jangan dilepas yang,” pintanya.


Angel mengangguk dengan masih memeluk suaminya. Namun ia mendengar tarikan nafas suaminya yang bertambah berat. Ia menahan tangisnya, rasa takut menyeruak ke hatinya. Bahkan ia sudah berkaca-kaca. Ia takut, ia takut menghadapi masa ini.


Namun mengingat ucapan suaminya ia hanya bisa diam dan pasrah.


“Tuntun mas sayang,” ucap Khalid dengan berat.


Angel menarik nafas dalam sambil menahan isak tangisnya. Perlahan namun pasti Mama Angel menuntun suaminya mengucapkan syahadat dengan pelan dan di ikuti oleh suaminya dengan terbata. Sampai ucapan syahadat terakhir selesai, Khalid langsung menghembuskan nafas terakhirnya dan pelukannya melemah lalu terlepas.


Angel menangis, dia meraung sambil memeluk suaminya.


“Mas mas,” teriaknya.


🍵🍵🍵


Tanpa sadar Angel menangis dengan kepala masih menunduk. Ingatannya itu masih mengumpul dikepalanya. Ingatan yang begitu jelas masih ada didepan matanya. Hingga akhirnya Nora menarik besannya itu kepelukannya.


Tak ada suara namun isak tangis Angel membuat tanda tanya besar pada wajah keluarga Khalid. Hingga suara tangisan mereda dan Angel mulai menguatkan hatinya.


“Ikutlah bersamaku jika ingin bertemu dengan Mas Khalid,” ajak Angel dengan berdiri.


----*----


Happy Reading😭


JANGAN LUPA LIKE DULU SEBELUM LANJUT.


KOMEN DAN VOTENYA JANGAN KETINGGALAN.

__ADS_1


__ADS_2