Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 35


__ADS_3

“Mungkin dengan merubah sedikit suasana seperti dirumah membuatku menjadi nyaman tinggal di tempat baru.” ~Aqila Kanaira Putri Cullen~


.


.


.


Meninggalkan kota kelahiran kita merupakan keputusan yang sangat sulit. Apalagi ditambah kepergian kita untuk menyelamatkan hubungan pernikahan seseorang. Aqila menghela nafas berat ketika dia mulai memasuki pesawat yang akan membawanya pergi.


Ia pandangi suasana pesawat itu. Diam-diam ia mencoba menekan perasaan yang membuatnya ingin menangis. Aqila segera memalingkan wajahnya dan mulai fokus mencari tempat duduknya.


Setelah duduk Aqila mulai menatap keluar jendela. Kenangan saat dulu tinggal dirumah kecil ketika kakaknya belum menikah. Kepingan demi kepingan semuanya berputar seperti roll film di depannya.


Matanya telah berkaca-kaca, ia mengulurkan tangannya lalu mengusap kaca jendela yang ia anggap seperti mengusap kota kelahirannya.


“Selamat tinggal Indonesia, selamat tinggal semuanya. Semoga ketika aku kembali aku sudah tidak sendirian,” gumam Aqila dalam hati.


Pemberitahuan pesawat akan lepas landas sudah terdengar, Aqila mulai menetralkan deguban jantungnya dan sesak didadanya.


Perjalanan hampir 2 jam itu akhirnya berakhir. Tulisan selamat datang di Brunei Darussalam menjadi pemandangan saat mereka turun dari pesawat. Aqila dan Dini serta para bodyguard segera menggiring dua gadis itu menuju pintu keluar.


Mobil jemputan telah siap menunggu kedua gadis itu. Sepanjang jalan menuju mobil, tak henti-hentinya Dini berdecak kagum atas keramahan rakyat Brunei dan suasana yang baru ia lihat itu.


Terlihat mobil SUV hitam telah menunggu, mereka, keduanya segera masuk kedalam mobil dan mobil segera melaju. Tujuan utama mereka saat ini adalah Kompleks Mawar Apartmens yang lokasinya masih berada di kota Bandar Seri Begawan.


Tak butuh waktu lama akhirnya mobil SUV hitam telah terparkir di besment apartmens. Aqila, Dini dan bodyguard Kevin segera turun dari mobil.


Kehadiran mereka disambut ramah oleh para orang kepercayaan Kevin yang sudah disiapkan disana. Mereka segera membawa dua gadis yang terlihat kelelahan itu menuju apartemen masing-masing.


Apartemen ini termasuk salah satu apartemen termewah dan termahal di Brunei. Kualitas dan pelayanan tingkat tinggi disini sangat dijaga. Bahkan keramahan pelayanan tidak perlu diragukan lagi.


Orang kepercayaan Kevin yang bernama David itu segera berhenti di kamar Nomor L13 N01. David segera membuka pintu itu dan mempersilahkan Aqila masuk. Dini sendiri telah diantar oleh orang kepercayaan yang lain menuju kamarnya yang letaknya pas disebelah Aqila.


Aqila segera masuk dan hal pertama yang ia nilai yaitu keren. Apartemen minimalis yang unik dan cantik itu memanjakan mata Aqila. Apalagi keindahan kota Bandar Seri Begawan bisa ia nikmati lewat balkon apartemennya.


Apartemen itu terdapat 2 kamar tidur, 1 dapur, 1 ruang makan, 1 ruang tv dan 1 ruang tamu. Lalu setiap kamar pun terdapat kamar mandi pribadinya.


David segera menutup pintu kamar Aqila untuk memberi ruang pada majikannya itu untuk beristirahat. Dengan semangat Aqila membuka koper-koper miliknya. Meletakkan baju-baju itu diatas ranjang lalu mulai memasukkannya kelemari pakaian.


Setelah baju miliknya telah tertata rapi di lemari, Aqila segera meletakkan kopernya diujung walk in closetnya. Ya kamar utama apartemen itu terdapat tempat walk in closethnya sendiri.


Setelah selesai Aqila mulai menata alat make up yang ia bawa dan sekaligus menata alat mandinya. Dirasa bagian kamar sudah bersih dan rapi akhirnya gadis itu mulai keluar dan menatap ruang tv, meja makan dan dapur yang terlihat di arah pandangannya.

__ADS_1


Menghela nafas sejenak Aqila mulai berjalan kembali, dia mulai menata sesuai isi hati miliknya. Bahkan tak segan-segan Aqila mulai mencatat apa saja yang ingin ia rombak dan rubah.


Dengan senyum puas Aqila memandang coretan kertas ditangannya, ia segera menghubungi David untuk ke apartemennya. Tak butuh waktu lama David sampai disana.


Setelah mereka duduk diruang tamu, Aqila mulai menjelaskan semuanya pada David. Bahkan sesekali lelaki itu manggut-manggut.


“Jadi apartemen ini sudah dibeli atas namaku kan David?” tanya Qila.


“Iya nona, Tuan Kevin sudaj membali apartemen ini,” sahut David sopan.


“Good.” Aqila tersenyum lebar.


Dalam hati ia begitu puas akhirnya dia bisa bebas mengapresiasikan idenya agar ia bisa betah di kota barunya ini.


Setelah menjelaskan semuanya pada David akhirnya lelaki itu undur diri dengan membawa kertas dari Aqila.


Aqila sendiri segera berganti pakaian dan berjalan menuju ranjang barunya. Ia sejenak memejamkan matanya dan ternyata Aqila terbuai ke alam mimpi.


---*---


Adzan dhuhur berkumandang dari ponsel milik Aqila yang tergeletak dinakas kamarnya. Gadis itu segera mengerjapkan matanya dan perlahan mendudukkan dirinya. Dilihatnya waktu diponselnya dan benar saja sudah menunjukkan waktu dhuhur.


Untung saja Aqila sudah men-setting waktu untuk sholat di ponselnya sesuai waktu di Brunei, karena ia takut suara masjid tak terdengar. Aqila segera membersihkan dirinya dan mengerjakan kewajiban di kamar miliknya.


Selesai sholat perut Aqila mulai merasa kelaparan, dia segera datang ke dapur. Dengan mulut komat kamit ia membuka lemari pendinginnya. Matanya membulat penuh saat melihat kulkas itu terisi penuh.


Bau semerbak masakan telah merambah ruah didalam apartemen. Hingga ketika ia sedang asyik-asyik memasak, bel pintu apartemennya berbunyi. Aqila mengecilkan api kompornya dan segera memakai hijab instannya.


Menatap layar didekat pintu ternyata disana sahabatnya Dini yang sedang memencet bel apartemen.


“Assalamu’alaykum,” salam Dini.


“Wa’alaykumsalam,” sahut Aqila.


Dia membuka pintu lebar mempersilahkan Dini masuk. Lalu Aqila segera kembali menuju dapur karena ia takut makanannya gosong.


“Wah kamu lagi masak?” tanya Dini.


“Iya Din aku laper,” sahut Qila.


“Aku makan disini boleh,” ucap Dini sambil cengengesan.


Aqila mengangguk, sebenarnya Aqila juga tadi ingin mengajak Dini makan bersama mangkanya dia memasak untuk dua porsi.

__ADS_1


Makanan telah tersaji diatas meja makan. Kedua gadis itu segera makan dalam diam. Bahkan beberapa kali Dini mengacungkan jempolnya karena menurutnya masakan Aqila sungguh lezat.


Setelah makanan mereka habis dilahap akhirnya Dini membantu Aqila membersihkan piring dan meja makan.


Berfikir dapur dan meja makan telah rapi, keduanya segera duduk di depan TV.


“La,” panggil Dini.


“Hmm,” sahut Aqila sambil mengganti chennel di Tvnya.


“Kapan kita mulai bekerja?” tanyanya.


“Minggu depan,” sahut enteng Aqila.


“Hah lo serius?” tanya Dini.


Qila mengangguk. “Kakak kasih kita waktu seminggu buat jalan-jalan disini.”


“Wahhhhh kakak lo emang baik banget La,” ucap Dini senang.


“Hahahha udah biasa aja kali.” Aqila menjawab sambil tersenyum kecil.


“Terus rencananya kita mau kemana seminggu ini?” tanya Dini.


“Bentar ini gue cari destinasi terbaik disini buat kita hihi,” sahut Aqila sambil mulai mengotak atik ponselnya.


“Lo bener gue ikutan cari.” Dini mengambil ponselnya.


Kedua gadis itu mulai berseluncur ke mbah google untuk mencari tempat yang menurut mereka ingin kunjungi. Mulai menulis satu persatu destinasi yang menurut mereka bagus dan keren.


Sampai menjelang ashar mereka tetap mengobrol sambil berdiskusi untuk mulai melakukan travelling dadakannya di Negara Brunei.


Bahkan tak segan-segan keduanya mencari berapa budget yang akan mereka habiskan. Sepertinya keduanya ingin melepaskan segala fikiran diotaknya dan mulai mengisi dengan hal indah dinegara barunya ini.


---*---


Selamat membaca.


Untuk nama Apartemen itu aku samarkan oke, karena bagaimanapun juga ini masih cerita rekayasa hasil halu author jadi author mengubah beberapa nama dari apartemen aslinya hihi.


Jika hari ini author up satu bab mohon dimaafkan yah, mulai sore sampai malam author udah bolak balik kamar mandi karena gak enak badan.


Doain aja semoga badan ini bisa segera pulih aamiin.

__ADS_1


Dan maaf komen di bab sebelumnya pada gak aku bales karena memang badan udah gak bisa diajak kompromi.


JANGAN LUPA LIKE. KOMEN DAN VOTE YAH


__ADS_2