Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 13


__ADS_3

“Aku tak menyangka bahwa hadirmu saat ini ketika aku bersama wanita lain.” ~Rey~


.


.


.


Aqila sendiri juga tak kalah kaget mendapati didepan nya adalah sahabat dan seseorang dimasa lalunya membuat Aqila cepat-cepat mengembangkan senyumnya.


“Assalamu’alaykum,” salam Aqila ramah.


“Wa’alaykumsalam,” saut semua orang.


“Wah apa kalian saling kenal?” tanya Kayla.


“Iya Kak, Rossa ini sahabatku sejak SMP,” saut Aqila.


“Wah bagus dong. Kamu gak mau jadi bridesmaidnya kah?” tanya Kayla.


Aqila menggeleng. Dan hal itu membuat Rossa sedih.


“Loh kenapa?” tanya Rossa.


“Kamu kan tau sendiri aku harus masuk kerja. Jadwal rumah sakitku dimajukan,” ucap Aqila.


“Tapi kan kamu kerja di rumah sakit suamiku nanti,” ucap Rossa.


“Tapi tanggung jawab aku gak bisa digantikan Rossa,” Aqila memberi pengertian.


Akhirnya Rossa mengangguk pasrah. Dia tak memaksa sahabatnya menjadi bridesmaid lagi dengan syarat Aqila harus datang. Mau tak mau Aqila hanya bisa mengangguk pasrah.


Mama Ria sendiri menatap gadis didepannya dengan pandangan sulit diartikan. Beda dengan Mama Clara. Dia sangat sayang pada Aqila karena memang kedua nya sering menghabiskan waktu bersama.


“Mama sehat?” tanya Aqila mencium punggung tangan Mama Clara.


“Sehat sayang, kamu sendiri?” tanya Mama Clara ramah.


“Sehat juga ma,” ucap Aqila.


“La kamu tunggu diruanganku aja yah. Aku masih harus nyelesain ini,” ucap Kayla.


Akhirnya Aqila pamit dan pergi keruangan Kayla. Hati Rey berkecamuk ia ingin sekali membatalkan ini semua tapi balik lagi karena mamanya ia harus patuh.


--*--


Diruangan Kayla.


Aqila menghempaskan tubuhnya disofa yang tersedia. Dia memejamkan matanya dan tak lupa menyandarkan punggungnya.


Kenapa rasanya hatinya ingin menangis. Bukannya dia sudah ikhlas. Tapi kenapa ia masih sedih. Apa ini maksutnya? Aqila membuang nafasnya secara kasar. Dia tak boleh menangis. Jangan sampai menangis. Dia bukan wanita lemah. Ingatkan dalam pikiran Aqila dia wanita kuat.


Dan berhasil Aqila tak jadi menangis. Dia memijat pelipisnya yang pusing. Menunggu Kayla yang tak kunjung datang membuat Aqila tertidur disofa. Wajar saja semalam dia tidur sebentar.


Entah sudah berapa lama Aqila tertidur hingga usapan dikepalanya membuatnya mengerjapkan matanya.

__ADS_1


“Maafin Qila ya kak, Qila ketiduran,” ucapnya.


“Gakpapa La, maaf ya kakak lama,” Kayla menyesal.


Aqila memgangguk dan tersenyum.


“Jadikan?” tanya Kayla.


“Iya dong ayo,” ajak Aqila.


Sejenak Aqila mencuci wajahnya dan merapikan jilbab setelah itu ia keluar bersama Kayla menuju mobilnya. Mobil mulai meninggalkan butik Kayla. Sepanjang perjalanan Aqila terdiam. Ia melamun entah apa yang dilamunkan. Kayla yang melihat pun menjadi penasaran tapi karena dia sedang mengemudi ia menahan rasa penasarannya.


Jalanan tampak lenggang membuat Kayla yang mengemudikan mobilnya bisa menaikkan kecepatannya. Dan akhirnya perjalanan mereka telah sampai. Tapi Aqila tak bergeming hingga sentuhan halus dipundaknya membuatnya tersentak


“Maaf,” cicit Aqila kikuk.


“Kamu lamunin apa sih La?” tanya Kayla.


“Bukan apa-apa kak.”


“Jujur sama kakak, kakak sangat mengenalmu,” seru Kayla mendesak.


Mungkin benar bercerita pada Kak Kayla hatinya tenang. Aqila mulai menarik nafasnya pelan dan membuangnya. Dia menatap Kayla perlahan lalu mulai membuka mulutnya.


“Apa kakak ingat ceritaku saat ditaman?” tanya Aqila.


Kayla mengangguk.


“Dan sahabat yang aku bahas adalah Rossa yang tadi di toko kakak,” ucap Aqila pelan.


“Astagfirullah,” usap Kayla pada wajahnya.


“Kamu beneran?” tanya Kayla.


Aqila mengangguk.


“Jadi tadi lelaki itu-“ Kayla masih menggantung kata-katanya tetapi Aqila mengangguk kembali.


“Ya allah maafkan aku,” ucap Kayla memeluk Aqila.


“Udah gakpapa kak santai aja. Aqila udah ikhlas,” lirih Aqila.


Melepas pelukan lalu Kayla menatap wajah Aqila.


“Kamu beneran ikhlas?” tanya Kayla.


“Iya kak aku ikhlas. Aku sudah pasrahkan pada allah semuanya,” seru Aqila.


“Kalau itu bagus sayang. Ikhlas jalan satu-satunya agar sakit hati itu ilang,” seru Kayla.


Aqila mengangguk setuju. Akhirnya setelah Aqila tenang mereka turun dan berjalan masuk kedalam toko buku.


Keduanya membawa tas belanja dan berkeliling. Memilih buku bergambar, buku cerita, novel, buku pelajaran untuk ia letakkan di taman bacanya. Hingga tak terasa keranjang belanjaan mereka sudah banyak. Bahkan keranjang Aqila sudah ada 3 buah. Dan Kayla 4 buah keranjang. Keduanya sama tertawa saat melihat keranjang mereka.


Bergantian mereka membawa ke kasir. Menunggu dengan sabar sang kasir menscan buku dan segera membayar setelah jumlah harga buku keluar. Dan bergantian Aqila menunggu Kak Kayla yang sedang membayar.

__ADS_1


Setelah selesai keduanya menata kardus berisi buku didalam mobil lalu segera masuk.


“Kita kemana?” tanya Kayla.


“Taman baca,” ucap Aqila.


“Hah serius?” tanya Kayla.


Aqila mengangguk.


Tentu saja ini pertama kalinya Aqila membawa orang luar masuk kerumah impiannya ini. Selain Bima, Rey dan pengurus rumah tangga akhirnya Kayla jadi orang berikurnya yang datang.


Tak butuh waktu lama mobil telah sampai didepan Rumah Impian Aqila dan Kayla segera memarkirkan mobilnya didepan.


Dibantu satpam membawa kardus itu kedalam akhirnya mereka bisa bersantai sejenak.


“Ini minumnya nona,” ucap Bibi.


“Loh bibi belum pulang?” tanya Aqila.


“Belum nona, saya nunggu non Aqila datang karena tadi Mbak Adel bilang nona akan kemari,” ucap Bibi.


“Ah iya bi. Makasih minumnya yah,” ucap Aqila sopan.


Bibi undur diri dan tinggallah mereka berdua. Kayla tetap menatap sekeliling nya. Ruangan yang indah, nyaman bahkan bersih.


Dia berdiri dan berjalan menyusuri setiap ruangan. Bertanya apda Aqila setiap tempat yang mereka tuju. Dan berakhir ditaman belakang. Mulut Kayla tak henti-henti berucap syukur dan masya allah ketika menatap keindahan didepannya.


“Apa ini bisa dimakan La?” tanya Kayla memegang buah kelengkeng.


“Bisa dong kak,” saut Aqila


.


Kayla memetiknya dan segera memakannya dengan duduk dikursi taman.


“Hmmm manis banget La,” gumam Kayla.


“Iya memang kak, aku aja suka buah ini,” ucao Aqila ikut memakan buah kelengkeng.


Berkeliling mencoba satu persatu buah yang ada. Setelah kenyang keduanya berjalan masuk dan kembali ketujuan awal yaitu menata buku yang telah dibelinya.


Dibantu pengurus rumah mereka membersihkan buku dan mulai menata buku itu dengan pelan dan teliti. Ia ingin buku itu rapi dan terlihat indah disini. Bahkan tak segan-segan Aqila menyediakan pengurus khusus taman bacanya untuk bagian membersihkan dan menata buku itu.


Aqa benar-benar ingin taman baca ini menjadi tempat ternyaman untuk anak-anak. Dan jika bisa Aqila nanti akan merekomendasikan pada para pesiennya agar mau datang kemari.


Akhirnya tak terasa waktu menujukkan pukul setengah 3 sore. Membuat Aqila dan Kayla segera mandi disana dan untung saja. Kayla membawa dua gamis untuk mereka agar tak kebingungan jika harus langsung ke kajian.


“Untung saja kakak bawa gamis ini,” celetuk Aqila setelah melepas mukenahnya dan duduk disamping gamisnya.


“Iya itu. Akhirnya kita gak buru-buru kan,” seru Kayla.


Aqila mengangguk, kedua wanita itu mulai berganti pakaian dan segera bersiap agar datang ke kajian tak telat.


--*--

__ADS_1


Selamat membaca😊


__ADS_2