Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 16


__ADS_3

“Sekeras apapun kamu berusaha, kalau bukan jodoh mau dikata apa?” ~Aqila Kanaira Putri Cullen~


.


.


.


Dinginnya pagi yang membuat semua orang lebih suka meringkuk dalam selimut tidak dengan Aqila. Sejak pukul 03.00 pagi dia sudah bangun. Dia bangun hanya untuk sujud syukur pada penciptanya untuk diberikan kekuatan hati hari ini.


Ya hari ini adalah hari pernikahan Rey dan Rossa. Semua manusia pasti akan memiliki rasa lemah dalam dirinya meski dirinya sudah mencoba ikhlas. Begitupun dengan Aqila, saat ini dia meminta kekuatan pada Allah agar bisa melewati hari ini dengan kuat dan tenang tanpa air mata.


Sujud diatas selembar kain dan memanjat doa untuknya, bangun dari sujud dan menengadahkan tangannya dengan mata terpejam. Bahunya bergetar, air matanya luruh. Mungkin Aqila mencari kekuatan saat ini dengan merasuki doa nya pada sang pencipta.


Selesai doa, Aqila membereskan semua peralatan sholatnya dan segera turun. Sudah menjadi kebiasaannya dia akan membantu sang mama untuk sarapan. Tapi anehnya ketika baru turun dari tangga. Kakaknya Adel dan Axel sudah duduk diruang keluarga. Bahkan mendengar suara sandal Aqila keduanya mendongak dan berdiri.


Aqila tersenyum lalu berjalan menuju keduanya.


“Selamat pagi,” seru Aqila dengan senyum manisnya.


Keduanya tak menjawab hanya menatap wajah Aqila. Adel sendiri sudah tau bentuk makna mata adik perempuannya yang sembab. Tapi ia mencoba menahan air matanya agar tak turun tapi sialnya air mata itu luruh dipipi Adel.


Aqila mendekat dan menghapus air mata sang kakak.


“Ada apa kak?” tanya Aqila bingung.


“Sekuat itu hatimu dek?” tanya Adel.


Aqila tersenyum, ia sudah tau akan lari kemana pembahasan ini. Aqila mengatur nafasnya agar dia tak ikut menangis.


“Hatiku milik Allah kak, biar Allah yang mengaturnya nanti. Yang pasti saat ini aku bahagia,” ucap Aqila pelan.


Senyuman tak luntur-luntur dari wajah cantiknya.


“Senyummu begitu manis untuk menutupi pahitnya sakit hatimu dek,” lirih Axel.


“Senyumku adalah ibadah kak, biarlah duka ku menjadi pilar agar aku bisa belajar lebih dewasa lagi dan lebih ikhlas,” ucap Aqila.


“Ku mohon bantu aku agar tak menangis hari ini kak. Kalian datang kan?” tanya Aqila.


“Pastinya kami datang. Kami tak akan membuatmu sendirian menghadapi semuanya,” seru Adel.


“Kemarilah biar kakak memelukmu,” Axel merentangkan kedua tangannya.


Aqila mendekat dan jatuh dipelukan sang kakak. Aqila memeluk Axel begitu erat. Siapa yang tau bahwa Aqila menahan laju air matanya. Ia butuh kekuatan. Sesungguhnya ia butuh dekapan sang ayah sayangnya dekapan itu hanya angan-angan untuknya.


Adel sendiri menahan tangis yang lebih kencang. Menurutnya diamnya Aqila seperti ini membuatnya lebih sakit hati daripada melihat Aqila menjerit menangis.

__ADS_1


Adel tau bahwa sang adik pasti sakit hati, tapi jauh lebih sakit hati Adel saat menatap sang adik yang hanya diam tak menangis.


Adel mengusap kepala Aqila yang tertutupi hijab. Setelah lama dipelukan Axel, dia mengurai pelukan dan tersenyum.


“Aku mau bantu mama masak kak,” pamit Aqila.


“ Ayo kakak juga,” ajak Adel.


Tinggallah Axel sendiri diruang keluarga. Dia menguatkan hatinya tadi agar tak ikut menangis sayangnya saat ini air matanya jatuh. Begitu jahat dunia pada adiknya, sudah tak mendapat kasih sayang ayah sekarang dia disakiti oleh seorang lelaki.


Axel berdoa semoga sang adik segera mendapatkan jodoh yang baik untuknya ,bahkan bisa menuntun Aqila kejalan yang lebih baik.


---*---


Selepas sarapan, waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Aqila segera bergegas berdandan untuk hadir di akad nikah Rossa. Karena pesan sahabatnya semalam akhirnya dia menerima permintaan Rossa untuk hadir di Akad dan resepsinya. Bahkan keluarga Aqila diundang juga di acara Akad nikahnya.


Aqila mengambil gamis cantik warna putih dan tak lupa kerudung warna putih berpet. Aqila juga tak lupa menyiapkan sepatu dan tas untuk tempat handphonenya.


Setelah semuanya selesai, Aqila segera ke kamar mandi untuk sholat dhuha terlebih dahulu karna tak mungkin nanti dia sholat ditempat acara.


Selesai ibadah, Aqila mengenakan gamisnya warna putih itu. Renda cantik dan broklat putih membuat kesan gamis sederhana itu makin cantik dipakai oleh Aqila yang memang wajahnya sudah mempesona.



Aqila merias wajahnya sendiri dengan make up tipis karena memang Aqila tak suka dengan dandanan yang tebal. Setelah selesai Aqila segera memakai ciput dan jilbabnya. Semakin sempurna sudah kecantikan Aqila. Tubuh moleknya tertutupi oleh longgarnya gamis. Dan leher jenjang mulus juga tertutup oleh jilbab panjang itu.


Aqila tampak turun dari tangga, suara sepatu yang ia pakai membuat perhatian semua keluarganya padanya. Mama Angel sendiri bahkan kagum dengan kecantikan anaknya. Ia tersenyum teduh diwajah cantik Aqila. Sesampai didepan mamanya, Aqila memeluk Mama Angel dengan erat.


“Kuatkan Aqila ya ma dan doakan Qila,” bisik Aqila.


“Pastinya sayang,” saut Mama Angel.


Aqila mengurai pelukan dan mencium kedua pipi mamanya.


“Ayo,” ajak Aqila.


Tapi semua orang masih diam bahkan Axel masih terbengong, sepertinya dia sendiri sudah terpesona dengan sang adik. Sampai-sampai Adel sendiri menahan tawa menatap wajah cengo Axelm


Kevin menyikut perut Axel hingga sang empu tersadar.


“Tutup tu mulut,” goda Kevin.


“Ehh anu kak itu,” gugup Axel dengan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


“Aku tau kak kalau aku cantik,” ejek Aqila.


“Pede banget jadi orang,” gerutu Axel.

__ADS_1


Semua orang tertawa terbahak melihat Axel yang mengelak atas tuduhan Aqila. Dirasa semuanya sudah siap, mereka segera meninggalkan rumah dan melaju menuju masjid tempat Rossa dan Rey menikah.


Dalam perjalanan tak henti-hentinya Aqila memanjat doa dan dzikir. Ia ingin semuanya berjalan lancar tanpa hambatan. Hingga tanpa terasa mobil yang dia naiki telah sampai di pelataran masjid.


Terlihat Kakaknya Adel dan Kevin turun bersama ketiga anaknya. Sedangkan Mamanya Angel juga membuka pintu belakangnya dan ikut turun.


Dimobil hanya sisa berdua Axel dan Aqila. Axel sendiri ingin turun tapi melihat sang adik tak bergerak membuatnya ikut diam.


Axel melirik sang adik yang sedang mengatur nafas dan menetralkan wajahnya. Terlihat jelas sang adik sedang menutupi sakit hatinya. Hingga genggaman tangan Axel menyadarkan Aqila.


Aqila menoleh dan bertatapan dengan wajah teduh Axel.


“Inget sayang, kamu gak sendiri. Kamu punya kakak dan Kak Adel. Kamu harus kuat,” menyemangati sang adik.


“Aqila pasti kuat kak,” mengepalkan salah satu tangannya dan tersenyum.


“Pintar,” ucap Axel.


Keduanya turun dengan senyum menawannya. Lalu Axel segera mengarahkan tangan sang adik agar melingkar dilengannya dan yang pasti disambut tawa hangat Aqila.


Mereka berjalan bersama dan tak lupa senyum wajah ketika banyak orang yang memberikan salam pada Kevin dan rombongannya. Bagaimana tidak, seorang CEO terkaya datang maka para penjilat juga akan mendekat untuk mencari muka.


Tapi Kevin yang cuek hanya mengangguk sedangkan Adel balas tersenyum dan mengangguk juga. Berbeda denagan Aqila dan Axel, kedua adik kakak itu hanya geleng kepala saat banyak orang menyapa kakak iparnya. Bahkan keduanya gibah sendiri.


“Banyak penjilat ya dek tuh liat,” ketus Axel.


“Hus udah biarin,” Aqila menggeleng sambil menyuruh Axel diam.


“Lah liat benar kan,” gerutu Axel.


“Sttttt,” menempelkan jari telunjuk di bibirnya yang mengundang decakan malas Axel.


Mereka semua mulai masuk kedalam masjid, kedatangan mereka juga membuat perhatian semua orang kearahnya. Bahkan wajah Aqila yang cantik dan sangat cocok dengan gamis yang dipakai saat ini membuat semua pandangan kaum adam mengarah kearahnya.


Bagaimanapun wajah adalah tempat utama untuk perhatian seseorang, maka dari itu didalam islam kita pasti diajarkan untuk menundukkan pandangannya agar setan tidak menghasut kaum manusia untuk melakukan dosa kecil ataupun dosa besar yang ditimbulkan hanya karena pandangan.


---*---


Selamat membaca


Jangan bilang aku jahat atau kejam oke. Ini sudah alurnya.


**Kalau hari ini mau up lebih dari satu harus komen yang banyak dan VOTE nya.


Inget sekarang hari senin, Vote yang banyak biar author bermurah hati hari ini mau up lagi**.


Yuk yuk segera.

__ADS_1


__ADS_2