
“Ternyata memang benar, jika Allah akan menyiapkan hadiah hikmah yang indah bagi orang yang bisa melewati masalahnya dengan kesabaran.” ~Aqila Kanaira Putri Cullen~
.
.
.
Hari ini akan menjadi hari mendebarkan bagi Aqila. Pasalnya hari ini dia akan melaksanakan lamaran resmi dari lelaki yang sudah melamar dirinya jauh-jauh hari secara tidak resmi.
Sesuai dengan rencana yang sudah dibuat Khali, bahwa mereka akan datang kerumah Aqila saat sudah selesai dengan urusan di Kerajaan Arab. Tentu saja kepulangan Khali dari Arab disambut antusias oleh Aqila. Kepulangan lelaki yang ia ketahui 3 hari yang lalu membuat dirinya tenang.
Tepat hari ini Khali mengatakan bahwa dia akan datang kerumahnya tepat sehabis shalat magrib. Tentu saja Aqila sudah mengabarkan pada keluarganya.
Keluarga besar Aqila menyambut dengan antusias dan bahagia. Bahkan yang paling heboh disini adalah Adel.
Adel dan Mama Angel menjadi satu partner tim rempong, dari makanan dan pakaian semua mereka atur sebaik mungkin. Bagaimanapun mereka tau dan sadar diri jika calon besan mereka bukan orang biasa. Melainkan dari kerajaan Brunei. Meski Adel, Axel dan Aqila tau, jika ternyata mereka juga keturunan Kerajaan. Namun mereka tak memikirkan itu.
Mengetahui jika orang tua mereka tak direstui dan pergi dari keluarganya. Membuat mereka mengerti jika semua yang ada didunia ini mungkin untuk sebagian orang menganggap jika kasta dan status itu berarti.
Namun Mama Angel bersyukur. Di kehidupan anaknya tak ada yang memandang status dirinya. Dari pernikahan anak pertamanya dengan seorang pembisnis kaya raya seperti keluarga Raharja. Lalu sekarnag calon anak ketiganya adalah dari keluarga Kerajaan.
---*---
Keadaan Rumah Aqila mulai tertata begitu rapi. Semua orang terlihat sibuk membersihkan setiap ruangan. Di bagian dapur juga ada banyak koki dan tak lupa Mama Angel dan Adel ikut serta. Mereka sekarang sedang membuat kue untuk cemilan dan menyiapkan bahan untuk masakan makan malam mereka.
Jika tanya Aqila dimana? Dia ada dikamar bersama Haura. Ya setelah kerja sama dengan Rey berjalan mulus dan lancar. Haura memutuskan untuk tinggal di rumah Aqila sampai keluarganya datang melamar Aqila.
Keputusan Haura pun disetujui oleh keluarganya. Karena mereka juga percaya jika Haura akan aman dengan mereka. Haura sendiri juga merasa nyaman dan tenang berada ditengah-tengah keluarga Aqila. Menurutnya keluarga Aqila begitu baik dan hangat padanya. Apalagi perlakuan Mama Angel seperti uminya sendiri padanya.
Mama Angel begitu memperhatikan Haura memang. Meski dia mencoba mengingat wajah Haura tapi dia juga masih lupa.
---*---
Di dalam kamar Aqila.
“La gimana perasaanmu?” tanya Haura.
Keduanya saat ini sedang berbaring diatas ranjang sambil saling menatap langit-langit kamar.
“Deg-degan, takut dan grogi,” sahut Aqila jujur.
__ADS_1
“Apa nanti aku bakal kayak gitu kalau dilamar yah?” tanya Haura pelan.
“Hahahhaha tentu saja,” sahut Aqila dengan tertawa.
“Ih kok ketawa sih,” gerutu Haura.
“Lah yakan mau jawab apa. Lihat aja deh nanti kalau kamu dilamar pasti bakal ngerasain sesuatu yang istimewa,” ucap Aqila ambigu.
“Istimewa?” ulang Haura.
Menurut Aqila memang perasaannya saat ini istimewa. Jika boleh jujur memang dirinya grogi, takut dan gugup. Tapi disudut hatinya ia merasa bahagia karena apa? Masih ada lelaki yang mau serius dengan dirinya. Lelaki yang langsung bersikap jantan meminta langsung dirinya pada orang tuanya.
Jika dilihat dari waktu kenal, memang perkenalan mereka cepat, bahkan singkat. Pertemuan saja bisa dihitung dan disetiap pertemuan tak ada hal spesial. Namun apa mau dikata? Jika sudah takdir allah apapun tak akan bisa menghindarinya.
Mungkin allah memberi jalan menuju halal dengan cara yang susah. Aqila menyadari jika diulang sebelum sampai ke jalan ini. Dia memiliki alur cinta yang sangat menyakitkan. Melihat pengkhianatan kekasihnya, lalu kemudian mulai mencoba dengan orang baru namun sayangnya lagi-lagi allah tak berkehendak. Hingga pertemuannya dengan lelaki yang tak pernah ia duga dan kenal.
Hingga akhirnya rasa kantuk mulai menyerang Aqila dan akhirnya gadis itu memejamkan matanya untuk tidur.
Disampingnya Haura yang juga sedang menatap langit kamar dengan membayangkan sesuatu hal yang mengusik hatinya beberapa harii ini. Namun ia mencoba menepis itu semua. Ia takut jika harus berharap. Ia jadi teringat nasihat kakaknya. Jangan terlalu berharap pada orang lain kecuali pada Allah. Jika suka doakan dengan allah, tikung disepertiga malam. Percayakan jika allah bisa membolak balikkan hati seseorang. Hingga akhirnya dirinya ikut memejamkan matanya.
---*---
Waktu menjelang magrib, semua makanan sudah siap jadi. Bau semerbak masakan menyeruak keseluruh ruangan.
Hingga akhirnya suara Mama Angel memecah keheningan di ruang keluarga.
“Ayo persiapan sholat dulu,” ajak Mama Angel.
Semua orang yang di ruang keluarga mengangguk setuju. Kevin, Axel, Papa Radit dan Taqy langsung bergegas menuju masjid terdekat di perumahan rumahnya. Sedangkan para wanita melakukan sholat berjamaah di mushollah rumah Aqila.
Kehadiran Aqila dan Haura yang memakai mukenah pun menjadi sorotan para wanita diruang bawah.
“Wah calon manten nih auranya terlihat,” goda Adel.
“Apaan sih kak,” sahut Aqila menunduk malu.
“Lihatlah mah, gadis kecil ini ternyata mau menikah.” Adel gencar menggoda.
Pipi Aqila makin merona.
“Udah jangan digodain terus adiknya kasihan wajahnya udah merah,” ledek Mama Angel.
__ADS_1
“Ih aapan sih ma,” gerutu Aqila lalu menggelanyut manja di lengan mamanya.
Mereka semua berjalan bersama menuju musholla. Haura sendiri merasa bahagia melihat keakraban keluarga Aqila dan Kevin. Padahal mereka adalah dua keluarga berbeda namun bisa terlihat seprti keluarga sendiri. Tak ada pertengkaran apapun selama dia disini. Yang selalu Haura lihat adalah keakraban dan ketentraman mereka.
Setelah semua orang melaksanakan kewajiban, akhirnya waktu yang ditunggu pun tiba. Semua orang sudah memakai pakaian yang mereka buat untuk 1 keluarga. Bahkan baju untuk Haura pun sama. Mereka membelikan juga untuk Haura. Haura menjadi bahagia karena keluarga calon kakak iparnya begitu baik.
Saat ini mereka duduk diruang keluarga menunggu kehadiran calon besan. Haura sejak tadi juga sedang memegang ponselnya.
“Sudah sampai mana Ra?” tanya Adel ramah.
“Katanya masih dijalan kak, entah jalan mana.” Haura menyahut.
Adel mengangguk. “Tapi mereka bisa kan baca maps nya?” tanya Adel hati-hati.
“Insya allah kak, kan ada Kak Khali juga,” ujar Haura.
“Mama cuma takut calon mantu mama itu lupa.” Mama Angel buka suara.
“Hahaha mantu mama masih muda ma, pasti ingat.” bukan Adel yang menjawab namun Kevin.
“Ah iya bentar lagi calon mama yang ganteng ini bakalan ada saingannya loh,” sindir Adel pada suaminya.
“Heleh gak papa yang penting aku mantu paling tampan. Ya kan ma?” ucap Kevin percaya diri.
“Iya kamu emang mantu mama paling cakep.”
Akhirnya tawa ria meledak diruang keluarga. Begitulah mereka jika bertemu. Apalagi Kevin sikapnya berubah 180° dengan sikap biasa ketika diluar.
Hingga akhirnya ucapan mereka berhenti karena mendengar suara mobil datang. Bukan hanya satu sepertinya tapi banyak mobil.
Kevin dan Adel mulai beranjak diikuti oleh Mama Angel, Papa Radit dan Mama Nora. Sedangkan Aqila, Haura dan ketiga bocil menunggu didalam.
Mereka berjalan pelan menuju pintu utama. Adel membuka pintu dengan wajah berseri. Semua orang menyambut hangat keluarga Kevin. Hingga akhirnya Mama Angel yang tadi berada dibelakang pun maju dan kemudian dia berdiri mematung saat melihat orang didepannya.
“RATU.”
----*----
Aku seneng kalau begini ini, jumpa besok hehehe. Sabar yang emak lagi gantung jemuran nih.
Hayo tebak itu maksutnya Ratu siapa ayoo? kuy tebak-tebak.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YANG BANYAK OKE.