
“Tuhan memang memiliki banyak cara untuk mengetuk hati hambanya agar kembali ke jalan yang benar.” ~Aqila~
.
.
.
“Bagaimana La apa sudah selesai semua?” tanya Adel.
Tepat hari ini h-3 Aqila berangkat. Hari ini ia berniat membereskan semua peralatan nya, dari pakaian, obat-obatan dan kebutuhan pribadinya. Tak lupa jas dokter nya ia bawa juga. Sepatu juga ia membawanya.
Tak tanggung-tanggung Aqila.membawa 1 koper besar untuknya sendiri. Dibantu Adel pula dia menyiapkan segalanya.
“Belum kakak, ini masih liat sepatu aku,” ucap Aqila.
“Pakek sepatu yang ringan aja dek biar kamu gak berat,” peringat Adel.
Aqila mengangguk.
Setelah semua peralatan tertata rapi. Aqila menutup satu koper besar itu dengan pelan. Dan membawanya kepojokan kamar agar tak mengganggu pemandangan sekitarnya.
“Aku bakalan kangen kamar ini kak,” cicit Aqila sendu.
“Aku juga bakal kangen kakak,” belum selesai Adel sudah memotong.
“Ustt, cuma 2 bulan sayang habis itu kamu bakal kembali kesini kok. Kepelukan kakak,” ucap Adel tulus.
Aqila mengangguk. “Doain keselamatan Aqila ya kak,” ucap Aqila.
“Tanpa diminta kakak bakalan doain kamu dek,” ucap Adel tulus.
“Makasih kak dari dulu kakak selalu sayang padaku meski sudah memiliki anak,” lirih Aqila.
Adel mengangguk dan mengusap punggung sang adik. Setelah dirasa cukup keduanya turun kebawah dan melihat meja makan telah tersiap rapi.
“Wah makanannya enak-enak,” ucap Aqila dengan senyum lebar.
“Makanlah yang banyak nak, disana pun kamu harus jaga makanmu yah,” nasihat Mama Angel.
“Siap ibu presiden,” jawab Aqila.
Semua orang diruang makan pun tertawa mendengar itu. Ya begitulah Aqila didepan keluarga menjadi sosok hangat, humoris dan cerewet.
“Oh iya mah, habis ini Aqila keluar dulu ya ma,” ucap Aqila.
“Mau kemana sayang?” tanya Mama Angel.
“Gak ada ma, aku mau jalan-jalan aja.”
“Baiklah jangan pulang malam yah.”
“Siap ma.”
__ADS_1
Setelah selesai makan, Aqila segera bersiap-siap untuk keluar. Ia memakai baju model sabrina, memperlihatkan leher jenjang dan bahu putih mulusnya. Rambutnya yang pirang dan sedikit curly karena ia catok pun terlihat menjuntai indah. Ditambah kulot berwarna mempercantik penampilan Aqila siang itu.
Aqila keluar dengan wajah bersemangat seperti wanita bahagia tanpa beban. Tetapi siapa yang tau jika hatinya masih remuk padam karena hubungan percintaannya yang tak mulus.
Setelah meninggalkan halaman rumahnya, Aqila terlihat berputar-putar mengelilingi Kota Jakarta. Ia memang tak memiliki ide untuk jalan kemanapun. Ia hanya ingin menenangkan pikirannya dan menikmati udara Jakarta sebelum ia berangkat ke Palestina.
“Semoga ketika aku kembali kemari semua hatiku telah tertata rapi,” ucap Aqila dengan menatap kanan dan kirinya dari dalam mobil.
Hingga perhatiannya berhenti pada sosok perempuan yang tengah duduk di taman Kota. Aqila segera memarkirkan mobilnya ketempat parkir. Setelah itu ia segera beranjak melajukan langkahnya pada sosok perempuan yang sedang duduk manis sendiri ditaman.
“Kak Kayla,” panggil Aqila.
Sang empu yang dipanggil pun mendongak.
“Qila,” Kayla terkejut.
“Kakak sedang apa disini, sendirian lagi,” ucap Aqila dengan duduk disamping Kayla.
“Aku sedang bersantai saja dek,” ucap Kayla.
“Yakin bersantai tapi wajah kakak sepertinya berbeda,” seru Aqila.
“Aku rindu dengan anakku,” seru Kayla lirih.
“Bukankah kakak tinggal dengan keduanya?” ucap Aqila polos.
“Aku dengan Ahmed telah berpisah ketika Baby twins berumur 2 tahun La, Zahra ikut denganku dan Kiyah ikut Ahmed,” ucap Kayla dengan mata berkaca-kaca.
“Maafkan aku,” ucap Aqila penuh penyesalan.
“Tidak apa-apa,” Kayla menoleh.
“Aku doakan semoga kakak segera bertemu dengan anak kakak.”
“Aku juga berdoa seperti itu. Semoga Ahmed memberi ijin untukku bertemu dengannya.”
“Apakah dia tinggal disini juga kak?” tanya Aqila.
“Entahlah. Aku sudah lama lost kontak dengannya,” sendu Kayla.
“Yang kuat ya kak.”
Kayla mengangguk. “Kamu sendiri sedang apa disini?” tanya Kayla.
“Jalan-jalan kak,” saut Aqila.
“Kenapa wajahmu murung seperti itu La,” seru Kayla memperhatikan.
“Aku lelah kak,” lirih Aqila.
“Ada apa ceritalah sama kakak,” pinta Kayla.
__ADS_1
Dan mengalirlah cerita cinta Aqila dari pengkhianatan James, kemudian pertemuannya dengan Rey, dan usaha Rey untuknya. Pembangunan rumah impian, kemudian cerita Rossa padanya, dan menjauhnya Rey darinya. Serta bertemunya mereka bertiga dan permintaan maaf Rey dan James. Semuanya Aqila ceritakan pada Kayla.
“Itu termasuk Allah sedang menegurmu La,” nasihat Kayla tiba-tiba.
Aqila menoleh, ”Maksutnya?” tanya Aqila heran.
“Mungkin ini termasuk salah satu ketukan Allah biar kamu kembali kejalan Allah,” ucap Kayla.
“Maksutnya apa sih Kak?” tanya Aqila bingung.
“Kamu tau setiap manusia tidak boleh mengharapkan pada sesama manusia, kita hanya boleh mengharap pada Allah La, selalu mengadu padanya,” ucap Kayla.
“Dan masalah jodoh, ingat jodoh itu cerminan kita La, kalau kita mau jodoh kita baik maka kita juga harus berubah menjadi lebih baik lagi. Kalau kita ingin punya imam yang sholeh kita harus menjadi wanita yang sholehah. Begitupun sebaliknya La,” sambung Kayla.
“Cobalah mendekatkan diri pada Allah sekarang La, perbaiki dirimu sayang. Tenanglah kamu cantik cerdas semua tak luput atas bantuan Allah, bersyukurlah pada Allah,” ucap Kayla lagi.
“Apa yang harus aku lakuin kak,” lirih Aqila dengan tertunduk.
Sejujurnya ia tersentuh dengan ucapan Kayla. Siapa sih wanita yang tak menginginkan lelaki baik untuknya, suami sholeh untuknya. Semua wanita pasti menginginkan nanti akan berjodoh dengan lelaki baik dan sholeh. Sekaligus bertanggung jawab untuknya dan anak-anaknya.
“Berhijrahlah atas nama Allah, minta ampunan sama Allah. Sholatlah minta petunjuk sama Allah dan rubahlah cara berpakaian mu sayang,” ucap Kayla.
“Maksut kakak apa aku harus berhijab?” tanya Aqila.
“Bukankah memang hijab adalah wajib hukumnya bagi umat muslim. Kita sebagai wanita memang diwajibkan menutupi aurat kita. Mahkota kita hanya boleh dilihat oleh lelaki yang memang boleh melihatnya,” ucap Kayla.
“Tapi tapi,” Aqila terbata dan menunduk.
Kayla mendekat dan menggenggam tangan Aqila.
“Niatkan semua karena Allah sayang, insya allah setelah kamu hijrah dan merubah pakaian mu, hidupmu akan lebih tenang, dan tunggu saja jodoh yang tak terduga dari Allah,” ucap Kayla.
Aqila mengangguk, “Aku akan mencobanya kak,” lirih Aqila.
“Ayo ikut kakak,” ajak Kayla.
“Kemana?” tanya Aqila.
“Sudahlah ayo,” menarik tangan Aqila.
Mereka berjalan berdua dengan bergandengan tangan. Keduanya sudah seperti kakak adik. Sama sama cantik dan anggun. Bedanya Kayla perempuan dengan pakaian tertutup, bergamis dan berkerudung panjang. Sedangkan Aqila dia masih memakai pakaian ala wanita muda.
Ternyata setelah berjalan beberapa meter, Aqila berhenti disebuah butik ternama, Aqila menoleh menatap Kayla.
“Ayo masuk,” ajak Kayla.
“He'em,” sambut Aqila.
---*---
Jika ada salah kata dalam penyampaian diatas mohon maaf yah, dan jika ada yang bilang napa nyangkut pautin ke agama mohon maaf karena memang author pengennya begitu alurnya😊
Dengarkan kata ini "Jika ingin jodoh yang baik rubahlah diri kita menjadi baik, jika ingin jodoh yang sholeh maka jadilah sosok yang shalehah."
__ADS_1
Selamat membaca😊
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE YAH.