
“Meski aku tak bisa merasakan apa yang kamu rasakan, setidaknya sebuah pelukan dariku bisa membuatmu tenang.” ~Kayla~
.
.
.
Didalam sebuah kamar, seorang wanita sedang duduk dilantai balkon kamarnya. Matanya menatap sekeliling rumahnya dan beberapa rumah tetangga yang terlihat. Halaman rumah yang segar juga ikut memanjakan indra penglihatannya.
Dia ingin menikmati suasana disini sebelum ia pergi. Ya besok pagi dia sudah berangkat ke Brunei bersama sahabatnya Dini. Hari ini dia memiliki kegiatan untuk berpamitan pada pengurus taman bacanya dan tak lupa pada Kayla juga. Ia ingin menghabiskan seharian ini dengan bermain dan mengingat kota yang sudah membesarkannya.
Aqila segera berdiri dan berganti pakaian. Tak lupa ia sudah menghubungi Kayla untuk bertemu di taman baca dan langsung disanggupi oleh wanita itu.
Aqila turun dari kamar dengan senyum tulusnya. Ia telah berfikir kesedihannya tak boleh berlarut-larut. Keterdiamannya kemarin sudah membuat suasana rumahnya berubah dan Aqila pun mengakui itu. Maka dari itu mulai hari ini ia sudah bertekat kembali pada Aqila yang dulu.
“Selamat pagi ma,” ucap Aqila dengan senyum lebar dan memeluk mamanya dari sampaing.
Tak lupa Aqila meninggalkan ciuman pada pipi wanita yang sudah melahirkan dirinya. Aqila duduk disamping kakak laki-lakinya yang sedang menatapnya dengan intens.
“Ada apa kak?” tanya Aqila pada Axel.
“Gak ada ini bener kamu?” tanya Axel.
“Ya iyalah ini Aqila,” ketusnya.
Akhirnya Axel mencubiti pipi Aqila, hingga sang empu mengaduh kesakitan karena ulahnya. Axel merasa bahagia melihat adiknya telah kembali seperti semula. Suasana meja makan menjadi hangat kembali. Bahkan Adel pun menjadi bahagia melihat adik perempuannya sudah mau tertawa lebar dan bercanda seperti yang ia lihat.
“Kamu mau kemana dek?” tanya Adel.
“Aku mau me keluar ketemu Kayla kak, pamit dia juga sama terakhir kali ngecek taman baca,” ujar Aqila menjelaskan.
“Bagus deh. Jangan pulang malam oke, inget kamu besok berangkat pagi,” Adel memperingati.
“Siap bos,” sahut Aqila memberi hormat dengan disertai kekehan.
Setelah sarapan Aqila segera berpamitan dan berjalan keluar menuju mobilnya. Mendudukkan pantatnya dikursi kemudi lalu segera menginjak pedal gas dengan perlahan meninggalkan halaman rumah.
--*--
Suasana taman baca hari ini begitu ramai. Bahkan kursi didalam dan bagian luar pun terisi penuh. Sampai-sampai ada beberapa anak muda yang duduk dirumput taman.
Taman baca ini sudah terkenal dimana-mana. Bukan hanya anak kecil melainkan anak muda pun banyak yang datang kesana. Disana pun Aqila juga menyiapkan sebuah lapak makanan dan minuman untuk teman baca mereka disana.
Aqila keluar dari mobil dan segera berjalan menuju halaman belakang. Hanya taman belakang yang aman dari pengunjung karena Aqila sendiri yang tak mengijinkan halaman belakangnya di masuki sembarang orang.
Terlihat Kayla sudah duduk bersama Zahra yang bermain diarea kolam ikan.
__ADS_1
“Assalamu’alaykum,” salam Aqila.
“Wa’alaykumsalam,” sahut Kayla.
Keduanya berpelukan dan tak lupa meninggalkan ciuman dipipi mereka.
“Maaf ya kak aku telat soalnya tadi masih riweh,” ungkap Aqila.
“Udah gakpapa toh aku juga baru duduk.”
Aqila mengangguk, dia memanggil pelayan untuk membawakan buah, makanan ringan dan minuman untuknya. Keduanya mengobrol ringan sambil sesekali terdengar canda tawa pada keduanya. Zahra sendiri gadis itu beralih mendekat pada Mamanya Kayla ketika dia melihat kehadiran Aqila.
“Hallo tante,” sapa Zahra.
“Hy sayang, apa kabar?” tanya Aqila.
“Zahra baik tante,” sahut Zahra tersenyum manis.
Tak menunggu lama pelayan datang membawa piring buah, makanan ringan dan tiga gelas jus buah. Pelayan segera meninggalkan mereka saat Aqila sudah mengucapkan terimakasih.
Mereka menikmati makanan yang tersaji dan meminum jus yang sangat segar ditenggorokan. Aqila benar-benar ingin menghabiskan waktu beberapa jam dengan wanita yang sudah ia anggap sebagai kakak seperti kakaknya Adel.
Canda tawa Zahra dan Aqila pun sesekali terdengar. Anak kecil itu pun bermain air untuk menyiram tanaman buah disana. Kayla hanya geleng-geleng kepala melihat keasyikan dua wanita berbeda usia itu.
Setelah merasa capek Zahra dan Aqila kembali ke kursi mereka dan mulai duduk disana. Handuk yang sudah disiapkan pelayan pun segera dipakai oleh Aqila. Ia harus mandi dan mengganti pakaian karena gamis yang ia pakai telah basah.
---*---
Waktu tak terasa sudah beranjak siang. Saat ini Aqila duduk di meja yang tadi ia duduki oleh Kayla. Keadaan mulai tenang karena Zahra terlelap dikamar pribadi Aqila. Aqila ingin mengutarakan tujuannya pada wanita didepannya.
“Sebenarnya aku mengajak kakak kemari untuk berpamitan,” lirih Aqila.
“Memang kamu mau kemana?” tanya Kayla penuh selidik.
“Mulai besok aku akan pindah tugas ke Brunei,” sahut Aqila.
“Apa!!” Kayla kaget bukan main.
Bagaimana bisa teman yang sudah ia anggap adik akan pergi meninggalkannya. Kayla sendiri merasa bingung dan penasaran atas semua yang terjadi.
“Apa alasannya La?” tanya Kayla saat beberapa menit hening.
“Aku ingin menjauh dari mereka kak, apalagi sahabatku tau bahwa suaminya adalah lelaki yang menyukaiku. Bahkan saat resepsi pernikahan mereka semuanya terbongkar. Aku takut kak, aku takut karena aku pernikahan mereka hancur,” ucap Aqila sambil menahan air matanya.
Kayla sudah tau betul siapa yang Aqila maksut tentang mereka itu. Mangkanya dia masih diam memikirkan jawaban apa yang pas untuk gadis disampingnya.
“La,” panggil Kayla.
__ADS_1
Kayla pindah ke kursi samping Aqila dan segera memeluk gadis 21 tahun itu. Kayla mengusap kepala Aqila yang tertutup hijab. Dia menangis dipelukan Kayla. Entah kenapa dia hanya ingin menangis saat ini. Mungkin setelah mencurahkan semua isi hatinya ia menjadi tenang. Sampai hidung dan mata Aqila bengkak akhirnya tangis Aqila mereda.
“Jika kamu ingin menangis dan butuh sandaran temui aku La, jangan dipendam sendiri ingat itu,” ucap Kayla yang masih memeluk Qila.
“Iya kak pasti,” Aqila mengangguk.
Aqila merenggangkan pelukan mereka dan menghapus sisa air mata dengan ujung jilbabnya.
“Jelek banget abis nangis,” goda Kayla.
“Ih ya biarin,” sahut Aqila dengan malu.
Keduanya sama-sama tertawa ketika melihat mata mereka sama-sama sembab karena terbawa suasana dan bahkan jilbab keduanya pun basah.
Setelah merasa tenang dan nyaman, Aqila dan Kayla kembali masuk kedalam rumah untuk melihat apa Zahra masih tertidur apa sudah bangun.
“Hmm masih tidur kak, biarin aja dah jangan diganggu.”
“Tapi ini sudah jam 1 siang La,” ucap Kayla.
“Udah gakpapa mending kakak sholat gih,” ujar Aqila.
“Ah oke baiklah aku titip Zahra yah. Pasti kamu lagi kedatangan tamu bulanan yah?” tanya Kayla.
“Hahahah tau aja kak.” Aqila mengangguk.
Selepas kepergian Kayla, Aqila duduk disofa sambil berseluncur ke dunia mayanya. Aqila tipe orang yang jarang aktif di dunia maya tapi jangan salah pengikut Aqila bahkan sudah beberapa juta orang. Mungkin karena wajah cantiknya dan beberapa potret yang selalu diupload olehnya adalah hasil jepretan dari kamera yang membuatnya selalu seperti super model.
Bahkan tak jarang banyak akun yang ingin endors padanya melalui akun sosial media tapi semua ditolak karena Aqila lebih suka pekerjaan Dokternya.
Ketika tangannya bergulir melihat potret demi potret banyak manusia hingga tangannya tak sengaja memencet sebuah foto lelaki memakai gamis panjang semata kaki berwarna putih dan tak lupa kopyah putihnya juga. Berlatar dimasjid bahkan dia tak lupa menampilkan senyuman manis yang membuat jantung Aqila selalu berdetak.
Jari Aqila segera memencet profil pemilik foto itu hingga tampil lah kronologi beranda akun sipemilik senyum manis. Ternyata pengikut dunia mayanya pun lebih banyak lelaki itu. Bahkan setiap foto yang diupload lebih dari 1 juta like yang memberikan love.
“Astagfirullah maafkan mataku ya allah dan jariku ini,” ucap Aqila yang tersadar akan apa yang ia lakukan.
Ia segera mematikan ponselnya dan beranjak dari kursinya. Sepertinya ia membutuhkan tidur untuk sejenak mengistirahatkan otaknya yang selalu dihinggapi oleh sang pemilik senyum manis.
---*---
Selamat membaca.
Ah besok si cantik blasteran bakal berangkat ke Brunei.
Ada yang mau titip salam gak sama si cantik. Kalau ada kirim dikomentar ya hehehe.
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN OKE
__ADS_1