Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 87


__ADS_3

“Tak ada kebahagiaan yang lebih kecuali kebahagiaan bisa berkumpul bersama keluarga kita.” ~Aqila Kanaira Putri Cullen~


.


.


.


Setelah kepulangan mereka dari makam, semua orang langsung kembali ke rumah Kevin. Angel dan ketiga anaknya kembali kerumahnya sendiri sedangkan Keluarga Kerajaan masih tinggal di rumah Kevin. Lalu sekarang bertambah dengan kehadiran Raja Abdullah dan Raja Salim.


Sepanjang perjalanan pulang dari makam, tak ada sepatah katapun yang terucap dari Keluarga Kerajaan. Mama Angel bisa melihat banyak penyesalan di wajah Raja Abdullah. Mama Angel hanya bisa menghela nafas berat.


Mau diapakan lagi? diputar waktu pun tak akan bisa. Dikembalikan seperti semula juga sudah takdir. Yang hanya bisa dilakukan oleh mereka hanya 1 menerima takdir tuhan. Melupakam segala masalah masa lalu dan mulai menata hati serta membuka lembaran baru untuk masa depan.


Mobil-mobil mulai memasuki area halaman rumah Kevin. Satpam rumah Kevin mulai membantu menata mobil agar bisa masuk ke tempat garasi mobil Kevin.


Perlahan namun pasti Raja Abdullah berjalan dibantu oleh Raja Malik dan Salim. Sepertinya mereka tau jika jiwa dan raga Raja Abdullah lemah dan masih kaget dengan kenyataan yang didapat. Sedangkan Ratu Fatimah dibantu Haura dan Ratu Mayra masuk ke dalam rumah Kevin.


Kepala pelayan sudah membersihkan dan menatap kamar yang akan mereka gunakan. Dengan hati-hati Raja Salim membaringkan abinya ke atas ranjang.


“Abi istirahat yah,” ucap Raja Salim.


Raja Abdullah hanya diam lalu dia memejamkan matanya. Raja Salim dan Raja Malik hanya saling pandang. Lalu direngkuhnya bahu Salim dan mengajaknya keluar kamar.


Di Ruang Tamu Rumah Kevin.


Disana sudah ada Ratu Fatimah, Ratu Mayra dan Haura duduk di sofa sambil menyandarkan punggungnya. Hari ini begitu banyak hal yang memakan emosi batin semua orang.


Banyak yang terguncang dengan kenyataan yang ada. Bahkan Raja Malik sampai ikut menangis memeluk makam sahabatnya tadi. Mengucapkan kata rindu dan maaf beribu banyak. Bahkan Raja Malik mengajak makam Khalid mengobrol mencurahkan semua kisah hari-harinya tanpa malu pada semua orang yang menatapnya sedih.


Suara gesekan sepatu membuat ketiga wanita menatap ke arah sumber suara. Disana Raja Salim berjalan menuju ketiganya bersama Raja Malik.


Tak ada yang mengeluarkan suara, seakan semua tenggelam dengan pikiran mereka masing-masing.


“Apa aku banyak dosa selama ini, sampai anakku saja pergi meninggalkanku tanpa kembali lagi,” ucap Ratu Fatimah tiba-tiba.


“Dulu saat pertama kali aku tau bahwa aku hamil Khalid. Begitu bahagianya aku menjadi calon ibu muda. Semua keinginanku bahkan dipenuhi. Lalu ketika anakku lahir dan dewasa kemudian mengenal cinta. Kenapa dia pergi meninggalkan aku. Sebegitu bencikah dia padaku,” sambungnya sambil memejamkan matanya.


“Selama ini aku begitu merindukan Khalid, aku sering ke kamarnya hanya untuk mengingat bayangan kebiasaannya dikamar. Meski itu hanya ilusi namun aku sudah bahagia,” lirihnya dengan mata sudah tergenangi air mata.


Ratu Mayra mendekat dan mengusap punggung tangan yang sudah mengeriput itu.

__ADS_1


“Mayra yakin ibunda, Khalid begitu menyanyangi ibunda. Dia juga pasti sudah memaafkan Ibunda dan Raja,” ucap Mayra yakin.


“Semoga saja nak,” sahut Ratu Fatimah.


“Ya sudah sekarang Ibunda Ratu istirahat saja di kamar,” ajak Ratu Mayra.


Ratu Fatimah mengangguk dan menurut, dia langsung dibawa ke kamar oleh Haura dan Uminya. Tinggallah Raja Malik dan Raja Salim di ruang keluarga rumah Kevin.


“Apa yang harus aku lakuin paman?” tanya Salim terdengar putus asa.


Raja Malik menoleh lalu kemudian dia tersenyum.


“Yang harus kamu lakuin menggantikan Khalid tentunya. Jika kamu mau, kamu yang akan menjaga keluarga Khalid. Bawa mereka ke kerajaan. Beri mereka kelayakan hidup, selama ini mereka hanya hidup pas-pasan. Bahkan aku tak sanggup menceritakan padamu hasil kerja asistenku untuk menyelidiki kehidupan mereka,” ujar Raja Malik.


“Apa aku harus membawa mereka ke Arab?” tanya Salim.


“Tentu, bukankah dia istri kakakmu. Yang tandanya dia juga termasuk keluargamu,” ucap Raja Malik yakin.


“Aku tau tapi apa abi mengijinkannya?” tanyanya pelan menatap Raja Malik.


Raja Malik terdiam, dia mengalihkan pandanganya. Menatap sendu ke arah depan.


“Aku berdoa semoga abimu bisa menerima mereka dan mau berdamai dengan masa lalu.”


“Semua ini begitu menyakitkan semua pihak, namun bagaimanapun ini juga kesalahan mereka. Abimu, umimu, dan Khalid juga bersalah. Abimu kekeh tak merestui karena Angel orang biasa tanpa kasta dan saat itu agamanya juga beda. Lalu Khalid yang begitu sangat mencintai Angel hingga dia lebih memilih pergi. Itu semua sudah bisa dijadikan pelajaran kan, mengingat kejadian sekarang saja semoga bisa mengetuk hati abimu ” sambung Raja Malik.


Raja Salim terdiam. Memang benar ini juga salah kedua orang tua dan kakaknya. Tapi menurutnya kebanyakan ini akibat keegoisan abinya. Salim juga tak menyangka jika akan begini ceritanya. Kepalanya terasa lelah, dia berpamitan beristirahat ke kamarnya dan meninggalkan Raja Malik sendiri.


---*---


Dirumah Aqila.


Semenjak kepulangan dari makam, mama Angel langsung mengurung diri di kamar. Wanita itu hanya tidur diatas ranjang sambil memeluk pakaian suaminya. Tak lupa foto mereka juga bertebaran diatas ranjang.


Tak ada tangisan sudah, hanya tinggal sesegukannya saja. Sepertinya Mama Angel melampiaskan segala sakit hati, keresahan hati yang ia tahan sejak tadi diatas ranjang.


Tadi setelah dia masuk kamar dan langsung menguncinya. Dia menangis kencang dengan berjalan mengambil kotak peninggalan pribadinya dan sang suami.


Memang seperti itulah jadinya, jika ia begitu merindukan suaminya. Ia akan memeluk hingga ia lelah dan tertidur.


Tak lama suara ketukan pintu membuat Mama Angel terbangun.

__ADS_1


Tok tok tok.


“Assalamu’alaykum ma,” salam Aqila dari luar.


Mama Angel mengucek matanya dan melihat jam dinding dikamar. Jam sudah menunjukkan pukul setengah 2 siang itu tandanya dia melewatkan sholat dhuhur. Dia segera berdiri dan membukakan pintu.


Disana Aqila berdiri mematung membawa nampan berisi sepiring nasi. Aqila menatap tak percaya. Mata membengkak, hidung memerah, rambut berantakan dan juga baju yang kusuh.


Ia yakini mamanya habis menangis. Namun dia memilih diam dan menatap mamanya dengan tersenyum.


“Aqila dateng buat bawain mama makan siang,” ucapnya lembut.


“Ah iya bawa masuk nak,” perintah Mama Angel.


Aqila berjalan masuk dan melirik ke atas ranjang. Dadanya bergemuruh melihat foto berserakan dan pakaian yang pernah ia lihat sekali itu. Ia masih mengingat jika itu milik almarhum papanya.


Dia hanya bisa menghela nafas berat lalu duduk disofa kamar mamanya.


Mama Angel lalu berpamitan untuk sholat dhuhur terlebih dahulu, setelah selesai dia menghampiri sang anak di sofa.


“Ayo mama makan dulu,” pinta Aqila.


“Taruh aja disana sayang, mama gak selera makan,” sahut Mama Angel.


Aqila menatap mamanya lekat dan tentu saja Mama Angel balas menatap putri ketiganya itu.


“Kalau mama gak mau makan hanya karena mama berfikir kita akan meninggalkan mama itu salah ma. Mama buang jauh-jauh pemikiran itu. Aku dan kakak gak bakal ninggalin mama sedikitpun,” ujar Aqila yakin.


“Serius nak?” tanya Mama Angel.


“Serius ma, memang Aqila dan kakak menginginkan kita bisa bersatu dan berkumpul bersama mereka ma. Mungkin itu akan sangat membahagiakan bagi kami jika kita bisa berkumpul bersama dalam satu rumah. Namun jika mereka meminta aku dan kakak meninggalkan mama itu tidak akan pernah,” ucap Aqila mantap.


Mama Angel langsung tersenyum dan memeluk putrinya itu. Rasa takut dan cemasnya mulai menguap. Ia sudah yakin jika ketiga anaknya tak akan meninggalkannya.


Aqila mulai menyuapi mamanya dengan lahap. Makanan itu tandas sampai tak bersisa. Aqila bersyukur mamanya kembali lagi. Tak ada raut ketakutan sudah diwajahnya. Namun tanpa mereka sadari, sejak tadi obrolan mereka didengarkan oleh seseorang di balik pintu.


----*----


Hayoo siapa yang nguping yah.


Udah kemarin sehari menguras emosi yah penuh. Author aja yang nulis kemarin nangis juga hihi.

__ADS_1


Baperan emang emak ini yah.


JANGAN LUPA GUYS LIKE, KOMEN DAN VOTENYA YAH.


__ADS_2