Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 90


__ADS_3

“Terimakasih Ya Allah. Hikmah dari semua ujianmu begitu indah. Tinggal satu langkah lagi satu langkah lagi menuju halal.” ~Aqila Kanaira Putri Cullen~


.


.


.


Setelah lama terdiam, Aqila tersenyum lalu mendekat ke arah sofa. Duduk disamping kakak iparnya dan menatap ke arah dua lelaki yang sudah lama tak bertemu dengannya.


“Hay kak apa kabar?” tanya Aqila ramah.


Aqila bersikap seperti mereka tak pernah ada hubungan. Bahkan terkesan seperti hubungan kakak dan adik.


“Kami baik. Kamu apa kabar La?” sahut Alex.


Alex lebih memilih menjawab karena ia melirik James yang terlihat masih tertegun tak percaya bisa bertemu wanita yang masih bersemayam dalam hatinya. Namun selama ini ia sudah berusaha melupakan gadis itu.


Setelah terakhir bertemu dengan Aqila, James benar-benar menepati ucapannya. Dia menikahi Luna secara resmi dan sekarang Luna hamil masuk trimester ketiga.


Namun James tak pernah berfikir akan bertemu lagi dengan gadis itu dan lihatlah sekarang. Gadis itu semakin cantik. Bahkan terlihat semakin sempurna dimatanya. Dalam hati James merasa menyesal atas perbuatannya dulu. Namun ia mencoba bersikap wajar dan tenang agar tak ada kecanggungan diantara mereka.


“Aku baik kak,” sahut Aqila.


“Kamu tinggal dimana sekarang?” tanya Alex.


“Tinggal disamping rumah Kak Kevin,” sahut Aqila menatap kakak iparnya.


“Tapi kemarin-kemarin aku anter berkas ke rumah Kevin kamu kok gak ada yah?” tanya Alex mengernyitkan alisnya.


“Iya aku beberapa bulan yang lalu sempat tinggal di Brunei dan sekarang kembali,” ucap Aqila.


Obrolan mereka berlanjut namun tetap saja James hanya menjadi pendengar. Dirinya bingung harus berbicara apa dan Aqila juga tak memaksanya. Kevin sendiri takjub dan bangga pada Adik iparnya yang sangat mudah memaafkan orang bahkan terlalu mudah iba dan selalu mengutamakan kebahagiaan orang lain.


Obrolan mereka terputus karena makanan mereka sudah mulai dingin. Mereka mulai menyantap makan siang mereka dengan lahap hingga tandas. Setelah selesai mereka mulai melanjutkan obrolan mengenai perusahaan.


Hingga akhirnya obrolan itu berhenti sejenak karena ponsel Kevin berbunyi. Kevin segera mengambil ponselnya dan melihat siapa yang memanggilnya di jam kerja seperti ini.


My wife.


“Ya sayang,” sahut Kevin.


“....”


“Aku akan pulang sebentar lagi dengan Qila,” ujar Kevin.


“....”


“Sudah baru saja kita selesai makan.”

__ADS_1


“....”


“Baiklah sayang aku akan segera pulang.”


Kevin menutup panggilan dan segera kembali ke kursinya. Aqila mengawasi gerak gerik Kevin hingga kakak iparnya menyadari itu.


“Kakakmu bilang kita disuruh pulang cepet,” ucap Kevin saat tau Aqila sedang memperhatikannya.


“Lah untuk apa?”


“Katanya untuk mencoba pakaian seragam kita buat nanti malam dek,” ujar Kevin.


“Ya tuhan udah keburu masih sempet pakek seragam,” gerutu Aqila.


“Kamu gak tau kakakmu aja La.”


“Memang jadi nanti ta Vin?” tanya Rudi ikut bertanya.


“Iya lah, si Khali udah gak sabar. Masak iya dia minta tadi pagi yang benar aja,” ucap Kevin sambil menggelengkan kepalanya.


“Hahaha dia udah tergila-gila sama kamu La ” ujar Rudi tertawa terbahak.


James dan Alex yang tak tau apa-apa merasa bingung. Tapi mereka mengamati percakapan ketiganya yang sepertinya tersangka utamanya adalah Aqila.


“Kenapa Lex?” tanya Kevin setelah ia capek tertawa.


“Oh itu, Aqila nanti malam mau dilamar dia.” ujar Kevin enteng.


Deg.


Jantung James seperti berhenti berdetak bahkan dia seperti kesulitan bernafas. Apa dia tak salah dengar. Gadis yang masih ia cintai ingin menikah dan lihatlah wajah Aqila begitu terlihat bahagia. James mencoba mengatur nafasnya agar tak mencurigakan seluruh orang disana.


“serius La?” tanya Alex bahagia.


“Iya kak.” Aqila mengangguk.


“Wah selamat yah.”


“Makasih kak,” sahut Aqila.


James juga tak luput memberikan ucapan selamat dan mendoakan kebahagiaan untuk Aqila dan calon suaminya. Hingga akhirnya percakapan penting itu berakhir dan Aqila sekaligus Kevin segera meninggalkan perusahaan.


---*---


Malam harinya.


Setelah sholat magrib, Aqila segera menyiapkan dirinya. Dia mulai merias wajahnya dengan make up tipis. Setelah selesai dia mulai menatap wajahnya pada cermin. Dia tersenyum bahagia, dalam hati ia tak lupa mengucapkan syukur pada allah atas semua yang telah allah berikan padanya.


Ternyata perjalanan cintanya selama ini membuahkan hasil yang indah. Mungkin dia dulu harus mengalah dan ikhlas hingga akhirnya Allah mempertemukannya dengan seseorang yang benar-benar tulus kepadanya.

__ADS_1


Suara ketukan pintu membuat Aqila tersadar akan lamunannya dan ia berjalan menuju pintu dan membukanya. Disana ada mama dan neneknya berdiri dengan pakaian seragam gamis yang mewah dan indah.


“Masya allah cucu nenek cantik,” ujar Ratu Fatimah lalu memeluk Aqila.


“Makasih nek,” sahutnya pelan.


Mama Angel tersenyum tulus. Ia menahan laju air matanya. Tak menyangka jika anak kecilnya sudah menjadi dewasa dan akan dipinang. Mama Angel segera memeluk putri ketiganya setelah Ratu Fatimah melepaskan pelukannya.


Setelah pelukannya terlepas, ketiganya berjalan menuju ranjang Aqila. Mama Angel memandangi wajah anaknya yang terlihat begitu bahagia.


“Mama doakan semuanya lancar sampai hari h sayang,” ucapnya tulus.


“Makasih ma, Aqila juga mau ngucapin makasih karena mama sudah mau merawat Aqila sampai sekarang meski dengan keterbatasan hidup kita dulu,” lirih Aqila dengan menitikkan air matanya.


Kedua anak dan ibu itu saling berpelukan hingga membuat Ratu Fatimah yang melihatnya semakin bersalah. Saat Aqila menyadari jika ada neneknya dia lalu melepaskan pelukannya dan mengapit lengan kedua wanita yang begitu ia sayangi.


“Sekarang Aqila udah bahagia. Semuanya udah kumpul dan akur. Ditambah sebentar lagi bakalan ada anggota baru di keluarga kita ma jadi Aqila banyak-banyak bersyukur sama allah sekarang,” ucap Aqila mantap.


Ketiganya sama-sama tersenyum hingga akhirnya Adel menghampiri kamar adiknya dan mengatakan jika keluarga Khali sudah sampai dan duduk di ruang tamu. Aqila berjalan diapit oleh mama sedangkan kakaknya Adel mendorong kursi roda neneknya.


Ratu Fatimah memang masih bisa berdiri namun jika terlalu lama punggungnya juga akan terasa sakit. Sesampai di ruang tamu. Khali terpana akan kecantikan Aqila. Bahkan Khali sampai tak berkedip.


“Ehem, tahan dulu kedip,” ejek Raja Salim.


Khali langsung menunduk malu lalu Aqila di di dudukkan di dekat kakek dan adik papanya. Setelah semua selesai dan duduk rapi mulailah Raja Malik mengutarakan niatnya.


“Sebelumnya, Kami dan keluarga kemari berniat untuk mengkhitbah putri anda untuk putra kami Khali,” ucap Raja Malik mantap.


Keluarga Aqila mengangguk dan tersenyum.


“Bagaimana apa keluarga Aqila mau menerima khitbah anak kami ini?” sambung Raja Malik penuh harap.


“Untuk jawaban ini, saya serahkan sepenuhnya kepada cucu saya Aqila,” ucap Raja Abdullah.


Ya atas permintaan Aqila. Dia meminta kakeknya yang akan mewakili ayahnya untuk menerima lamaran dari keluarga Khali. Tentu saja permintaan itu begitu membuat Raja Abdullah bahagia.


“Gimana nak?” tanya Raja Abdullah.


Aqila masih menunduk sambil meremas kedua tangannya. Ia ingin mengusir rasa gugup dan canggungnya ini. Mulai menarik nafas pendek-pendek dan mengangkat wajahnya perlahan.


“Ya allah ridhoi hubungan kami sampai hari h aamiin,” ucap Aqila dalam hati.


“Ya saya menerima,” ujar Aqila mantap.


“Alhamdulillah,” ucap semua orang bahagia.


Terlihat jelas rona bahagia di wajah semua orang. Aqila dan Khali hanya bisa berharap pada Allah untuk memudahkan segala urusan mereka sampai ke jenjang halal nantinya.


Akhirnya mereka mulai melanjutkan ke pembahasan tangga pernikahan, tapi sebelum itu author minta LIKE, KOMEN DAN VOTENYA DONG, HIHIHI.

__ADS_1


__ADS_2