Aqila Love Story

Aqila Love Story
Bab 26


__ADS_3

“Melihatmu dari foto saja hatiku sudah berdebar.” ~Rossa~


.


.


.


Ditempat lain seorang wanita paruh baya dengan penampilan yang super mewah terlihat menghadiri undangan makan malam bersama.


Ya wanita itu adalah Mama Rey. Ia berjalan dengan anggun menuju Restaurant tempat acara makan malamnya. Sejujurnya ia harus mengajak sang anak tapi sayangnya sang anak yang tak lain adalah Rey tak bisa dihubungi. Jadi mau tak mau Mama Rey jalan sendiri.


“Hai Ri apa kabar,” sapa Wanita paruh baya yang sudah menunggunya.


“Hai Ra, aku baik. Kamu sendiri?” tanya Mama Rey yaitu Ria dengan mencium kedua pipi temannya itu.


“Aku juga baik,” jawab Mama Clara. Ia seperti menatap dan mencari seseorang.


“Aku sendirian anakku sibuk dikantor,” ucap Mama Ria saat tau arti tatapan Mama Clara.


“Ah begitu. Sudah pasti anakmu sibuk banget yah,” ucap Mama Clara.


“Ya benar, anakmu mana?” tanya Mama Ria.


“Dia masih dikamar mandi sebentar lagi akan kesini,” ucap Mama Clara.


Tak lama seorang gadis yang wajahnya juga tak kalah cantik dari Aqila datang dengan sopan.


“Malam tante,” ujar gadis itu dengan mencium punggung tangan Mama Ria.


“Malam juga sayang ,kamu makin cantik ya. Padahal dulu kecilmu pipimu tirus,” seru Mama Ria.


“Itu kan pas dulu tante,” ucap gadis itu.


“Ah iya tante lupa namamu nak,” ucap Mama Ria dengan sedikit memukul dahinya.


“aku Rossa tante,” ucap Rossa.


“Ah iya Rossa. Hihi maaf ya tante lupa,” ucap Mama Ria dengan wajah penuh penyesalan.


“Tidak apa-apa tante,” Rossa menggeleng.


“Ahh sudah-sudah ayo kita makan malam,” ajak Mama Clara.


Akhirnya mereka makan malam dengan tenang dan sesekali Mama Ria menggoda Rossa.


“Anak tante gak ikut?” tanya Rossa setelah makanan mereka tandas.


“Enggak sayang. Anak tante lagi sibuk,” ucap Mama Ria.


“Lain kali tante pasti ajak,” ucap Mama Rey dengan tersenyum.


Rossa mengangguk dan mereka akhirnya mengobrol ringan. Sesekali terlihat wajah Rossa merona saat ia diberi foto Rey saat memakai jas.


“Ternyata kamu sudah setampan ini,” ucap Rossa dengan tersenyum.


“Sudah belasan tahun kita gak ketemu dan kamu gak cari aku,” sambung Rossa dalam hati.


---*---


Dirumah Aqila.


Setelah menempuh waktu setengah jam lebih akhirnya mobil yang mereka tumpangi telah sampai didepan pagar.


“Bunyikan klaksonnya,” suruh Aqila.


Rey menurut dan terlihat pintu pagar terbuka. Ia merasa takjub dengan rumah didepannya. Tanpa ia tahu bahwa rumah itu dulu tempat tinggal Adel.

__ADS_1


“Apa kamu mau masuk?” ajak Aqila.


Rey terdiam ia mencoba memikirkan dan akhirnya ia mengangguk. Dengan langkah beriringan mereka menuju pintu utama. Aqila dorong dan masuk.


“Assalamu’alaykum,” salam Aqila dan Rey.


“Wa’alay...” belum selesai mengucap salam Adel membulatkan matanya.


“Kamu,” tunjuk Adel dengan wajah kaget.


Begitupun Aqila ia bingung dengan situasi ini. Kenapa sang kakak seperti mengenal lelaki disampingnya.


“Kakak,” panggil Aqila manja.


Adel kembali sadar dan menatap ke Qila.


“Apa kakak dan dia saling kenal?” tanya Adel.


Adel mengangguk. “Dia teman kuliah kakak,” ujar Adel lembut kearah Aqila.


“Ohh jadi udah kenal,” Aqila mengangguk.


“Yaudah ayo masuk,” ajak Adel.


Adel dan Aqila bergandengan tangan. Untuk Rey ia mengekor dibelakang dua wanita itu. Hingga sampai di ruangan keluarga. Kevin yang sedang membaca koran mendengar langkah kaki pun mendongak. Ia terlonjak kaget melihat lelaki dibelakang istri dan adik iparnya.


“Lo ngapain disini?” tanya Kevin sarkas.


Rey masih diam ia canggung dengan situasi ini. Tapi bagaimana lagi ia tak bisa mundur lagi.


“Kak Kevin kenal?” tanya Aqila.


Kevin reflek menatap Aqila. “Iya sayang kakak kenal,” ucap Kevin lembut.


“Oh syukurlah jadi gak perlu canggung,” ucap Qila dengan senyum lega.


“Mama mana kak?” tanya Aqila.


Aqila mengangguk lalu ia menatap lelaki didepannya itu.


“Kamu tunggu sini dulu ya biar aku ganti baju,” pamit Aqila.


Rey lagi-lagi mengangguk. Lalu perlahan Aqila meninggalkan ruang keluarga dan masuk lift menuju kamarnya.


--*--


Diruang Keluarga.


Setelah kepergian Aqila, Kevin dan Adel menegakkan tubuhnya.


“Apa hubungan kalian?” tanya Adel to the point.


“Kami masih berteman,” ucap tenang Rey.


“Ah syukurlah, “gumam Adel lega.


“Tapi...” Rey masih menggantung dan itu membuat Adel menggeram.


“Aku sudah menyatakan cintaku untuknya,” ucap Rey.


“Apa!!” kaget Kevin dan Adel dengan mata melotot tajam dan mulut menganga.


“Apa kamu gila,” teriak Adel.


“Aku tidak gila Del, aku serius suka padanya,” ucap Rey mantap.


“Tapi lo tahu kan dia habis sakit hati,” lirih Adel.

__ADS_1


“Its oke gakpapa. Aku harus membuatnya bahagia saat ini,” ucap Rey.


“Tapi umur kalian jauh 12 tahun,” sarkas Adel.


Kevin menoleh ia setia mengusap punggung wanita itu.


“Namanya cinta tak memandang umur Del,” ucap Rey masih dengan raut wjaha tenang.


“Apa kamu bisa jamin kebahagiaannya?” tanya Adel.


Rey tersenyum dan segera mengangguk.


“Buktikan pada kami itu semua oke,” ucap Adel.


Akhirnya ketiga orang itu menghilangkan kecanggungan dan salin mengobrol. Hingga suara seseorang mendekat membuat mereka bertiga menatap kearah itu. Tiba-tiba senyum Rey merekah.


“Kamu cantik sayang,” puji Rey.


“Ih apaan sih, sayang sayang palamu peyang,” ucap Aqila dengan gelak tawa.


“Ehh udah bisa tawa,” ledek Rey.


“Nyebelin banget,” gerutu Aqila.


Dengan hangat keempatnya melanjutkan obrolan hingga waktu makan malam telah tertata rapi.


Mereka berempat berjalan menuju meja makan tetapi Aqila pamit menyusul sang mama terlebih dahulu.


Dengan langkah santai Aqila mengetuk pintu si kembar dan masuk.


“Mama ayo makan,” ajak Aqila.


“Emmm mama sebentar lagi. Mama pengen makan sama mereka,” pinta Mama Angel.


“Ayolah ma, Aku juga pengen kenalin mama sama seseorang,” pinta Aqila dengan wajah memohon.


“Seseorang? Siapa sayang?” tanya Mama Angel.


“Mangkanya ayo mama ikut.”


Akhirnya Mama Angel ikut setelah menitipkan si kembar pada pengasuhnya. Mereka keluar dan menuju meja makan. Terlihat seorang lelaki gagah dan tampan duduk. Dan ketika melihat Aqila bersama mamanya berjalan menuju arahnya Rey berdiri. Dan mencium punggung tangan Mama Angel.


“Saya Rey tante,” ucap Rey sopan.


“Jangan panggil tante dong. Panggil mama aja oke ” pinta Mama Angel.


Aqila mematung dan kaget.


“Secepat itu mama akrab sama dia,” gumam Aqila dalam hati.


Rey tertawa kecil dan mengangguk. “Iya Ma” ucap Rey.


“Ehem ayo duduk Rey, sepertinya sebentar lagi posisi menantu kesayangan untukku bakalan tergeser,” ledek Kevin.


Adel menyubit pelan lengan Kevin menbuat semua orang tertawa.


“Ada-ada aja kamu mas,” gerutu Adel.


“Kan bener yang liat itu, Rey akrab sama mama,” ucapnya.


“Udah-udah ayo duduk semua ” suruh Mama Angel.


Akhirnya semua makan dengan tenang dan sunyi. Tak ada yang bersuara hanya bunyi denting sendok saja yang terdengar.


--*--


Dengan part ini bagaimana.

__ADS_1


***Ayo jangan lupa like ,komen, vote yang banyak.


Hari senin loh guys ayo vote***


__ADS_2