
Setelah sarapan para relawan mulai berkeliling rumah sakit. Para relawan lelaki juga sedikit membantu mengangkat barang-barang berat yang mereka bawa. Sedangka para wanita membantu dengan mengecek kondisi pasien dan warga yang berada didaerah rumah sakit.
Aqila dengan telaten memeriksa sekumpulan anak kecil yang sedang bermain bersama. Senyum manis dibibir mungil mereka membuat Aqila tersenyum. Ternyata meski keadaan mereka seperti ini tapi tawa bahagia mereka masih bermunculan disana.
Dan selama di Palestina, sama sekali Aqila tak mengingat semua kejadian di Jakarta. Dia benar-benar melupakan semuanya dan mengisinya dengan berbagai acara di Palestina. Bahkan dia banyak menghabiskan bermain bersama anak-anak disana.
Seperti sekarang, siang ini jadwal Aqila membantu para perempuan untuk memasak. Ia memasuki sebuah ruangan yang sudah disulap menjadi seperti dapur.
“Assalamu’alaykum,” salam Aqila.
“Wa’alaykumsalam,” jawab mereka serempak.
“Hal adayaqak?” ucap Aqila sopan.
(Apa saya mengganggu?)
“Ealaa al’iitlaq,” saut salah satu perempuan sambil tersenyum ramah pada Aqila.
(Tidak sama sekali)
“Hal bi’iimkani musaeadatak?” tanya Aqila.
(Bolehkah saya membantu?)
“Bialtaakid” seru perempuan lain.
(Tentu saja)
Akhirnya Aqila bergabung disana, jadwal makan siang mereka dengan daging kali ini. Jika di Indonesia makan malam dan sarapan pagi akan menjadi jadwal makan yang paling dominan, tidak dengan Palestina. Hal besarnya berada di makan siang.
Orang Palestina makan beberapa kali di siang hari, dengan makan siang menjadi acara makan yang terbesar. Gaya memasak sangat bervariasi menurut wilayah dan setiap jenis gaya memasak dan bahan-bahan yang digunakan umumnya didasarkan pada iklim dan lokasi dari daerah tertentu dan pada tradisi.
Beras dan variasi kibbee yang umum di daerah Galilea, Tepi Barat melibatkan terutama dalam makanan berat yang melibatkan penggunaan taboon, roti beras dan daging dan penduduk dataran pesisir lebih sering mengkomsumsi ikan serta makanan laut lainnya dan juga kacang lentil, penduduk Gaza juga cukup banyak mengkonsumsi cabai. Makanan biasanya dimakan di rumah, tetapi makan di luar telah menjadi hal yang menonjol terutama untuk makan makanan ringan seperti salad, roti dan daging tusuk celup yang disajikan.
Akhirnya setelah berkutat agak lama makan siang besar itu jadi. Aqila keluar dan kembali keruangannya tempat ia istirahat. Ia melihat beberapa tas berjejer. Aqila segera mengambil pakaian ganti dan mandi karena ia akan melaksanakan sholat dhuhurnya.
--*--
Ditempat lain.
Seorang lelaki tampan dan gagah turun dari pesawat pribadinya. Semua orang menunduk hormat ketika lelaki itu berjalan turun. Bahkan tak ada seorang pun yang berani menatap wajah tampan bak dewa yunani itu.
Dia berjalan dengan diikuti beberapa bodyguard sekaligus tangan kanannya.
“Apa semua aman?” tanya lelaki itu.
__ADS_1
“Aman tuan,” jawab asisten pribadinya.
“Tujuan kita kemana?” tanya lelaki itu ketika mobil mereka mulai berjalan.
Konvoi 4 mobil itu berjalan dengan kecepatan sedang. Seorang lelaki berkuasa dan gagah siapa lagi kalau bukan Pangeran Khalifah Mateen. Pangeran asal salah satu negara di Asia Tenggara. Pangeran yang kerap dipanggil Pangeran Khali (Hali) itu memang orangnya ramah, baik dan sangat menjaga kehormatan seorang wanita. Maka dari itu dia sangat menjaga sentuhan fisik dari para wanita.
Selain rupawan sang pangeran juga termasuk lelaki yang taat beragama, bahkan dia tidak pernah meninggalkan wajib dan sunnah dalam beragama. Pangeran Khali termasuk pengusaha kaya raya yang bisnisnya sudah meraja lela diseluruh dunia. Pintar dalam bekerja dan paham situasi di setiap keadaan.
Bahkan Pangeran Khali selalu mencari identitas setiap rekan kerja yang akan ia lakukan kerja sama. Sahamnya berada dimana-mana bahkan sampai ia harus berkeliling dunia untuk mengecek setiap kondisi usaha dan perusahaannya.
“Tujuan kita ke Rumah Sakit Indonesia tuan yang berada di daerah Gaza, disana kemarin juga para relawan asal Indonesia sudah datang,” jawab Asisten Ibra.
Asisten Ibra atau nama panjangnya Ibrahim itu adalah orang kepercayaan sekaligus menjadi asisten dan sekretaris dari Pangeran Khali. Wajahnya tak kalah tampan tapi dari sifat perbedaan keduanya adalah Pangeran lebih lembut tidak dengan Asisten Ibra yang dingin jika pada orang lain.
“Baiklah, aku akan istirahat nanti jika sampai bangunkan aku,” ucap Pangeran Khali.
“Siap tuan,” Ibra mengangguk.
--*--
Akhirnya perjalanan panjang itu telah sampai menjelang sore hari di pelataran rumah sakit. Pangeran Khali dan Asisten Ibrahim keluar dari mobil dan disambut oleh para anak kecil yang senang ketika ia kedatangan tamu itu. Ir. Halim pun juga ikut menyambut kedatangan Pangeran Khali.
“Assalamu’alaykum Tuan Khali,” ucap sopan Ir. Halim sambil menunduk.
“Alhamdulillah tuan bisa sampai kesini dengan selamat,” ucap Ir. Halim.
“Alhamdulillah allah masih memberikan kemudahan saya dan rombongan sampai disini,” saut Pangeran Khali dengan tenang.
Semua orang mengangguk.
“Tuan Khali kemari juga membawa sembako dan beberapa peralatan yang dibutuhkan,” seru Asisten Ibrahim.
“Masya Allah terimakasih banyak Tuan atas sedekah anda,” ucap syukur salah satu Rakyat Palestina yang bertanggung jawab di Rumah Sakit.
“Tolong panggilkan semua orang untuk memindahkan sembakonya ya Tuan Halim,” ucap sopan Asisten Ibrahim.
Ir. Halim mengangguk lalu dia masuk, setelah beberapa saat akhirnya dia keluar dengan para relawan lelaki yang juga rombongan Aqila.
Semua lelaki membantu memindahkan sembako yang banyak itu dan dibawa secara gotong royong didalam rumah sakit.
Di waktu yang bersamaan.
Sore ini jadwal Aqila mengecek keadaan anak-anak kecil di rumah sakit. Dia keluar ke pelataran untuk memanggil anak-anak itu.
“Assalamu’alaykum,” ucap salam Aqila sambil tersenyum manis pada anak-anak yang sedang menatap pada orang-orang yang memindahkan sembako itu.
__ADS_1
“Wa’alaykumsalam,” saut semua anak.
“Taeal alan 'udkhil fi alaikhtiar,” ajak Aqila.
(Ayo sekarang masuk kedalam untuk diperiksa)
Semua anak-anak itu mengacungkan jempolnya dan mulai berjalan masuk. Perhatian Aqila beralih pada sosok lelaki tampan yang berdiri diam didekat anak-anak tadi.
Lelaki memakai pakaian biasa dan terkesan santai tetapi ketampanannya tak luntur sama sekali. Aqila heran kenapa hanya lelaki ini yang bersantai dan bersama lelaki dibelakangnya itu. Sedangkan mereka melihat para relawan sedang kerepotan memindahkan barang kedalam.
Aqila yang melihat geram sendiri. Bagaimana bisa dua orang lelaki bersantai dan tak memiliki niatan untuk membantu yang lain. Aqila berjalan mendatangi keduanya.
“Hey tuan, daripada anda diam disini lebih baik anda membantu para pria disitu. Cuma melihat saja tidak akan membantu,” Gerutu Aqila menatap tajam pada kedua lelaki itu.
Lelaki yang berada dibelakang itu maju sedikit dan mengeluarkan suara.
“Maaf nona anda,” belum selesai bicara Pangeran Khali segera mengangkat tangan kanannya keatas pertanda untuk diam.
Pangeran Khali menatap wajah cantik Aqila yang terlihat ditekuk itu.
“Baiklah nona, maafkan saya. Saya akan membantu mereka,” ucap Pangeran Khali sambil sedikit menunduk.
“Ya bagus kalau seperti itu. Lebih baik memang, ya sudah jangan lupa cepat bantuin. Assalamu’alaykum,” setelah itu Aqila pergi meninggalan Pangeran Khali yang sedang mematung menatap kepergian Aqila.
“Maaf tuan anda baik-baik saja?” tanya Asisten Ibrahim.
Bagaimana tidak khawatir seorang Pangeran diberi perintah oleh seorang wanita yang tak dikenal. Jelas saja Asisten Ibrahim ingin marah tetapi untung saja Pangeran Khali menahannya.
“Aku baik-baik saja,” ucap Pangeran Khali masih menatap punggung Aqila yang mulai hilang.
“Apa saya harus memberi wanita itu hukuman?” tanya Ibra hati-hati.
“Tidak perlu, saya suka cara dia melihat saya Ibra. Hanya dia wanita yang menganggap saya sebagai seorang lelaki biasa. Bahkan dia hanya menatap saya sekilas lalu menunduk,” ucap Khali.
Ibrahim memilih diam. Ia juga tak tau harus menjawab apa. Akhirnya Pangeran Khali dan Asisten Ibra masuk kedalam Rumah Sakit ketika semua barang sembako telah tertata rapi di dalam.
---*---
Selamat membaca🤗
My Prince hadir deh, Baek-baek disini ya my prince.
Jangan lupa kumpulin vote buat voting besok ya. LIKE nya jangan lupa.
Mohon maaf kalau hari ini gak sesuai jadwal updatenya. Karena proses review memakan waktu diluar dugaan. Mohon maaf readers tercinta😚
__ADS_1