
“Ketika mengingat kenangan buruk itu, entah kenapa sungguh membuat dadaku sesak. Bahkan aku tak percaya jika saat ini kau telah meninggalkanku untuk selamanya.” ~Raja Malik~
.
.
.
Aqila hanya menatap tak percaya, lelaki didepannya bisa bersikap seperti itu ternyata. Tanpa memikirkan apa yang dilakukan Ibra saat ini, Khali langsung menyuruhnya kesana. Senyum kecil melekat dibibir Aqila dan Khali melihatnya.
“Kenapa senyum-senyum?” tanya Khali.
“Ehh, enggak kenapa-kenapa.” Aqila gelagapan.
“Yakin gakpapa?” tanya Khali.
“Iya gakpapa,” sahut Aqila.
“Bukan senyum-senyum untukku kan?” tebak Khali.
Mata Adel membulat sempurna, bagaimana bisa lelaki didepannya ini mengerti. Apa dia memiliki ilmu untuk membaca pikiran orang batin Aqila.
“Ya sudah ayo masuk,” ajak Aqila mengalihkan ucapan Khali.
“Ibra kan belum dateng,” celetuk Khali.
“Oh iya lupa.” Aqila menepuk jidatnya sendiri.
Mereka tetap menunggu di lobby apartmen. Terlihat dari depan sebuah mobil sport seperti tadi saat menjemputnya. Keluarlah Ibra dengan memakai pakaian santainya namun masih sopan.
“Maaf tuan jika saya terlambat,” ujar Ibra sambil menunduk hormat.
“Telat satu menit. Untuk kali ini aku maafkan,” ujar Khali.
Aqila hanya tersenyum miris karena dia, Ibra menjadi seperti ini. Padahal tadi dia hanya basa-basi. Ketiganya segera berjalan menuju ke lift. Didalam lift, Aqila mengirim pesan pada Dini agar datang apartemennya, untuk menemani dirinya dan segera dibales setuju oleh Dini.
Ting.
Pintu lift terbuka.
Mereka segera keluar dari lift dan menuju hunian Aqila. Didepan pintu sana, sudah ada Dini berdiri tegak menunggu mereka dengan tersenyum. Ditangan kanannya terdapat ponsel dan ditangan kiri, ada satu plastik yang Aqila yakini jika itu makanan ringan.
Aqila mulai memasukkan passwordnya dan segera menyuruh masuk para tamunya. Khali dan Ibra segera duduk di sofa. Sedangkan Dini dan Aqila ke dapur untuk membuatkan minumannya.
“Kok bisa sih si pangeran ke sini?” tanya Dini.
“Ntar aku ceritain,” ucap Aqila.
Dini mengangguk, mereka membuatkan teh hijau yang mereka bawa dari Indonesia. Dengan pelan Aqila membawa nampan dengan empat gelas teh hijau. Sedangkan Dini membawa makanan ringan.
__ADS_1
“Silahkan dinikmati,” ujar Aqila sopan.
Kedua gadis itu duduk diseberang sofa tempat kedua lelaki tampan duduk. Dini dan Ibra juga saling berkenalan. Terlihat dari wajah Dini, jika gadis itu mengagumi Ibra diam-diam. Namun sayangnya Ibra tipe lelaki yang dingin, jadi dia hanya acuh.
Keempatnya memulai obrolan ringan di malam itu. Membahas tentang pekerjaan bisnis yang dikerjakan Aqila ketika membantu Kevin dan juga perihal kerja sama mereka. Hanya Dini seorang yang cuma menjadi pendengar yang baik dari ketiganya.
---*---
Istana Nurul Amin.
Sepulangnya Aqila, Raja Malik segera masuk ke ruang kerjanya diikuti oleh asisten pribadinya.
“Bagaimana?” tanya Raja Malik.
“Iya tuan, ternyata memang benar dia putri kandung dari pasangan Tuan Khalid dan Nona Angel,” ujarnya menjelaskan.
“Apa kamu mendapat info tentang orang tua gadis itu?” tanyanya lagi.
“Untuk Nona Angel, dia alhamdulillah masih hidup dan tinggal bersama anak ketiganya. Sedangkan Tuan Khalid beliau ternyata sudah....,” Asisten Raja masih mengantung ucapannya.
“Meninggal?” lirih Raja Malik.
“I...iya tuan,” ucap asistennya bernama Haki dengan menunduk.
“Innalillahi wainna ilaihi raji’un.” Raja Malik menunduk.
“Keluarlah Haki,” perintahnya.
Asisten Haki pamit undur diri dan segera keluar dari ruang kerja Raja. Raja Malik segera membalikkan kursinya dan menatap taman yang terlihat dari jendela ruangannya.
Memejamkan matanya untuk menahan gejolak hatinya yang mulai menaik. Tanpa sadar air matanya sudah menetes. Bahkan dirinya mulai menangis saat mengingat kenangannya ketika berumur 25 tahun.
🍵🍵🍵
Dulu ada dua orang pemuda berumur 25 tahun yang memiliki wajah tampan. Keturunan sama-sama pewaris kerajaan. Yang satu pewaris kerajaan Brunei dan yang satu pewaris kerajaan Saudi Arabiah. Kedua lelaki gagah perkasa, kuat dan kaya raya itu digandrungi banyak putri-putri kerajaan pada masanya.
Kedua lelaki yang memiliki wajah berbeda ras. Yang satu memiliki wajah bule dan yang satu memiliki wajah kearaban. Dua orang berbeda namun memiliki ikatan kuat sebuah persahabatan.
Kedua orang lelaki itu dulu sering dipanggil Pangeran Khalid dan Pangeran Malik. Keduanya sudah seperti kakak adik. Meski keduanya berpisah negara namun mereka selalu bersama. Karena apa? Karena kedua keluarga yang sudah dekat bahkan menjalin hubungan baik.
Suatu hari ketika keduanya berumur 30 tahun. Mereka sudah harus memiliki pasangan dan harus menikah dengan seorang putri kerajaan. Karena memang seorang pewaris tahta harus mau menikah dengan seorang gadis bangsawan dan keturunan kerajaan.
Untuk Pangeran Malik dulu sudah memiliki kekasih yaitu Putri Mayra. Seorang putri dari Kerajaan Qatar. Sedangkan untuk Pangeran Khalid. Pemuda itu memiliki kekasih yaitu Angel, namun kekasihnya berasal dari seorang gadis biasa yang bekerja sebagai Dokter. Sayang agama keduanya berbeda. Pangeran Khalid yang beragama islam dan Angel beragama Kristen.
Hubungan antara Pangeran Khalid dan Angel tak ada yang mengetahui. Hanya satu orang saja yang tau yaitu Pangeran Malik.
Hingga tiba masanya, semua putri kerajaan datang ke Kerajaan Arab untuk mengirim surat cinta dan lamaran untuk seorang putra mahkota kerajaan penerus Kerajaan Arab yang tersohor.
Di hari itu, Pangeran Edward memberanikan diri untuk berbicara jujur kepada keluarga tentang hubungannya. Mengirim pesan pada kekasihnya agar datang ke istana untuk membongkar identitas hubungan mereka.
__ADS_1
“Apa kamu yakin sayang?” tanya Angel takut.
“Aku yakin sayang. Untuk apa aku ragu. Kamu saja yakin untuk berpindah agama bersamaku,” ucap yakin Pangeran Khalid.
Angel tersenyum dan mengikuti langkah kaki kekasihnya. Berjalan bersama dengan bergandengan tangan menuju ruang keluarga. Disana sudah ada pasangan paruh baya yaitu orang tua Pangeran Khalid.
Kedatangan mereka tentu saja membuat Ibunda Ratu dari Khalid berdiri bahkan Ayahanda Khalid juga ikut berdiri.
“Assalamu'alaykum Ayahanda dan Ibunda,” ucap Khalid dan Angel serentak sambil menunduk hormat.
“Wa’alaykumsalam nak,” sahut keduanya.
“Siapa wanita ini?” tanya Ratu Arab pada putra pertamanya.
“Khalid kesini ingin membicarakan suatu hal dengan ayah dan bunda,” ujar Khalid tanpa membalas ucapan bundanya.
Kedua orang tua Khalid duduk dan diikuti oleh Angel dan Khalid. Ratu masih menatap kedua tangan yang saling menggenggam erat itu. Bahkan Raja juga sudah tak sabar dengan apa yang akan diucapkan oleh anaknya itu.
“Khalid kesini ingin meminta restu untuk menikahi Angel ayah. Gadis disamping Khalid adalah kekasih Khalid,” ucap Khalid tenang.
“Apaa!” teriak Raja Murka.
“Ayah gak salah dengar?” Sambung Raja dengan nada tinggi.
“Tidak ayah, Khalid sudah bilang. Khalid ingin menikahi Angel dan dia juga sudah siap untuk merubah agamanya Islam sama denganku.”
“Astagfirullah,” ucap Ratu merasa shock.
“Ingat kamu Khalid,” seru Raja dengan mengangkat telunjuknya.
“Kamu adalah putra mahkota, penerus Kerajaan Arab ini. Jadi kamu harus menikah dengan seorang ratu yang sepadan denganmu. Ingat itu,” ujar Raja masih dengan nada tinggi.
“Tapi Khalid tidak mau ayah, Khalid sudah memiliki pasangan dan hanya Angel yang akan Khalid nikahi,” seru Khalid ikut berdiri dan menarik tangan Angel mendekat ketubuhnya.
“Kamu mau durhaka pada Ayah?” teriak Raja.
---*---
Maafkan aku yang uploadnya telat banget. Ampun anak udah umur 1 tahun makin katif banget, mau ngetik pakek laptop, laptopnya udah jadi tarik-tarikan sama si kecil. Pakek hp juga sama diriwehin sama dia.
Jadinya ngetiknya nunggu dia tidur. Maaf yah.
Tapi semoga saja ini mengobati rasa penasaran kalian yah. Rasa ketakutan dan terka-terka kalian. Hihihi.
Puas gak? Lega juga?
Rahasia ini di novel JODOH PILIHAN MAMA gak aku bongkar. Baru disini aku bongkar karena memang sudah aku sett begini. Aku kan sudah bilang alur ini ku buat saat masih nulis novel JPM.
JANGAN LUPA NANTI MALAM AJA KALIAN VOTE YAH, LIKE YANG BANYAK UYY SAMA KOMEN.
__ADS_1