Aqila Love Story

Aqila Love Story
Bab 39


__ADS_3

“Bahkan aku bisa bersumpah jika anak ini memang benar darah dagingmu sendiri.” ~Luna~


.


.


.


“Aku lagi ngandung anak kamu James,” seru Luna.


James menegang. Dia mematung setelah mendengar kata ngandung anak James. Apa maksutnya semua ini pikir James.


James segera menatap Luna dengan tajam.


“Itu pasti bukan anak aku kan,” ucap James menghampiri Luna dan menggoyang bahu Luna.


“Sayangnya ini benar. Ini anak kamu,” ucap Luna.


“Gak mungkin gak,” James menggeleng.


“Apanya yang gak mungkin, kita terakhir ngelakuin kamu tanpa pengaman. Apa kamu lupa hah?” teriak Luna.


“Gue gak percaya, apa lo lupa lo ******, lu bahkan tidur dengan banyak lelaki karena lo jadi anak buah Dena yakan!” James menggeram.


“Tapi selama gue kerja, semua pelanggan gue pakek pengaman James,” teriak Luna.


“Gue tetep gak percaya itu pasti bukan anak gue,” seru James.


“Kalau lo tetep gak percaya oke kita lakuin Tes DNA,” tantang Luna.


James menatap tajam Luna. “Oke kita tes DNA kalau ini anak bukan anak gue. Lo urus sendiri,” ucap sarkas James.


Luna mengangguk dia tenang. Karena memang yang dikatakannya benar. Terakhir kali dia berhubungan intim setelah di jual oleh Mami Dena, pelanggannya memakai pengaman semua. Dan terakhir hanya dengan James dia tanpa pengaman.


--*--


Dan benar, siang itu Alex, James dan Luna melakukan tes DNA. Tetapi mereka harus menunggu hasilnya selama 2 minggu tapi karena kuasa bantuan Alex yang memiliki orang dalam dan apalagi dengan uang membuat mereka bisa mendapatkan dengan cepat.


Bagaimanapun jangan lupakan Alex dan James adalah orang kepercayaan Kevin dulu. Dan sekarang tinggal Alex saja orang kepercayaan itu. Gaji dari Kevin pun tak pernah main-main. Itu yang membuat hidup Alex makmur meski kerjaannya hanya untuk Kevin dan bermain dengan banyak wanita tanpa berniat menikahinya.


Setelah selesai dari rumah sakit mereka semua kembali kerumah Alex dan Luna pun juga ikut.


James mendengus kesal dengan kehadiran wanita itu. Wanita tak tau malu dengan seenaknya datang dan Alex sendiri hanya bisa pasrah dengan kehadiran Luna itu.


--*--


Dirumah sakit.


Aqila sudah mengerjakan semua pekerjaannya. Ia saat ini akan segera pulang kerumah. Hatinya sakit tapi sedari tadi ia tahan agar tak menangis kembali dirumah sakit.


Berjalan cepat menuju luar rumah sakit. Hingga tak menggubris teriakan Dini. Saat ini tujuannya satu yaitu kamarnya.


Sampai di lobby rumah sakit seseorang menarik tangannya. Aqila segera menepis tangan itu dan ingin memaki tapi setelah tau siapa yang menarik tangannya ia paksakan senyumannya.


“Lo kenapa sih jalannya cepet banget La?” tanya Rossa heran.


“Maaf ca, gue pen cepet pulang,” lirih Aqila.


“Lo keknya lagi gak baik-baik aja La, lo kenapa?” tanya Rossa menatap mata Aqila.


Aqila menggeleng. “Gue baik-baik aja.”


“Yakin lo?” tanya Rossa.

__ADS_1


Aqila mengangguk. “Lo sendiri ngapain disini?” tanya Aqila.


“Gue sengaja mau nemuin lo,” ucap Rossa.


“Yaudah ke cafe depan aja gimana?” tawar Aqila.


Rossa mengangguk semangat lalu mereka berjalan bersama dengan Rossa yang menggelanyut di lengan Aqila. Ya beginilah mereka jika bertemu.


Sesampainya di Cafe mereka memesan minuman terlebih dahulu. Setelah selesai Aqila menunggu sahabatnya cerita.


“Gue kesini mau kasih kabar gembira La,” ucap Rossa.


Jelas tergambar wajah bahagia dan berseri diwajah Rossa.


“Ada apa?” tanya Aqila.


“Lelaki yang mau dijodohin sama gue dia mau La,” ucap Rossa.


“Alhamdulillah dong Ca,” ucap antusias Aqila.


“Gue seneng banget La, akhirnya dia mau sama gue. Gue udah cinta sama dia pakek banget,” ucap Rossa dengan membayangkan wajah Rey.


“Yayayaya gue tau kelihat dimata lo,” ledek Aqila.


“Ishhh,” kesal Rossa.


“Ah iya gue juga mau tunangan 10 hari lagi,” ucap Rossa.


“Lo dateng yah,” pinta Rossa.


Aqila terdiam. Dia menghitung waktu dulu.


“Sorry,” ringis Aqila.


“Kenapa La?” tanya Rossa.


“Yah,” sedih Rossa.


“Gue serius minta maaf yah,” Aqila menyesal.


Rossa mengangguk.


“Tapi kayaknya sebelum lo berangkat gue mau ngenalin lo sama dia, bisa?” tanya Rossa.


“Iya bisa dong, demi sahabatku ini apa yang gak bisa,” ucap Aqila.


“Oke deh ntar tempat dan jam gue kabarin yah,” saut Rossa.


Aqila mengangguk. “Dan rencananya lo kapan nikah?” tanya Aqila.


“Kurang lebih 3 bulan lagi,” jawab Ross.


“Semoga gue bisa dateng yah,” lirih Aqila.


“Harus dateng lo, jadi bridesmaid gue,” ucap kesal Rossa.


“Iya iya gue berdoa semoga gue udah pulang.”


“Aamiin,” ucap keduanya serempak.


Hingga gelak tawa terhiasi di bibir mereka. Keduanya tak mengerti jika nanti akan ada sesuatu yang meledak ketika mereka bertemu.


“Yaudah ya Ca ,gue mau balik nih,” ucap Aqila pamit.

__ADS_1


“Eh tapi minuman lo,” tahan Rossa.


“Gue keburu nih,” pamit Aqila.


Keduanya berpelukan dan tak lupa cipika cipiki lalu Aqila segera keluar dan menyeberangi jalan. Ia segera menaiki taxi online yang dia pesan.


Sesampai dirumah Aqila segera masuk ke kamarnya. Rumahnya tampak sepi iya yakin mamanya keluar pasti kerumah kakaknya Adel.


Aqila melempar tasnya kesofa kamar dan dia segera merebahkan dirinya diranjang. Tangisnya kembali pecah. Dia menenggelamkan kepalanya pada bantal yang dipeluknya.


“Ya tuhan kenapa sakit ini sangat menyakitkan,” lirih Aqila dengan berderai air mata.


“Apa engkau tak mengasihaniku Ya allah, hidupku sudah berubah. Hatiku tersakiti aku mencoba tegar didepan semua orang tapi sepertinya sakit ini sangat menyiksa ya allah,” lirih Aqila.


Dia terus menangis hingga kelelahan dan tertidur dengan pakaian masih melekat ditubuhnya.


--*-


Sedangkan Di cafe.


Selepas kepergian Aqila, ponsel Rossa berdering dan senyum terbit di bibir Aqila saat menatap nama panggilan diponselnya.


“Hallo,” ucap Rossa setelah menggeser layar hijaunya.


“Dimana,” ucap dingin Rey dibalik telfon.


“Aku dicafe depan rumah sakit punya kamu,” ucap Rossa.


“Tunggu disana.”


Tut.


Rey memutuskan sepihak.


Ya seperti itulah Rey pada Rossa. Cuek dan dinginnya semakin menjadi. Tapi hati Rossa merasa senang karena ia jadi menikah dengan lelaki yang ia cintai Rey.


Setelah menunggu hampir setengah Jam, lelaki yang ia tunggu masuk kedalam Cafe dan duduk dibangku yang tadi diduduki Aqila.


“Mau minum apa?” tanya Rossa manja.


“Aku kopi aja,” ucap Rey.


Rossa mengangguk lalu ia segera mencatat pesanan untuk Rey dan memberikan pada pelayan.


“Emm mas,” panggil Rossa.


Rey mendongak dan menatap Rossa.


“Seminggu ini mas bisa sempetin waktu gak ketemu sahabat aku,” ucap Rossa pelan..


“Untuk apa?” tanya dingin Rey.


“Aku mau ngenalin mas sama sahabat aku dari smp mas, biar kalian saling kenal. Apalagi kita mau nikah jadi biar dia tau kamu mas. Gimana?” tanya Rossa.


“Baiklah, nanti aku kabarin waktunya,” ucap Rey.


Rossa mengangguk sambil tersenyum lebar pada Rey. Keduanya diam sambil menikmati pesanan mereka. Setelah habis keduanya bangkit dan Rey membayar semua tagihan Rossa.


Setelah selesai keduanya keluar dan Rey langsung mengantar Rossa pulang kerumahnya. Karena tadi ia berangkat tak membawa mobil. Dan ini juga permintaan sang Mama Ria untuk mengantar jemput Rossa kemanapun.


---*---


Gak gantung kan hehehehe

__ADS_1


Selamat membaca 🤗


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE KOIN POIN.


__ADS_2