
"Lelahmu akan hilang ketika menatap wajah orang yang sangat kau sayangi." ~Aqila~
.
.
.
Bandara Soekarno Hatta.
Wanita cantik, tubuh seksi yang terbalut sempurna oleh pakaian gamis dan rambut indahnya sudah tertutup oleh sehelai kain hijabnya menambah kadar kecantikannya meninggi. Sikap anggun, lembut dan wibawanya terpancar.
Tapi terlihat jelas guratan diwajah dan pipinya yang menirus jika dirinya semakin mengurus. Tapi itu tak menurunkan kadar cantiknya. Dia berjalan tegas keluar menuju ke arah luar Bandara. Satu tujuannya menunggu keluarganya yang akan menjemputnya.
Ketika dia sibuk celingukan ke kanan ke kiri, ada suara kecil yang membuatnya tersentak.
“Aunty aunty,” teriak Ariannya berlari kearahnya diikuti Briannya juga.
“Tangkap aku aunty tangkap,” seru Ariannya.
Yapp dapat.
“Ponakan cantik aunty,” ucap Aqila mencium pipi Ariannya yang begitu gembul itu.
Dan bergantian dengan Briannya yang tampak menarik gamis Aqila. Aqila berjongkok dan menurunkan Ariannya kemudian beralih memeluk Briannya dan menciumnya.
“Nak,” panggil Mama Angel.
Aqila berdiri dan berjalan menuju mamanya lalu memeluk tubuh ringkih mamanya itu.
“Aqila pulang ma, Aqila tepatin janji Qila,” seru Aqila dipelukan sang mama.
“Iya sayang. Mama senang kamu bisa pulang nak” melepaskan pelukannya dan mencium kedua pipi sang anak.
Beralih beringsut menjauh dari sang mama lalu menatap sang kakak.
“Kakak,” seru Aqila lalu memeluk sang Kakak Adel erat.
“Kakak merindukanmu sayang,” ucap Adel tulus.
Ya memang benar. Kakak mana yang tak rindu pada adiknya jika selama dua bulan mereka putus hubungan. Aqila sendiri yang meminta agar keluarganya tak menghubunginya. Tapi tanpa sepengetahuannya. Sang Kakak Adel sering bertukar kabar dengan Dini. Bagaimanapun namanya kakak pada adiknya pasti akan khawatir jika sehari tak ada kabar.
“Aku juga rindu pada kakak,” ucap Aqila.
“Udah dong Kak Adel, Axel juga kangen sama dia,” gerutu Axel.
Adel melepaskan pelukannya dan cemberut ke arah Axel.
“Ganggu aja,” ketus Adel.
__ADS_1
“Ih biarin,” seru Axel.
Axel mendekat pada Aqila.
“Apa kamu gak mau meluk abangmu ini yang tampan banget,” seru Axel.
“Heleh tampan tapi jomblo,” meski begitu Aqila tetap beringsut kepelukan Axel.
“Ya jelas dong. Kan demi kamu juga, kalau kaka udah nikah entar gak bisa peluk kamu lagi,” canda Axel.
“Ih dasar,” mencubit perut Axel.
Lalu pelukan itu terlepas dan keduanya sama tertawa.
“Ya sudah ayo pulang,” ajak Kevin.
“Ayo kak,” Aqila tanpak antusias.
Aqila berjalan dengan menggandeng tangan kedua ponakan kembarnya. Berjalan menuju parkir Bandara dan segera mendudukkan dirinya didalam mobil dan tak butuh waktu lama lagi mobil melaju meninggalkan Bandara.
--*--
Sesampainya dirumah.
Aqila keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah. Kehadirannya disambut oleh para pekerja rumahnya sekaligus satpam dirumahnya.
“Iya bi,” balas Aqila ramah.
Semuanya masuk kedalam dan Aqila mematung menatap ruang keluarga yang disulap untuk menyambutnya, pesta kecil-kecilan yang sudah disiapkan oleh Adel membuat Aqila mematung dan matanya basah siap menumpahkan tangisannya.
“Makasih buat ini semua,” ucap Aqila lirih sambil menangis menatap setiap orang yang berada disana.
“Sudah jangan menangis seperti ini,” seru Adel.
“Ayo kita semua makan. Jangan sedih terus. Ini awal kebahagiaan kamu La,” ucap Adel tulus.
Aqila mengangguk dan semua orang membenarkan. Mereka berjalan menuju meja makan. Dan mulai makan bersama. Meja makan yang semula kosong 1 kursi sekarang full. Canda tawa terasa sekali di meja makan. Hingga makan bersama itu usai.
Semua orang berjalan menuju ruang keluarga. Aqila sendiri pamit kembali ke kamar karena sepertinya badannya mulai letih dan semua orang memaklumi.
--*--
Dikamar Aqila.
Setelah menutup pintu kamarnya dengan pelan. Aqila menatap sekeliling kamarnya.
“Masih sama,” pikir Aqila.
Ia berjalan menuju meja tempat ia biasanya menulis dan belajar. Di meja itu terdapat 2 figura foto. 1 figura adalah foto sepasang suami istri yang saling menatap dengan cinta yaitu foto mama dan papanya. Aqila mengusap kaca figura dengan sayang.
__ADS_1
“Kalau papa ada disini pasti Qila selalu bermanja dipelukan papa,” gumam Aqila menghapus air matanya.
Ia beralih menatap figura lainnya. Foto 3 anak yang saling merangkul. Siapa lagi kalau bukan Adel, Axel dan Aqila. Mereka 3 bersaudara saling menyanyangi dan mengasihi. Aqila mencium figura itu lalu beranjak dari kursinya.
Berencana untuk mandi dan mengganti pakaian. Aqila masuk ke kamar mandi. Tak perlu waktu lama ia sudah keluar dengan rambut basah dan tubuh yang tertutup oleh bathrobe panjang. Aqila berjalan menuju walk in closet. Mengambil daster panjang dan memakainya. Setelah itu Aqila beranjak menaiki ranjang dan merebahkan tubuh letihnya, tak perlu waktu lama matanya sudah terpejam rapat mengarungi mimpi.
--*--
Di ruang keluarga.
Semua keluarga masih asyik mengobrol satu dengan yang lain. Papa Radit dan Kevin pun terjalin obrolan yang serius perihal pekerjannya.
“Gimana sama kerjasama mu nak?” tanya Papa Radit.
“Lusa Tuan Khali akan memulai meeting dengan ku pa,” ucap Kevin tegas.
“Apa kamu yakin akan membawa Aqila nak?” tanya Papa Radit.
“Iya pa, aku ingin dia semakin kritis dan bisa belajar bisnis dari dia pa. Dia seorang pangeran tampan, pintar, wibawa. Bahkan bisnisnya lancar. Apalagi kurangnya pa, Aqila bisa ambil ilmunya dari dia,” ucap Kevin.
“Kamu benar. Kita harus asah Aqila biar makin mahir,” saut Papa Radit.
Kevin mengangguk. Ia setuju memang dengan sang papa. Karena Aqila itu selain cantik ia juga memiliki otak yang cerdas dan kritis. Ditunjang wajah yang cantik siapapun yang menatapnya akan jatuh cinta.
“Besok pagi aku akan mengobrol dengannya pa, biarkan dia hari ini istirahat,” lirih Kevin.
“Iya nak.”
Para wanita pun tak kalah heboh. Mereka juga bercerita tentang usaha yang dilakukan Mama Nora dan Angel. Usaha restaurant dan cafe mereka pun omsetnya semakin naik. Bahkan Aqila bangga pada kedua mamanya itu yang sangat kompak dan rajin itu.
“Omset kita bulan ini naik 15% Ngel,” ucap Mama Nora heboh.
“Yang benar?” tanya Mama Angel tak percaya.
“Iya Ngel serius. Wah rejeki kita ini,” seru Mama Nora.
“Ya kau benar,” saut Mama Angel tak kalah antusias.
Adel yang mendengar hanya bisa tersenyum bahagia. Semua keluarganya memang sibuk dan lari kedunia bisnis. Bahkan Adel sendiri juga sekarang jualan online tapi bekerja sama dengan Meli. Keduanya kompak menjalankan bisnis ini. Meski mereka harus membutuhkan pegawai karena tak mau tugas melayani keluarganya terganggu.
---*---
Pada kangen Prince Khali gak?
Princenya masih aku kekepin yah😆 jadi harus sabar.
Kenapa jadi berontak yah kalau Pangerannya keluar🤣 pada komen semua hahahha sabar aja deh aku kunci dalam kamar dulu si prince.
Yuk jangan lupa LIKE, KOMEN DAN VOTE YAH.
__ADS_1