Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 78


__ADS_3

“Rasa kecewa itu semakin besar ketika melihat kedatangan nenekku seorang diri tanpa dengan kehadiran kakek” ~Aqila Kanaira Putri Cullen~


.


.


.


Sementara Adel dan Aqila menatap Ratu Fatimah dengan tatapan tak terbaca, namun dari matanya saja terlihat jika ada raut wajah kekecewaan dan kesedihan.


Seketika Kevin pun mendekat ke arah istrinya.


“Sayang ayo temani mas temui mereka,” ajak Kevin lembut.


“Mas saja temani mereka. Aku mau nemenin mamaku,” lirih Adel meninggalkan Kevin yang berdiri mematung.


Kevin hanya menghela nafas berat melihat punggung istrinya perlahan menjauh. Kemudian dirinya beralih menatap adik iparnya.


“Aqila,” panggil Kevin lembut.


Namun sayang Aqila tetap diam dan matanya masih tertuju pada orang yang ia yakini adalah neneknya. Tanpa menggubris panggilan Kevin. Aqila berjalan mendekat ke sofa ruang tamu. Tentu saja kehadiran Aqila membuat Ratu Fatimah tersenyum.


Dia begitu yakin jika gadis didepannya adalah cucunya. Dari wajahnya saja gen dari anaknya Khalid begitu terlihat. Perlahan senyum terbit dibibirnya.


“Cucuku kemarilah nak,” ucap Ratu Fatimah dengan logat bahasa Indonesia yang sedikit kaku.


Namun bukannya mendekat Aqila masih diam didekat sofa.


“Jika boleh jujur, saya sebagai cucu merasa kecewa dengan kakek dan nenek saya sendiri. Ternyata mereka sendiri masih melihat status mamaku dulu yang hanya seorang yatim piatu saja. Saya disini hanya bisa mendoakan semoga kalian sehat selalu dan dilimpahkan harta yang berkecukupan dan semoga saja status kalian tetap melekat untuk kalian,” ucap Aqila pelan.


Meski pelan namun perkataan itu begitu menusuk dihati Ratu Fatimah. Rasa dirinya ingin memeluk cucunya menjadi sirna. Ia sadar diri. Cucunya marah padanya karena memang dulu ia tak menyetujui hubungan mama dengan papanya. Seketika Ratu Fatimah menunduk dan meneteskan air mata.


“Jika anda datang kemari hanya untuk mengambil saya dan kakak lalu menjauhkan kami dengan mama saya, jangan harap apapun karena kami sedikitpun tak akan pernah meninggalkan mama kami,” sambung Aqila dengan nafas menderu lalu segera menuju kamar mamanya yang masih tidur tenang.


Khali sediri yang melihat calon istrinya berjalan meninggalkan ruang tamu menjadi ikut berdiri. Namun sayang tangannya lagi-lagi ditahan oleh mamanya Ratu Mayra dan menggeleng.

__ADS_1


Tanda geleng sudah bisa dia artikan jika mamanya meminta Khali untuk memberi Aqila sedikit waktu untuk menenangkan hati dan pikirannya. Akhirnya Khali menurut dan diam saja.


Ratu Mayra mulai mendekat ke arah Ratu Fatimah. Dia segera mengusap punggung tangan wanita paruh baya itu.


“Ibunda Ratu baik-baik saja?” tanya Mayra pelan.


“Hatiku sakit mendengar cucuku sendiri kecewa padaku. Memang benar aku nenek yang egois dulu,” lirihnya dengan berlinang air mata.


Air mata itu merambat pada kulit yang mulai mengeriput. Dengan sayang Ratu Mayra menghapus air matanya pelan.


“Jangan menangis bunda, wajar mereka seperti itu karena mereka juga dalam keadaan seperti itu kan,” ucap Ratu Mayra hati-hati.


Ratu Fatimah mengangguk sambil memaksakan senyum. Kemudian dia beralih menatap wajah dua lelaki didepannya. Wajah yang mempunyai kemiripan yang sudah dipastikan kalau mereka ayah dan anak.


“Apa hubungan kalian dengan Angel?” tanya Ratu Fatimah dengan Bahasa Indonesia yang agak kaku.


“Putraku Kevin adalah suami dari anak pertama Angel.”


“Berarti kau suaminya Adel?” tanya Ratu Fatimah.


Kevin mengangguk. “Kalau boleh tau bisa ceritakan semuanya pada kami, agar kami bisa membantu anda?” tanya Kevin.


Akhirnya karena Ratu Fatimah diam, Raja Malik mulai angkat suara. Dia mulai menceritakan semua kisah masa lalu, hubungan Angel dengan Edward yang ternyata nama aslinya Khalid. Serta ketidak restuan dari kedua orang tua Khalid hingga membuat Khalid membawa Angel pergi meninggalkan Arab dan merubah identitasnya.


Papa Radit dan Kevin tentu saja terkejut bukan main, keduanya sama-sama tak percaya jika mereka memiliki menantu seorang keturunan Tuan Putri.


Apalagi yang membuatnya tak percaya, Ratu Fatimah kesini jika dia ingin bertemu dengan Angel dan anaknya Khalid. Papa Radit dan Kevin juga tau jika Khalid yang ternyata ayah Aqila sudah meninggal, tapi mereka tak berani menceritakan pada ibunya sendiri. Menurut mereka lebih baik Angel sendiri yang menceritakan semuanya.


Setelah Raja Malik selesai bercerita, Papa Radit menghela nafas berat. Dia juga nerasa tertekan dengan permasalahan ini. Namun melihat keinginan Ratu Fatimah yang menguatkan dirinya yang sudah tuan renta untuk bertemu menantunya itu membuatnya ingin membantu.


Akhirnya dia mulai berfikir keras mencari jalan terbaik dari ini semua.


“Bagaimana jika Raja dan Ratu...,” belum selesai ucapan Papa Radit sudah diputus oleh Raja Malik.


“Jangan panggil kami Raja dan Ratu, ini bukan di Istana,” sahut Raja Malik.

__ADS_1


“Emmm kami panggil Tuan dan Nyonya saja yah,” ucap Papa Radit.


“Baiklah.” Raja Malik mengalah.


Jika memanggil nama saja rasanya Papa Radit tak mau dan tak enak hati.


“Bagini bagaimana jika Khali dan keluarga untuk malam ini menginap dirumah anak saya disebelah. Nanti kami sekeluarga diam disini. Sambil besok saya akan mencoba berbicara dengan Angel. Bagaimana?” tanya Papa Radit pelan.


Papa Radit juga merasa tak enak aslinya. Bagaimanapun didepannya ini adalah keluarga kerajaan dan dia meminta mereka menginap dirumah anaknya. Namun melihat rumah anaknya yang mewah dia berfikir mungkin masih bisa ditempati sementara.


Raja Malik dan Ratu Mayra saling memandang lalu memandang ke arah Khali. Terlihat Ratu Mayra tersenyum dan Raja Malik mengangguk.


“Baiklah tuan Raharja. Kami mau rasanya kami sangat merepotkan keluarga anda.”


“Tidak apa-apa. Angel sudah saya anggap seperti adik saya sendiri.”


“Kami juga meminta maaf jika mengacaukan acara lamaran anak kami,” ucap Raja Malik.


“Tidak apa-apa. Mungkin acara lamaran ini bisa dilanjut ketika semuanya sudah beres,” ucap Papa Radit.


Semua orang mengangguk setuju. Hingga akhirnya Papa Radit dan Kevin meminta semua keluarga Khali untuk menuju rumah Kevin. Tak lupa Kevin menelfon kepala pelayan untuk mengambil makan malam dirumah Aqila untuk makanan keluarga Khali.


----*----


Dikamar Mama Angel.


Suasana dikamar Mama Angel masih diliputi kesedihan. Aqila memeluk kakaknya Axel dengan menangis. Mereka masih tak percaya jika mereka akan bertemu dengan nenek yang selalu mereka cari sejak kecil. Bahkan mereka juga tak percaya jika mamanya bisa setakut itu hingga mereka harus membuat mamanya tenang dengan menyuntikkan obat penenang.


Ketiganya menginginkan menghabiskan waktu malam ini dengan tidur seranjang bersama mamanya. Untung saja Axel meletakkan mamanya di ranjang agak menengah. Jadi mereka bisa tidur bersama. Ketiganya langsung berbaring diranjang setelah berpamitan dengan Mama Nora.


Bahkan Mama Nora memaklumi Adel dan membantu menjaga ketiga anaknya. Mama Nora tau bagaimana perasaan dari menantunya itu. Hingga akhirnya Mama Nora keluar meninggalkan anak dan mama itu untuk tidur.


---*---


Gimana gimana? next episode nya apa yah? Coba tebak Mama Angel bisa menerima Ratu Fatimah? Atau dia menyuruh mereka kembali ke Arab?

__ADS_1


Coba tebak?


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YAH.


__ADS_2