Aqila Love Story

Aqila Love Story
Bab 30


__ADS_3

“Terimakasih telah membuat hari ini begitu indah untukku.” ~Aqila~


.


.


.


“Aku punya jadwal kamu yang hehe,” ucap Rey dengan tertawa.


“Ya tuhan mas, sampek segitunya kamu yah,” ucap kesal Aqila dengan memukul lengan Rey.


“Aww sakit yang” Rey mengelus lengannya, “Kan biar aku tau yang kapan kamu libur biar bisa jalan kita,” ucap Rey tanpa dosa.


“Yayayaya yaudah yaudah aku iyain aja.”


“Uluh uluh gitu dong ngalah sayang,” ucap Rey dengan menyubit kedua pipi Aqila.


“Sakit tau gak mas ih,” memukul tangan Rey yang menyubit pipinya.


“Mangkanya gemes banget aku yang.”


“Udah sana pulang udah malem,” usir Aqila dengan mengibaskan tangannya.


“Jahat bener diusir,” Rey pura-pura sedih.


“Iya aku harus tidur dengan nyenyak soalnya besok mau kencan sama..”Aqila menggantung.


Ia mendekat dan berbisik ditelinga Rey.


“Kencan sama kamu sayang,” goda Aqila.


Rey membulatkan matanya. “Ah manja banget sih yaudah aku pulang,” Rey segera berdiri.


Aqila menahan tawanya melihat kelakuan absurd Rey.


“Hati-hati ya mas,” ucap Aqila didepan pintu utama.


“Iya sayang, aku pulang ya assalamu’alaykum,” salam Rey.


“Wa’alaykumsalam,” saut Aqila dengan melambaikan tangannya.


--*--


Keesokan harinya.


Seperti keputusan semalam hari ini Rey akan jalan-jalan bersama Aqila. Aqila sudah berdandan dengan cantik mengenakan gaun dari Rey dan memakai make up tipis diwajahnya. Senyum terbit dibibirnya saat melihat penampilannya.


“Kalau kayak gini aku imut juga yah hahaha,” Aqila tertawa pada dirinya sendiri sambil menatap cermin.


Aqila segera berdiri dan mengambil tas slempangnya. Ia letakkan dipundaknya dan segera keluar. Terlihat Kakaknya Axel dan Mamanya menemani Rey diruang tamu.


“Ayo,” ajak Aqila.


Rey menoleh dan terpana. “Cantik,” ucap Rey tanpa sadar.


Axel dan Mama Angel menahan tawa melihat wajah Rey yang tampak melongo menatap ke arah Aqila.


“Lo sana berangkat kak, jangan diliatin mulu gak bakal kenyang,” uca Axel dengan mencolek pundak Rey.


Rey terkejut dan pipinya memerah. Sudah seperti lelaki muda kasmaran aja Si Rey yah hahaha.


Keduanya berjalan beriringan menuju mobil Rey. Aqila segera naik setelah membuka pintu mobil.


“Kita mau kemana?” tanya Aqila pada Rey.


“Hari ini aku akan kemana saja bersamamu, berkeliling Jakarta,” ucap Rey penuh semangat.


“Aku ikut kemana pun kamu membawaku,” seru Aqila dengan senyum manis.

__ADS_1


“Uh manis sekali itu bibir, sini aku kecup,” goda Rey.


“Ihhh dasar,” dengus kesal Aqila.


Rey segera melajukan mobilnya dan meninggalkan rumah Aqila. Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang memenuhi dalam mobil. Aqila sibuk menatap keluar jendela. Menikmati pemandangan yang jarang ia tatap karena ia sering bekerja dan ketika libur ia akan tidur.


“Ikut aku potong rambut dulu mau?” tawar Rey.


Aqila menoleh dan mengangguk.


Menuju tempat Barbershop langganan Rey butuh waktu menempuh 30 menit akhirnya mereka sampai didepan tempatnya.


“Ayo turun,” ajak Rey.


Aqila turun bersamaan dengan Rey. Rey menggandeng tangan Aqila dan membawanya masuk.


“Hay bro lama gak ketemu,” ucap salah satu pegawai disana.


“Iya gue lama gak potong rambut nih,” seru Rey.


“Kamu duduk sini yah,” pinta Rey meminta Aqila duduk dikursi panjang yang ada disana.


Aqila menurut ia duduk lalu bermain ponsel, sedangkan Rey langsung duduk dikursi yang disediakan dengan pegawainya.


“Siapa dia bro?” tanya Pegawai itu.


Ya Rey adalah langganan tetap disana. Dan pegawai yang menangani Rey adalah teman Kampus Rey dulu.


“Calon bini,” ucap Rey.


“Serius lo?” tanya Pegawai itu.


“Iya serius gue,” ucap yakin Rey.


“Cantik dia bro, wajahnya babyface banget,” seru pegawai itu.


“Udah jangan diliatin lebih dari 2 detik entar lo jatuh cinta lagi,” seru Rey.


“Lama-lama nglunjak gue tutup ni tempat,” ancam Rey.


“Astaga iya iya bos. Kejem amat,” gerutu pegawai itu.


Akhirnya mulailah sesi cukur mencukur rambut Rey. Aqila dengan setia menunggu Rey sambil bermain ponsel dan notif pesan membuatnya mengalihkan pandangannya.


*Rey


Geseran ke kanan yang biar aku bisa liat kamu dari kaca*.


Ting


*Rey


Cepet yang geser. Rindu nih gak liat wajah kamu*.


“Astaga ya tuhan seruangan bilang rindu,” gumam Aqila sambil menggelengkan kepalanya.


Aqila tetap menurut ia menggeser duduknya hingga wajah Rey melihat wajah Aqila dari cermin didepannya. Ia mengacungkan jempolnya pada Aqila dari cermin dan dibalas senyum tipis oleh Aqila.


Aqila kembali fokus menatap ponselnya. Sedangkan Rey fokus menatap wajah cantik Aqila itu hingga rambutnya selesai dirapikan.


“Makin ganteng kan?” tanya pegawai itu sambil menatap pantulan diri Rey.


“Dari lahir mah gue udah ganteng kali,” ucap Rey sombong.


“Heleh sombong. Ganteng tapi jomblo buat apa,” ledek pegawai itu.


“Lo gue tutup bener ini.”


“Lah ampun jangan dong,” rayu pegawai itu.

__ADS_1


Akhirnya setelah selesai semua Rey dan Aqila keluar dari ruangan itu. Tetap dengan menggandeng tangan Aqila sampai masuk kemobil dan segera duduk dibalik kemudi.


“Kita lanjut kemana?” tanya Aqila.


“Kamu ada permintaan mau kemana?” tanya Rey balik.


Aqila terdiam dia masih memikirkan tempat yang akan ia tuju.


“Ah ayo ikuti aku,” ucap Aqila setelah menemukan ide untuk ia kencan. Rey mengikuti semua petunjuk jalan yang diberi tau oleh Aqila.


“Kita mampir di toko mainan dan market ya mas,” ajak Aqila.


Rey mengangguk segera melajukan mobilnya ke arah tempat yang ia tuju. Sesampainya mereka ditoko mainan, Aqila dan Rey segera memilih mainan yang mereka inginkan lalu setelah selesai mereka membeli bahan makanan dan buah apapun itu.


Rey hanya menurut tanpa ia tanya akan dibawa kemana ini semua. kemudian mereka segera kembali ke mobil dan menatanya dibagasi.


Selesai menatanya mereka kembali naik mobil dan melajukan mobilnya kembali.


Hingga tibalah mereka disebuah tempat yang terlihat jelas tulisan dipapan nama paling depan.


“Panti asuhan Pelita bunga,” gumam Rey.


“Untuk apa dia mengajakku kemari,” ucap Rey dengan keluar dari mobil.


Ia mengikuti langkah Aqila dan berhenti ketika Aqila mendekati ibu paruh baya yang ternyata adalah pemilik panti ini.


“Makasih sudah datang sayang,” ucap tulus ibu panti.


“Sama-sama bu,” jawab Aqila dengan mengelus punggung bu panti.


Ibu panti mengalihkan pandangannya. “Siapa ini nak?” tanya ibu panti.


“Dia temanku bu,” seru Aqila.


“Oh,” Bu panti hanya ber oh ria.


Keduanya bersalaman dan saling memperkenalkan diri.


Lalu setelah berkenalan, mereka segera masuk menuju ruangan tempat tamu datang.


“Aqila dan Mas Rey bawa semua ini untuk anak panti bu,” ucap Aqila dengan menatap barang yang tadi ia beli bersama Rey.


“Ini terlalu banyak nak,” seru bu panti.


“Udah gakpapa bu buat stok. Rejeki gak boleh ditolak,” seru Aqila.


Akhirnyaa Ibu panti mengangguk dan meninggalkan mereka berdua untuk menata barang bawaan Aqila dan Rey.


“Kamu sering kesini?” tanya Rey.


“Iya mas,” saut Aqila.


“Ajak aku jalan-jalan yuk,” ajak Rey.


“Oke bentar aku pamit dulu yah,” ucap Aqila.


Rey mengangguk dan berdiri keluar sedangkan Aqila ia masuk dan berpamitan pada iBu panti. Setelah mendapat ijin mereka segera keluar dan berkeliling panti.


--*--


Maaf yah hari ini salah pencet jam tayang nih hehe😁😁


Gimana part ini?


Ada yang mau berhenti baca? atau berhenti vote?


Sejujurnya aku semalam down baca komen kalian, mau berhentiin novel sampek disini aja tapi sayangnya banyak temen-temen author yang semangatin dan juga aku sayang sama readers setia karya aku jadi aku tetep bakal lanjut cerita ini. Meski masih sakit hati😊


Cuma kasih pesan "Bacalah karya ini sampai selesai biar kalian paham apa yang bisa dipetik dari karya ini dan tujuan karya ini dibuat"

__ADS_1


Oke sekian aja dulu. JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DISINI, VOTE KOIN POIN DAN RATE YAH.


__ADS_2