
"Entah kenapa wajahmu membuat perhatianku tertarik untuk memandangmu." ~Khali Mateen~
.
.
.
Matahari belum menampakan sinarnya, tetapi tak membuat niat seorang gadis untuk bangun melaksanakan kewajibannya.
Semua umat muslim pasti akan bangun dengan sendirinya ketika mendengar adzan berkumandang dari Masjid. Aqila sendiri sudah mengucek matanya dan mulai duduk.
Selimut yang menutupi tubuhnya ia sibakkan kesamping, dan menurunkan kakinya kelantai. Berjalan gontai menuju kamar mandi dan segera menyegarkan dirinya dan tak lupa mengambil wudhu.
Menjalankan kewajibannya dan memohon ampunan pada sang pencipta sudah menjadi rutinitas Aqila setiap pagi. Bahkan lantunan ayat suci Alqur’an selalu ia loloskan dari bibir mungil pink itu.
Setelah selesai, Aqila segera mempelajari kembali berkas yang akan ia gunakan nanti untuk meeting. Hingga waktu menunjukkan pukul 6 pagi, Aqila keluar dengan hanya memakai gamis polos dan kerudung instan. Ia memang belum bersiap. Karena biasanya berangkat ke Kantor jam 8 pagi.
Seperti rutinitas biasanya, saat ini makan bersama tanpa kehadiran Mama Nora dan Papa Radit, karena kedua orang tua Kevin sedang melaksanakan bulan madu sekaligus untuk menikmati masa tuanya itu.
Setelah sarapan Aqila menuju kedepan dan menyiram tanaman nya sendiri.
“Ayo minum yang banyak ya kalian,” gumam Aqila sambil tersenyum.
Melihat tumbuhannya basah dengan air dan terlihat segar akhirnya Aqila menyudahi kegiatan menyiramnya. Dia berjalan ke samping rumah agar sampai kebagian belakang. Setelah dibelakang Aqila duduk santai sambil memejamkan matanya.
Entah kenapa pagi ini hatinya gelisah dan gugup. Dipikirannya apa yang membuatnya gugup. Padahal biasanya ia tak pernah segugup ini. Aqila membuka matanya dan segera masuk ketika matahari mulai agak naik. Aqila menatap jam dinding di ruang keluarga menunjukkan hampir jam 7 pagi.
Aqila segera ke kamar dan membersihkan dirinya. Dia memakai gamis serba hitamnya lagi karena memang selama di Palestina Aqila lebih suka warna hitam karena lebih tidak mencolok. Dia menaburkan make up tipis saja di wajahnya. Dan tak lupa lipglos untuk membuat bibirnya tak kering.
Setelah siap, Aqila membawa tas dan tak lupa berkas dan tablet untuknya bekerja ia bawa juga. Ia berjalan keluar dari kamar dan turun menggunakan lift. Setelah sampai dilantai pertama terlihat Kakaknya Adel sedang membantu suaminya Kevin merapikan dirinya
“Sudah siap?” tanya Adel.
Aqila mengangguk.
“Sukses selalu sayang,” mencium pipi Aqila dan memeluknya.
“Aamiin makasih kak,” saut Aqila.
Setelah berpamitan keduanya keluar bersama dan menaiki mobil. Mobil melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah dan menuju kantor. Sepanjang perjalanan Aqila menatap jalanan yang sudah dipadati oleh kendaraan. Tapi untung saja lokasi rumah dan perusahaan yang hanya butuh waktu 30 menit membuat mereka tak terlambat.
Keduanya turun dan segera berjalan menuju lantai tempat ruangan Kevin. Aqila sudah duduk disofa bersama Rudi. Dan Kevin duduk dikursi kebesarannyam
Sekretaris Eva masuk kedalam ruangan dan memberitahukan pada Kevin bahwa rekannya sudah sampai di ruangan meeting.
Kevin mengangguk dan segera mengajak Aqila dan Rudi keluar. Ruangan Meeting berbeda 1 lantai dengan ruangan Kevin. Mereka berjalan bersama dengan Aqila berada dibelakang. Selama perjalanan hati Aqila menjadi gelisah, mungkin karena gugup dan sudah lama tak ke perusahaan. Aqila mencoba berdzikir dalam hati untuk menghilangkan rasa gugupnya.
“Assalamu’alaykum,” salam ketiga orang yang baru masuk.
__ADS_1
“Wa’alaykumsalam,” saut dua orang yang berada didalam ruangan.
Wajah cantik Aqila masih tertutupi oleh badan kekar dua lelaki didepannya. Aqila sendiri dia masih sedikit menunduk dan bergiliran memberikan salam.
Ketika Kevin mengenalkannya, Aqila berjalan mendekat sedikit dan menangkupkan kedua tangannya didepan dada sambil menatap lawan bicaranya itu.
Deg.
Jantung Aqila hampir lepas ketika menatap mata coklat itu lagi, mata teduh tanpa beban itu masih sangat ia ingat ketika bertemu pertama kali. Meski Aqila menatapnya sekilas tetapi daya fikir yang kuat membuatnya menghafal siapa lelaki yang berdiri didepannya.
Lelaki yang pernah ia marahi saat pertemuan awal. Dan ternyata sekarang lelaki itu adalah rekan bisnis kakak iparnya. Dan yang membuat Aqila syok bukankah kakaknya menyebutkan jika rekan bisnisnya adalah seorang pangeran di negaranya. Aqila semakin terlihat bersalah dan menunduk.
“Ya allah bukannya dia lelaki yang aku marahi saat di Palestina,” ucap Aqila dalam hati.
“Salam kenal tuan, saya Aqila,” ucap Aqila sopan.
Pangeran Khali hanya tersenyum, dia tau wanita didepannya pasti merasa malu atau syok. Sejujurnya Khali juga kaget menatap kembali mata cantik wanita itu. Bertemu kembali disituasi ini pun tak ada dipikiran Khali. Allah seperti memberikan jalan bagi seseorang untuk bertemu kembali sesuai dengan rencananya.
Setelah mengenalkan diri, Kevin meminta kedua rekannya untuk duduk dan diikuti Aqila dan Rudi pula duduk. Selama meeting wajah Aqila pun terlihat pucat dan menunduk terus. Bahkan ketika dia menerangkan semua nya didepan, Aqila tak berani menatap mata coklat itu.
Ia terus beristigfar meminta Allah menguatkan hatinya lagi. Setelah waktu menunjukkan pukul 10 pagi, Aqila pamit undur diri untuk melaksanakan sholat dhuha. Karena waktu itu adalah waktu yang selalu Aqila gunakan untuk sholat. Kevin sendiri sudah tau jadwal adik iparnya itu.
Bahkan Pangeran Khali dan Ibra menjadi takjub dengan sosok wanita didepannya. Masih muda, cantik dan jenius.
Pangeran Khali sendiri merasa dirinya berbeda hari ini, biasanya ia pada wanita akan cuek saja tetapi entah kenapa dengan Aqila dia menjadi sedikit tertarik. Tapi ia tau batasan seorang muslim untuk mendekati seorang wanita. Ia takut syetan akan mengambil ahli hatinya jika ia tak menempatkan Allah disetiap kondisinya.
Setelah sholat Aqila kembali ke meja meeting, meeting dilanjutkan dengan Aqila memberikan presentasi terbaiknya. Bagaimanapun dia disini untuk membantu perusahaan Kakak Iparnya setelah selesai meeting, Aqila kembali duduk dan Kevin mulai membuka suara.
Pangeran Khali diam. Dia membaca surat kerja sama dengan baik dan teliti. Seperti itulah dia tenang dan tak pernah mengambil keputusan dengan tergesa-gesa. Apalagi menyangkut perusahaan besar dia selalu penuh waspada dan hati-hati.
“Saya setuju dengan kerja sama ini, saya akan menandatangi proposal kerja sama ini,” ucap Pangeran Khali tenang.
“Alhamdulillah ya allah engkau masih membantu hamba ini, aku sudah takut dia menolak karena sikapku waktu itu” gumam Aqila dalm hati sambil menatap berkas didepannya.
“Oh iya untuk perusahaan baru yang akan kita jalani, saya juga akan menanam saham disana,” sambung Pangeran Khali.
“Ah siap tuan, saya juga sudah siap untuk menanam saham juga,” ucap Kevin.
Pangeran Khali mengangguk, “Kapan kita melihat lokasi perusahaan kita?” tanyanya.
“Itu saya menunggu anda, saya takut waktu anda belum ada,” ucap Kevin.
“Baiklah bagaimana kalau minggu depan,” ucap Pangeran Khali.
“Boleh tuan,” seru Kevin.
“Baguslah.”
Setelah mengobrol akhirnya waktu makan siang telah tiba. Semua orang bersalaman dan berniat makan siang bersama. Tetapi sebelum makan siang mereka akan sholat dhuhur berjamaah dulu.
__ADS_1
Setelah sholat, mereka berlima menuju parkiran mobil untuk menuju ke Restaurant. Aqila satu mobil dengan Kakak iparnya Kevin dan Rudi, sedangkan Ibra dan pangeran satu mobil di mobil yang lain.
Kedua mobil itu melaju menuju rastaurant terdekat. Dengan dipimpin mobil Kevin, Ibra mengikuti dari belakang. Dan tak butuh waktu lama mobil mereka telah sampai diparkiran Restaurant. Berjalan bersama dan beriringan mereka masuk kedalam. Memilih ruangan privasi untuk keselamatan pangeran yang selalu memakai masker jika diluar ruangan.
Didalam ruangan masker segera dilepas dan mereka semua duduk sambil berhadapan. Sungguh Aqila merasa canggung sendiri. Bukan karena apa dia dikelilingi laki-laki tampan disekitarnya dan hanya dia yang wanita. Tapi dia mencoba bersikap tenang.
“Mohon maafkan saya jika anda kurang nyaman disini,” ucap Kevin menyesal.
“Santai saja, ini sudah nyaman menurut saya,” Pangeran Khali menjawab dengan tersenyum.
Keempat lelaki tampan itu masih mengobrol sedangkan Aqila ia mengecek jadwal rumah sakitnya dari handphone. Karena dia baru mendapat kabar bahwa dirinya tak jadi libur satu minggu karena harus menggantikan Dokter Anak yang akan libur.
Kevin yang menatap wajah Aqila sedang bingung akhirnya bertanya.
“Ada apa dek?” tanya Kevin.
Sontak suara Kevin membuat perhatian tiga lelaki lainnya tertuju padanya dan Kevin.
“Eh itu kak liburku gak jadi seminggu,” ucap Aqila sungkan.
“Loh kok bisa?” tanya Kevin.
Pangeran Khali masih menatap wajah Aqila yang selalu menunduk itu. Entah kenapa biasanya dia jarang menatap seorang wanita tetatpi sekarang ini ia merasa tenang melihat wajah cantik itu.
“Dokter Nay ada kepentingan keluarga jadinya dia libur dan aku disuruh masuk lusa kak,” ucap Aqila.
“Apa anda seorang dokter?” tanya Pangeran Khali.
“Ah iya tuan,” Aqila mengangguk.
“Wah anda sungguh luar biasa. Dua pekerjaan yang berbeda bisa anda kerjakan bersama,” ucap Pangeran Khali memuji.
“Terimakasih,” Aqila menjawab singkat.
Entah dia merasa kikuk untuk menjawab pertanyaan orang yang menurutnya berkuasa dan menawan itu. Apalagi jika mengingat perbuatannya membuatnya ingin sembunyi saja.
Pangeran Khali ingin bertanya kembali tapi tak jadi karena pelayan sudah mengantar makanan mereka dan menatanya di meja. Dan tentu saja para pelayan menjadi histeris ketika temannya mengatakan ada Pangeran Khali didalam. Ya begitulah yang membuat pangeran menjadi jarang menatap wanita karena mereka seperti lupa menjaga fitrah dan sifat malunya jika menatap wajah tampan seorang lelaki.
Membaca doa bersama lalu mereka segera melahap makanan tanpa obrolan sedikitpun. Karena memang dalam ajarannya sebisa mungkin jika makan hindari untuk mengobrol terlebih dahulu agar tidak terjadi tersedak atau hal lainnya.
--*--
Selamat membaca.
Hayo bagaimana part ini?
Komen dibawah oke, pasti Aqila malu banget pasti. Sini sembunyi di rumahku biar gak ketemu pangeran hahahaha.
Yok silahkan komen di bawah yah, komen yang banyak deh aku terima semua saran loh hehehe.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YAH. VOTE YANG BANYAJ KAN UDAH KETEMU NIH.