Aqila Love Story

Aqila Love Story
Season 2 Bab 10


__ADS_3

"Memang benar jangan pernah melihat seseorang dari covernya saja karena semuanya bisa berbeda tingkah lakunya." ~Khali Mateen~


.


.


.


Aqila pulang dengan menaiki taxi, dia hanya membawa ponselnya saja sedangkan dompet dan segalanya ada didalam tasnya. Ia bingung harus menghubungi siapa sedangkan tasnya berada pada Khali dimobilnya.


Aqila menghembuskan nafas beratnya, setelah Taxi sampai di depan rumahnya Aqila memintanya sampai kedalam pekarangan.


“Bapak tunggu sebentar yah, saya ambil uang didalam,” ucap Aqila sopan.


“Iya nona,” saut supir taxi.


Aqila berjalan cepat menuju rumahnya.


“Assalamu’alaykum,” salam Aqila.


“Wa’alaykumsalam,” saut Mama Angel dan Adel.


“Kak Aqila pinjam uang dong,” Ucap Aqila.


“Buat apa?” tanya Aqila bingung.


“Pinjamin dulu kak, supir taxinya nungguin,” ucap Aqila.


Adel segera ke kamarnya mengambil uang dan memberikannya pada sang adik. Aqila segera keluar dan memberikan uangnya pada sang supir. Mengucapkan terimakasih lalu kembali ke dalam.


Aqila mendudukkan dirinya di sofa ruang keluarga dan menaruh hpnya dimeja.


Mama dan kakaknya menatap Aqila yang sedang memejamkan matanya.


“Tas nya kamu mana La?” tanya Adel saat memandangi adiknya.


“Nah itu kak masalahku,” ucap Aqila membuka mata.


“Maksutnya?” tanya Mama Angel.


“Tas aku ketinggalan di mobil ma,” ucap Aqila.


“Mobil? Mobil siapa?” tanya Adel gusar.


“Mobil rekan kerjanya Kak Kevin,” lesu Aqila.


“Hah bagaimana bisa?”


Dan akhirnya Aqila menceritakan semua yang terjadi. Dia menjelaskan bagaimana tadi mendapatkan telfon mendadak, dan Kevin tak bisa mengantarnya akhirnya menumpang pada mobil rekan kerjanya.


“Kamu ya kalau panik pasti pelupa,” Ucap Mama Angel.


Mama Angel sudah tau betul watak sang anak. Jika panik Aqila akan melupakan semuanya dan ia hanya tertatut pada satu hal itu yang membuatnya panik.


Aqila hanya menghela nafas nerat. Mendapat omelan sang mama tentang ini sudah sering. Memang dirinya yang teledor. Dan akhirnya sekarang dirinya yang kebingungan. Apalagi di tasnya ada gambar sketsa untuk membangun taman baca disamping rumah impiannya.


Aqila hanya bisa tertunduk lesu dan memejamkan matanya, capek pikiran dan capek badan saat ini. Hingga suara kakak iparnya membuatnya membuka mata.


“Assalamu’alaykum,” salam Kevin.


“Wa’alaykumsalam,” jawab serempak.


“Capek sayang?” tanya Adel.


Kevin mengangguk, “Banyak kerjaan dikantor sayang.”


“Ya sudah aku buatin teh hangat dulu,” Adel berdiri dan meninggalkan ruang keluarga.

__ADS_1


Kevin sudah duduk disamping mertuanya dan menatap adik iparnya yang terlihat lesu.


“Kenapa dia ma?” bisik Kevin pada Mama Angel.


“Tasnya dia ketinggalan di mobil rekan kerjanya,” ucap Mama Angel.


“Apa! Berarti dimobilnya Tuan Khali ma,” ucap Kevin.


Mama Angel mengangkat bahunya karena tak tau namanya.


“La,” panggil Kevin.


“Ya kak,” saut malas Aqila dengan membuka matanya lagi


“Aku telfonin Asisten Ibra ya biar tasmu diantar kesini,” ucap Kevin.


“Apa kakak punya nomernya?” tanya Aqila dengan wajah yang sumringah.


“Punya lah,” saut Kevin.


“Ya sudah kak cepet kabarin.”


Wajah yang lesu sudah tergantikan. Aqila menjadi senang karena sebentar lagi tasnya akan kembali padanya. Sejujurnya ia juga merasa barang-barang dalam tas itu penting semua. Makanya saat tau tasnya hilang ia kalang kabut.


--*--


Di kamar Pangeran Khali.


“Gimana Ibra, sudah tau rumahnya,” tanya Khali.


“Sudah tuan,” ucap Ibra.


“Ya sudah ayo kita berangkat,” ajak Khali.


Sebelum keluar Pangeran Khali memakai masker untuk menutupi wajah rupawannya, tetapi meski wajahnya sudah tertutup akan tetapi ketampanan dari matanya sudah sangat terlihat.


Jalanan ramai karena waktu sudah pukul 18.00, banyak lalu lalang mobil yang saling mendahului. Asisten Ibra terlihat tenang membawa mobil. Sudah terlatih membuatnya tak pernah khawatir atau panik dalam berkendara.


Hingga mobil mereka masuk dalam kawasan perumahan, mulai menyusuri jalanan yang ada. Keduanya sudah menengok kanan dan kiri untuk membaca nomor rumah.


“Itu tuan rumahnya,” ucap Ibra menunjuk rumah yang terdapat air mancur dan taman yang indah.


Ibra menekan klakson dan terlibat satpam membuka pintunya sedikit dan berjalan ke arah mobilnya.


“Selamat malam tuan,” ucap sopan Satpam.


“Selamat malam, Nona Aqilanya ada?” tanya Ibra to the point.


“Oh Non Qila ada tuan, mari masuk,”


Satpam memberikan kode akhirnya gerbang pun dibuka. Ibra mulai melajukan mobilnya memasuki pekarangan indah itu. Bahkan Khali tak henti-hentinya mengucap syukur dalam hatinya menatap kekuasaan Allah yang indah ini.


Keduanya keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu utama.


Ting tong ting tong.


Ibra berdiri disamping Khali dan memencet belnya.


Belum ada sahutan membuat Ibra menekan belnya lagi. Dan terdengar suara dari dalam.


“Sebentar,” teriak dari dalam.


Terdengar kunci pintu diputar dan ceklek.


Seorang wanita mulai memperlihatkan dirinya dan seketika mematung.


“Assalamu’alaykum” salam Pangeran Khali

__ADS_1


Suara nya menyadarkan Aqila dari keterkejutan. Ya yang membuka pintu itu adalah Aqila. Dan pastinya dia akan terkejut bukan kepalang melihat tamu yang tak diundang adalah tamu yang sangat ia tunggu kehadirannya karena sebuah tas.


“Wa’alaykumsalam,” saut Aqila.


“Boleh kami masuk?” tanya Pangeran Khali ramah.


“Ah iya boleh,” jawab Aqila kikuk.


Dia bergeser dan mempersilahkan tamunya masuk. Menggiring kedua tamunya untuk duduk. Hingga ia kembali kebelakang umtuk memanggil kakak iparnya.


Dan benar saja ketika sudah menyampaikan kedatangan dua rekan bisnis Kevin, Kevin segera keluar dan menemui mereka diruang tamu.


“Ada perlu apa ya tuan?” tanya Kevin ramah setelah mengucapkan salam.


“Ah kami kemari ingin mengembalikan tas nona Aqila,” ucap Pangeran Khali memberikan tas itu.


“Alhamdulillah, terimakasih banyak tuan, dia dari tadi memang menunggu kehadiran anda. Karena tadi saya sebenarnya ingin menelfon Asisten Ibra untuk tau lokasi anda ” ucap Kevin ramah


“Iya Tuan Kevin, tidak apa-apa namanya aja manusia kadang lupa,” ujar Khali tenang.


Suara langkah kaki membuat perhatian ketiganya teralihkan, Aqila membawa senampan minuman untuk kedua tamunya.


“Silahkan diminum tuan,” ucap Aqila sopan dengan menunduk.


“Terimakasih,” saut Aqila


Aqila pamit undur diri dan diangguki Khali. Ia keluar dari ruangan keluarga dengan perasaan biasa saja. Mungkin jika orang lain sudah menggila tapi ya begitulah Aqila berbeda. Dia lebih suka diam dalam kesukaannya daripada mengungkapkan hingga membuat hubungan keduanya rusak.


Dengan pelan Khali memgambil gelas dan membaca doa sebelum meminumnya. Meminum hati-hati tanpa meniupnya sesuai ajaran rasulullah.


Dan kemudian datanglah Adel istri Kevin mendekat padanya. Dan Pangeran Khali yang melihat wanita tak menutup aurat segera menundukkan pandangannya.


“Sayang makannya udah siap,” bisik Adel.


“Yaudah sayang. Kamu kesana dulu,” bujuk Kevin.


Adel mengangguk dan meninggalkan mereka. Kevin mengajak dua rekan bisnisnya itu makan malam bersama. Awalnya dapat penolakan tapi karena bujuk rayu Kevin akhirnya Pangeran Khali dan Asisten Ibra menyetujui.


Hubungan keluarga yang sangat padat disini membuat keduanya tersenyum cerah. Ternyata keluarga harmonis guman Khali dalam diamnya.


“Mari tuan kita makan malam dulu,” ajak Kevin.


Terlihat Pangeran Khali berfikir dan akhirnya menyutujuinya. Mereka masuk kedalam dan meja makan telah tertata rapi dan diisi ketiga orang itu.


“Kemana yang lain?” tanya Pangeran Khaki.


“Oh itu mereka dikamar masing-masing tuan,” ucap Kevin.


Pangeran Khali masih menatap makanannya hingga suara tepukan menyadarkannya.


“Silahkan dimakan tuan,” ucap Kevin ramah.


Akhirnya makan malam oleh 3 lelaki tampan itu berjalan lancar. Selesai makan ketiganya kembali ke ruang tamu.


--*--


Yang tanya apa Pangeran Khali pakek bahasa inggris atau arab atau indonesia. Aku jawab disini yah.


Bagi seorang Pangeran dia diwajibkan bisa berbicara dengan banyak bahasa. itu hal pertama. Yang kedua pastinya dia menyesuaikan dengan lokasi. Jika Indonesia berarti dia pakai bahasa indonesia.


Nah udah paham kan!


Dan maaf kemarin up 1 Bab karena memang author dateng ke nikahan dan juga bebarengan dengan nikahan sodaraku tanggal 16. Jadinya dari hari ini mulai riweh. Kalau author up telat atau satu bab mohon maklumkan yah.


Terimakasih.


JANGAN LUPA LIKE ,KOMEN DAN VOTE YANG BANYAK!

__ADS_1


__ADS_2