
“Bahkan aku sudah mulai mengikhlaskan semuanya dan aku berharap akan ada hikmah dibalik semua kejadian ini.” ~Aqila~
.
.
.
“Maafkan kehadiran kami yang menganggu kak, kami hanya ingin bertemu Aqila,” ucap Luna sambil menunduk.
“Untuk apa kalian menemuinya lagi, apa kalian kurang puas nyakitin dia,” bentak Adel.
Karena bentakan Adel pun semua orang yang didalam berdiri dan menghampiri Adel. Tapi tanpa Aqila karena Aqila sedang bercanda dengan kedua ponakan kembarnya.
“Kalian ngapain kesini?” tanya Kevin geram.
Kali ini Alex lah yang menjawab.
“Mohin maaf tuan, kami kesini karena Luna ingin bicara dengan Aqila,” saut Alex.
“Saya mohon ijinkan saya bertemu dengannya,” mohon Luna.
Semua orang masuk dan akhirnya Adel mengijinkan ketiganya masuk ke ruang tamu. Kevin pun menemani mereka dan Adel menjemput Aqila.
Aqila sendiri bingung kenapa semua orang menjadi berubah moodnya setelah dari luar.
“Ada apa ma?” tanya Aqila.
Mama Angel terdiam.
“La ada tamu untukmu,” ucap Adel.
Aqila menatap semua orang sebelum berdiri. Ia melangkahkan kakinya menuju ruang tamu.
Sampai diruang tamu Aqila tak terkejut dia bahkan bersikap tenang. Entah kenapa ia sekarang lebih terlihat tenang bahkan hatinya seperti tanpa beban.
Penampilan Aqila pun membuat Alex dan James terperangah. Bagaimana tidak Aqila kali ini memakai gamis polos dan hijab instan tak lupa dengan ciputnya.
“Assalamu’alaykum. Ya ada apa?” ucap salam Aqila dengan menunduk.
“Wa’akaykumsalam,” saut semua orang disana.
“La aku kesini mau minta maaf sama kamu,” lirih Luna.
“Untuk?”
“Maafkan aku yang telah merusak hubunganmu dengan James, bahkan tanpa malunya kemarin aku membentakmu saat dirumah tembak. Maafkan Aku La, kamu juga sudah menbuat James berubah mau menerima aku dan anakku. Aku berhutang budi sama kamu. Makasih banyak,” ucap tulus Luna.
Aqila tersenyum, “Sama-sama, aku seneng dengarnya kalau Kak James sudah menrimamu. Kapan kalian menikah?” tanya Aqila tenang.
“Seminggu lagi,” seru James yang kali ini dia bersuara.
__ADS_1
“Aku doakan lancar ya,” doa Aqila.
“Kami berharap kamu hadir.”
“Tapi maaf kak aku sudah ada di Palestina karena lusa aku berangkat,” ucap Aqila.
“Ya sudah tidak apa-apa yang penting doakan pernikahan kami,” seru Luna.
“Pastinya,” ucap Aqila tersenyum.
Kevin dan Adel yang melihat Aqila makin dewasa dan tenang itu menjadi bangga padanya. Adel sendiri mengakui sang adik yang umur masih 21 tahun sudah setegar itu. Mungkin jika wanita diluar sana melihat lelakinya selingkuh ia akan marah besar dan dendam. Tapi ini tidak berlaku pada Aqila bahkan dia masih membantu dan mendoakan kebahagiaan James.
Seperti itulah manusia, jika ada yang berbuat jahat pada kita maafkanlah mereka. Doakan kebaikan mereka. Minta sama Allah agar orang itu dibuat sadar dan bertaubat. Jangan dibalas kejahatan mereka dengan kejahatan karena nanti apa bedanya kita sama mereka. Jika mereka jahat balaslah dengan kebaikan kita. Karena perlu diingat kita dan mereka berbeda. Dan percayalah Allah akan selalu mendengar doa hambanya tanpa terkecuali.
--*--
Hari ini hari terakhir Aqila berada dirumah ini, Aqila sudah mengganti semua pakaiannya yang kemarin ia kemas dikoper. Ia sudah memasukkan semua gamis, hijab, ciput, kaos kaki, bahkan celana kulot dan baju sebawah pantat dan tak lupa hijab dan jas kebanggaannya untuk perlengkapan disana.
Semua peralatan ia susun rapi. Ia bahkan sudah tak berangkat ke rumah sakit karena sudah diberi surat ijin dan mereka para dokter dan suster yang ikut akan bertemu besok di Bandara.
Aqila sendiri hari ini hanya akan bersantai dirumah. Bermanja dengan sang mama dan menunggu makan malam bersama Kayla.
Semua keluarga pun masih berkumpul sampai besok mengantarkan Aqila ke bandara.
“Mama” panggil Aqila kepada mamanya yang sedang membuat kue kesukaan Aqila
“Ya sayang,” saut Mama Angel.
“Iya sayang, mama cuma bikin kue kesukaan kamu aja loh,” seru Mama Angel.
“Iya ma, Aqila cuma ingetin mama aja.”
Aqila tetap menatap sang mama yang membuat kue karena mamanya tak mengijinkannya untuk membantunya.
Setelah selesai dengan kuenya, Mama Angel mengajak sang anak ketaman belakang karena ia sudah menata kue itu kedalam toples.
“Qila,” panggil Mama Angel.
“Iya ma,” saut Aqila.
Mereka sekarang sedang duduk berdua ditaman belakang.
“Mama doakan kamu disana baik-baik saja sayang, ingat pesan mama jaga makan, jaga sholatmu sayang. Dan jangan lupa puasa sunnah sayang kalau kamu bisa. Ingat minta sama Allah semua apa yang kamu inginkan yah,” nasihat Mama Angel.
“Iya ma Aqila pasti ingat ma,” saut Aqila.
“Kamu anak mama terakhir. Mama sayang sama kamu seperti mama sayang sama kedua saudaramu sayang. Baru kali ini mama jauh sama kamu, jadi mama masih sedikit takut. Tapi mama ingat kamu sudah ada yang menjaganya yaitu Allah. Mama percayakan Allah pasti jagain kamu sayang,” Sambung mama Angel.
Aqila mengangguk dan memeluk mamanya. Ia terharu bahkan berat untuk meninggalkan sang mama tapi mau bagaimana lagi ini adalah keinginannya dan besok ia sudah berangkat.
---*---
__ADS_1
Malam harinya.
Seperti janji kemarin, malam ini Kayla akan makan malam dirumah Aqila. Mama Angel, Mama Nora, Adel dan Aqila pun menyiapkan makan malam spesial untuk tamu mereka.
Dan tak lama suara deru mobil membuat perhatian mereka terpecah. Aqila segera menuju pintu dan membukanya.
“Assalamu’alaykum,” sapa Kayla ramah. Ia menggandeng anak perempuan berumur 5 tahun kurang.
“Wa’alaykumsalam,” saut Aqila.
Aqila berjongkok didepan Zahra.
“Assalamu’alaykum Zahra sayang,” ucap Aqila.
“Wa’alaykumsalam tante,” saut Zahra lucu.
Aqila pun mengajak keduanya masuk, dan segera membawa keduanya kehadapan semua keluarganya. Sayangnya Baby Taqy tak ikut malam ini karena ia dibawa oleh Rudi dan Meli keluar bersama mereka.
“Assalmau’alaykum,” sapa Kayla sopan.
“Wa’alaykumsalam,” saut semua orang.
Mereka semua berkenalan dengan Kayla dan setelah selesai mereka mengajak untuk makan malam bersama.
Suasana hangat dan haru pun terjadi kembali dimeja makan. Bahkan dengan adanya Kayla tak membuat semua orang canggung. Bahkan semua orang menerima kehadiran Kayla dan Baby Zahra.
Selesai makan malam yang penuh kasih itu mereka kembali ke ruang keluarga.
“Pertama tama, tante ucapain makasih banyak buat Nak Kayla,” seru Mama Angel membuka suara.
“Karena Kayla bisa membuka hati Aqila sayang. Makasih banyak Kayla mau nasehatin Aqila dan menuntunnya sampai menutup aurat seperti ini nak.”
“Tante bangga sama kamu, tante banyak banyak terimakasih sama kamu nak Kayla,” sambung Mama Angel.
“Tante gak perlu terimakasih. Kayla memang sudah aku anggap Aqila kayak adik aku sendiri tante. Jadi nasehatin dia buka buat beban sama aku tante malahan aku seneng bisa ngubah dia kayak gini tante, aku juga bersyukur Aqila nurut sama nasehatku. Aku selalu mendoakan kebahagiaan Aqila dan semoga dia istiqomah,” ucap tulus Kayla.
“Aaamin allhumama aamiin,” seru serempak semua orang.
Malam itu Aqila menjadikan malam sebelum dia berangkat. Malam ini dia makin senang bisa berkumpul dengan semua keluarga yang ia cintai. Bahkan ditambah kehadiran Kayla juga disini. Makin membuat semangat Aqila memuncak.
Hilang satu orang yang kita cintai tak membuat kita menjadi lemah. Perlu kalian ingat kalian masih memiliki keluarga yang sangat menyanyangi kalian apa adanya. Bahkan selalu mensupport dan mendukung kalian. Itulah yang Aqila rasakan sekarang. Dikelilingi oleh keluarga yang sayang padanya hingga dia melupakan semua sakit hatinya.
Dan dia bersyukur karena Allah masih mau mengetuk hatinya untuk bertaubat bahkan diusia yang sudah menginjak 21 tahun.
--*--
Selamat Membaca😭
Mau nangis soalnya season 1 mau tamat huhuhu.
Jangan lupa like, komen, dan vote yah
__ADS_1