
Ibu citra semakin berang karena pak ganda tidak juga memberitahu kemana judeo sekarang.
Clara diam - diam beraksi, sang asisten sudah menyuruh orang untuk melacak keberadaan judeo, dan orang itu sudah memberi informasi kalau judeo sedang berada di sekitar pusat perbelanjaan MM. Padahal mereka tidak tahu kalau itu hanya handphone judeo, yang dia suruh di pegang jo.
"Bu sepertinya pak judeo sedang berada di mall MM, barusan orang kita lacak dari handphonenya" ucap clara asisten ibu citra.
Bu citra langsung berbalik dan meninggalkan pintu rumah judeo menuju mobilnya.
"kita ke mall itu" perintahnya entah untuk siapa apakah ke clara atau kepada supirnya. Untunglah clara langsung tanggap dan menyuruh supir itu langsung menuju mall MM.
"pak kita ke mall MM ya"
"baik Bu"
Ibu citra terlihat masih sangat emosi dengan semua kejadian hari ini. Sepanjang menuju mobilnya dia ngoceh entah untuk siapa.
Baru aja mobil mereka keluar dari gerbang rumah judeo terlihat satu mobil masuk ke pekarangan rumah itu. Ternyata semua itu tak luput dari perhatian ibu citra. Dia langsung memerintahkan supirnya untuk berhenti.
"tunggu" ucapnya sambil tetap memperhatikan mobil itu sampai berhenti dan penumpangnya turun. Dia berharap yang ada di mobil itu adalah Jo dan judeo.
Tapi lihatlah, yang turun adalah seorang anak kecil dengan tas ransel karakter ada di punggungnya beserta seorang wanita paruh baya, sepertinya pengasuhnya.
Dan wajah anak itu, sungguh takjub wajah anak itu seperti judeo waktu kecil. Ibu citra masih ingat banget judeo pertama sekolah.
Anak itu terlihat langsung berlari masuk rumah dan sudah disambut oleh pak ganda dan istrinya Silvia di dekat pintu. Mereka menciumi anak itu lalu membawanya masuk.
Tunggu, apa anak itu anak judeo?
Sudah sebesar itu dan selucu itu?
Terus kenapa judeo malah kasih di asuh oleh papinya dan mama tirinya?
Aku harus tahu kebenarannya.
Ibu citra langsung mengambil handphonenya dan menelepon kenalannya yang kemarin kasih tahu kalau judeo sudah punya anak.
"beri saya info tentang anak itu dalam setengah jam" perintahnya
"baik Bu" jawab orang di sebrang.
"kita ke mall MM dulu" perintah Bu citra ke supir itu.
Ternyata jarak rumah itu ke mall MM tidak terlalu jauh, hanya sepuluh menit sudah sampai.
"aku telepon dulu"
Ibu citra langsung menghubungi nomor judeo dan benar ada di toko ini, berarti mereka lagi meeting.
"hallo nyonya"
__ADS_1
"hallo Jo"
"maaf nyonya apa ada yang penting, nanti saya sampaikan ke tuan judeo" ucap Jo sopan
" suruh tuanmu temui saya di bawah, lobby depan"
"haaaaaa" Jo kaget juga, berarti benar nyonya citra ada di daerah T dan tadi sudah ke rumah tuan judeo bersama Ester.
Ini bisa rame ini urusannya nanti, kasian Ester dan radit, batin Jo.
Jo buru-buru turun ke bawah mencari nyonya citra.
"selamat siang nyonya"
"siang" ujarnya jutek
"apa nyonya ada urusan juga disini"
"iya, di mana Deo"
"tuan judeo sedang liburan nyonya"
"apahhhh, liburan? kamu jangan bohong Jo, aku tahu dia di sini orangku melacak dia ada di sini"! ucapnya yakin
"kamu jangan membohongi saya, kamu cukup tahu kan siapa saya" ujarnya penuh tekanan.
"tapi nyatanya tuan judeo tidak ada disini nyonya"
Tidak berapa lama handphone judeo yang di pegang Jo berdering dan terlihat disana mami calling....
Ternyata ibu citra menghubungi judeo untuk memudahkan orang itu melacak judeo, tapi apesnya handphone itu ternyata di pegang oleh Jo asisten judeo.
"jadi handphone judeo ada sama kamu"?
"iya nyonya, handphone tuan memang saya yang pegang" ujarnya jujur
"kurang ajar, kenapa kamu ngga ngomong" teriaknya sangat marah.
"sekarang katakan judeo liburan di mana" teriaknya lebih keras
"maaf nyonya, kalau ada yang urgent nanti saya sampaikan, itu pesan tuan judeo" Jo tetap lembut
"saya harus ketemu dia"
"saat ini belum bisa nyonya" ucap Jo sopan karena biar bagaimanapun ini maminya pak judeo tuannya.
"kenapa? apa dia sedang bersama istrinya"?
deggggg
__ADS_1
Ternyata nyonya sudah tahu banyak tentang tuan judeo, bagaimana ini, bilang atau ngga ya keberadaan mereka? kasian Ester dan Radit nantinya!
"Maaf nyonya itu hanya pesan pak judeo, kalau mengenai privacy pak judeo saya tidak ingin bertanya juga"
"saya bisa cari tahu sendiri" ucap Bu citra garang.
Saat itu juga satu pesan masuk di handphonenya kalau judeo sedang menginap di hotel M.
Ibu citra langsung bangkit berdiri dan di ikuti oleh Clara sang asisten. Dia meninggalkan Jo begitu aja tanpa kata atau pesan, membuat Jo terbengong-bengong.
"kita ke hotel M dulu" ucap ibu citra ke clara begitu mereka masuk mobil.
"hotel M pak" perintah Clara ke supir mereka.
Sementara Jo bengong sendiri, ngga ngerti apa yang harus dia lakukan dulu. Sekejap berikutnya barulah dia telepon pak ganda papinya judeo untuk mengamankan Radit.
Ibu citra dan asistennya clara langsung meluncur ke hotel M. Sepanjang perjalanan sekitar setengah jam ibu citra tidak banyak omong, dia hanya ngomong seperlunya.
Begitu sampai di hotel itu Clara langsung cari informasi mengenai kamar tuan judeo. Tapi pihak hotel itu awalnya tidak memberikan info apapun , karena mereka takut kehilangan pekerjaan secara tuan judeo adalah pemilik hotel ini. sampai akhirnya ibu citra menunjukkan identitasnya sebagai maminya judeo dan judeo adalah putranya, akhirnya mereka memberikan informasi tentang kamar judeo. Sementara ibu citra merasa kaget juga ternyata judeo adalah owner dari hotel ini sekarang.
Mereka di antar oleh seorang petugas hotel untuk meyakinkan bahwa ibu ini benar maminya tuan judeo.
Tok tok tok
Ternyata yang buka pintu adalah judeo sementara Ester sedang dandan sedikit setelah mandi , sudah setengah hari mereka di tempat tidur judeo ingin mengajaknya makan siang untuk memulihkan tenaga.
ceklek
"ya" ucap judeo bengong melihat maminya dan asistennya Clara ada disana.
"maaf tuan mengganggu" ucap mereka sopan, sementara judeo masih bengong karena kaget kenapa maminya bisa ada di daerah T dan sekarang berdiri di depan pintu kamarnya.
"apa benar nyonya ini orang tua tuan judeo"?
"iya, kalian boleh pergi" perintah judeo sehingga kedua karyawannya itu langsung turun kembali.
"ada apa mami kesini"? tanya judeo tidak bersahabat
"ohhhh begini kelakuanmu, mana wanita itu, wanita ngga tahu sopan santun, mau menikah dengan laki-laki yang tidak memperkenalkannya kepada ibunya, keluarga satu-satunya" teriak Bu citra membuat Ester yang baru selesai dandan mendengar jelas ucapan itu.
Ester kembali mengingat bagaimana dulu ibu citra dengan sadis menyuruh anak buahnya membuang Ester.
Nyali Ester menjadi ciut menghadapi ibu citra walaupun disana ada judeo suaminya.
Hai semua
Dukung terus ya
Like, coment dan vote ya
__ADS_1
Terimakasih