AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 57 TOLONG LEPAS AKU


__ADS_3

Ester bahkan tidak merasa takut dengan supervisornya. Sekarang yang dia rasakan dia sangat takut sama judeo karena pastinya hidupnya akan terusik dengan kehadiran judeo.


"tidak pak, tidak ada apa-apa, nona Ester tadi melayani customer sangat baik dan kami sangat terkesan" ucap Jo untuk menutupi kebingungan semua orang dengan mengambil jalan tengah.Tidak mungkin kan Jo bilang Ester mantan istri bosnya.


"tapi kenapa Ester sampai menangis" tanya pak supervisor itu kearah Ester. Ester belum bisa menjawab atasannya, bahkan untuk membuka mulutnya pun dia sangat kewalahan sepertinya. Hanya airmatanya yang terus mengalir tanpa bisa di ajak kompromi.


"mungkin nona ini terlalu senang pak, mendapatkan pujian dari pemilik departemen store ini" ucap Jo menegaskan kepada Ester bahwa dia bekerja di departemen store milik judeo sambil tersenyum. Tapi bagi Ester seolah itu juga menegaskan bahwa Ester tidak bisa berbuat apa-apa sekarang serta tidak akan bisa menghilang dari Judeo juga.


"ohhhhh"


"oh iya pak judeo, kita lanjutkan ke bagian lain pak, silahkan bapak-bapak bekerja aja, karena pak judeo tidak ingin didampingi mengelilingi departemen store ini" ucap Jo kepada beberapa staf yang ada disana, yang mengira tadi Ester berbuat kesalahan,Jo lakukan itu supaya beberapa orang yang disana bubar.


"mari pak,,, oh iya nona Ester ,sampai nanti nona kita bicara lagi, ada hadiah dari pak Judeo nantinya" ucap Jo kepada Ester seolah memberi kode bahwa tuan judeo akan bicara serius dengan Ester.


Jo mengarahkan tuan judeo ketempat lain yang justru agak sepi, supaya bisa bicara dengan tuannya. sementara itu tadi diam-diam Jo langsung menyuruh satu pengawal pak judeo untuk mengamati gerak gerik Ester, jangan sampai melarikan diri ataupun ngumpet dari Judeo.


Saat mereka sudah agak jauh Jo berbisik kearah tuan judeo.


"apa yang akan tuan lakukan dengan nona Ester"


"atur supaya saya bisa bicara sama dia"


"baik tuan, nanti akan saya atur"


"sekarang, nanti-nanti lagi"


"bagaimana kalau nanti makan siang tuan, biar tidak terlalu mencolok" saran jo


"atur aja" ucap judeo asal. Dia belum bisa percaya kalau gadis itu bisa dia temukan ditempat ini. Tempat yang sangat jauh dari kota jakarta. Pantas aja pencariannya diJakarta dan daerah disekitarnya tidak membuahkan hasil sama sekali.


Bahkan dulu judeo sudah hampir mengerahkan beberapa kelompok keamanan dan ormas yang cukup segan padanya untuk menemukan Ester hidup atau mati. Tapi hasilnya semua nihillll besar alias big zero.


Tapi apapun itu dia tidak perduli, bertemu dengan Ester seolah membuat semangat hidupnya bangkit lagi tanpa ia sadari. Dalam hati judeo ada rasa bahagia yang tidak dia tunjukkan keluar.


Judeo dan Jo akhirnya memutari lagi lantai pusat perbelanjaan itu dimana Ester jaga. Judeo sebenarnya sudah tidak fokus dengan apapun, fokusnya sudah Ester, Ester dan Ester.


"Jo, mendingan aku langsung bicara sama Ester, tolong hubungi pak Willy" ucap judeo ngga sabaran. Pak Willy adalah pimpinan dari departemen store milik judeo ini.


"maaf tuan, bukankah itu akan membuat nona Ester dalam masalah"

__ADS_1


"masalah apa"?


"begini tuan, ini tempatnya bekerja mencari nafkah, sementara kita belum tahu kehidupannya sekarang, masih perlu kita dalami. yang aku dengar sih dia SPG senior disini "


"terus"


"menurut saya biarlah kita tanya dulu sama nona Ester tentang statusnya tanpa teman-temannya tahu kalau tuan pernah jadi suaminya. baru nanti tuan bisa putuskan apa yang akan tuan lakukan."


"bagaimana kalau dia melarikan diri dan ngumpet lagi Jo"


"seorang pengawal tuan sudah saya tugaskan mengawasi nona Ester dari jauh"


"bagus, untung kamu cepat tanggap" ucap judeo tersenyum kecil.


"anda terlihat sangat bahagia ketemu Ester tuan" tanya Jo hati-hati.


"apa, ya ngga lah biasa aja", ucapnya berusaha nutupi.


"tapi tuan, sepertinya tuan dan nona Ester itu memang jodoh" ucap Jo serius


"maksudmu"?


'benar juga ya, kenapa coba aku ambil bangunan ini, dapat untung juga belum padahal butuh biaya sangat banyak. Ternyata orang yang dia cari mencari nafkah disini. benarkah ini pertanda mereka jodoh' batin judeo.


"ahh kamu bisa aja"


"tapi aku yakin ini pasti ada maknanya tuan, dan tuan juga tidak penasaran lagi dengan nona Ester seperti selama ini"


Sementara Ester sudah tidak bisa berpikir jernih lagi. Hati dan pikirannya sudah sangat cemas dan takut apa yang akan dilakukan tuan judeo lagi dengan hidupnya. Lalu nanti bagaimana dengan raditya? haruskah aku berterus terang? tapi bagaimana kalau dia dan maminya malah akan melenyapkan Raditya. mereka pasti takut kalau suatu saat Raditya menuntut sesuatu ke keluarga mereka.


'Tuhan, aku tahu semua ini adalah rencana Tuhan, tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa campur tangan dari Tuhan. Biarlah Tuhan yang selalu melindungi aku dan anakku raditya' doa Ester dalam hati sambil meneteskan air mata.


Sejujurnya Ester sangat sadar siapa tuan judeo. Dia simpan gimana pun pasti dia akan tahu tentang Raditya.


Belum putus pikiran Ester tentang hal itu terlihat tuan Jo sudah berdiri lagi didepannya.


"siang nona Ester" sapa Jo sopan


"si..siang" ucap Ester kikuk sambil celingukan.

__ADS_1


"kenapa nona, anda cari tuan judeo" tanya Jo yang sedikit mengerti keresahan Ester.


"iya" Ester bicara pelan sambil mengangguk.


"tuan judeo sudah menunggu di food court, saya ingin menjemput nona untuk makan siang bersama" ucap Jo sopan.


"saya, makan siang bersama"? tanya Ester bingung karena ngga percaya.


"iya nona, mari" ucap Jo mempersilakan.


"tunggu"


"iya nona"


"menurutmu apa yang akan dilakukan tuan judeo lagi dalam hidupku"?


"kenapa nona bertanya begitu padaku" Jo menatap Ester serius


"maaf pak Jo, aku tahu pak Jo orang baik, tapi pak judeo mungkin sudah bilang atau merencanakan sesuatu terhadap saya pak, tolong beritahu saya pak, soalnya..." Ester terdiam bingung, haruskah dia cerita tentang Raditya sekarang, siapa tahu pak Jo punya solusi atau saran.


"soalnya apa nona Ester" tanya Jo serius.


"pak tolonglah bilang dan bujuk pak judeo untuk melepaskan saya pak, saya ingin hidup tenang pak"


"maksud nona", padahal dalam hati Jo sudah paham dengan kegundahan Ester.


"pasti pak judeo ingin mengurung saya lagi kan"? ucap Ester berharap jawaban Jo berkata tidak.


"itu tergantung tuan judeo nona, saya yakin anda cukup tahu karakter tuan judeo."


"pak Jo, tolonglah, sekarang keadaannya sudah beda pak"


"maaf nona saya tidak bisa berbuat apa-apa." ucap Jo serius."sekarang mendingan nona ikut saya sebelum tuan judeo kesal kelamaan menunggu" ucapnya berlalu diikuti oleh Ester.


Hai semua


Like, coment dan vote ya


Terimakasih

__ADS_1


I LOVE YOU ALL🤗🙏


__ADS_2