AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 15 INGAT DIA


__ADS_3

Sepanjang perjalanan ke kantor judeo tidak bicara kalau tidak ditanya oleh Jo. Entah kenapa dia bisa membayangkan Ester terus. Gadis kecil yang polos, tidak pernah pakai make up bahkan sabun mandinya juga mungkin hanya merk zaman dulu yang masih berbentuk oval itu. Rambutnya yang agak panjang sering diikat supaya tidak mengganggu saat kerja.


Pokoknya kalau secara logika bukanlah selerannya judeo, karena pacarnya adalah gadis-gadis atau wanita-wanita cantik yang selalu anggun dengan body aduhai dan tampilan yang modis.


"tuan" panggil Jo


"tuan judeo" panggilnya lagi, karena judeo masih diam dan menatap keluar mobil dengan pandangan hampa, terlihat sekali dia itu sedang melamun.


"tuan" ucap Jo sambil menyentuh lengan tuannya


"hmmmm ada apa" ucap judeo agak kaget.


"tuan baik-baik aja" tanya Jo serius


"baik-baik aja, kenapa emank"?


"ngga tuan, saya lihat tuan tadi melamun"


"ada-ada aja kamu, saya melamun" jawabnya ketus


"maaf tuan"


Mereka akhirnya tiba dikantor CJ dan langsung masuk ke gedung tinggi itu.


"selamat pagi tuan" sapa para karyawan.


"selamat pagi" selalu Jo yang menjawab


Sementara judeo hanya berlalu begitu aja dan ngga perduli dengan sapaan orang.


Setelah tiba di ruangannya, Jo langsung bertanya lagi seperti biasa.


"mau sarapan apa tuan"


"apa aja"


"baik tuan"


"buatin saya kopi juga"


"baik tuan"


JUDEO langsung membuka laptopnya yang sudah tersedia diatas meja.


Baru aja dia mulai buka laptop ada pesan masuk dihandphonenya.


"sayang, hari ini makan siang yuk"


"aku lagi longgar waktunya"


"oke ngga"


Bunyi pesan dari sela. judeo malas hanya untuk membalas. Tapi kalau ngga dibalas sela pasti langsung datang ke kantor.


"ya" balasnya


"dimana, aku yang tentuin ya" sela


"hmmm"


"oke sayang"


JUDEO kembali fokus dengan laptopnya. Kalau sudah bekerja jangan ditanya judeo adalah orang yang sangat telaten.


tok tok tok


"hmmmm"


"ini sarapannya tuan"


"hmmmm"

__ADS_1


"saya siapin disana tuan" tanya Jo menunjuk sofa diruangan judeo, karena meja kerjanya sudah penuh.


"hmmmm"


Jo menyiapkan semuannya di meja sofa ruangan itu.


"sudah tuan"


judeo lalu beranjak menuju sofa dan sarapan. Melihat menu sarapannya nasi goreng, judeo jadi teringat sama Ester, gadis kampung yang ada dirumahnya.


'dia sudah makan belum nasi goreng itu ya'?


'ah bodo amatlah, mau makan kek, mau ngga kek terserah'


'kok aku jadi ingat gadis kampung itu terus sih, apa hangan-jangan dia mengguna-gunai aku ya'


'tapi kami ngga pernah ngobrol, kapan bikin guna-gunanya'


'apa ditempat tidurku'


'ah ngga mungkinlah'


JUDEO mulai sarapannya dengan lahap.


Siang harinya judeo sudah lupa janji makan siang dengan sela. Dia oke in aja makan siangnya dipesan Jo.


"tuan makan si..."


dddrrrt dddrrrt dddrrrt


sssssttt


judeo menyuruh Jo untuk diam dulu dengan kode jari dibibirnya.


"halo"


"sayang aku sudah direstoran x ya, ngga jauh dari kantormu"


JUDEO kaget, dia baru ingat janjian makan siang dengan sela.


"hmmmm"


Dia langsung mematikan sambungan teleponnya.


"Jo, aku lupa janjian makan siang sama sela,"


"terus, ini sudah datang pesanannya tuan"


"buat kamu aja"


"saya pesan juga tuan"


"kasih yang lain aja" ucap judeo enteng sambil menutup laptopnya.


eitsssss tunggu dulu


"Jo, kasih kerumah aja, suruh diantar supir, buat gadis kampung itu"


Jo tentu saja sedikit kaget, tumben tuannya ingat sama cewek kampung itu.


"apa tuan, saya tidak salah dengar kan"? tanya Jo memastikan


"apa kamu sudah tuli" tanya judeo garang tak ingin Jo bertanya lebih banyak, karena dia sendiri bingung kenapa peduli gadis itu.


"belum tuan"


"ya sudah" judeo langsung bangkit berdiri dan berlalu dari ruangannya.


'hahaha Ester gadis kampung itu bisa merubah tuan judeo punya rasa peduli' ckckck gumam Jo sambil geleng-geleng kepala.


Jo langsung menghubungi supir untuk mengantarkan makanan itu ke apartemen judeo. Sebelumnya Jo menghubungi Ester lewat telepon yang di apartemen judeo.

__ADS_1


Sementara judeo langsung meluncur diantar supirnya menuju restoran yang di maksud. Ternyata sela sudah menunggu di private room dengan menggunakan nama tuan judeo. Sela tampil dengan baju tang top yang dipadukan dengan kardigan biru muda.


Sela sengaja memakai pakaian seksi untuk menggoda judeo, hari ini dia berniat pura-pura mengembalikan uang judeo yang kemarin dia pakai beli mobil baru. harganya sangat fantastis.


Sela yakin dia dan judeo akan berakhir disuatu tempat kehangatan. Dia benar-benar sudah mengosongkan jadwalnya untuk itu, demi kata lunas dari judeo.


"halo sayang" sapa sela langsung berdiri begitu melihat judeo memasuki ruangan itu.


"hmmmmm"


"kamu ngga bawa Jo asisten setiamu itu"


"ngga"


"baguslah, kalau ada dia kita jadi ngga bisa bermesraan"


JUDEO diam aja tak menanggapi lagi. Dia melirik pakaian sela yang sudah terlihat sangat seksi. apalagi sekarang kardigannya sudah dia buka dengan alasan gerah.


Terlihatlah kulit mulusnya dan juga bagian tubuhnya yang seharusnya ditutupi. dia sudah menebak judeo akan langsung menyerangnya. bahkan ditempat umum sekalipun dengan alasan aku sudah ngga tahan.


Tapi tidak kali ini, judeo malah langsung fokus ke menu makanannya dengan alasan lapar.


"saya mau ini, ini ,dan ini" pesan judeo tanpa perduli sama sela lagi.


"nona pesan apa" tanya karyawan restoran itu.


Sela yang merasa godaannya gagal malah melirik judeo, sebenarnya judeo sadar lirikan sela tapi dia lagi malas menanggapi. Sela semakin merasa aneh saat judeo malah dengan cuek bebek membuka handphonenya.


"nona mau pesan apa" ulang karyawan restoran itu.


"kamu, bawel banget sih, sabar dulu" bentak sela yang langsung mengalihkan perhatian judeo dari handphonenya. Dia memperhatikan karyawan restoran itu yang sudah ketakutan.


"maaf nona" ucapnya menunduk, karena dia cukup tahu tuan judeo yang sering makan siang di restoran ini.


"kenapa sih" tanya judeo membuat kedua karyawan itu makin ciut.


"ini sayang, bawel banget, nawarin menu aja ngga sabaran" ucap sela sok korban.


"sekali lagi maaf nona" ucap karyawan yang sudah takut itu. Melihat wajah ketakutan karyawan itu judeo malah ingat Ester di apartemennya.


Diakan bekerja sebagai pelayan, berarti dia sering dong dimarahin orang juga, kasihan juga, batin judeo.


"sudahlah sel, kamu pesan aja, saya sudah lapar ini" ucap judeo akhirnya.


"kamu kok ngga marahin mereka sih sayang, kasih tahu managernya donk, jangan kurang ajar" ucap sela lagi


"aduhhh sela, kamu mau makan apa ngga, kalau ngga saya nih yang makan, pesanan saya dulu mba, saya lapar" ucap judeo


"sayang kok kamu begitu sih, biasanya kamu langsung marahin mereka, terus hancurkan reputasi restoran ini" ucap sela sok ngambek.


"sudahlah, lapar ini" ucap judeo lagi


"ya sudah, saya sama aja sama pacar saya" ucap sela


"baik tuan nona, akan kami siapkan" ucap kedua karyawan itu masih ketakutan dan berlalu dari ruangan itu.


"hmmmm"


"Deo, kamu baik-baik aja kan"?


"hmmmm" ucapnya asal


"oh ya Deo, aku undang kamu makan karena aku ingin mengembalikan uang kemarin" ucapnya tenang mengingat tujuan awalnya, berharap Deo langsung menjawab' sudahlah itu ngga usah dibahas lagi, itu milikmu'. biasanya itulah jawabnya judeo.


"hmmmm, sama Jo aja"


"hahhhh" malah dia lempar ke sekretarisnya batin sela


'Berarti benaran harus aku kembalikan donk' batin sela ingin menangis.


Hai readers, terimakasih untuk semua partisipasinya. like, coment dan votenya.🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2