
Judeo dan Jo langsung menuju kantor mereka. Begitu sampai kantor seperti biasa Jo mengantar judeo keruangannya lalu dia masuk ke ruangan sendiri.
dddrrrrtt drrrtt
"halo"
"selamat pagi tuan Jo"
"pagi, ada info apa"
"sepertinya ada tikus got tuan"
"oh ya, got mana"
"kami belum paham, tapi dari kemarin mereka ikuti tuan judeo sampai apartemen. kami akan selidiki tikus kantor atau pribadi tuan judeo." tutur salah satu dari mereka.
"kalian selidiki"
"baik tuan"
Kedua bodyguard dari jauh itupun menutup panggilan mereka.
Sementara Jo, dia mulai memikirkan siapa ya kira-kira yang sedang mengikuti bosnya. Tidak ada orang yang mencurigakan menurut Jo.
'apa ini tentang nona ester'
'apa ini suruhan nyonya besar'
'atau apa ini suruhan nona sela, karena tersinggung kemarin diusir dari kantor'
'atau suruhan pesain bisnis tuan'
'ini harusain cantik menyelidikinya,' batin Jo
Baru aja Jo membuka laptopnya sudah ada interkom dari bawah mengabarkan bahwa nona sela memaksa masuk.
"tahan dia di bawah, saya turun"
"baik tuan" ucap recepsionist itu sambil mematikan sambungan interkom ya.
"pak security, tolong tahan nona itu, ini perintah dari tuan Jo" ucap recepsionist itu agak kencang
"baik mba"
"maaf nona, nona belum bisa naik, sampai tuan Jo turun"
"hei kacung, kamu tahu kan siapa saya, berani sekali kamu" cecar sela
"maaf nona, tolong kerjasamanya"
"kamu orang pertama yang akan saya pecat kalau saya sudah menjadi..." ucapan sela terpotong dengan ucapan Jo.
"menjadi apa nona, tolong anda jangan buat keributan disini. ini jam kerja dan kantor ini tempat bekerja. Tolong kerjasama anda untuk tidak membuat keributan atau saya akan bertindak tegas" ucap Jo penuh tekanan.
"apa, kamu mengusir saya, berani sekali kamu. emank kamu siapa? saya tidak harus turut kepada kacung calon suami saya" ucap sela
__ADS_1
"maaf nona, anda yang memintanya" ucap Jo tegas
"security, bawa ibu ini keluar dari gedung ini, kalau melawan kalian bisa seret paksa, tidak akan ada dampaknya sama kerjaan kalian, percaya sama saya" ucap Jo ingin berbalik
"ho hebat kamu ya, mentang-mentang kamu kekasih judeo, dasar laki-laki sakit masa suka sama laki-laki juga. Hei apa kamu tidak sanggup memuaskan cewek" ucap sela lantang dan menantang.
"maaf nona, sepertinya andalah yang sedang sakit jiwa" ucap Jo tenang walaupun dia bingung juga dengan ucapan sela. Apa karena tuan Judeo sekarang tidak menginginkannya membuat sela yakin tuan judeo tidak suka wanita lagi malah suka sama Jo. Sebenarnya Jo senyum kecil dalam hatinya.
Lagi dan lagi inilah kehebatan Ester. dia bisa membuat hidup seorang sela, artis terkenal menjadi gundah karena dibuang tuan judeo dan lebih memilih Ester.
"hahaha aku tidak sakit jiwa, bahkan aku tahu dimana kalian tinggal bersama" ucap sela setengah teriak.
"ohh iya, anda sangat hebat nona, sangat hebat, ambisi sekali. Tapi sayangnya nona sudah dibuang tuan judeo. Karena anda dibuang anda mencoba mencari alibi, tapi anda lupa nona tuan judeo bisa saja melakukan apapun kepada anda setelah ini, termasuk menghancurkan karier Anda. Dan anda tahu, sekarang tuan judeo sedang sangat mencintai wanita baik dan sederhana, bukan wanita matre seperti anda" ucap Jo tegas
"hehehe kamu mencoba menipuku"? ucap sela kecut
"untuk apa aku menipu kamu, gada untungnya buatku" ucap Jo sudah tidak menggunakan kata nona.
"Dan karena kamu sudah menfitnah tuan judeo maka hal ini harus juga didengar oleh tuan judeo, mumpung dia lagi santai" ucap Jo lalu memencet calling di handphonenya.
"hallo tuan, maaf tuan nona sela sedang membuat keributan dibawah, bukannya aku tidak bisa atasi tapi ini menyangkut nama baik tuan, aku ingin tuan turun sebentar"
"hmmmmm" ucap judeo yakin kalau dia memang harus turun tangan, karena dia tahu Jo tidak mungkin menyuruhnya kalau tidak sangat penting.
"jaga dia sampai tuan judeo turun" perintah Jo kepada security itu lalu melangkah kearah lift menunggu judeo turun dari lift khusus itu.
"maaf tuan merepotkan Anda"
"Napa"
"hmmmmm" ucap judeo yakin itu benar, karena dia sudah sangat kenal Jo
Melihat judeo mendekat kearahnya, sela langsung memeluk judeo.
"jaga sikap kamu, ini kantor" ucap judeo sangat datar
"aku kangen" ucap sela
"aku tidak"
"Deo, aku tahu kamu sekarang sama siapa, tapi aku ingin membawamu kembali ke jalur yang benar"
"maksudmu"
"kita wujudkan impian Tante citra, kita menikah, laki-laki dan perempuan"
'orang gila kamu, memang siapa yang menikahi laki-laki" ucap judeo ketawa karena merasa lucu, akhirnya Jo membisikkan sesuatu ke kuping judeo membuat mimik judeo lucu lalu marah.
"kamu sudah keterlaluan menghina saya sela, aku bisa tuntut kamu untuk masalah ini karena ini adalah harga diriku"
"silahkan, aku bahkan bisa tunjukkan dimana apartemen tempat tinggal kalian"
"hebat ya, ternyata segitunya kamu mengikutiku"
"ngga Deo, aku hanya tidak enak sama Tante citra, makanya aku ingin kita menikah" bujuk sela
__ADS_1
"sayangnya aku sudah menikah"
"ngga mungkin"
"Jo, tunjukin foto pemberkatan pernikahanku sama wanita ambisi ini"
"baik tuan"
"setelah kamu melihat foto pernikahanku, jangan coba ganggu aku. Dan sebagai hukumanmu telah memfitnahku dan membuang waktuku, aku yakin Franky akan membuangmu juga" ucap judeo berbalik.
"apa" sela kaget kenapa judeo tahu tentang Franky. Tunggu, apa selama ini dia tahu hubunganku dengan Franky.
"apa maksudmu Deo" ucap sela ingin mengejar judeo ke lift tapi dihalangi oleh Jo.
"nona sela, nona mau lihat foto pernikahan tuan judeo kan, ini nona" ucap Jo sambil menyodorkan handphonenya.
"tidak mungkin, siapa cewek ini"
"tadi anda minta bukti, sekarang dikasih bukti nona bilang tidak mungkin, terus nona maunya apa, diseret satpam keluar" bentak Jo setengah teriak karena emosi melihat ngeyelnya sela
"ohhh jadi itu trik kamu untuk meninggalkan aku Deo" ucap sela entah untuk siapa
"kenapa emang"
"ngga , ngga apa-apa, aku akan cari buktinya sendiri" ucap sela
"silahkan, tapi sekarang tolong keluar dari kantor ini" ucap Jo masih sopan
"saya juga akan keluar kok"
"bagus, kalau tidak semua security ini aku mempermalukan nona" ucap Jo sangat geram
"dasar kacung-kacung"
"lebih baik kacung nona tapi punya harga diri karena kami digaji, daripada mengaku nyonya tapi pengemis dan..." Jo sengaja menggantung kalimatnya
"kurang ajar kamu, ingat ya, aku akan suruh judeo pecat kamu kalau aku sudah jadi istrinya" ucap sela masih pede.
"bhahahahaha, silahkan nona, silahkan, kami siap dipecat kalau pak judeo ngga butuh kami, benar ngga bapak-bapak", ujar jo ketawa ngakak kepada beberapa security yang mengelilingi mereka.
"awas kamu" ujar sela sambil berlalu karena merasa sudah sangat terpojok dan malu.
Semua security akhirnya merasa lega karena wanita itu sudah keluar dari kantor CJ.
"Teruskan kerjaan kalian" ujar Jo lalu naik keruangannya.
Terimakasih
like
coment
vote ya
I love you all๐๐ค
__ADS_1