AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 130 PULANG


__ADS_3

Ester benar -benar menikmati makan siangnya. Judeo dengan telaten menemani istrinya makan dan membantu mengambil duri ikannya. Ibu citra juga memesan banyak makanan dan minuman yang baik untuk seorang wanita hamil.


Setelah kenyang Ester menyudahi makannya.


" Sudah sayang? nambah lagi ngga"? tanya judeo karena melihat Ester sangat menikmati makanannya tadi.


"sudah mas, sudah kenyang"


"yakin"?


"hmmm"


"orang hamil itu makanya sedikit deo cuma sering - sering" ucap bu citra.


"ohhhh"


Lalu karyawan restoran itu membereskan semuannya sampai rapi seperti semula. Sementara ibu citra dan judeo beserta Ester pindah ke sofa ruangan Bu citra.


"hari ini kalian masih tidur di rumah kan" tanya bu citra sama keduannya.


Deo menatap Ester istrinya , dia takut salah menjawab nantinya.


"iya bu, tapi besok mungkin saya sudah harus balik ke kota T, kasian Radit" jelas Ester


"tapi secepat itu"


"iya bu, karena tadinya niatnya hanya ingin nemanin mas deo saat dia pusing mikirin perusahaannya. Pasti dia cape dan perlu teman saat pulang kantor Bu" tuturnya lagi membuat hati ibu citra kembali salut dengan perhatian ester kepada deo anaknya, sementara ibu citra yang nota bene maminya judeo malah membuat judeo kemarin terhempas sesaat.


"baiklah, tapi kalian cepatlah ke sini, dan sebelum kamu pulang kamu harus kedokter dulu memastikan kondisimu, clara sudah merekomendasikan beberapa dokter terbaik, kalian pilih aja" ujar bu citra.


Ester dan judeo saling tatap, tidak menyangka sebegitu besar perhatian ibu citra sama kandungan Ester cucunya.


"bagaimana sayang, kamu pilih yang mana" tanya judeo masih bingung juga.


"saya terserah ibu aja mas, karena saya juga tidak tahu tentang dokter - dokter itu" ucap Ester jujur.


"kalau begitu mama saranin dokter indah, dia sudah sangat pengalaman" ujar bu citra.


"Kalian harus cek dulu keadaan kandungannya sebelum kalian ke kota T, apalagi ini mau naik pesawat" jelas Bu citra


"iya mi" ujar judeo lagi


tok tok tok


"masuk" ibu citra yang menjawab, dan ternyata yang masuk adalah Jo, asisten judeo.


"maaf tuan, sepertinya tuan harus bertemu dengan tuan William, karena beliau mengira sedang ada masalah di internal CJ." jelas jo terburu- buru.


"apa kamu sudah jelasin"


"sudah pak, tapi sepertinya beliau kurang yakin"


"Mending kamu segera selesaikan, pak William itu orang yang cukup berpengaruh" ujar bu citra yang tahu semua duduk persoalan kemarin.


"iya mi," ucapnya cepat, lalu judeo menatap istrinya.

__ADS_1


"maaf sayang, kita ke dokternya ntar dulu ya, aku beresin ini dulu" ucapnya lembut, jauh dari karakter judeo yang sebelumnya. Dan lagi - lagi ibu citra mengakui semua perubahan itu berawal dari Ester.


"iya mas, ngga apa - apa, mas beresin dulu, aku pulang naik taksi aja" ucapnya polos tapi malah membuat judeo kaget.


"apaaaa, naik taksi??? no, big no" ujar judeo spontan dengan suara tinggi.


"tapi aku ingin istirahat mas" ucap Ester yang memang sudah dari pagi mengikuti suaminya itu berkegiatan dan dia tidak ingin lagi ikut ke kantor suaminya, yang malah mengganggu konsentrasi suaminya.


"kalau begitu aku antar ke apartemen" ujar judeo


"aku ke rumah ibu aja, di apartemen sepi banget. kalau di rumah ibu masih ada taman bunga itu mas"


"ibu setuju, deo biar dia istirahat dulu, wanita hamil itu sangat gampang cape. sementara kamu belum tahu sampai jam berapa meetingnya. Biarkan istrimu diantar oleh Clara ke rumah, kamu urus pak William aja secepatnya" saran ibu citra.


Jujur judeo masih sedikit ragu melepas istrinya sendiri. Untuk saat ini selain Jo dia masih susah untuk percaya sama orang.


Tapi urusan pak William juga bukan urusan yang main- main, ini urgent. judeo menatap istrinya yang sedang menatapnya juga.


Tapi Ester harus berusaha untuk meyakinkan suaminya bahwa dia tidak apa- apa. Dia tidak mau beban suaminya jadi bertambah, walaupun dia tidak tahu apakah kebaikan mertuannya ini tulus atau modus. Tapi siapa yang tahu, hanya ibu citra dan yang maha kuasa.


"sudah mas, jalan sana, saya sama Bu Clara aja, nanti aku kasih kabar kalau sudah sampai rumah" ujar Ester lembut meyakinkan suaminya.


"Kamu yakin sayang"


"hmmmm"


Judeo mengusap rambut istrinya, lalu memerintahkan Jo sang asisten untuk memanggil supirnya.


"Jo, tolong suruh supir mengantar istri saya ke rumah besar, dan stand by disana, takutnya istriku ingin sesuatu" perintah judeo.


"baik tuan"


Akhirnya mereka bersiap untuk keluar dari ruangan besar ibu citra.


"Bu ,kami pulang duluan" ucap Ester mencium punggung tangan ibu citra. Karena malu, mau ngga mau judeo ikut mencium tangan maminya meminta doa restu. Lagi dan lagi ibu citra terharu dengan hal - hal sederhana yang di lakukan Ester.


"iya, kalian hati- hati."


"iya bu" ucap ester yang langsung di gandeng oleh judeo keluar dari ruangan itu.


Begitu sampai di lobby, supir judeo sudah menunggu majikannya, dan kembali judeo mengingatkan supirnya untuk mengantar istrinya dan juga standbye untuk keperluan istrinya.


"kamu hati- hati, jangan ngebut. kalau istri saya menginginkan sesuatu tolong kamu belikan"


"iya tuan" ucap supir itu mengangguk


Setelah mobil yang membawa Ester berlalu dari tempat itu, judeo dan Jo langsung naik ke mobil Jo, dan langsung meluncur ke tempat meeting dengan pak William.


Setelah lebih dari setengah jam meeting dengan pak William, judeo masih belum dapat kabar istrinya, padahal dia sudah mengingatkan istrinya untuk ngasih kabar kalau sudah sampai, harusnya sudah sampai rumah. Tapi kenapa belum ada kabar dari istrinya itu. Akhirnya judeo langsung izin keluar sebentar untuk menelepon istrinya itu.


Tapi sampai dua kali di telepon ,tidak di angkat, membuat judeo makin kalut. pikirannya sudah sangat buruk. Akhirnya dia telepon supir yang membawa istrinya.


dddrrttt dddrrttt dddrrttt


"hallo tuan"

__ADS_1


"kalian dimana"


"di rumah besar tuan, anu tuan"


"anu anu anu apa, mana istri saya, kenapa saya telepon ngga dia angkat"


"itu tuan"


"itu apa cepat ngomong"


"nyonya..."


"nyonya kenapa"?


"nyonya ketiduran tuan di mobil, jadi belum masuk rumah"


"haaaaa" judeo langsung mengubah panggilan ke video yang langsung di tanggapi supirnya.


Supirnya langsung mengarahkan layar video itu ke wajah istri tuannya di kursi penumpang yang terlihat sangat pulas.


"ya ampun sayang" gumam judeo


"ya sudah biarin aja sampai bangun sendiri, kalau nanti sudah bangun kabarin saya"


"baik tuan"


Judeo memutuskan sambungan telepon itu sepihak. Dia jadi bingung sekarang, mau pulang ini belum rampung dan pasti butuh waktu satu jam lebih menuju rumah, terus kalau di biarin kasian istrinya tidur begitu di mobil.


'coba hubungi mami, kantor mami kan dekat, biar dia suruh clara' batin judeo


dddrrttt dddrrttt dddrrttt


"hallo, ada apa deo"


"mi, mami masih di kantor"


"iya, Napa" tanya ibu citra mendengar suara judeo seperti khawatir


"mi tolong bilangin Clara ke rumah besar sebentar"


"kenapa, istrimu mau sesuatu"


"bukan mi, tapi dia ketiduran di mobil, supir ga berani bangunin, katanya pulas banget banget"


"apah, dari tadi"?


"iya mi, makanya kasian, mungkin dia kecapean"


"ya sudah, ya sudah, ntar mami urus, biasa itu wanita hamil gampang ngantuk" ujar maminya bangkit berdiri.


Hallo semua, jangan bosan ya


Tetap dukung author donk


like, content dan vote

__ADS_1


Terimakasih ya🙏


__ADS_2