
Setelah mendapatkan lokasi Ester, judeo sudah tidak perduli pekerjaan dan masalahnya, dia langsung mengirim kan lokasi itu ke handphone jo dan mengajak jo menuju lokasi yang di handphonenya.
"jo Kita langsung ke lokasi yang aku kirim ke handphonemu"
Jo yang belum tahu kedatangan Ester ke Jakarta, jelas aja bingung. Tapi untuk bertanya bukan sekarang waktu yang tepat, nanti seiring jalan aja.
Dia buru - buru berkemas takut bosnya keburu marah, soalnya dari nada suaranya tadi sepertinya sangat urgent.
Tapi begitu jo keluar ruangannya dia lebih kaget lagi, karena judeo sudah keluar dari ruangannya tanpa menunggu jo, padahal biasanya jo lah yang mengurus semuannya baru mereka meninggalkan ruangan judeo.
"maaf tuan, apa ada yang urgent"
"yah "
Jo langsung terdiam , tidak bertanya lagi hanya mengikuti bosnya.
Kalau bosnya sudah bicara begitu pastilah jo tidak berani bertanya lagi apanya yang urgent, biasanya sih bosnya akan cerita apa yang terjadi di perjalanan.
Begitu sampai di lobby bawah, mobil judeo sudah menunggu di depan. Supir langsung membuka pintu untuk judeo dan bosnya itu terlihat langsung buru -buru masuk. Supir itu yakin kalau ini pasti keadaan buru -buru.
"kita ke daerah sini pak" ucap jo menunjuk map di handphonenya. " kita langsung jalan dulu nanti di jalan di bantu untuk pandu" ucap jo kepada supir itu.
Mereka langsung meluncur ke jalan bebas Tampa hambatan. Hanya sekitar setengah Jam mereka sudah keluar dari tol lalu mencari arah alamat tersebut.
"Jo, tolong perintahkan pengawal di appartemen dua orang untuk mengawasi istriku besok" jelasnya
Jo jelas kaget, apa katanya tadi? mengawal istrinya? apa nona Ester sedang di jakarta?
"apa " ujarnya reflex
"maaf tuan, apa nona Ester ada di Jakarta "
"iya, ini mau kita jemput"
"oh hh jadi ini mau jemput nona Ester, pantassss... " ucapnya tanpa sadar sambil senyum
"pantas apa jo "
"pantas tuan buru - buru tuan "
"hmmmmm"
Jo sedikit lega ternyata bukan masalah yang urgent dan menguras Renata, malah ini mah mengurangi kerjaannya untuk mengurus tuan judeo.
Aku yakin kehadiran nona Ester berdampak positif kepada tuan judeo dalam menghadapi masalah. Kalau tuannya itu emosinya terkendali jo yakin pekerjaan mereka juga akan gampang. Sesulit apa pun problemnya judeo pasti bisa cari solusi yang terbaiknya.
Akhirnya mereka tiba di alamat yang di tuju ketika Jam menunjukkan hampir Jam sebelas malam.
tok tok tok
Ternyata yang buka pintu adalah suami dari ibu else.
"selamat malam pak, saya jo dan ini bos saya tuan judeo, kami ingin ketemu Nona ester"? ucap jo sopan
__ADS_1
"malam, ohhh kalian yang mau jemput dia, ayo masuk dulu" ucap suami ibu else
Akhirnya mereka semua masuk dan duduk di ruang tamu sementara asisten rumah tangga mereka memanggil Ester ke atas.
"apa ngga sebaiknya Ester tidur disini malam ini pak" tanya bu else agak bingung memanggil judeo karena sepertinya orangnya sangat irit bicara.
"maaf bu, dia tidur di rumah saya aja, "jawab judeo pendek
"tapi bu, kata pak ganda takutnya ada hal - hal yang tidak di inginkan "
"saya akan telepon papi, saya yang jamin keselamatan istri saya" jawab judeo meyakinkan ibu else.
'Yang benar aja, istrinya jauh - jauh datang ke Jakarta tapi nginap di rumah orang, ngga banget, Big no ' batin judeo
"baiklah kalau begitu, tapi Kalau anda sibuk titip aja dia ke sini jangan sendirian di apartemen "
"iya, terimakasih untuk perhatiannya"
"kami lakukan karena kak Silvia dan kakak ipar, mereka orang yang sangat baik " ucap ibu else
"iya aku tahu "
Terlihat Ester turun dengan membawa koper kecil, jo langsung mengambil koper itu dan membawanya turun.
Judeo sampai berdiri menyambut istrinya yang memanggilnya lembut.
"mas " ucapnya lalu mencium tangan suaminya, ingin rasanya judeo mencium istrinya saat ini juga, tapi ini bukan rumahnya ini rumah orang lain, dia harus bisa menahan diri.
"nah Ester, suami kamu sudah datang, tante sih terserah kamu mau nginap di sini apa langsung ikut suamimu, tapi tolong hubungi kak silvi ya kalau kamu sudah di jemput suamimu " ujar ibu else bijak karena takutnya bu silvia salah sangka, soalnya jelas - jelas kemarin mereka suruh Ester nginap di rumah else aja.
"iya tan..." belum sempat kelar jawaban Ester judeo sudah memotong jawabannya.
"biar aku hubungi papi sekarang" ujar judeo langsung karena dia lihat Ibu else ini terlalu memegang amanat papinya.
"ohhhh Ya sudah "
dddrrrrttt dddrrrrttt dddrrrrttt
"hallo deo"
"hallo pi, belum tidur, cepat banget angkat teleponnya "
"iya, papi malam ini susah tidur"
"kenapa "
"ngga apa - apa"
"papi mikirin Ester "
"iya " Pak ganda keceplosan
"kenapa ngga ngomong istriku ke Jakarta pi, kenapa ikut bohong"?
__ADS_1
Pak ganda jelas gelagapan, karena tadi dia sedang mencari cara untuk menyampaikan hal ini ke judeo.
"dia tidak ingin buat kamu kepikiran" ucapnya akhirnya
"gimana kalau terjadi sesuatu pi, papi kan tahu keadaannya "
"makanya papi minta tolong sama else dan suaminya "
"tetap aja pi "
"jangan marah dulu, niat dia juga baik, ingin nemanin kamu saat ada masalah" ujar papinya lembut membuat judeo tak berkutik lagi.
"Ya sudah, dia sudah bersama saya, saya mau bawa ke apartment saya "
"Ya sudah, yang penting jaga dia, papa percaya kok sama kamu " pak ganda jelas tidak bisa menghalangi niat judeo membawa istrinya ke apartemennya.
"Ya sudah pi, radit gimana "
"sudah tidur, tadi sih tanya kemana mamanya, kami bilang jemput papanya. seharian Dia bersama Aldo biar jangan focus ke mamanya "
"Ya sudah titip dia dulu pi "
"iya, jangan khawatir, kamu jaga Ester aja, jangan sampai dia kenapa - napa " ujar papinya dari sebrang membuat judeo menatap istrinya dan memeluknya lebih erat.
Istrinya ini memang sangat menarik dan baik, sampai - sampai keluarga papinya mengkhawatirkannya sedemikian.
"iya pi , sudah dulu ya pi, sudah malam"
"iya nak"
Setelah telepon papinya judeo kembali ke pokok masalahnya.
"ohhh iya tante, hari sudah larut, kapan - kapan kita bisa cerita lagi, sepertinya sekarang kami harus mohon pamit dulu " tutur judeo sudah lebih lembut karena keluarga ini sudah sangat baik membantu istrinya.
"silahkan, silahkan, Ester Kalau Ada apa - apa jangan sungkan ke sini ya" ujar ibu else
"terimakasih bu, sudah jemput saya tadi dan ini membuat tidur keluarga tante terganggu" ucap Ester Juga sambil berdiri.
"sama - sama nak, sudah sewajarnya kita untuk saling membantu " ucap ibu else
Akhirnya judeo menggandeng Ester dan pulang ke apartemennya. Mereka segera meninggalkan rumah ibu else. Sepanjang perjalanan judeo tidak banyak bicara, dia hanya terus memeluk istrinya itu. Entah kenapa hatinya sedikit tenang banget di tengah semua masalahnya.
"jo kita ke apartemen yang di R"
"baik tuan " ucap jo sambil mengarahkan supir menuju apartemen yang di maksud judeo.
Hai pembaca setiaku
Dukung terus Ya
like, coment dan vote
Terimakasih
__ADS_1