AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 128 KANTOR MAMI


__ADS_3

Setelah banyak drama pagi ini, akhirnya ibu citra dan clara berangkat kerja sementara ester dan judeo juga sudah siap - siap untuk ke kantor.


Jo sudah siap dari tadi dengan semua laporannya.


Setelah dirasa cukup judeo dan ester menuju mobil judeo dan berangkat ke kantor. Sepanjang jalan ester mengagumi gedung - gedung pencakar langit yang ada di pinggir jalan yang mereka lewati. Dulu ketika ester di jakarta juga hampir tidak pernah keluar.


Sampai di kantor judeo mengajak istrinya di sofa dan bermain handphone dulu.


"sayang, saya kerja dulu, kamu di sini dulu ya main handphone deh, nanti kalau ingin sesuatu bilang sama aku, oke" bujuk judeo


"iya mas"


Judeo melangkah ke meja kerjanya dan langsung memanggil sekretarisnya dan juga jo ke ruangannya.


"jo keruangan saya sekarang"


tok tok tok


"masuk"


Sekretaris dan jo masuk hampir bersamaan, lalu memberikan laporan.


"selamat pagi pak"


"hmmm"


"ini berkas yang bapak minta kemarin, tapi.. " sekretarisnya bingung untuk menjelaskan biarlah pak jo yang menjelaskan.


"tapi apa"


"maaf pak, mungkin Pak jo aja yang jelasin" ucapnya sambil melirik jo yang duduk di sebelahnya.


"napa jo "


"semua sudah normal kembali pak, tapi saya belum tahu apa rencana nyonya besar, yang pasti keadaan semua di kantor sudah normal seperti semula" jelas jo membuat judeo terpana dan teringat ucapan maminya bahwa CJ akan normal asal mereka tinggal di rumah besar maminya.


"baiklah nanti saya dan ester akan ketemu mami"


"syukurlah tuan"


"kalian tetap bekerja dengan hati - hati, karena aku sendiri belum bisa menebak isi pikiran mamiku"


"baik pak"


"baik tuan"


Akhirnya pembicaraan mereka kelar, dan sekarang tinggallah judeo dan jo di ruangan itu.


"jo menurutmu apa yang akan mami lakukan" tanya judeo yang sudah menganggap jo sebagai saudara dan sahabatnya.


"aku belum bisa tebak tuan, apa selama di rumah nyonya tuan belum bisa baca situasi" ujar jo


"mami bilang CJ akan normal, asal aku dan ester tinggal di rumahnya"


"ohhh ya" ucap jo setengah ngga percaya


"kamu pasti ngga percaya kan jo, aku aja tadinya ragu" ucap judeo jujur


"maaf tuan, bukan begitu maksudku. Aku malah berpikir nona ester itu sangat hebat bisa merubah pendirian nyonya " judeo seperti baru menyadari hal itu.


"iya ya, kamu benar juga jo, kesederhanaan istriku bisa juga meruntuhkan kekerasan hati mami"


"karena dia ikhlas dan tulus tuan"


"kamu benar jo" ucap judeo

__ADS_1


"ohhh ya nanti makan siang kita kekantor mami, katanya ada yang mau di bicarain"


"saya ikut tuan"


"iya kamu ikut"


"baik tuan, kalau begitu saya ke ruangan saya dulu tuan"


"silahkan"


Jo akhirnya berlalu dari ruangan judeo. Sementara ester sedang asyik menonton film drakor di handphone mahal suaminya, sampai - sampai dia tidak sadari kedatangan judeo ke sofa itu.


"serius banget sayang"


"ehhh mas deo" ucap ester setengah kaget


"film apa sih"


"drakor mas, sedih deh"


"jangan suka nonton yang mewek begitu, ntar anakku cengeng"


"mana ada begitu"


"aku ngga suka lihat wajahmu sedih sayang, walaupun karena film" judeo mendekap istrinya lembut.


Setelah beberapa saat berpelukan judeo melonggarkan pelukannya.


"kamu mau makan apa sayang "?


"es crem boleh"


"boleh, tapi jangan banyak"


"oke bos"


Mereka akhirnya keluar dari ruangan judeo menuju counter ice cream terdekat. Jo langsung ikut bersama mereka karena akan langsung menuju kantor ibu citra.


Sekitar tiga puluh menit mereka tiba di gerai ice cream. Ester memilih dua rasa ice cream dan memakannya di sana. Judeo dengan setia menemani istrinya duduk menikmati ice cream sementara judeo dan jo sambil bahas kerjaan.


Setelah ester selesai dengan telaten judeo melap bibir istrinya yang ada sisa ice cream.


"jo sekarang kita langsung ke kantor mami"


"baik tuan"


Tidak terlalu lama menuju kantor maminya yang memiliki beberapa toko dan boutique perhiasan, karena tidak terlalu jauh.


Begitu sampai, security disana yang sudah kenal judeo langsung menyambutnya.


"selamat siang pak, bu" sapa mereka


"siang " sapa ester


"hmmmm" judeo


Mereka langsung menuju ruangan maminya yang ternyata disana sudah ada tim advokasi maminya dan kantornya.


Judeo langsung masuk tanpa mengetuk pintu dulu. Tangannya masih setia menggandeng tangan istrinya.


"ohhh kalian sudah datang" sambut bu citra


"selamat siang bu" sapa ester senyum manis


"siang, ayo duduk dulu" ajak bu citra sedikit lebih ramah dari biasanya.

__ADS_1


"makasih bu" ucap ester kembali sambil duduk di samping suaminya.


Setelah mereka semua duduk, judeo memandangi pengacara maminya, lalu memandang maminya dengan penuh selidik.


'sebenarnya apa rencana mami'


'sampai menggunakan tim advokat segala' batin judeo,


Sementara ester sudah siap dengan apa pun, karena dia juga ngga tahu tujuan bu citra mengundang mereka ke sini.


Ester sudah siap apa pun yang akan dilakukan ibu citra. Selagi judeo masih di sampingnya sepertinya tidak mungkin dia di singkirkan.


"baiklah, kalian semua sudah datang di sini. Saya sengaja mengundang kalian semua. " terdiam sejenak


"pertama untuk judeo, kamu anak mami satu-satunya, tapi kamu selalu melawan mami bahkan makin menjauh dari mami. Tapi biar bagaimana pun kamu tetap anak mami. Jadi semua saham saya di CJ akan saya serahkan ke anak saya pak hendra, tolong bapak atur ppengalihannya. " ucap bu citra tenang.


"kedua Ester, kamu bukan wanita pilihan hatiku sama sekali, bahkan dulu aku sangat - sangat membencimu. Tapi kamu ibu dari cucuku, jadi uruslah suami dan anakmu dengan baik, kalau tidak aku akan merebut mereka " ujarnya tenang menatap ester


Jelas ester sangat senang mendengar restu mertuannya. Dia sampai bangkit berdiri dan menarik tangan mertuannya dan menciumi punggung tangan mertuannya. Dia sangat terharu, ternyata mertuannya masih menggunakan sisi ke ibuannya.


"terimakasih bu, aku janji akan urus mereka " ucapnya sambil meneteskan air mata menatap ibu mertuannya membuat hal yang jarang terjadi menjadi terjadi, ibu citra menangis memeluk menantunya.


"karena kamu keras kepala" ucapnya masih menangis sambil terbata -bata.


"maafkan aku bu "


"aku yang minta maaf"


"tidak bu, mas deo juga bersalah melawan ibu" ucap ester masih di pelukan bu citra. Sementara judeo yang terharu dengan kejadian itu ikut bangkit mendekati mami dan istrinya.


"mami" ucap judeo juga membuat ibu citra juga memeluknya


"istrimu ini, istrimu yang keras kepala dan bodoh ini, memaksa mami menyadari semuanya walaupun agak telat" ucapnya


"iya mi, kesederhanaan istriku juga yang menyadarkan aku untuk bertobat dan kembali ke hidup yang nyata mi dan aku sangat butuh dia mi" ucap judeo juga.


"iya " akhirnya mereka mengurai pelukan itu dan kembali duduk. Saat ester baru duduk kembali handpphonenya berdering membuat dia bingung angkat atau tidak.


"angkat dulu siapa tahu penting" ucap bu citra


"ini dari radit, maaf semua" ucap ester yang langsung mengangkat panggilan video call radit.


"halo dit"


"mama, mama dimana, kapan pulang" tanya anaknya beruntun seperti kereta.


"nanyanya satu - satu donk sayang, biar mama bisa jawab "


"radit kangen mama "


"radit, mama sedang bersama oma sama papa "


"sama oma, oma siapa ma"?


"nanti mama jelasin ya"


"sekarang ma "


Hai semua


Dukung terus ya


like, coment dan vote


Terimakasih

__ADS_1


"a


__ADS_2