
Setelah banyak berdebat dengan judeo dan Jo, Ester ingin kembali bekerja atau setidaknya izin kepada teman-temannya karena dari siang dia sudah bolos.
"ini sudah sore pak, saya ingin kembali bekerja, saya sudah terlalu lama disini dan meninggalkan kerjaan saya" ucap Ester
"kerajaanmu sudah ada yang handle, Jo sudah atur"
"lalu sampai kapan kita disini"
"sampai Radit puas bermain dan kembali kesini"
"dia hampir setiap hari kesini kok pak, dia masih bisa bermain besok. anak kecil tidak akan pernah bosan"
"Ester, kita harus bicara serius bersama Radit" ucap judeo tegas.
Ester tidak berani membantah tapi juga tidak mengiyakan. Dia diam bengong tanpa berkata apa-apa lagi.
"Tuan apa tidak sebaiknya tuan dan nona Ester cari tempat untuk bicara serius bersama Raditya, disini sepertinya terlalu ramai tuan"
"iya, kamu atur kami untuk bisa bicara bertiga"
"baik tuan"
Baru aja Jo agak menjauh untuk menghubungi pihak hotel tempat judeo menginap, Raditya sudah mendekat dengan ceriannya.
"mamaaa"
"iya Radit" ucap Ester langsung memeluk anaknya
"asyik banget deh ma, bisa mutar kesana kemari ma"
"iya nak, besok lagi ya, sekarang cukup"
"iya ma"
Sementara judeo yang ada di sebrang meja semakin galau dan bingung. Di satu sisi dia sangat bahagia ternyata sudah memiliki anak tapi disisi lain betapa menyedihkannya hidup anaknya dan Ester selama ini. Pandangan judeo tidak terlepas dari Raditya.
"pak judeo, keknya saya panggil begitu aja ya pak, takutnya kalau saya panggil tuan nanti Raditya jadi takut karena dikira bapak adalah tuan-tuan yang arogan seperti difilm-film penjajahan." bisik Ester mendekat ke arah judeo.
Judeo menganggukkan kepalanya dan tersenyum senang karena Ester ternyata juga ingin agar anaknya tidak takut sama judeo.
"iya" ucap judeo senang
"radit sama ibu tunggu mama di bawah ya nak, mama beresin kerjaan mama dulu baru kita pulang"
__ADS_1
"oke mama" ucap Radit senang
"Ester gimana kalau kami tunggu kamu disini aja, biar Radit bisa sambil makan sesuatu" ucap judeo penuh harap.
Ester menatap mata judeo mencari apa maksudnya sebenarnya. Apa ia akan langsung membawa Radit dan membuangnya, atau dia menyuruh anak buahnya merapat dan membawa Radit. Semua pikiran buruk sudah ada dibenak Ester. bahkan dia sudah berpikir jauh kalau pertemuan mereka hari ini sudah direncanakan oleh judeo.
"apa bapak tidak punya kerjaan yang harus diberesin" tanya Ester menunjukkan ketidak setujuannya judeo bersama anaknya Raditya.
Jo yang baru mendekat pun maklum dengan kekhawatiran Ester akhirnya menengahi.
"oh iya tuan, kita harus bertemu dengan pak Willy sebentar, dari tadi beliau sudah menunggu." Jo berharap bosnya mengerti akan ucapan dan maksudnya.
"hmmmmm, kamu pulang jam berapa"?
"jam empat pak"
"tunggu disini nanti, jangan pulang dulu"
"iya pak" Ester hanya bisa pasrah
"ibu sama Radit makan disini aja, minta apa aja yang kalian suka ya" ucap judeo lembut.
"iya pak" ucap pengasuh Raditya.
Judeo dan Jo berlalu dari tempat itu untuk ketemu pak Willy. Sementara Ester akan kembali ke counter dia jaga sampai jam shift satu berakhir pukul empat sore.
"hmmmmm, tapi Jo, aku ingin dekat dengan anakku. anakku Jo, anakku yang bahkan sudah sebesar itu. ternyata aku lebih jahat dari papi ya Jo, aku membiarkan mereka hidup sengsara sementara aku hidup mewah dan foya-foya"
"tapi itu tidak sepenuhnya salah tuan"
"ini salahku Jo, aku ngga pernah serius mencari Ester. kalau dulu aku paksa mami untuk cerita pasti aku sudah menemukan mereka. Kalau begini apa gunanya aku mantan preman Jo, apa gunanya aku pengusaha kaya. kalau anak dan istriku ternyata menderita bertahun-tahun" ucapnya sendu. Rontok sudah semua arogansinya.
"maaf tuan, tapi sekarang bukan itu lagi masalahnya. sekarang apa yang akan tuan lakukan, apa tuan akan kembali memaksa nona Ester atau apa tuan ingin mengambil anak itu atau mamanya supaya hidup mereka berubah"?
"itu anakku Jo"
"aku tahu tuan, tapi bagaimana dengan nyonya"
"mami sudah tidak bisa mengaturku, aku sudah dewasa, aku yang menentukan hidupku"
"tapi maaf tuan, tuan tidak lupa kan the power of nyonya citra"
"untuk sekarang ini mami sudah tidak berhak mengaturku"
__ADS_1
"Bagaimana kalau nyonya ingin menghancurkan Raditya tuan seperti menyingkirkan nona Ester dulu"?
"itu tidak boleh terjadi"
"tapi, tuan juga tidak lupa kan betapa hebatnya nyonya citra, nyonya bisa melakukan apa aja tuan"
"aku akan menjaga mereka"
"dengan cara apa tuan" tanya Jo serius dan mereka sudah hampir tiba diruangan pak willy.
"maaf tuan, kalau saran saya mendingan nyonya tidak usah tahu dulu keberadaan nona Ester dan Raditya. Apalagi nyonya juga kurang suka dengan daerah ini. Dengan begitu mereka masih bisa hidup tenang tanpa gangguan tuan, sampai tuan tahu gimana pendapat nyonya yang sebenarnya, seiring dengan itu mungkin tuan sudah menemukan solusi buat nona Ester dan Raditya"
"hmmmm"
"selamat siang pak judeo dan pak Jo, pak Willy sudah menunggu anda berdua" sapa sekretaris pak Willy
"iya mba, terimakasih" balas Jo.
mereka berdua langsung masuk keruangan pak Willy yang juga merangkap ada ruangan untuk rapat. Dan disana ternyata sudah duduk menunggu para staf yang berkaitan.
Setelah berbasa-basi dengan pak Willy, mereka langsung bicara to the point, untuk memajukan departement store ini.
Ternyata memang masih banyak yang harus dibenahi oleh perusahaan. Salah satunya pembenahan tentang transfortasi yang harus bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Dan atas penjelasan dari beberapa pihak dari team pengembangan judeo akan membuat belakang departement store itu untuk wisata murah meriah.
Sementara dibagian samping yang masih lumayan luas akan dijadikan tempat pemancingan yang sekaligus diharapkan memancing wisatawan lokal yang hobby mancing.
Dan karena daerahnya masih lumayan luas, rencananya akan di bangun hotel tempat wisatawan menginap.
Sekitar pukul empat lewat, pembicaraan mereka belum tuntas. Tapi judeo sudah tidak fokus sama sekali, dari tadi dia hanya bicara singkat-singkat saja, kebanyakan Jo lah yang menyampaikan keputusan judeo.
"Saya rasa cukup pak Willy untuk hari ini, karena pak judeo juga sudah perlu istirahat, kita lanjutkan lagi besok pagi" tutup Jo dengan sangat sopan.
Judeo langsung bangkit diikuti oleh Jo dan pak Willy, untuk mengantarkan pak judeo ke lobby.
"tidak usah pak Willy, pak judeo masih mau ngopi dulu di atas sebelum ke hotel" ucap Jo lembut.
"oke pak, sekali lagi, mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelayanan kami ataupun supir yang kami sediakan"
"tidak ada masalah pak Willy, mengenai kerjaan kalau bisa besok semua bagian hadir" ucap Jo mengalihkan, karena dia ingin segera berlalu dari sini, karena bosnya sudah sangat gelisah.
Hai readersku yang baik hati, jangan bosan ya
selalu like, coment dan vote.
__ADS_1
terimakasih
I love you all 🤗🙏