
Begitulah kebahagiaan judeo sekarang setiap bersama Ester. Setiap hari judeo merasa harus dekat dengan Ester, pertanyaan polosnya saat judeo pulang kerja selalu dirindukan judeo.
'tuan cape, mau saya pijitin tuan' tanya Ester, dan pastinya judeo mengangguk senang. Biasanya kejadian berikutnya pasti berakhir ditempat tidur, dan Ester selalu bilang
'saya senang melayani suami saya saya, bukan karena kaya atau miskin, tapi ketika tuan juga membutuhkan saya bahkan hanya untuk memijat tuan saat lelah, karena hanya itulah yang bisa saya lakukan tuan' ucap Ester kemarin dulu setelah mereka selesai olah raga malam.
Hampir tidak ada waktu yang dia sia-siakan untuk bersama dengan Ester.
Bahkan ketika nyonya citra menyuruhnya untuk menginap dirumah besar, judeo sangat keberatan. Dia tidak bisa tidur tanpa memeluk Ester sekarang.
Sementara Ester tidak terlalu berubah jauh. Dia hanya tambah cantik sekarang, mungkin karena tidak terkena sengatan matahari lagi setiap hari. Sekarang dia lebih bersih dan putih. Badanya juga sedikit tambah gemuk, membuat dia terlihat tambah bohai. Judeo makin hari makin tergila-gila sama Ester dan makin protektif sama Ester. Dia tidak boleh banyak berinteraksi dengan laki-laki.
Judeo membatasi interaksi antara Jo dan Ester sekarang. Entah kenapa darahnya akan langsung mendidih kalau ada laki-laki ( kadang kurir makanan atau team kebersihan) yang ngobrol sama Ester.
"kalau aku berangkat kerja, kamu dikamar aja dulu, ngga usah ketemu Jo" ucap judeo tadi pagi sebelum jalan
"baik tuan"
"tidur lagi aja, tadi malam kamu cape. Siang aja bersihin rumah"
"baik tuan"
"di meja sudah ada sarapan, nanti sarapan ya"
"iya tuan"
"jaga stamina mu, karena aku bisa gila kalau ngga memelukmu sebelum tidur, dan kamu tahu kan apa yang terjadi selanjutnya. jadi kamu harus kuat" ucap judeo tersenyum bahagia sambil melihat Ester.
"baik tuan"
"ini ada sedikit uang cash, siapa tahu kamu butuh" ucap judeo mengambil dari dompetnya uang ratusan semua tanpa dia hitung.
"hahhh banyak banget tuan" ucap Ester sambil menerima uang cash itu membuat selimutnya melorot ke bawah.
"kamu memancing saya lagi" ucap judeo melirik tubuh Ester
"ahhh ngga tuan, ngga, saya aja belum mandi"
"hmmmmm" ucap judeo membelakangi Ester
"benar ini ngga kebanyakan tuan" tanya Ester sekali lagi
"itu hanya sedikit, hanya uang parkirku doank"
"iya tuan"
"aku berangkat" ucap judeo mendekat lalu langsung jalan, takutnya dia tergoda lagi.
"iya tuan"
Judeo keluar dari kamarnya dengan senyum sumringah. Senyum yang penuh kebahagiaan, entah karena apa, tapi sekarang hidupnya sedikit lebih rileks.
__ADS_1
"selamat pagi tuan"
"MMM pagi"
"tadi nyonya telepon tuan, katanya ngga diangkat"
"ohhhhh" ucap judeo enteng
"sepertinya nyonya mode marah tuan"
"biarin aja"
Melihat jawaban tuannya membuat Jo yang kalang kabut, karena tadi nyonya citra sepertinya sudah sangat marah.
Baru aja mereka tiba di kantor kembali telepon Jo berdering.
dddrrtt dddrrtt
"hallo nyonya"
"Jo, mana Deo"
"ada nyonya" ucap judeo sambil menutup telepon dengan tangannya.
"tuan, nyonya ingin bicara"
"hmmmm" Deo menerima handphone Jo
"Deo, sekarang susah banget sih menghubungi kamu"
"emang kenapa mi"tanya judeo langsung to the point
"kamu mami suruh ke rumah nginap semalam aja"
"Deo sibuk mi"
"sibuk apanya, sama wanita kampung itu, kok bisa sih kamu betah sama wanita kampung begitu. jangan bilang kamu suka sama wanita kampung begitu"?
"mami"
"mami curiga deh, masa seorang judeo Zack bisa membeli wanita begitu, apa duitmu udah kurang buat cari wanita berkelas sampai kamu cari yang gratisan"
"mami" bentak judeo
"kenapa, mami benar kan, kamu acuhkan sela malah mendekati wanita jalanan. mami bingung dengan cara berpikir kamu. Dia itu ngga layak tinggal di apartemen, sekalipun peliharaan mu. kasih aja dirumah susun" ketus Bu citra
"mami sudah keterlaluan"
"kamu yang keterlaluan, membawa sampah keapartemen mewah, sekarang apartemenmu jadi bau kan" cela ibu citra tanpa mikirin sama sekali
"Lagian, segitunya kamu belain dia, jangan-jangan guna-gunanya sudah mendarah daging di tubuhmu"
__ADS_1
"susah ngomong sama mami" ucap judeo mematikan sambungan telepon itu sepihak lalu menyerahkan dengan kasar ke Jo.
"Deo, Deo, judeo..." panggil ibu citra.
Tapi judeo sudah mematikan sambungan telepon itu, dan nyonya citra merasa sangat tersinggung ketika gara-gara wanita kampung itu, judeo mengacuhkannya.
'ternyata wanita itu tidak sesederhana yang aku pikirkan. Dia harus dibasmi sebelum berakar' gumam Bu citra
'aku memang ingin cucu, tapi tidak dari wanita jalanan juga kali. bagaimana nanti bibit bebet bobotnya. itu tidak boleh terjadi' gumamnya emosi
'aku harus melakukan sesuatu, jangan sampai Deo terjerat dengan wanita itu. Deo itu tidak boleh jatuh cinta, itu hanya membuatnya sengsara nantinya' batin Bu citra lagi.
"Carla, apa schedule saya lagi" tanya Bu citra ke asistennya.
"masih padat nyonya"
"batalkan semua hari ini"
"tapi kenapa nyonya"
"aku ingin membereskan wanita itu"
"wanita mana nyonya, siapa"? tanya Carla bingung.
"wanita yang di apartemennya Deo"
"ohhh"
"akan saya coba lihat bentar nyonya shedulenya"
"hmmmmm"
'Semakin lama dibiarkan kesederhanaan wanita itu akan merubah cara pandang Deo dan aku tidak mau itu. Dia harus bisa jadi pemimpin yang tegas dan wibawa.' batin Bu citra.
'Cukup dia menikah dengan sela lalu punya anak, setelah itu bercerai. itu aja sudah cukup buatku, tidak usah pakai perasaan dan cinta' dalam hati Bu citra.
Ibu citra memiliki pandangan seperti ini tentang cinta karena dia pernah mengalami kepahitan yang sangat dalam. Dimana dia mempercayakan semua aset keluarganya dikelola suaminya, tapi ternyata suaminya menyalah gunakan kepercayaannya.
Suaminya selingkuh dengan sekretarisnya dan bahkan ujungnya mereka menikah. Pengalaman pahit itulah membuat ibu citra punya pandangan buruk tentang cinta. Dia hanya menilai orang dari materinya.
Dan semua cara pandangnya itu dia turunkan ke judeo, anaknya. Dia tidak pernah mengajarkan judeo bagaimana caranya menghargai orang, dia hanya selalu mengajarkan gimana caranya mengalahkan orang lain, baik dengan cara kasar secara premanisme maupun dengan cara licik atau akal bulus.
Dalam dunia bisnis ajaran nyonya citra berhasil membentuk judeo menjadi seorang pemimpin yang ditakuti. Biasanya orang ataupun sesama pebisnis enggan bersaing dengan grup CJ( CITRAJUDEO), karena tetap akan menguras tenaga dan pikiran, bahkan ada perusahaan yang belum terlalu kuat mengalami kebangkrutan. Nyonya citra tidak enggan menghamburkan uangnya hanya untuk menjatuhkan pesaingnya.
Sudah sangat banyak pencapaian judeo dalam dunia bisnis. bahkan hartanya sudah sangat bertumpuk sehingga gaya hidupnya juga sudah sangat boros, bahkan boleh dibilang judeo tidak pernah memperhitungkan uang hanya untuk kesenangannya. termasuk untuk membayar wanita cantik, model dan artis papan atas.
Dikalangan terbatas di dunia entertainment, judeo sudah terkenal dengan keborosanya dan juga pengaruhnya untuk menaikkan pamor para pendatang baru. Dan nyonya citra sebagai maminya tidak melarang judeo melakukan hal itu, yang penting pintar jaga diri, jangan mau diperbudak cinta. Semua kita atur dengan uang, dan pengacara bahkan hukum juga bisa diatur olehnya dengan uang.
Hai readers
Terimakasih masih setia
__ADS_1
tetap like,coment dan vote ya