AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 95 ADA ANAK


__ADS_3

Saat judeo sedang memadu kasih dengan Ester terlihat handphone judeo berdering beberapa kali dan tertera mami calling...


Judeo tidak menghiraukan panggilan maminya sama sekali. Dia malah sibuk ingin membuat Ester lebih santai dan tidak ada beban saat mereka sedang memadu kasih.


Judeo takut, kalau dalam hati Ester masih ada rasa takut menghadapi judeo. Untuk saat ini judeo lebih butuh kepercayaan Ester dan radit daripada hanya sekedar bercinta dengan Ester tapi ada tekanan karena merasa harus.


"sayang coba kamu buka mata kamu, tatap saya, lihat hati saya, jangan ada keraguan hatimu" ucap judeo sambil membelai wajah Ester yang sedang berada dibawah kungkungannya yang masih menutup matanya.


Perlahan Ester membuka matanya dan melihat tubuh judeo yang sedang menguasai tubuhnya. Ester merasa sangat malu sekali.


Ester ingin menutup matanya dengan tangannya tapi dilarang oleh judeo yang langsung menguasai tangan Ester dan mengarahkan di atas kepalanya.


"jangan Malu, nanti juga tiap hari kita begini" ucap judeo sangat enteng tapi bagi Ester ini hal yang memalukan sekalipun mereka suami istri.


"apa sih mas" ucap Ester tersenyum malu dan nenutup matanya lagi.


"buka matamu" paksa judeo lembut, bukan paksaan yang sesungguhnya karena hukumanya juga sangat romantis.


"kalau kamu belum buka, aku cium sampai susah nafas nih, biar aku aja yang kasih Nafas ,jadi kamu hirup nafasku aja" ucapnya senyum menang.


"ihhh mas deo apaan sih"


"buka matanya " goda judeo menyentuh bibir Ester perlahan.


Ester langsung membuka matanya walaupun malunya setengah Mati.


Judeo senang sekarang dia sudah melihat Ester lebih rileks karena sudah bisa tersenyum malu - malu kepada judeo dan sudah rileks memanggil mas deo kepadanya.


Akhirnya mereka menghabiskan waktu dua jam di hotel itu dengan kemesraan mereka.


Selagi mereka masih berbincang kecil di kasur, terlihat handphone judeo Bergetar.


sampai jo memberi kabar kalau radit sudah selesai bermain dan sekarang mengantuk.


"kami segera turun " balas judeo singkat. Judeo tahu jo selalu bisa diandalkan dalam hal apapun.


"kenapa mas" tanya Ester


"jo, kita harus segera turun datang radit sudah cape kali, sudah ngantuk katanya " ucap judeo sambil berlalu ke kamar mandi.


Judeo segera mandi, dia tidak ingin radit menunggu lama. Padahal selama ini judeo tidak pernah perduli orang sudah menunggunya berapa lama. Dia tidak pernah merasa terganggu dengan waktu orang yang terbuang.


Setelah rapi kembali mereka menuju areal Mall untuk menemui radit dan jo. Judeo tanpa sungkan menggandeng Ester menuju Lokasi anaknya.


Mereka langsung menuju pulang ke rumah karena radit sudah tidur.


**


Sementara di tempat lain ibu citra semakin geram dengan anaknya judeo. Jarak antara dia dan anaknya semakin jauh. Bahkan hanya untuk berkomunikasi ibu citra selalu titip pesan ke jo, asisten sang anak.


Ibu citra sepertinya sudah kehabisan Cara untuk berhubungan dengan anaknya. Dia sudah mencoba semua cara, tapi semua mandek juga.


Hari ini akhirnya judeo tidak ikut lagi ke acara bergengsi yang memungkinkan judeo untuk mendapatkan proyek - proyek besar.


Yang makin membuat ibu citra geram karena judeo sama sekali tidak mau angkat teleponnya dan jo sang asisten selalu bilang sedang meeting.

__ADS_1


Ibu citra akhirnya berangkat sendiri, dan tidak banyak yang bisa dia lakukan alias ngga Ada hasil. akhirnya Dia meninggalkan lokasi acara dengan hati yang penuh amarah dan geram.


Dia langsung mengajak asistenya Clara untuk pulang ke kantornya. Sepanjang perjalanan hampir tidak ada komunikasi di antara mereka.


"hubungi pak Hendrik " ucapnya


Pak hendrik adalah detektif yang sering dimintai tolong oleh ibu citra kalau ada masalah yang pelik.


"Apa ibu mau buat janji ketemu atau hanya lewat telepon bu"


"telepon aja dulu "


"baik bu"


Clara langsung bergerak cepat menghubungi pak hendrik.


"ini bu langsung dengan pak hendrik" ucap clara sambil menyerahkan ponsel kepada ibu citra.


"Halo, apa kabar pak hendrik"


"baik bu Citra, ada hal apa ini"


"begini, aku ingin minta tolong cari tahu tentang judeo anakku sebulan terakhir ini"


"oh itu, hanya yang dalam negri kan"


"iya hanya dalam negri. akhir -akhir ini dia sering ke kota T, padahal usahanya disana tidak begitu besar bahkan bisa di bilang tidak memiliki nilai. "


"ohhhh ternyata urusan keluarga"


"oke bu, saya akan cari tahu"


"berapa lama waktumu"


"di kota T orangku minim, mungkin dua hari paling lama, saya usahakan hari ini atau besok pagi"


"baik saya tunggu"


"tolong kirim info tentang perusahaanya atau tempat tinggal di sana"


"nanti saya kirimkan"


Sambungan telepon itu terputus Dan ibu citra kembali bekerja.


Ternyata pak Hendrik memang sangat hebat, linknya ada dimana -mana. belum berapa jam pak hendrik Sudah memberikan sedikit info yang membuat ibu citra kaget.


"Selamat malam bu citra"


"malam pak hendrik"


"memang belum maksimal yang kami tahu tentang pak judeo, tapi yang pasti ini penting"


"apa itu"


"ternyata pak judeo kesana tidak hanya untuk bisnis tapi dia sudah punya anak"

__ADS_1


"apah"


"iya, anak itu sudah tk"


"ohhhh iya, kamu yakin"?


"sangat yakin bu, karena data anak itu adalah anak pak judeo"


Ibu citra masih terdiam bingung bahkan mungkin pikirannya lagi kosong.


"ini foto anaknya " pak hendrik mengirimkan foto radit dan jo yang ketangkep di area permainan.


" iya ini jo, jadi judeo Sudah punya anak" ucap bu citra seperti sedang bermimpi.


"iya, bahkan dari data yang saya dapatkan beberapa minggu lalu pak judeo mengurus akte pernikahan dengan jasa kantor BL. "


"akte menikah"


"iya bu"


"terimakasih infonya pak hendrik, nanti urusan transfer hubungi Clara asisten saya. "


"baik bu"


Setelah sambungan telepon itu terputus ibu citra mulai berpikir sendiri.


Kapan judeo menikah?


Dengan siapa judeo menikah?


Kenapa aku tidak di beritahu?


Kok anaknya sudah besar, mirip lagi dengan judeo kecil?


Apa anak ini hasil hubungan luar nikah tapi akhirnya judeo menikahinya?


Terserahlah yang pasti sekarang aku harus mengambil cucuku, batin ibu citra.


"clara besok pagi kita ke kota T" perintah ibu citra kepada asistennya.


"untuk apa bu, bisnis atau pribadi"


"pribadi , kita akan susul deo" ucapnya sambil terlihat sedang mikir.


"baik bu" ucap clara langsung bergerak cepat mengatur perjalanan ibu citra besok.


Sementara ibu citra masih memikirkan anaknya, benar ngga dia punya cucu. Tapi kenapa judeo tidak cerita, bukankah judeo sudah tahu kalau maminya sudah ingin cucu. Kalaupun cucunya itu bukan dari pernikahan yang sah, ibu citra tidak keberatan asalkan Anak itu nanti dia bentuk sesuai polan asuhnya untuk bisa menjadi penerus keluarga besarnya .


Hai semua, jangan bosan ya


Dukung terus


Like, coment dan vote


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2