
Ibu citra langsung menutup laptopnya dan memanggil asistennya Clara. Dia jadi kepikiran kalau menantunya yang sedang mengandung cucunya itu ketiduran di mobil.
" Clara suruh siapin mobil" perintahnya dengan suara agak tinggi.
"baik Bu" Clara harus selalu siap walaupun dia belum jelas untuk apa.
Ibu citra dan Clara langsung bergegas keluar ruangan dan menuju lift. Dan terlihat sekali kalau ibu citra sangat tergesa - gesa.
Clara belum berani bertanya, nanti di mobil aja pikirnya.
Makanya begitu mereka masuk mobil dan mobil mulai melaju, Clara langsung menanyakan kemana.
"kita mau kemana Bu"
"ke rumah" jawabnya terlihat gelisah
" maaf Bu, tapi ada apa ya"?
"istrinya deo ketiduran di mobil, gada yang berani bangunin" jelas Bu citra terlihat resah.
"ohhhh" ucap Clara ngga berani melanjutkan ucapannya. Padahal dalam hati Clara tumben bosnya ini mengkhawatirkan menantunya itu. Tapi Clara ngga berani mengutarakannya hanya dia ucapkan dalam hatinya.
Tidak sampai lima menit mereka sudah tiba di halaman rumah ibu citra. Terlihat disana seorang art berjaga bersama supir judeo di samping mobil.
Melihat mobil ibu citra memasuki pekarangan , satpamnya pun langsung membukakan pintu mobil untuk ibu citra.
"siang Bu"
"hmmmm" ucapnya langsung turun dan melangkah mendekati mobil judeo dimana Ester masih tidur.
"apa dia masih tidur" tanya Bu citra serius kepada artnya dan supir judeo.
"iya nyonya" jawab mereka hampir serentak sambil menunjuk ke mobil judeo. Ibu citra melangkah mendekat ke mobil judeo.
Dia bisa melihat bahwa Ester benar - benar ketiduran.
"Clara, bangunkan dia perlahan, dan bawa dia masuk" ucap Bu citra sambil mundur untuk memberi jalan buat Clara untuk membangunkan Ester.
"baik Bu" ucap Clara sambil mendekati mobil judeo lalu membungkuk.
"non, nona Ester, bangun non, kita pindah ke kamar non" ucap Clara lembut.
"enghhhhh" terdengar lenguhan Ester sambil menggeliatkan badannya lalu perlahan membuka matanya.
"ohhh iya, kita sudah sampai" ucapnya masih setengah sadar.
"iya non, ayo non kita pindah ke kamar" ucap Clara lembut
"ohhh iya mba, maaf" ucapnya sambil turun dari mobil
"kok bapak tidak bangunin saya pak kalau sudah sampai, saya jadi malu" ucap Ester kepada supir judeo tidak enak hati .
"maaf non, saya tidak berani"
"iya bu, mereka tidak berani kalau bukan perintah pak judeo" jelas Clara.
__ADS_1
Ester merasa sangat malu sekali, pasti ibu mertuannya makin illfill padanya. Bisa ketiduran di mobil sampai ditungguin supir sama art rumahnya.
Begitu masuk rumah ternyata mertuannya berdiri menunggu di dekat pintu.
"Kalau masih mau tidur, tidurlah di kamar, tapi kalau bisa hubungi dulu suamimu, biar dia jangan kepikiran, Clara anterin ke kamarnya" ucap Bu citra datar
"iya bu"
Ibu citra langsung meninggalkan Ester yang masih bengong dekat pintu dan dia masuk ke ruang kerjanya, padahal tidak ada yang akan dia ambil. Dia hanya gengsi aja mengakui bahwa dia pulang tadi hanya untuk mengurus menantunya yang lagi hamil.
"ibu mau mencari apa Bu" tanya Clara yang sudah mengantar Ester ke kamar tamu lalu mencari Bu citra yang sedang di ruang kerjanya.
"sudah, ayo kita kembali ke kantor" ucapnya bangkit berdiri
"baik Bu" Clara hanya bisa mengikuti kemauan bosnya.
Tapi dalam hati Clara yakin kalau mereka pulang ke rumah ini hanya untuk membangunkan nona Ester tadi. Berarti sebenarnya ibu citra sudah perduli sama menantunya hanya saja pura - pura ngga perduli.
Nona Ester memang hebat, hanya dialah yang berani menghadapi ibu citra. Padahal dari dulu ibu citra tidak menyukainya malah pernah menyingkirkannya.
Begitu mereka turun ke lantai bawah, ibu citra langsung memberi perintah kepada artnya untuk melayani menantunya Ester.
"nanti kalian layani dia kalau minta sesuatu, karena wanita hamil itu pasti gampang lapar" ucap Bu citra
"Clara coba cek kulkas, buah masih lengkap ngga"? perintahnya lagi membuat Clara langsung melesat ke arah ruang makan tempat kulkas juga.
Clara memperhatikan tiap buah yang ada di sana. Dan ada beberapa doank memang, harus di tambah apalagi yang bagus untuk wanita hamil.
"perlu di tambah Bu, terutama yang pas buat ibu hamil"
"baik Bu"
Akhirnya mereka berangkat ke kantor untuk ngedrop Bu citra, setelah itu Clara langsung melengkapi buah Dan makanan di kulkas.
Sementara Ester yang sudah ada di kamar tamu sangat malu dengan kejadian tadi. Apalagi tadi Sampai di lihat mertuannya. Jujur Ester sangat malu.
Saking sibuk mikirin kejadian tadi mmbuat Ester lupa telepon judeo yang sedang menunggu teleponnya.
'ohhh iya aku belum telepon mas deo' batinya
Akhirnya dia mencari handphonenya dan menelepon judeo.
dddrrttt dddrrttt dddrrttt
"hallo sayang"
"hallo mas"
"kamu sudah dimana"?
"di rumah mas, di kamar tamu"ucapnya polos
"ohhh sudah dalam rumah"
"sudah mas, kenapa"?
__ADS_1
"tadi saya di beritahu kamu ketiduran di mobil, dan mereka ngga berani bangunin"
"iya mas, maaf ya mas, aku ketiduran jadi merepotkan"
"ngga, ngga apa - apa sayang" ucap judeo
"iya mas, ibu dan Bu Clara juga untung pulang, kalau tidak mungkin aku masih tidur terus di mobil itu, mobilmu adem sih mas" goda Ester akhirnya.
"itu aku yang telepon ibu sayang, soalnya mas ngga bisa kesana sekarang, meetingnya lagi nanggung" ujar judeo jujur.
"iya mas"
"Ya sudah kamu istirahat dulu ya, aku lagi meeting dulu, tadi belum kelar" ujar deo.
"iya mas"
"kalau ingin sesuatu, bilang mba aja atau supir tadi, jangan di tahan kalau ingin sesuatu ya"
"iya mas, aku masih ingin tidur bentar mas"
"ya sudah sayang, tidur dulu ya" ucapnya lembut.
" bye"
"bye"
Sambungan telepon itu pun terputus dan judeo kembali masuk ruang meeting, sementara Ester langsung tidur setelah teleponan tadi.
Saat judeo kembali ke ruang meeting handphonenya berdering dan ternyata dari maminya
dddrrttt dddrrttt
"hallo mi"
"deo, apa istrimu sudah telepon"
"sudah ma, baru aja .tadi dia jadi nggak enak katanya. Dia sangat malu sama mami"
"ya sudah, ngga usah di pikirin, yang penting dia dah di tempat tidur. biarkan dia istirahat dulu" ucap Bu citra.
"ya sudah, mami mau kerja lagi" lanjutnya ingin menyudahi panggilan itu.
"iya mi" ucap judeo. Tapi sebelum ibu citra mematikan teleponnya judeo teriak lagi.
'mi"
"kenapa deo"
"Terimakasih ya mi, sudah membantu istriku tadi saat susah."
"hmm sama- sama" ucap Bu citra yakin padahal dalam hati dia tidak ingin terjadi apa - apa sama cucunya.
Hai semua dukung terus author ya.
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih