
Radit lansung berlari ke arah kamar mamanya ketika baru pulang sekolah. Karena menurut supir yang menjemputnya dia sudah di tunggu mamanya di rumah karena mamanya tidak berangkat kerja.
"mama" teriak radit dengan tas dipunggung.
"hallo radit tadaaa " balas judeo yang sudah memakai kembali pakaiannya tanpa mandi. Dia menyambut radit di pintu kamar Ester, sementara Ester lagi mandi. Sengaja judeo hadang radit untuk menghindari pertanyaan kenapa mamanya mandi siang .
"papa" teriak Radit antusias. "papa ada disini" ucap radio sambil berlari mendekati judeo.
"iya nak" balas judeo langsung jongkok menyambut pelukan anaknya.
"Papa Kapan datang, dan ngga akan pergi lagi kan"? tanyanya sambil memeluk erat leher papanya.
"ngga nak, papa nanti hanya pergi untuk bekerja. papa tidak akan pergi lama, karena kita akan bersama selamanya " ucap judeo mantap.
"benaran pa"
"iya nak "
"asyik jangan pergi - pergi lagi ya pa"
"iya nak"
Judeo merasa terharu mendengar permintaan anaknya untuk tidak meninggalkan mereka lagi. Judeo merasa jadi orang yang paling bahagia Sekarang, memiliki istri yang baik dan juga anak yang baik dan cerdas serta papi yang sayang dan sangat peduli padanya.
Judeo tidak butuh harta yang berlimpah yang dia miliki untuk menjadi laki - laki yang hampir sempurna.
Dan baru pertama dalam hidup judeo bersama sebuah keluarga yang hangat dan penuh kebersamaan. Penuh canda tawa serta mendapatkan kehangatan yang sesungguhnya bersama istrinya. Kehangatan yang mereka lakukan atas dasar suka sama suka tanpa beban.
"terus sekarang mama mana pa, kata pak maman mama ngga kerja "
"ada lagi di kamar mandi nak"
"ohhhh"
"sekarang mandi ya boy, biar kita berangkat ke restoran, kakek sama nenek sudah menunggu di sana "
"ohhh iya "
"iya nak, makanya buruan Mandi gih"
"oke pa"
"kita mau ke restoran pa"? tanya radit sangat antusias meyakinkan lagi.
"iya nak"
"asyik asyik makan enak lagi, ice cream lagi, asyik " radit lompat kesana kemari.
Judeo ikut bahagia melihat anaknya sangat bahagia. Hatinya berjanji mulai sekarang anaknya dan Ester harus bahagia.
"aku ganti baju ya pa" ujar radit naik menuju kamarnya.
"oke nak, Papa juga mau ganti baju dulu"
Judeo menutup pintu kamar mereka dan ingin mandi sebentar, Saat itu juga Ester baru keluar dari kamar mandi .
"raditnya mana mas "
"ganti baju di kamarnya "
__ADS_1
"ohhhh, mas mandi gih, keburu radit turun lagi"
"hmmmm, lama - lama melihatmu juga bisa membuat kita tidak jadi berangkat" goda judeo.
"idihhhh mesum"
Judeo masuk ke kamar mandi lalu Ester mengganti bajunya sendiri lalu menyiapkan pakaian judeo.
Setelah rapi judeo dan ester keluar dari kamar mereka dan melihat radit sudah rapi juga.
"papa mama "
"iya sayang sudah rapi, ayo "
"anak papa sudah bisa pakai baju sendiri, hebat" ucap judeo sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"sudah donk pa"
"dia sudah biasa mandiri mas"
"iya kamu sangat hebat mendidiknya " puji judeo tulus dari hati.
Mereka langsung menuju restoran yang sudah di infokan oleh jo. Ternyata kedatangan mereka sudah ditunggu karena semua kerabat sudah kumpul disana.
"Kakek nenek" teriak radit langsung menyalami kakek nenek dan semua orang yang disana.
"kamu baru pulang dit"
"iya kek, langsung ke sini" Ujarnya senyum bahagia.
"oke, ayo deo sama Ester kita langsung makan"
"iya pa" jawab Ester
Judeo dan Ester duduk berdekatan di kursi yang telah disediakan.
Mereka semua akhirnya makan bersama dalam satu meja besar, mulai dari pengawal, asisten rumah tangga maupun pengasuh radit Dan termasuk juga Aldo.
Pada awalnya pengawal judeo ingin makan nanti aja, tapi pak ganda yang tidak suka membeda-bedakan orang dari kedudukan dan pekerjaanya tetap memaksa mereka makan bersama.
Lagi-lagi judeo merasakan kehidupan lain hari ini, biasanya di meja makan mereka tidak ada canda tawa, tapi yang ada adalah pembicaraan strategi pemenangan tender atau menghitung untung rugi.
Atau kalau mereka makan di restoran bersama maminya pasti tidak jauh dari kata untung atau rugi, kadang malah sambil makan kita harus berhitung-hitung perkiraan suatu proyek.
Judeo merasa jadi laki - laki yang hampir sempurna hidupnya. Punya harta, bertemu papinya serta bertemu Ester dan radit anaknya.
Judeo berharap ini untuk selamanya.
Setelah selesai makan ,papinya Dan rombongan lain izin pulang duluan ke rumah, dan tinggallah judeo serta keluarga kecilnya.
"pa kita boleh main dulu kan"
"boleh nak, sepuasmu"
"jo aturkan radit untuk main " perintah judeo
"baik tuan "
"Hari ini aku ingin benar - benar free" ujar judeo
__ADS_1
"baik tuan "
Setelah radit di bawa jo beserta pengasuhnya ke arena permainan tinggalah judeo bersama Ester .
"Kita tunggu radit dimana"? Tanya judeo
"terserah mas aja"
"kita ke hotel aja ya "
"haaa sore-sore begini"
"kenapa emank, emang ada larangan masuk hotel harus jam berapa"?
"Ya ngga sih" tapi bagi Ester yang jarang masuk hotel menganggap bahwa ke hotel itu suatu hal yang wah, padahal bagi judeo merupakan hal yang sangat biasa.
"nah, terus kenapa"?
"ahhh tau ahhh " ucap Ester akhirnya
Tanpa izin lagi judeo langsung meraih tangan ester dan membawanya menuju hotel pusat perbelanjaan itu yang juga milik judeo. Walaupun hotelnya tidak terlalu mewah bagi judeo tapi bagi Ester tetap wahh, karena di daerah ini hotel inilah yang terbaik.
Judeo langsung menunjukkan identitasnya mendapatkan kunci kamar untuk mereka. Dan setelah mendapatkan kuncinya judeo langsung membawa Ester.
"apa hotel ini Milik mas deo juga" tanya Ester Polos.
"bukan " jawab judeo pendek
"tapi milik kita, kamu, aku dan radit" jelas judeo
Ester hanya tersenyum kecil mendengar ucapan judeo. Dalam mimpi pun dia tidak berani berharap jadi pemilik hotel.
Tapi apa ini, nyatakah?
Apakah inilah mimpi sesaat?
"kenapa "? tanya judeo melihat Ester terbengong.
"ngga mas, aku hanya takut nanti melambungnya terlalu tinggi Dan jatuhnya terlalu sakit" ucapnya masih setia berdiri di kamar mereka.
Judeo mendekati Ester dan memegang kedua bahunya.
"kamu tidak akan jatuh lagi, ini semua nyata" ucap judeo lembut Dan menatap Ester intens.
"Mulai sekarang belajarlah menjadi istri seorang judeo yang kaya raya dengan harta tapi miskin kasih sayang. Dan aku lihat kamu sangat kaya raya dengan kasih sayang itu. Jadi marilah kita berbagi. Karena aroganku sudah kalah dengan cinta dan kasih sayangmu " ucap judeo dari jarak yang sangat dekat. Bahkan hembusan nafas mereka bisa saling merasakan.
Akhirnya judeo mencium bibir itu dengan lembut dan penuh cinta. Esterpun ingin menikmati setiap sentuhan judeo karena mereka adalah suami istri yang sah.
Menurut hati Ester, Bukankah dalam hidup tidak perlu takut, kita hanya perlu berdoa dan bekerja, hasilnya hanya Tuhanlah yang tahu.
Jadi jika kita sedang berada di posisi bahagia, nikmatilah kebahagiaan itu seadanya jangan terlalu berlebihan Dan jika kita berada pada posisi susah jangan terlalu larut, karena semua pasti berlalu.
Hai semua
Dukung terus Ya
like, koment dan vote
Terimakasih
__ADS_1