AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 71 RENCANA KE PANTI


__ADS_3

Sore itu judeo dan Raditya sangat bahagia sekali, tapi lain halnya dengan Ester. Dia kadang tambah bingung dengan beberapa perubahan sikap judeo. sikap judeo yang jauh lebih punya perasaan sekarang.


Setelah Raditya cape bermain mereka akhirnya ingin pulang kerumah. Dan seperti bapak pada umumnya judeo langsung mengiyakan kemauan anaknya.


"nah, gimana Radit puas ga main pasirnya"


"enak pa, sayangnya keburu gelap"


"ya sudah besok kalau kamu mau kita kesini lagi"


"kan besok Sabtu pa"


"terus kenapa, justru Sabtu biasanya pasti lebih ramai dit"


"tapi Radit mau ketemu kakek pa, Radit sama mama biasanya pulang ke panti"


"ooooohhh" ucap judeo karena belum paham dengan kakek dan panti maksud Radit.


"emang setiap Sabtu kalian pulang ke panti" tanya judeo akhirnya kepada Ester


"iya pak"


"terus.."


"ya,, biasanya kami pulang Sabtu, Minggu sore baru kesini lagi" jelas Ester sama judeo


"nanti kalau aku tidak pulang pa, kakek pasti kangen, dia bisa nyariin" tambah Radit memotong ucapan mereka


"emang kakek sayang banget sama Radit" tanya judeo serius menatap anaknya.


"wahhhh sayang pa, kakek ngga pernah marahi Radit, selalu ajak Radit jalan ke liling komplek, main sepeda dan ajari Radit main catur" ucapnya antusias


"papa jadi ingin ketemu kakek kamu"


"ayo pa ikut ke panti" ajak Radit membuat Ester kaget. Ester emang melihat banyak perubahan judeo lebih baik, tapi dia juga belum yakin benar.


gimana nanti kalau di panti dia ada tersinggung, bisa-bisa panti itu langsung digusur sama dia, batin Ester.


"Radit, papa itu sangat sibuk sayang, kerjaannya banyak banget, bisa bermain sama Radit aja sudah syukur kan. jadi kita pulang bertiga aja, jangan aneh-aneh ya nak" ucap Ester lembut memberi pengertian.


"iya ma" jawab Radit menurut.


"apa kamu keberatan aku ikut ke panti" tanya judeo agak pelan didekat telinga Ester. dia tidak ingin Radit mendengar ucapannya.


"bukan,,bukan begitu pak, pak judeo kan memang sangat sibuk, mana sempat ke panti yang masih diperkampungan itu" ucap Ester gugup.


Ester berharap judeo jangan tersinggung dengan jawabannya, sebab dia yakin kalau judeo tersinggung mencari panti itu urusan kecil baginya.


Akhirnya Ester berpikir untuk cerita apa adanya, sebab tidak ada gunanya menyembunyikan apapun dari pak Judeo.


"panti itu masih sekitar dua jam dari sini pak, dan disana tidak ada hotel atau penginapan sejenisnya. terus pak judeo nanti tidur dimana"? ucap Ester menutupi kegugupanya., tapi malah ditanggapi beda oleh Radit yang mendengar ucapan mamanya.

__ADS_1


"tidur di kamar Radit ma, nanti Radit tidur sama kakek dan nenek. kamar Radit bagus kok pa, ada gambar pesawatnya dibikinin kakek sama om Aldo" ucap Radit semangat, membuat semua mata menatap kepada Radit tapi dengan pendapat dan pikiran yang berbeda-beda.


Ester berpikir kalau Radit terlalu polos, bagi dia kamarnya itu sudah sangat bagus, padahal bagi pak judeo itu ngga ada apa-apanya.


Sementara judeo berpikir, seberapa sayang sih kakek sama om aldonya itu sama Radit sampai-sampai Radit sangat memuja mereka.


Ada kecemburuan kecil di hati Judeo tapi tidak boleh dia tunjukkan.


"Radit, papa tidak biasa tidur ditempat seperti itu sayang" bujuk Ester


"kenapa kamu bicara begitu"? potong judeo


"karena itu kenyataannya pak"


"tidak" ucap judeo tegas lalu mendekati Radit dan berjongkok didepanya. sambil memegang kedua bahu Radit judeo mengatakan ingin ikut ke panti besok.


"Radit, besok papa ikut ke panti"


"benar pa, tapi kerjaan papa kan banyak"


"papa akan kelarin dengan cepat"


"asyik, asyik" ucap Radit sambil lompat-lompat kegirangan.


"oke, sekarang kita makan dulu ya" ucap judeo


"oke papa baik" ucapnya polos sambil naik ke mobil.


Bagi Radit ucapan dia papa baik itu hanya biasa saja, tapi bagi judeo inilah pertama kali ada yang bilang dia baik selain wanita-wanita malam yang sering dia kasih sesuatu.


"kenapa pak, wajahnya sampai merah begitu. apa ada ucapan Radit yang membuat bapak tersinggung" tanya Ester hati-hati.


"tidak Ester, aku ..aku susah jelaskan" ucap judeo terharu.


"pak, kalau besok bapak ikut ke panti, boleh ngga saya punya permintaan"


"permintaan apa"


"seandainya besok dipanti ada keadaan atau sikap-sikap orang sana yang kurang berkenan sama bapak tolong jangan tersinggung dan mengganggu mereka, mereka hanya orang kecil yang sangat sayang sama saya dan Radit"


"maksudmu"


"jangan terjadi lagi seperti kepada bapakku dulu"ucap Ester menunduk.


Judeo baru sadar dengan ke khawatiran Ester, biar bagaimanapun judeo memang pernah berlalu tidak adil padanya. Tapi itu dulu, sekarang kalau boleh dibilang dunia sudah terbalik, justru judeolah yang sangat takut sama mereka berdua sekarang.


"tidak akan" jawab judeo tenang


"terimakasih pak"


"hmmmmm"

__ADS_1


Judeo dan Ester naik kemobil untuk menuju restoran terdekat. kali ini Jo membooking restoran yang bisa barberque. Radit sangat senang dibuatnya.


Selama proses persiapan bakar-bakar itu Ester memasuki satu boutiq yang ada di pojok. Dia ingin membeli sepotong baju untuk Radit besok pulang ke panti, supaya bajunya tidak itu-itu aja.


"kamu ingin belanja" ternyata judeo sudah ada dibelakangnya.


"ah ngga pak, cuma pengen lihat doank sepotong buat Radit"


"boleh aku bantu pilih" tanya judeo takut ditolak dan ngga jadi beli.


"hmmm boleh pak" ucap Ester


Dengan semangat judeo menggandeng tangan Ester masuk ke toko baju anak itu. Ester langsung menuju satu pajangan kaos kerah.


Ester melepaskan tangan judeo dan melihat barcode harganya. Dan benar dugaannya harganya sangat mahal-mahal. Tapi dia sudah ingin beli itu untuk Radit.


"bagus pilihan kamu" ucap judeo lagi sudah dibelakangnya.


"hehhh biasa aja pak" ucap Ester


"ambillah beda warna, sepertinya Radit cocok itu"


"ngga usah pak, satu aja, jangan boros" ucap Ester keceplosan seperti biasa.


'ya ampun hanya untuk beli sepotong pakaian dia bilang sudah boros' batin judeo


"Ester, jika kamu izinkan , kali ini aku yang bayarin baju Radit. kamu bantu aku pilihan ya" mohon judeo


Ester tidak bisa menolak, karena menolak pun tiada guna, bahkan toko ini dengan gampang bisa dibeli judeo.


"baiklah pak, terimakasih"


"aku yang berterima kasih, kamu tidak menolakku" ucap judeo


"ayo bantu pilihin" potong judeo cepat jangan sampai Ester berubah pikiran.


"iya pak"


Ester serius memilih beberapa pakaian untuk Radit. Dan judeo dengan setia mengikuti dibelakangnya bahkan dia bantu memegang sebagian belanjaan baju Radit.


"sudah pak, ini sudah kebanyakan"


"pilih lagi aja"


"besok-besok lagi aja pak"


"oke, terimakasih, besok-besok aku tunggu" jawab judeo senang masih ada hari esok untuk belanja buat anaknya.


"haaaaaa" Ester baru sadar salah ngomong, tapi judeo sudah di kasir.


Jangan bosan ya

__ADS_1


tetap like, coment dan vote


terimakasih


__ADS_2