AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 108 KE JAKARTA


__ADS_3

Dua hari setelah kedatangan ibu citra ke kota T, Judeo harus berangkat ke Jakarta karena ada urusan kerjaannya yang tidak bisa di wakilkan ke jo atau siapa pun.


Judeo berangkat dengan pesawat komersil, karena mulai sekarang dia sudah bertekad untuk tidak menggunakan fasilitas dari maminya lagi.


Jo sang asisten sudah mengatur keberangkatan mereka ke Jakarta dengan pesawat komersil.


Sebenarnya judeo masih berat meninggalkan kota T walaupun hanya sehari, karena di sini judeo benar -benar merasa nyaman dan penuh kehangatan.


"sayang selama aku pergi jangan macam -macam ya " ucap judeo saat Ester membantu mengancingkan kemejanya.


"macam-macam gimana sih mas"


"ya pokoknya jangan madam - macam" ucap judeo lagi


"iya mas" jawab Ester akhirnya mengalah daripada berdebat terus.


"aku pasti akan selalu kepikiran ke sini"


"fokus dulu kerja mas" bujuk Ester


Judeo mencium bibir itu lembut.


"jangan sampai ada jejak orang lain di sini" ujarnya


"udah jalan Sana, kasian jo menunggu dari tadi" year Ester agak mendorong judeo takut terjadi drama yang lebih dalam.


"apa, kamu kasian jo, tapi kamu tidak kasian samaku yang tidak bisa meninggalkanmu" rengek judeo


"kamu pergi cuma untuk kerja, jalan sana"


"cium lagi" rengek judeo


"ya ampun mas" ujar Ester tapi dia cium juga daripada tambah lama.


Cup


"lagi" judeo menunjuk pipi kirinya


cup


"lagi " judeo menunjuk pipi kananya


cup


"ini sekarang" judeo menunjuk bibirnya


cup


Judeo langsung menahan Kepala Ester untuk memperdalam ciuman mereka.


"udah sana telat" ujar Ester tidak mau lebih Lama lagi. Hanya untuk pamit aja butuh waktu setengah Jam.


Akhirnya setelah drama panjang itu, judeo berhasil berangkat bersama jo.


Seperti pesan judeo kemarin, hari ini Ester tidak lagi berangkat kerja sampai nanti suatu saat judeo bolehin kerja lagi.


Sementara judeo dan jo, setelah terbang sekitar dua jam akhirnya sampai di Jakarta. Judeo langsung menuju kantornya yang sudah hampir seminggu dia tinggalkan.


Begitu sampai kantornya judeo sudah langsung di serbu sekretarisnya dengan setumpuk berkas yang harus di tanda tangani.


"kamu mulai dari yang paling urgent dulu" ujarnya kepada sekretarisnya.


"baik pak"


Sekitar setengah jam bersama sekretarisnya tiba - tiba jo langsung masuk ruangan judeo berarti ada yang urgent.


"kamu keluar bentar" ujar judeo kepada sekretarisnya

__ADS_1


"baik pak" ucapnya sambil bangkit berdiri Dan berlalu keluar.


"tuan, nyonya mengancam kalau tuan tidak datang ke rumah besar hari ini, nyonya akan melakukan sesuatu " jelas jo


"huhhhhh mami selalu aja begitu"


"tapi mendingan tuan datang ke rumah besar"


"baiklah atur kan" ujar judeo


"baik tuan"


Jo langsung keluar dari ruangan judeo untuk melanjutkan kerjaannya.


Judeo benar - benar niat untuk mengerjakan semua pekerjaannya dengan cepat agar dia bisa langsung pulang ke kota T.


Saat Jam makan siang dia mendapatkan moodbooster dari sang istri dan anak kesayangan, radit.


dddrrrrttt dddrrrrttt


"hallo radit "


"ini Ester mas"


"ohhhh kamu sayang, kamu kangen samaku pastinya "


"ihhhh mas deo"


"video call sayang" ucap judeo mengubah panggilan itu ke video , terlihatlah wajah sang istri yang selalu lembut.


"mas sudah makan siang"


"belum sayang, kerjaan mas sangat banyak, numpuk nih " sambil mengarahkan kamera hand phone ke tumpukan berkas di mejanya.


Ester melihat berkas itu memang, tapi dia kan ngga tahu bagaimana pengerjaannya lama atau cepat, dia hanya bisa menyarankan judeo makan dulu.


"iya sayang, bentar lagi aku makan, tunggu aku pesan bentar ya " ucapnya sambil mengangkat interkom di ruangannya.


'jo pesanin kita makan siang'


'makan di kantor'


"sudah sayang, saya sudah pesan" ucapnya kembali melihat monitor handphonenya.


"Papa " terdengar suara radit dan wajahnya makin mendekat di layar handphone.


"halo jagoan papa! "


"kamu sudah pulang sekolah"?


"sudah pa, tadi aku lagi ganti baju, makanya mama yang telepon "


"belum makan siang donk"


"belum, bentar lagi setelah telepon papa" ujarnya ketawa menunjukkan Gigi putihnya.


"sekarang makan dulu ya sayang"


"oke pa, bye, bye sayang" ucap judeo sambil melambaikan tangan ke layar handphonenya.


"mas udah ya, makan Dulu gih, radit juga mau makan " ujar Ester kembali memenuhi layar handphone.


"oke sayang, kalian juga makan, love you "


"gombal" Ester mencebikkan bibirnya


"nahhh biasakan bibirnya begitu ya"judeo jadi gemes.

__ADS_1


"bye"


"bye sayang" sambungan itu pun terputus.


Judeo jadi tambah semangat mengerjakan kerjaannya. Anak dan istrinya benar - benar moodbooster baginya sekarang.


Tidak berapa lama jo masuk keruangan judeo bersama sekretaris judeo dan juga pegawai pantry.


"tolong siapkan di sini" ujar jo ke sekretaris judeo


"baik pak"


Dan setelah semua lengkap karyawam pantry dan sekretaris judeo mohon undur diri.


Judeo dan jo makan siang berdua di ruangan judeo.


"jo, tolong usahakan paling lama dua hari saya di sini " ucapnya sambil mengunyah makanan


"Kalau kerjaan di kantor saya sudah lihat tuan, hanya saja.. " jo ragu untuk mengucapkannya takutnya malah merusak mood bosnya.


"hanya saja apa"? tanya judeo sambil melirik


"kita kan belum bertemu nyonya besar tuan, kita belum tahu rencana nyonya buat tuan"


"apapun rencana mami tidak boleh merusak rencanaku bersama anak dan istriku jo"


"justru itu tuan, semoga nyonya tidak minta waktu tuan" jawab jo


Setelah makan judeo dan jo kembali serius untuk bekerja, Mereka harus ngebut lagi karena sang bos lagi jatuh cinta layaknya pengantin baru.


Sore harinya judeo ditemani oleh jo ke rumah maminya.


Begitu sampai judeo sudah di sambut oleh pengawal - pengawal maminya.


"mari silahkan tuan"


"hmmmmmm" kembali ke mode lama


Judeo langsung melangkah masuk dan menunggu maminya di meja makan. Tidak berapa lama ibu citra turun menemui anaknya dan asistennya.


"akhirnya kamu kembali juga " ujar bu citra tanpa sikap ramah sama sekali membuat judeo menjadi jengah. Dari kemarin dia berpikir mungkin maminya akan berpikir sejenak dan merenungi hidupnya, tapi ternyata judeo salah, maminya masih tetap arrogan.


"iya, mami mengundang saya datang kan"? jawab judeo tidak kalah arogan.


"jadi kamu datang hanya karena undangan mami, sekarang kamu sangat berubah deo"


"dari Lima tahun lalu saya berubah , sekarang to the point aja mami mau bicara apa"? tanya judeo menyomot satu kerupuk dari toples.


"Jelaskan ke mami kenapa kamu ambil lagi wanita itu, tidakkah kamu sadar bisa aja mereka sekongkol dengan papimu"?


"ohhh iya, mmenurut mami begitu"


"iya "


"itu karena mami selalu mengukur orang lain dari diri mami. Mampu melakukan apa pun demi ambisi." ucap judeo senyum mengejek


"hoohhh otak kamu bahkan sudah di cuci oleh mereka" ujar bu citra ngga mau kalah.


"iya itu benar, karena selama ini otak dan perbuatanku sangat kotor " ucapnya lagi


"semoga kamu tidak menyesal"


"tidak akan"


Hai readers, dukung terus ya


like, coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2