AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 52 4 TAHUN KEMUDIAN


__ADS_3

Begitulah hari-hari yang dilalui Ester sekarang. Sangat menyenangkan dan penuh warna, apalagi dengan kehadiran Raditya putranya yang menggemaskan. Semua orang senang dan gemes sama bayi gembul itu.


Anaknya sangat lucu dan gesit, sepertinya gen pintar papanya juga banyak kebawa oleh Raditya.


Dia sangat tampan, lucu dan menggemaskan serta tidak cengeng.


Pak ganda sangat-sangat menyayangi Raditya. Bahkan Aldo yang anak kandungnya kadang cemburu sama Raditya. Walaupun sebenarnya Aldo juga tidak kalah sayang dari papanya kepada Raditya.


Waktu cepat berlalu, sudah empat tahun Ester bekerja dan tidak terasa sekarang Raditya sudah berumur lima tahun. Raditya sangat disayang oleh pak ganda dan ibu Silvi, tapi terutama pak ganda, dia sangat-sangat menyayangi Raditya.


Setiap dia keluar dari panti dia pasti membawa oleh-oleh untuk Raditya. Hampir setiap pagi dia ajak Raditya olah raga bareng.


Pernah Raditya sakit demam, pak ganda sampai tidak tidur demi menemani Raditya dan sepanjang malam memegang keningnya Raditya untuk memastikan panasnya.


Pak ganda selalu bilang sama Ester untuk fokus aja bekerja, banyak yang sayang sama Raditya, jangan takut, selalu begitu pesan pak ganda dengan serius, dan menabunglah untuk masa depan Raditya.


Secara ekonomi Ester sudah stabil untuk standard orang biasa. punya gaji bulanan yang bisa untuk menghidupi anaknya Raditya bahkan sudah bisa menyisihkan setiap bulan untuk tabungan Raditya.


Atas kesepakatan mereka bersama Ester akan mengajak Raditya ke kota dan akan mulai sekolah. Jadi sementara waktu Ester dan Raditya harus keluar dari panti untuk ngekost. Tidak hanya itu ibu Silvi menyiapkan satu orang untuk membantu Ester mengurus Raditya. Mulai dari menyiapkan sampai mengantar sekolah. Ester sudah membeli sebuah motor secara mencicil untuk transfortasi mengantar Raditya sekolah. Dan mereka juga sudah mengontrak kamar yang ada dapurnya, walaupun tetap hanya kamar kecil.


Ester sudah mendaftarkan raditya di salah satu sekolah TK dekat kontrakannya dan dekat dengan mall tempatnya bekerja.


"Dit, nanti kalau sudah sekolah tidak boleh na...." ucap Ester sambil membetulkan baju anaknya dit, saat akan berangkat bersama kesekolah lalu Ester langsung kerja.


"kal" lanjut Raditya senang


"Bu Mina, nanti kalau dia nakal bilang ke gurunya ya Bu" ucap Ester kepada Bu Mina pengasuh Raditya tapi masih menatap wajah anaknya. Wajah yang sangat ganteng dan sangat mirip dengan tuan judeo papanya.


'gimana keadaan tuan judeo ya'


'apa dia sudah menikah dan punya anak'


'ya pastilah dia sudah menikah dengan pacarnya itu'


'tapi aku bersyukur dapat Raditya, anak yang lucu, pintar dan sangat bijak untuk anak seumurannya'


"ya elah mama, ngga percaya sama anaknya, tenang aja ma" ucap Raditya seperti gaya orang dewasa dengan tangan di pinggang membuyarkan lamunan Ester tentang tuan judeo.


"ya ampun anak mama, benar-benar sudah dewasa" ucap Ester senyum-senyum melihat anaknya.


"iya donk ma, kan mau jadi Superman untuk mama. kalau nanti ada yang jahatin mama, saya akan langsung serang" ucap Raditya meniru gaya Superman.

__ADS_1


"bagus, nanti harus jadi pelindung mama. sekarang harus rajin be..." Ester menggantung ucapannya.


"belajar mama, biar pintar"


"oke good, ini baru anak mama"


"let's go mama"


"oke"


Mereka bertiga naik motor Ester menuju sekolah Raditya.


Dan begitu sampai depan sekolah itu, Ester pamit untuk bekerja.


"dit, mama kerja dulu ya nak, kamu ditungguin ibu Mina"


"oke ma"


"harus jadi anak ba..."


"ik.." lanjut Raditya


"rajin bela...."


"good, sekarang masuk ke dalam ya"


"oke ma, bye bye"


"bye sayang" Ester langsung menstarter motornya menuju tempat kerjanya yang tidak begitu jauh dari sekolah anaknya.


Ester menikmati rutinitas barunya dengan mengantar Raditya sekolah. Sekarang dia sudah modis tampilannya walaupun tetap tidak terlalu suka dandan. Dia hanya dandan ala kadarnya saat akan bekerja.


Tapi sekarang Ester sudah terlihat lebih matang. Tubuhnya yang sedikit lebih berisi serta pakaiannya yang sudah modis karena dia bekerja diruang publik, jadi diharuskan untuk tampil cantik dan sopan.


Sudah beberapa orang lelaki yang ingin dekat dengan Ester. Semuannya dia tolak mentah-mentah. Dia selalu bilang seorang janda dengan seorang anak. Tapi ada juga dari laki-laki itu yang memang ngotot ingin menjadi pacar Ester.


Sementara Aldo yang sekarang sudah tidak bekerja bareng Ester, karena kemajuan kariernya dia ditarik ke kantor pusat dengan gaji dan fasilitas yang sangat memadai.Tapi dia sering pergi bersama Ester terutama untuk mengajak Raditya jalan-jalan dengan mobilnya.


Tanpa Aldo sadari dia sering cemburu melihat Ester digodain oleh laki-laki lain. Hatinya akan terbakar kalau ada laki-laki yang mencoba mendekati Ester.


Terkadang Aldo bisa uring-uringan sendiri kalau dia lihat atau diberitahu Ester kalau ada seorang cowok yang mendekati Ester. Walaupun Ester selalu bilang ngga mau mencari laki-laki lagi untuk disayangi selain Raditya anaknya.

__ADS_1


flashback on


'ngga ah bang Aldo, aku sudah punya Raditya dan kalian keluargaku, bapak dan bang Aldo, sudah cukup jadi figur laki-laki dalam hidupku. Dan Raditya adalah cintaku, hidupku dan masa depanku, aku ngga ingin yang lain lagi'


'gimana kalau kamu tiba-tiba dilamar orang kaya' goda Aldo


'ngga bakallah bang, gadis masih banyak, masa janda anak satu dilamar orang kaya'


'inikan seandainya: tegas Aldo kala itu


'ngga mau ah, ngga mau ada laki-laki lain. Kan dalam agama kita menikah sekali seumur hidup bang'


'iya SH, tapi ini ceritanya kan beda, pernikahan kalian bukan sesungguhnya'


'justru itu bang, ngga mau lagi'


'kalau orangnya baik dan serius' pancing Aldo lagi


'hehehe awalnya sh mungkin terlihat baik, tapi lama-lama dia ngga sayang raditya, aku ngga bakal bisa'


'kan aku bilang kalau dia juga tulus sayang raditya'


'ahhh Abang sok tahu, Abang aja cari cewek Sono, kapan nikahnya nih, bapak ibu nunggu cucu lho' potong Ester waktu itu


'kamu mengalihkan pembicaraan'


'hehehe' Ester hanya senyum


Flashback off


Sementara Ester selalu mendukung Aldo untuk mencari pacar atau cewek. Tapi Aldo belum pernah ketemu cewek yang pas dihatinya.


Usia Aldo memang sudah cukup matang untuk menikah, usia mendekati kepala tiga. kariernya sudah bagus, dia sudah membeli sebuah rumah tidak jauh dari panti untuk tempat tinggal orang tuannya kelak, hanya tinggal menunggu renovasi.


Tapi akhir-akhir ini, semenjak Raditya ikut ke kota, Aldo malah ngga punya waktu untuk senggang. karena Tiap waktu senggang dia gunakan untuk bersama Raditya atau hanya sekedar bawa Raditya mutar-mutar doank.


Waktu Aldo hampir seluruhnya setelah kerjaan dialihkan ke Raditya.


Hai semua, terimakasih ya


untuk like, koment dan votenya.

__ADS_1


Terimakasih🙏🤗


__ADS_2