
Judeo masih bingung dengan semua kejadian yang ada di hadapannya. Dimana judeo baru tahu istrinya hamil dan juga maminya sedikit lebih lunak. Walaupun judeo belum tahu sebenarnya pendapat maminya tapi dia merasa sepertinya maminya sedikit berubah.
"jo menurutmu apakah mami sedikit berubah" tanya judeo dengan wajah cape
"maaf tuan, saya juga tidak tahu, tapi kalau pak Jonathan disuruh bekerja lagi berarti nyonya sedang berpikir ulang mungkin" ujar jo yang juga tidak bisa menebak hati ibu citra.
"Dan tadi mami juga mengundang kami nanti ke rumahnya " cerita judeo
"oh iya "
"kamu juga tidak percaya kan"?
"maaf tuan" ucap jo malu sendiri
"tidak apa - apa jo, siapa pun tidak percaya pastinya. Tapi aku jadi takut mami merencanakan sesuatu nantinya " ucap judeo lemah
"sepertinya tidak ada yang perlu di takutkan tuan " ucap jo menghibur bosnya.
"jo hari ini terlalu banyak hal yang diluar perkiraanku, aku menyerah jo, aku ingin istirahat tenang, menikmati waktuku bersama istriku "
"saya setuju tuan, di kantor akan membuat tuan terpikir banyak hal padahal kita juga belum tahu nantinya gimana. Istirahat ajalah dulu tuan, kalau ada yang urgent akan saya laporin . Nikmati lah waktunya menemani nona Ester yang lagi hamil tuan" ucap jo kasian juga melihat bosnya stress.
"iya jo, kalau begitu kami pulang dulu"
"baik tuan" ujar jo langsung mengatur supir dan pengawal untuk tuannya.
Sementara judeo masuk ke kamar pribadinya dan melihat istrinya masih tertidur lelap. Tapi ketika judeo ingin mengangkatnya Ester malah ke bangun.
"kenapa mas" tanya Ester setengah sadar
"kita pulang sayang "
"pulang kemana"?
"Ya pulang ke rumah lah" ujar judeo sambil menowel hidung Ester.
"ohhhhh ini di kantor ya" ucapnya setelah ingat semua.
Ester lamgsung bergerak turun dari kasur kecil itu.
"pelan sayang" ucap judeo sambil langsung membantu Ester
"iya mas, aku cuma hamil lo bukan sakit" ucap Ester tertawa kecil
"aduhhh istriku sudah makin pintar ngomong ya sekarang" ucap judeo gemes
Akhirnya mereka pulang ke apartemen dengan niat untuk istirahat. Sepertinya judeo ingin memeluk istri kecilnya ini dengan erat.
Di tengah jalan Ester ingin minum jeruk hangat, akhirnya judeo harus telepon jo untuk bertanya dimana bisa dapat jeruk hangat.
Setelah di jelaskan oleh jo akhirnya mereka menuju satu cafe dan sekalian makan siang.
Ester terlihat makan dengan lahap, walaupun menunya hanya menu sederhana.
Sekitar Jam dua siang mereka telah kenyang, sudah juga belanja buah tadi, dan kali ini mereka akan pulang.
__ADS_1
"kita pulang ke rumah ibu Ya mas" ucap Ester santai, berbanding terbalik dengan judeo yang kaget.
"apaaa"
"kita pulang ke rumah ibu mas"
"kok kesana sayang, kamu tahu kan sikap mami"
"iya tahu mas, kalau nanti ibu usir ya kita pergi. anakmu ingin ke sana mas sekarang", ucap Ester merayu.
Judeo menatap istrinya intens, sekarang istrinya ini sedikit lebih manja dan keras kepala tapi judeo suka itu. Dan istrinya sangat percaya diri sekarang. Apa begini ya kalau wanita hamil, batin judeo.
Akhirnya judeo memberi perintah ke supirnya untuk ke rumah besar Sekarang.
Begitu mereka sampai di rumah besar, dua orang pembantu sudah menyambut mereka.
"selamat sore tuan, nona"
"sore" sapa Ester, sementara judeo kembali ke mode awal hanya menjawab" hmmmm".
Ester sangat kagum dengan kemegahan rumah itu. Perlahan dia mengikuti langkah judeo masuk ke dalam yang penuh dengan barang - barang mewah.
"kita langsung ke kamarku sayang " ujar judeo
"hmmm "
Judeo mengajak Ester ke kamarnya di lantai dua. Begitu masuk kamar judeo Ester langsung mengantuk, mungkin pengaruh kehamilan dan juga kekenyangan. Tidak berapa lama Ester sudah tertidur pulas. Melihat Ester yang sudah tertidur pulas, judeo masih setia menemaninya tidur di kamarnya sambil kembali membuka laptopnya.
Sudah hampir satu jam tidur, tapi Ester sepertinya masih sangat pulas. Judeo masih menunggu istrinya bangun ketika dia ingin mengambil minum ke bawah. Dia juga ingin mengambil minum untuk istrinya ketika bangun nanti. Judeo tidak ingin istrinya di layani oleh orang lain selama di rumah besar.
Maminya terlihat kaget melihat judeo baru turun dari kamarnya.
"deo, kalian sudah ke sini"?
"iya mi, tadi Ester minta kita pulang ke sini, makanya kami langsung ke sini" ucap judeo
"ohhhhh, sekarang Ester mana" tanya bu citra terlihat antusias
"di kamar mi, masih tidur, mungkin efek obat dokter juga kali"
"ohhhh" ucap ibu citra ikut grogi.
"saya mau ambil minum dulu mi"
"iya, kenapa ngga bilang bibi aja"
"ngga apa - apa mi" ucap judeo hendak berlalu melewati ibu citra.
"Deo " panggil ibu citra perlahan
"iya mi "
"Apa pak Jonathan sudah menemui kamu "?
"iya mi sudah, tapi aku belum tahu kenapa mami mengembalikan pak Jonathan ke CJ. "
__ADS_1
Terlihat ibu citra menarik nafas panjang lalu dia berujar.
"istrimu itu sedikit mengubah cara pandang mami, jadi mami tidak akan mengganggu gugat CJ. Tapi tentang istrimu mami belum bisa terima seratus persen." ucap ibu citra sambil berlalu.
Judeo lega maminya tidak jadi menghancurkan CJ, separoh bebannya serasa berkurang. Walaupun maminya belum bisa terima istrinya judeo yakin suatu saat maminya akan bisa menerima istrinya seutuhnya.
Setelah mengambil minum di kulkas judeo ingin naik lagi ke kamarnya, tapi kembali maminya muncul di hadapannya.
"Ester itu lagi hamil, ngga boleh naik turun, kalian tidur di kamar tamu aja" saran sang mami.
"lihat nanti mi, apa kami akan nginap atau ngga , soalnya Ester gada baju ganti di sini " ujar judeo jujur
"kalian mau balik ke apartemen" ucap bu citra terlihat sedikit kecewa
"belum tahu mi, tunggu Ester bangun dulu"
"ohhh Ya sudah, sana gih bawa minumnya, nanti kita ketemu di meja makan"
"iya mi "
Judeo melangkah menuju kamarnya dengan perasaan yang susah di gambarkan. Baru aja dia senang maminya tidak mengganggu CJ, sekarang maminya sudah sedikit perhatian dengan istrinya, walaupun maminya bilang belum bisa menerima seratus persen.
Begitu dia sampai kamarnya terlihat istrinya masih pulas.
'aku bangunin aja deh, dia harus minum, sudah sore juga' batin judeo.
Judeo menepuk - nepuk pipi istrinya perlahan.
"sayang, sayang, bangun yo" ucap judeo
"enggghhhh" Ester menggeliat sebentar terus bangun
"kita di mana mas"
"di rumah Ibu, kan kamu yang minta sayang "
"ohhhhh"
"kita menginap di sini apa pulang sayang"? tanya judeo pelan
"kita mana bisa nginap mas, masa ngga ganti baju "
"ohhhh itu gampang sayang "
"gimana kalau ibu usir kita"
"ya ngga bakallah sayang" ucap judeo senang dan rileks
Hai semua
Dukung terus ya
Like, coment dan vote ya
Terimakasih
__ADS_1