
Sementara sela masih menunggu hasil kerja dari orangnya Bimbo. Dia ingin segera tahu siapa wanita judeo sekarang dan benarkah mereka sudah menikah.
Sampai tengah malam sela masih menunggu kabar dari Bimbo. Tapi boro-boro kabar di telepon aja tidak nyambung.
Sela semakin geram dan kesal, dia merasa dipermainkan. Setelah hampir tengah malam Bimbo belum ada kabar, sela memutuskan untuk mencari celah lain supaya segera menikah dengan Deo.
"oh iya, aku harus manfaatin Tante citra, biar Tante citra yang cari tahu tentang wanita itu" gumam sela sambil senyum sendiri.
"Besok aku akan menemui Tante citra, tapi bagaimana ya, kalau ternyata gadis itu lebih oke dari gua, buktinya jati dirinya aja susah aku temukan, berarti dia itu orang berpengaruh" gumamnya mulai ragu.
'ini si Bimbo belum ada kabar lagi, udah gimana sih, udah sampe mana dia"? ucap sela untuk dirinya sendiri.
**
Sementara judeo setelah selesai mandi, Ester sudah menyiapkan pakaian untuk judeo.
"ini pakaian anda tuan, apa saya sudah boleh ke kamar saya tuan"? tanya Ester sopan seperti biasa.
" hmmmmm tunggu dulu, kamu tidur disini aja, temani aku" ucap judeo enteng.
Ester tidak menolak walaupun sebenarnya sedikit dia kaget juga.
'apa iya dia akan tidur di kamar mewah tuannya' batin Ester.
'tapi ikutin ajalah, mungkin tuan ingin dilayani, nanti juga dia akan menyuruh Ester ke belakang' batin Ester
"kenapa kamu bengong, mulai sekarang tidur disini aja" ucap judeo sambil memakai bajunya.
"baik tuan"
Ester masih duduk di pinggir tempat tidur sampai judeo selesai memakai bajunya. Ester ingin menutup horden kamar judeo saat itulah dia melihat pemandangan yang sangat indah kalau malam hari dari kamar judeo.
"kenapa, bagus ya" tanya judeo sudah dibelakang Ester
"iya tuan, bagus bangettt. Syukur ya, aku masih bisa melihat pemandangan sebagus ini, aku senang banget"
'Ya ampun gadis ini, melihat pemandangan begitu doank sudah senang banget, emang dulu hidupmu sesusah apa sih' batin judeo.
"itu gedungnya kalau malam bagus banget ya tuan"
__ADS_1
"yang mana"
"itu tuan, kalau siang biasa aja sih, sama dengan gedung lain"
"kamu belum pernah lihat itu malam hari"?
"belum tuan, maaf tuan apa saya boleh keluar ke balkon"
"sudah malam" tukas judeo
"ohhh ya sudah tuan" ucap Ester pasrah.
Tapi judeo merasa ngga tega juga, akhirnya dia membuka pintu balkon dan menarik Ester keluar dan duduk di kursi yang ada disana.
"sini kamu boleh melihatnya, tapi tidak gratis, karena kamu sudah merepotkan saya" ucap judeo
"harus bayar berapa tuan"?
"bhahahaha, duittt, memang kamu punya berapa?" tanya judeo ketawa ngakak sambil menarik tangan Ester keluar ke balkon.
"ada enam ratus ribu tuan, uang makan, belum kepake, masih saya simpan"
"terus, bayarnya gimana tuan" tanya Ester biasa aja.
Judeo yang sudah menebak jawaban Ester langsung menarik gadis itu kepangkuannya.
"kamu harus melayaniku dengan baik, aku kan suamimu" ucap judeo sambil memeluk Ester dari belakang.
"ahhh tuan" ucap Ester malu setengah mati, sambil meliukkan badanya membuat tubuh judeo malah langsung bereaksi. Padahal judeo berniat malam ini akan mengajak Ester untuk berhubungan layaknya suami istri yang saling mencintai dan saling membutuhkan, bukan karena kewajiban aja.
"kamu jangan banyak bergerak, nanti kamu tidak jadi melihat pemandangan lho" bisik judeo ditelinga Ester membuat si empunya kegelian sendiri.
"kenapa tuan" tanya Ester mematung dipangkuan judeo
"karena kalau kamu banyak bergerak, aku akan langsung memakanmu ditempat tidur" ucap judeo
"ahhh tuan bisa aja tuan, saya jadi malu" ucap Ester malu-malu. Ini yang selalu judeo suka, sikap malu-malu Ester dan semuannya ternyata judeo suka tanpa dia sadari.
"udah, kamu nikmatin aja pemandangannya ya, aku juga ingin kamu menikmati setiap sentuhan ku, bukan karena takut atau wajib" ucap judeo ditelinga Ester.
__ADS_1
"iya tuan" ucap Ester mengangguk malu.
Tapi boro-boro bisa menikmati pemandangan, tubuh Ester malah menggelinjang hebat saat tangan judeo yang tadinya di perutnya sudah masuk kedalam pakaiannya dan naik ke kedua dadanya.
"tuan ahhh" ucapan Ester semakin tidak jelas apalagi sekarang judeo sudah mengendus tengkuknya membuat tubuh Ester juga bereaksi, tidak hanya judeo.
"kenapa,,,kamu nikmatin aja pemandangannya, aku ingin menikmati ini" ucap Deo disela-sela cum.uanya.
"tapi tu...." ucapan Ester sudah tidak berlanjut saat tangan judeo sudah berada pada intinya Ester. Bagai disengat aliran listrik Ester reflek ingin berdiri tapi tidak bisa karena judeo masih membelitkan satu tangannya.
Judeo akhirnya menarik Ester untuk duduk kembali, dan dia mulai menyentuh tubuh Ester dengan perlahan supaya reaksi Ester bisa pelan-pelan menerima sentuhannya.
"apa pemandangannya sangat indah" bisik judeo ditelinganya.
"iya tuan, sangat indah" ucap Ester sudah tidak konsen.
"aku akan membawamu terbang menikmati pemandangan itu" ucap judeo menggeser sedikit wajah Ester. Lalu dia ********** perlahan, lalu turun ke dekat telinganya membuat Ester sedikit merinding.
"rileks, jangan kaku, jangan tegang.,, nikmati ya" ucap judeo sambil tetap mencium.u Ester dari segala sisi.
Permainan judeo yang lembut membuat Ester seperti cacing kepanasan. Badanya meliuk kesana kemari walaupun masih dalam penguasaan judeo. Judeo yang sudah sering bermain dengan wanita sudah sangat mahir dalam forplaynya. Dia ingin Ester rileks dan menikmati permainan mereka.
Benar saja Ester sepertinya sudah tidak menikmati pemandangan malam itu, dia sudah gelisah karena sentuhan-sentuhan judeo. Ester sepertinya sudah tidak rela kalau judeo menghentikan permainan ini. Dia sudah berani mendesah dihadapan judeo.
Melihat itu judeo segera mengangkat tubuh Ester masuk dan meletakkannya ditempat tidur empuknya. Permainan yang diciptakan oleh judeo dan dinikmati oleh Ester akhirnya mereka tuntaskan di kamar judeo.
Judeo bermain dengan rasa yang berbeda. Entah kenapa bermain dengan Ester tidak sama dengan bersama wanita lain menurut judeo. Biasanya judeo tidak pernah menjaga perasaan wanita yang dia tiduri, dan dia tidak perduli apakah cewek itu menikmati atau tidak, yang penting dia sendiri puas.
Setelah berolah raga hampir satu jam, tubuh Ester sudah bermandikan keringat begitu juga judeo. Judeo menjatuhkan dirinya disamping Ester yang masih ngos-ngosan seperti habis berlari jauh. Judeo masih sempat membelai rambutnya dengan pelan.
"tidurlah, kamu pasti capek" ucap judeo
Karena terlalu cape Ester benar-benar tertidur dengan pulas. Dia sudah tidak perduli lagi apakah judeo masih bangun atau ikut tidur di kasur itu.
"Kamu sangat istimewa Ester, saya kok jadi takut kehilangan kamu ya. saya tidak ingin kamu pergi dari sisiku, kamu harus tetap membuatku tertawa dan tersenyum karena kepolosanmu" gumam judeo pelan sambil memandang Ester yang tidur pulas.
Hai, pembaca setiaku
Tetap like, coment dan vote ya
__ADS_1
Terimakasih🙏🤗